Bed Friend

Bed Friend
Menikah Kembali


__ADS_3

"Tuan Zack, sebaiknya kau tidak usah mengantarku ke rumah."


"Memangnya kenapa?"


"Begini Tuan, aku takut saat orang tuaku tahu Tuan mengantarku, mereka beranggapan kalau kau adalah calon suamiku."


"Jangan terlalu percaya diri! Aku tidak mungkin menikah dengan wanita siluman sepertimu!"


"Bukan aku Tuan, tapi orang tuaku. Mereka bisa saja menganggapmu sebagai calon suamiku. Lalu kau dinikahkan paksa oleh ayahku. Memangnya kau mau menikah denganku?"


"Tentu saja tidak, menjijikan sekali! Aku tidak mau menikah dengan wanita siluman sepertimu!"


"Aku juga tidak mau menikah dengan laki-laki menjanjikan sepertimu."


"Apa kau bilang?"


"Tidak Tuan, maksud saya aku juga tidak mau menikah dengan suami orang. Apa kata tetangga Tuan? Mulut tetangga itu jauh lebih kejam daripada mulut buaya. Jadi, lebih baik Tuan tidak usah mengantar saya."


"Apa itu artinya kau tidak mau ikut pergi bersamaku? Apa kau sudah lupa kau harus menjadi asistenku untuk membayar hutangmu padaku?"


"Astaga Tuan, bukan seperti itu maksudku. Begini saja, aku pulang ke rumahku sendiri, lalu Tuan juga pulang ke rumah Tuan dan menungguku sambil duduk manis di dalam rumah."


"Apa menunggumu? Aku benci menunggu!"


"Bukankah lebih baik menunggu daripada tidak sama sekali Tuan? Apa Tuan mau saya tidak membayar hutang-hutang saya?"


"Jangan banyak bertingkah seperti ini! Apa kau sudah lupa aku bisa membunuhmu kapan saja kumau?"


"Tuan kalau begitu lebih baik saya pulang dulu ke rumah, lalu tuan juga kembali ke rumah. Tuan tinggal menunggu saya, begitu maksud saya. Itu jauh lebih baik kan daripada tuan disuruh untuk menikahi saya?"

__ADS_1


Zack pun tampak berfikir sejenak. "Baik tapi kau tidak boleh terlalu lama! Bukankah kau tahu aku benci menunggu!"


"Tidak Tuan, tenang saja. Saya bisa diandalkan."


"Baiklah kalau begitu, sekarang kau turun lalu kembali ke rumahku secepatnya! Dan jangan pernah coba-coba untuk mempermainkan aku. Aku sudah ingin pergi secepatnya untuk menyembuhkan lukaku!"


Nala pun terkekeh mendengar perkataan Zack. "Hai wanita siluman, kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau mau mau mengejekku, hah?"


"Tidak tuan, ada semut yang masuk ke telinga jadi saya tertawa. Kalau begitu saya turun dulu."


Anak buah Zack kemudian menghentikan mobilnya, Nala lalu turun dari mobil Zack, sedangkan Zack hanya terdiam sambil menatap Nala dengan tatapan sebal. "Dasar wanita siluman! Kalau kau tidak berhutang padaku, aku tidak mau berurusan denganmu," ucap Zack sambil menatap Nala yang kini sedang naik taksi untuk pergi ke rumahnya.


Nala yang sudah ada di dalam taksi pun menghembuskan nafas panjangnya. "Untung saja dia percaya padaku. Lalu apa yang harus kukatakan pada Papa dan Mama?" gerutu Nala.


***


Perlahan Zack pun masuk ke dalam kamar itu, lalu mengamati setiap sudutnya. Sejenak rasa sedih pun merasuk ke dalam hatinya saat mengingat tawa ceria seorang wanita yang biasanya menggema di seluruh bagian sudut kamar itu.


"Athena," ucapnya lirih. Dia kemudian berjalan ke meja yang ada di pojok kamar itu, mengambil sebingkai foto yang ada di atas meja lalu menatap foto itu dengan tatapan yang begitu sendu.


"Maafkan aku, Athena. Maafkan aku yang sudah gagal menjagamu. Maaf aku telah mengingkari janjiku pada papa untuk selalu bisa menjagamu. Tapi, aku janji akan membebaskanmu dari Gerald secepatnya. Meskipun Gerald kakak kandungmu, tapi aku tahu, pasti dia tidak akan memperlakukanmu dengan baik. Aku tahu, kau hanya dijadikan alat olehnya untuk meraih ambisinya, merebut kekuasaan yang kumiliki menjadi pemimpin King Mafia," ucap Zack.


Dia kemudian membuka salah satu laci di meja itu, lalu mengambil satu buah foto. Di foto itu, tampak tiga orang anak kecil sedang duduk di atas padang rumput, dua anak laki-laki, dan seorang gadis kecil sedang tertawa begitu bahagia. Foto tiga anak insan manusia yang masih begitu lugu, dan belum memahami apa itu nafsu dunia. Dan, hubungan ketiganya kini hancur akibat nafsu yang ada di dalam diri mereka, sebuah nafsu dunia menjadi pimpinan King Mafia yang saat ini ada di dalam genggamannya.


"Aku tahu, disini posisiku hanyalah anak angkat papa, tidak seperti kalian berdua yang merupakan anak kandungnya. Tapi sikapmu sudah terlalu mengecewakan orang tua kita, Gerald. Kau mengkhianati papa dan bekerja sama dengan musuh bebuyutannya. Dulu, sedikitpun aku tidak pernah berambisi pada apa yang kumiliki saat ini, dan aku tidak pernah berniat merebut semua ini darimu. Saat ini aku hanya tidak ingin apa yang diwariskan papa hancur karenamu, sudah cukup aku gagal menjaga Athena, dan tidak akan kubiarkan aku mengulangi kesalahan yang sama dengan membiarkanmu merebut kekuasaan King Mafia."


***


"Bercerai dari Zack?" tanya Laurie kembali.

__ADS_1


"Iya Laurie. Dengarkan aku, sekarang tolong hentikan kepura-puraanmu itu, dan katakan yang sebenarnya pada kedua orang tuamu kalau kau sudah sembuh. Laurie, aku yakin kedua orang tuamu pasti akan mendukungmu, dan melindungimu. Bukankah kau tahu keluargamu juga menginginkan kalian untuk segera berpisah?"


"Aku tahu itu Alvaro, tapi rasanya bercerai dari Zack bukan hal yang mudah."


"Tidak mudah bagaimana? Bukankah saat ini kesempatan bagus bagimu agar bisa lepas dari Zack? Saat ini dia sedang tidak ada di Indonesia, dan kau bisa bebas Laurie."


"Tetap saja aku tidak bisa bebas karena anak buahnya masih ada di mana-mana, Alvaro. Itu bukan hal yang mudah. Dan aku yakin, dia juga memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi rumah sakit ini. Kita tidak bisa semudah itu mengecoh Zack, Alvaro."


"Kita akan melakukannya secara diam-diam, Laurie. Kau tetap berada di sini sampai perceraian itu selesai. Tidak ada yang tahu kau sudah sadarkan diri kecuali keluargamu. Aku juga akan menutup semua kebenaran tentang dirimu dari anak buah Zack yang diperintahkan untuk mengawasimu di rumah sakit ini."


"Tapi tetap saja aku tidak yakin, Alvaro. Aku tidak yakin kalau Zack mau melepaskan aku begitu saja."


"Laurie dengarkan aku, kau bisa mengajukan pengajuan cerai secara sepihak. Kau bisa mengajukan cerai dengan alasan kekerasan dalam rumah tangga. Kau memiliki bukti kuat kekerasan yang Zack lakukan padamu, aku bisa membantumu mengeluarkan visum tentang kondisimu Laurie. Coba pikirkan baik-baik, ini kesempatan bagimu untuk bisa lepas dari Zack."


"Lalu kau pikir setelah aku bisa bercerai, aku bisa lepas begitu saja dari Zack? Dia bisa berbuat apapun termasuk menculikku seperti dulu, lalu menikahiku secara paksa kembali."


"Benarkah Zack sampai senekat itu?"


"Tentu saja Alvaro, aku sudah sangat mengenal Zack. Dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan termasuk menikahiku kembali secara paksa, meskipun kami sudah bercerai."


"Laurie, kalau kau ingin lepas seutuhnya dari Zack, kau harus membuat situasi agar dia tidak bisa menikahimu lagi."


"Apa maksudmu, Alvaro? Aku benar-benar tidak mengerti."


"Setelah bercerai, menikahlah kembali Laurie. Kau harus segera menikah dengan laki-laki lain setelah kau bercerai dari Zack."


"Menikah? Tapi dengan siapa?"


"Denganku?"

__ADS_1


__ADS_2