
"Apartemenmu? Jadi kau tinggal di apartemen?"
Clarissa kemudian menganggukan kepalanya.
'Sebenarnya itu adalah apartemen milik Papa dan Mama, mereka tinggal di apartemen itu saat Kak Sharen dan Kak Kenzo masih bayi sebelum pindah ke rumah kami yang sekarang,' gumam Clarissa.
"Bagaimana? Kau mau atau tidak? Bukankah tadi kau mengatakan jika kedua orang tuamu sedang marah padamu? Mungkin kau perlu menenangkan hati dan pikiranmu terlebih dulu, setelah pikirkanmu tenang, kau bisa pulang dan bicarakan baik-baik dengan kedua orang tuamu."
Nathan pun menganggukkan kepalanya. "Baik, aku akan mengurus administrasimu, kau tunggu di sini dulu."
Clarissa kemudian menganggukan kepalanya. Nathan lalu keluar dari kamar perawatan itu. Setelah Nathan keluar, Clarissa tampak tersenyum lalu meregangkan tangannya yang kini mulai terasa pegal karena ditekuk terus menerus. "Pegal sekali," gerutu Clarissa sambil meluruskan tangannya. Dia kemudian meloncat dari atas ranjang lalu mencuci wajahnya dan mengoleskan make up tipis di wajahnya. Setelah selesai, dia kemudian bergegas kembali ke atas ranjang.
Beberapa saat kemudian, Nathan pun masuk ke ruangan itu lalu mendekat ke arah Clarissa. "Aku sudah berbicara dengan dokter yang menanganimu, kau sudah diperbolehkan untuk pulang. Aku juga sudah membereskan administrasimu, kita pulang sekarang."
Clarissa pun menganggukan kepalanya, Nathan lalu membantu Clarissa turun dari atas ranjang. Mereka kemudian keluar dari kamar perawatan itu lalu keluar dari rumah sakit. Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di apartemen milik Clarissa. "Kau tinggal di sini?" tanya Nathan.
"Ya, kita masuk sekarang. Setelah itu, beristirahatlah."
"Ya, terimakasih banyak."
Nathan lalu berjalan mengikuti langkah Clarissa memasuki sebuah apartemen yang terletak di lantai sepuluh gedung apartemen itu.
"Duduklah, akan kubuatkan minum untukmu."
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot, aku bisa membuatnya sendiri. Kau sedang sakit, seharusnya aku yang mengurusmu."
"Kau juga sedang tidak baik-baik saja, lebih baik kau urusi dirimu sendiri."
"Aku tidak apa-apa, aku hanya tidak menyangka orang tuaku akan bersikap seperti itu padaku."
"Aku yakin kedua orang tuamu pasti sangat menyayangimu, hanya saja jalan pikiran kalian saat ini berbeda. Setelah emosi kalian mereda, aku yakin hubungan kalian pasti akan baik-baik saja, sama seperti sebelumnya."
"Entahlah, aku tidak tahu. Mereka ternyata lebih memilih orang lain dibandingkan diriku yang anak kandungnya, aku tidak yakin mereka menyayangiku."
"Jangan berkata seperti itu Kak Nathan, saat kau marah ataupun kecewa pada seseorang, coba kau ingat kebaikan yang pernah dilakukan olehnya padamu. Coba kau ingat lagi, apakah sebelumnya orang tuamu pernah memarahimu seperti ini? Tidak kan? Bukankah mereka selalu menuruti keinginanmu? Aku yakin mereka sangat menyayangimu, hanya saja ada sikapmu saat ini membuat mereka marah dan kecewa padamu. Tapi yakinlah, yang mereka lakukan saat ini pasti untuk kebaikan dirimu. Kak Nathan, tidak ada satupun orang tua di dunia ini yang ingin menjerumuskan anaknya, yang mereka lakukan itu pasti yang terbaik untuk anak-anaknya, meskipun terkadang keputusan mereka itu tidak seperti apa yang kita inginkan."
"Aku hanya ingin mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku, aku sudah berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkannya, lalu seseorang merebutnya begitu saja, dan kedua orang tuaku lebih membela laki-laki sialan itu!"
Nathan kemudian menganggukkan kepalanya. "Apa perempuan itu mencintaimu?"
Mendengar pertanyaan Clarissa, Nathan hanya terdiam. "Bagaimana Kak? Apa wanita itu mencintaimu?" tanya Clarissa lagi, namun Nathan tetap menutup mulutnya.
"Jadi wanita itu tidak menyukaimu? Kalau wanita itu tidak menyukaimu untuk apa kau memaksakan kehendakmu padanya? Apa kau pikir kau bisa hidup bahagia dengan wanita yang tidak pernah mencintaimu? Kalian hanya akan menderita Kak."
"Lalu apakah aku salah sudah mencintai dirinya? Aku sudah melakukan apapun untuk mendapatkannya."
"Tidak ada yang salah dengan cinta, tidak ada yang salah dengan perasaan yang kau rasakan padanya, tapi kau tidak bisa memaksakan kehendakmu padanya. Kak Nathan, tidak semua keinginan kita bisa tercapai di dunia ini, terkadang kita harus belajar ikhlas menerima kenyataan pahit yang kita alami. Mungkin orang tuamu terlalu menyayangimu hingga sejak dulu kau selalu mendapat apapun yang kau inginkan, tapi tidak dengan cinta, karena cinta tidak bisa dipaksakan."
__ADS_1
Clarissa kemudian menatap Nathan yang kini duduk di sampingnya sambil menatap ke arah depan dengan tatapan mata kosongnya. Mata mereka lalu mulai bertemu satu sama lain.
"Kak Nathan, rasa cintamu itu seperti hujan yang turun dengan derasnya, tapi sayangnya dia memilih berteduh pada yang lain. Lebih baik kau hentikan semua itu, karena setelah hujan berhenti pasti akan ada pelangi yang bisa menghiasi hidupmu jauh lebih indah. Apa kau mengerti Kak?"
Mata Nathan kini pun terlihat berembun, dia kemudian menganggukan kepalanya sambil meneteskan butiran bening dari sudut matanya.
"Terimakasih Clarissa," ucap Nathan sambil meneteskan air matanya. Melihat Nathan yang kini terlihat begitu rapuh, perasaan Clarissa pun ikut tersentuh, rasa iba kini pun mulai merasuk ke dalam hatinya. Perlahan dia mendekatkan tubuhnya pada Nathan lalu memeluknya meskipun dengan menggunakan tangan kirinya.
"Jangan bersedih, ada aku. Aku akan menjadi temanmu, aku akan menemanimu saat kau membutuhkan tempat untuk bersandar dari rasa sedihmu."
"Terimakasih Clarissa," jawab Nathan kemudian balas memeluknya. Namun tiba-tiba matanya kembali tertuju pada tengkuk Clarissa yang kini tepat ada di depan matanya.
'Oh tidak, kenapa aku harus melihat tengkuk indahnya lagi,' gumam Nathan, apalagi saat ini sesuatu yang ada di bawah tampak mulai mengeras.
'Oh tidak, jangan, jangan, kumohon jangan menegang seperti ini,' gumam Nathan kembali sambil menelan ludahnya dengan kasar, apalagi degup jantungnya kini mulai tak beraturan.
NOTE:
Othor kasih bocoran nih ya, bentar lagi Nathan juga nikah loh setelah Kenzo sama Cleo nikah resmi. Sama siapa coba? Cleo? BUKAN! Clarissa? Sayangnya juga bukan 😔 Nathan jodoh Clarissa? Hanya othor yang tau 😂😂
Trus Abimana kira-kira boleh dateng ga ke nikahan Kenzo? Masih banyak teka-teki yes, makanya jangan pernah lewatkan tiap episodenya ya trus jangan lupa tinggalin jejak buat othor.
Thanks 😍❤️
__ADS_1