Bed Friend

Bed Friend
Konspirasi?


__ADS_3

Abimana dan Inara memasuki rumahnya sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk di dalam hati mereka masing-masing, sebelum melangkahkan kakinya ke dalam kamar, Inara menarik tangan Abimana untuk duduk terlebih dulu di sofa di dekat kamar mereka.


"Ada apa Inara?"


"Abimana, sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin kubicarakan denganmu dan ini sangatlah mengganggu pikiranku," ucap Inara.


"Ada apa Inara? Apa kau ragu dengan keputusan yang kita ambil? Inara, kita harus mencegah semua kesalahan yang pernah terjadi di masa laluku agar tidak kembali terulang, tidak boleh ada sosok Ghea dalam diri Sharen."


"Kau benar Abimana, tapi sebenarnya ada sesuatu yang menggangu pikiranku, ini ada hubungannya dengan kecurigaanku mengenai perasaan Sharen."


"Apa maksudmu, Inara?"


"Abimana, meskipun aku bukan ibu kandung dari Sharen tapi naluriku sebagai seorang wanita mengatakan jika Sharen memiliki perasaan pada Nathan."


"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu, Inara?"


"Aku mulai mengamati gerak-gerik Sharen saat di pesta pernikahan Kenzo, saat itu Nathan mendekat lalu duduk bersama kami. Saat itu kami belum tahu jika ternyata Nathan telah berpacaran dengan Clarissa, jadi kupikir dia duduk bersama dengan kami untuk sekedar mengobrol dan menunggu kedua orang tuanya. Mungkin niat Nathan duduk bersama dengan kami untuk mendekati Clarissa, tapi saat itu aku bisa melihat raut kebahagiaan yang terpancar di wajah Sharen serta tatapan mata yang tak biasa saat melihat Nathan. Namun raut wajah bahagia itu berubah saat Nala, kembaran dari Nathan berteriak jika ada noda lipstik di bibir Nathan, saat itu aku bisa melihat kemarahan dan rasa sedih di wajah Sharen."


Mendengar perkataan Inara, Abimana pun mengerutkan keningnya. "Noda lipstik?" tanya Abimana.


"Ya, saat sedang bersama kami, tiba-tiba Nathan pamit untuk mencari orang tuanya lalu tak lama Clarissa pun pergi ke belakang, setelah itu kami melihat noda lipstik di bibir Nathan, dan aku bisa melihat dengan jelas Sharen tampak begitu marah dan sedih saat melihat ada noda lipstik di bibir Nathan."


"Jadi maksudmu saat pesta pernikahan Kenzo berlangsung Nathan dan Clarissa sempat bermesraan dan membuat Sharen merasa kesal?"


"Ya, itu maksudku. Tidak hanya itu saja Abimana, saat kejadian malam itu, saat Nathan melangsungkan ijab qabul aku juga melihat raut wajah bahagia di wajah Sharen, bukan raut wajah kesedihan dan depresi seperti yang dia perlihatkan saat awal kita menemui mereka di kantor balai desa tersebut."

__ADS_1


"Astaga, apa sebenarnya yang telah terjadi? Apakah putriku benar-benar menyukai Nathan? Apakah keputusan kita untuk membiarkan dirinya tinggal di rumah Leo dan Calista untuk sementara waktu bisa menjadi bumerang? Kenapa kau baru mengatakan hal ini padaku, Inara?"


"Maafkan aku Abimana karena memang awalnya aku tidak yakin, tapi setelah tadi aku masuk ke kamar Nathan sebelum kita pulang untuk menaruh makanan kesukaan Sharen di kamar itu aku baru benar-benar yakin saat melihat sebuah coretan kertas yang berisi tentang isi hati Sharen pada Nathan," ucap Inara sambil mengigit bibir bawahnya.


"Astaga!" gerutu Abimana sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Tanpa mereka sadari, seseorang tampak berdiri di balik tembok dan tanpa sengaja mendengar percakapan mereka. Dia kemudian bergegas pergi menjauh lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa Kenzo?" tanya Cleo saat Kenzo memasuki kamar tersebut dengan begitu tergesa-gesa disertai raut wajah yang menyiratkan berjuta tanda tanya.


"Cleo, aku benar-benar tidak mengerti apa yang telah terjadi belakangan ini, ternyata begitu banyak yang disembunyikan oleh semua orang di belakang kita."


"Apa maksudmu, Kenzo?"


"Cleo ini ada hubungannya dengan Kak Sharen, Kak Nathan dan juga Clarissa."


"Ternyata dia sudah lama pulang dari Bandung dan pernah mengalami kejadian tragis bersama Kak Nathan sebelum kita datang ke sini, tapi mereka semua menyembunyikan kebenaran ini dari kita, Cleo."


"Apa maksudmu, Kenzo? Aku benar-benar tidak mengerti?"


Kenzo lalu menceritakan semua yang dia dengar dari pembicaraan Abimana dan Inara. Cleo yang begitu terkejut saat mendengar cerita Kenzo kini terlihat mengerutkan keningnya sambil menutup mulutnya.


"Jadi maksudmu ada cinta segitiga diantara Kak Sharen, Nathan dan Clarissa?"


"Ya dan Kak Nathan terpaksa menikahi Kak Sharen karena ada yang menjebak mereka, saat itu Kak Nathan baru saja pulang dari Bandung setelah mengantarkan Clarissa."

__ADS_1


"Oh kalau begitu aku baru mengerti sekarang mengapa orang tua kita memutuskan menikahkan Nathan dan Clarissa malam itu juga, mereka pasti ingin menghindari sesuatu yang buruk terjadi pada hubungan Nathan dan Clarissa. Tapi bukankah saat itu Kak Sharen juga baru saja pulang dari Bandung? Jadi mereka bertemu saat mereka sama-sama pulang dari Bandung kan? Kenzo sepertinya ini bukan sebuah kebetulan."


"Apa maksudmu, Cleo?"


"Konspirasi."


"Siapa yang melakukan konspirasi karena Kak Sharen dan Kak Nathan sama-sama menjadi korban?"


"Jika menurutmu ini bukan sebuah konspirasi, lalu siapa yang menjebak mereka?"


"Menurutku ini ada hubungannya dengan dendam, ada seseorang yang dendam pada Kak Sharen, preman itu tiba-tiba ingin menculik Kak Sharen tanpa mengambil satu barangpun darinya, apalagi itu jika bukan sebuah dendam? Untung saja Kak Nathan datang menyelamatkan Kak Sharen, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Kak Sharen."


"Lalu siapa yang dendam pada Kak Sharen, Kenzo?"


"Pasti ini ada hubungannya dengan Aleta, entah kenapa aku selalu berfikir jika penculikan yang dilakukan oleh Kak Sharen pasti akan berakibat fatal pada dirinya sendiri."


"Jadi menurutmu ada yang dendam pada Kak Sharen karena setelah Aleta diculik olehnya dia menderita kelumpuhan dan cacat fisik?"


"Ya kemungkinan seperti itu."


"Tapi menurutku masalahnya tidak sesederhana itu, Kenzo. Jika orang itu hanya dendam pada Kak Sharen tidak mungkin dia juga akan tega mengorbankan harga diri Nathan, karena korban yang sesungguhnya di sini adalah Nathan, bukan Kak Sharen!"


"Aku benar-benar tidak mengerti, Cleo."


"Kenzo, coba pikir dengan pikiran yang jernih dan tarik benang merahnya antara kisah cinta segitiga itu dan aksi balas dendam itu, pasti pelaku yang sesungguhnya telah memanfaatkan keadaan itu untuk kepentingan pribadinya agar mendapatkan keuntungan dari kejadian tersebut."

__ADS_1


"Lalu menurutmu siapa pelakunya, Cleo?"


Cleo pun hanya terdiam mendengar perkataan Kenzo.


__ADS_2