
"Cleo?" ucap Kenzo.
Cleo lalu melepaskan pelukannya. Kenzo kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat Cleo yang kini berdiri di hadapannya.
"Cleo? Kau mau berbicara denganku?"
Cleo pun mengangguk sambil tersenyum canggung.
"Maafkan aku Kenzo, maaf aku meninggalkanmu begitu saja. Maaf karena aku tidak percaya padamu dan pergi tanpa meminta penjelasan darimu, maafkan aku, saat itu aku tidak berfikir dengan jernih dan hanya menuruti emosi yang ada di dalam hatiku saja, seharusnya aku percaya padamu, bukannya percaya pada hasutan Aleta. Seandainya aku tidak meninggalkan kalian semua, tentu hubungan kita tidak serumit ini, jika saja aku percaya padamu tentu kita sudah menikah dan menjadi keluarga yang bahagia. Tapi..."
Kenzo lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir Cleo. "Kau tidak perlu meminta maaf lagi Cleo, bagiku kau tidak memiliki kesalahan apapun, aku yang seharusnya minta maaf padamu, bukan kau. Seharusnya aku jujur padamu saat Aleta menemuiku di toko perhiasan itu tapi aku terlalu bodoh, aku begitu takut kehilangan dirimu jika kau tahu aku bertemu dengannya tanpamu di sampingku."
"Tapi aku sudah membuat hidupmu begitu hancur selama dua tahun terakhir ini, mama sudah menceritakan semuanya padaku. Aku benar-benar merasa bersalah karena kecerobohanku kalian semua terkena imbasnya."
"Sudah jangan bicarakan itu lagi Cleo, kita sama-sama hancur, aku yakin kau juga pasti mengalami hal yang berat selama dua tahun terakhir ini kan? Maafkan aku karena aku tidak bisa menjagamu. Cleo bolehkah aku bertanya padamu?"
"Ya."
"Tolong jujurlah padaku, siapa ayah kandung Shane?"
Detak jantung Cleo pun berdegup semakin kencang, perasaan takut kini mulai merasuk ke dalam hatinya.
"Cleo tolong katakan yang sejujurnya padaku? Siapa Shane sebenarnya?" tanya Kenzo sambil mengerutkan keningnya.
"Di.. Emh.. Dia putramu, Kenzo. Saat aku pergi meninggalkan kalian semua, aku sedang mengandung Shane," ucap Cleo dengan begitu gugup. Mendengar jawaban Cleo, raut wajah Kenzo pun berubah. Raut wajah kebahagiaan kini terpancar di wajahnya.
"Syukurlah, jadi dia putraku kan, Cleo?" tanya Kenzo sambil menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Ya, dia putramu."
"Jadi kita sudah memiliki seorang anak? Dia anak kita berdua kan?"
"Ya."
"YEAHHHHH AKU SUDAH MEMILIKI SEORANG ANAK! HAHAHAHA!" teriak Kenzo sambil tertawa.
"Kenzo, kendalikan dirimu."
"Aku sangat bahagia, Cleo. Aku sangat bahagia, ini adalah hari terindah dalam hidupku, aku bisa bertemu kembali denganmu saja itu sudah membuatku merasa sangat bahagia, terlebih kau juga memberikan aku seorang anak."
Kenzo masuk ke dalam kamarnya lalu mengambil sesuatu di mejanya, kemudian kembali lagi ke arah balkon. Dia lalu berlutut di hadapan Cleo.
"Cleo, tolong maafkan semua kesalahan yang pernah kulakukan padamu, aku memang belum bisa menjadi laki-laki yang baik bagimu tapi aku ingin selalu berusaha untuk bisa membahagiakanmu, tolong kembalilah padaku, Cleo. Kembalilah padaku, aku masih mencintaimu, bahkan aku sangat mencintaimu. Menikahlah denganku," ucap Kenzo, dia kemudian membuka kotak cincin di hadapan Cleo. Cleo lalu menyembunyikan tangannya dan diam-diam melepas cincin dari Nathan kemudian menaruhnya di saku kecil pada pakaiannya.
Cleo pun tersenyum lalu menganggukan kepalanya. "Jadi kau menerima kembali cintaku?"
"Ya, aku juga masih sangat mencintaimu Kenzo."
"Terimakasih Cleo," ucap Kenzo dia kemudian berdiri lalu memeluk Cleo dengan begitu kencang dan memakaikan cincin di jari manis Cleo.
"A untuk Agatha, Agatha adalah milikku. Cleo Agatha, aku sangat mencintaimu," ucap Kenzo sambil membelai wajah Cleo. Cleo pun hanya tersenyum sambil tersipu malu. 'Seharusnya aku sudah merasakan kebahagiaan ini sejak dulu, tapi kenapa aku begitu bodoh.' gumam Cleo sambil tersenyum, apalagi kini Kenzo mulai mendekatkan wajahnya.
"Aku sangat merindukanmu," ucap Kenzo sambil menempelkan wajahnya pada wajah Cleo. Cleo lalu mulai menempelkan bibirnya di bibir Kenzo yang dibalas dengan ciuman yang begitu bergairah, keduanya lalu mulai me*agut satu sama lain hingga desa*an dan kecapan bibir basah diantara keduanya pun mulai terdengar.
"Cleo, hari ini kau terlihat sangat cantik," ucap Kenzo sambil membelai wajah Cleo disertai nafas yang tersengal-sengal. Cleo pun tersenyum lalu mulai mulai memasukkan tangannya ke bawah kaos yang dikenakan oleh Kenzo dan meraba seluruh bagian tubuhnya.
__ADS_1
"Kau juga sangat seksi, Kenzo," bisik Cleo di telinga Kenzo sambil tersenyum nakal.
"Kau menggodaku?" ucap Kenzo lalu membopong tubuh Cleo ke atas ranjangnya kemudian mulai menciumi leher dan tengkuk Cleo sambil mere*as b*ah da*a Cleo yang mulai menegang hingga membuat Cleo mulai mengeluarkan de*ahan manja di telinga Kenzo.
"Kenzoooo," de*ah Cleo.
"Kenapa? Apa kau keberatan?"
Cleo lalu menggelengkan kepalanya. "Aku sangat merindukanmu."
"Aku juga Cleo, sekarang curahkan semua rasa rindumu padaku."
Cleo lalu menganggukan kepalanya sambil melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Kenzo kemudian meninggalkan gigitan-gigitan kecil di dada bidang milik Kenzo. Kenzo lalu membuka kancing dress yang dikenakan oleh Cleo serta membuka kait b*a yang dikenakan oleh Cleo kemudian melemparkan pakaian Cleo hingga tubuhnya tidak tertutup satu benangpun. Kenzo lalu mulai mengu*um dan mengi*ap b*ah da*a Cleo hingga membuat Cleo mulai mengeluarkan de*ahan disertai teriakkan kecil.
"Oughhh Kenzo, aku sangat mencintaimu," ucap Cleo saat Kenzo memulai memasukkan asetnya.
"Aku juga Cleo," jawab Kenzo sambil memainkan ping*ulnya disertai hentakan kaki yang membuat keduanya mengeluarkan de*ahan dan e*angan yang kini menggema di seluruh sudut kamar, hingga akhirnya keduanya berteriak saat Kenzo menyemburkan cairannya ke liang hangat milik Cleo.
"Kenzoooo..."
"Cleeeooo..."
Kenzo lalu merebahkan tubuhnya di samping tubuh Cleo kemudian memeluknya sambil menciumi tubuh telan*ang Cleo. Di saat itulah tiba-tiba ponsel milik Cleo berbunyi.
"Angkat saja Cleo, siapa tahu itu Tante Vallen."
Cleo menganggukkan kepalanya lalu mengambil ponsel yang ada di sisi ranjang.
__ADS_1
'Astaga Nathan,' gumam Cleo saat melihat sebuah nama di layar ponselnya.