Bed Friend

Bed Friend
Dimana Papa Abimana?


__ADS_3

Nathan lalu bergegas mendekat ke arah Clarissa yang kini tampak begitu marah. "Maafkan aku Clarissa, aku tidak bermaksud mengataimu dengan kata-kata itu, aku juga tidak sengaja melempar bantal itu ke wajahmu, aku tadi sedang kesal dengan temanku jadi aku tidak sengaja melemparkan bantal ini padamu. Sungguh Clarissa, aku tidak pernah memiliki niat tidak baik padamu, aku benar-benar tidak sengaja."


"Apa tidak ada kata-kata lain yang bisa kau ucapkan selain kata tidak sengaja dan kata maaf? Aku sudah bosan seharian mendengar kata-kata itu!"


"Memang aku tidak sengaja, Clarissa. Tolong jangan marah padaku," jawab Nathan sambil memelas dan menatapnya dengan tatapan sendu. Melihat Nathan yang kini terlihat putus asa, Clarissa akhirnya pun merasa iba.


"Jadi benar kau tidak sengaja?"


"Ya, aku tidak sengaja."


"Umpatan itu bukan kau tunjukkan padaku kan?"


"Tentu saja tidak Clarissa, untuk apa aku mengataimu dengan umpatan seperti itu sedangkan aku merasa sangat bersalah telah membuat keadaanmu jadi seperti ini."


Tiba-tiba pintu kamar perawatan tersebut terbuka, seorang petugas pengantar makanan lalu masuk ke ruangan tersebut. Dia kemudian tersenyum pada Clarissa dan Nathan lalu menaruh makanan untuk Clarissa di atas nakas di samping tempat tidurnya.


"Silahkan, itu makanan untuk istri anda Tuan," ucap petugas pengantar makanan tersebut.


'Enak saja, dia pikir aku suaminya? Jangan sampai aku memiliki istri galak seperti Clarissa, bisa-bisa aku mati berdiri!' gumam Nathan sambil melihat petugas tersebut keluar dari kamar perawatan.


"Kak Nathan, kenapa kau melihat petugas pengantar makanan tadi? Apa kau menyukainya?"


Nathan lalu membalikkan tubuhnya dan menatap Clarissa sambil mengerutkan keningnya. "Apa kau sadar dengan kata-katamu? Laki-laki tampan sepertiku tidak mungkin menyukai wanita paruh baya seperti itu? Memangnya kau pikir aku tidak punya mata?"


"Kau bilang kau tampan? Apa kau sudah punya pacar?"


Mendengar perkataan Clarissa, Nathan hanya mendengus kesal. "Kau sudah punya pacar apa belum?"


Nathan kemudian menggelengkan kepalanya yang membuat Clarissa tersenyum kecut. "Kalau belum punya pacar kau tidak usah bilang dirimu tampan. Apa kau tidak sadar, tidak ada wanita yang mau dengan laki-laki ceroboh seperti dirimu!"


"Bukannya tidak mau tapi dia belum menjadi milikku!"

__ADS_1


"Apa kau yakin wanita itu juga menyukaimu?" tanya Clarissa yang membuat Nathan terdiam. Clarissa pun kembali tersenyum kecut. "Jadi wanita itu juga tidak menyukaimu? Lalu kenapa kau mengatakan dia belum menjadi milikmu? Apa kau mau memaksakan cintamu padanya? Memalukan sekali, memangnya tidak ada wanita lain yang mau denganmu?" ejek Clarissa yang membuat Nathan merasa sangat kesal.


'Wanita ini benar-benar sungguh menyebalkan, hari ini aku sungguh sial bertemu dengan wanita seperti dia!'


"Kenapa? Kau marah padaku? Apa kau sudah lupa kau tidak berhak marah padaku karena kau sudah sangat merugikan diriku! Apa kau sudah lupa, aku bahkan belum memaafkanmu atas apa yang baru saja kau lakukan? Bantal yang kau lemparkan tidak hanya mengenai wajahku tapi juga tanganku yang retak! Bagaimana kalau retakan ini menjadi patah? Memangnya kau mau merawatku seumur hidupmu! Atau kau mau kulaporkan ke polisi sekarang juga karena sudah menabrakku!"


'Merawat wanita galak ini seumur hidup? Astaga ini benar-benar sungguh menakutkan! Dia mau melaporkanku ke polisi? Ini juga tidak kalah menakutkan. Papa dan Mama pasti akan memarahiku habis-habisan,' gumam Nathan sambil menelan ludahnya dengan kasar. Dengan berat hati disertai senyum yang dipaksakan, Nathan kemudian mendekat ke arah Clarissa.


"Clarissa, tolong maafkan aku. Aku tidak sengaja melempar wajah dan tanganmu dengan bantal itu," ucap Nathan dengan raut wajah memelas. Clarissa pun menatap Nathan dari ujung rambut hingga ujung kaki.


'Dia sebenarnya sangat tampan, bagaimana kalau keadaan ini kumanfaatkan saja,' gumam Clarissa.


"Baik, aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya!"


"Apa syaratnya? Katakan saja, Clarissa! Yang terpenting kau tidak melaporkanku ke polisi!"


Clarissa pun tersenyum menyeringai. "Dua hari lagi aku akan menghadiri pesta ulang tahun temanku di Bandung. Tolong kau temani aku ke pesta ulang tahun temanku, kau lihat sendiri kan tanganku cidera seperti ini akibat perbuatanmu, jadi kau harus mengantarkan aku ke Bandung dua hari lagi, bagaimana?"


'Nathan, sampai kedua kakakku menikah kau akan kubuat sibuk mengurusku hingga benar-benar melupakan semua rencana jahatmu yang akan kau lakukan pada mereka berdua,' gumam Clarissa.


"Kau mau tidak?" teriak Clarissa.


"Apa kau lebih memilih untuk kulaporkan ke polisi?" sambung Clarissa lagi.


"Oh tidak, tidak Clarissa. Jangan kau lakukan itu, aku mau mengantarmu pergi ke Bandung, kau tenang saja, bukankah aku sudah berjanji untuk merawatmu sampai kau sembuh. Aku pasti melakukan apapun yang kau inginkan," jawab Nathan sambil tersenyum, meskipun hatinya merasa sangat dongkol.


"Bagus, sekarang suapi aku. Aku sudah lapar!"


'Dasar wanita menyebalkan!' gumam Nathan.


"Kenapa kau diam saja Kak Nathan! Cepat suapi aku!"

__ADS_1


"Ba... Baik Clarissa."


🍒🍒🍒


Kenzo mendekat pada Cleo yang sedang mengeringkan rambutnya. "Bagaimana? Permainan sore juga menyenangkan kan?" bisik Kenzo sambil memeluk Cleo yang membuat Cleo tersipu malu. Di saat itulah terdengar suara ramai di bawah.


"Mereka pasti sudah pulang, ayo kita turun, Kenzo."


Kenzo pun menganggukkan kepalanya. Mereka berdua lalu turun ke lantai bawah lalu melihat semua orang sudah berkumpul dengan setumpuk belanjaan, terutama barang-barang untuk Shane yang baru saja dibelikan oleh Amanda dan Vallen.


"Kenzo banyak sekali barang-barang yang dibelikan oleh Mama kita untuk Shane, apa itu tidak terlalu berlebihan?"


"Mungkin menurut mereka tidak, Shane cucu pertama kedua orang tua kita, wajar saja mereka bersikap berlebihan."


"Semoga Shane tidak menjadi manja karena ulah Mama," gerutu Cleo.


"Memangnya kau tidak manja?"


"Tapi kau suka kelakuan manjaku kan? Buktinya kau sering mengintipku dari balkon kamarmu," jawab Cleo yang membuat Kenzo salah tingkah.


"Haiii kalian sudah pulang?" tanya Amanda saat melihat Cleo dan Kenzo yang mendekat ke arah mereka. Kenzo lalu mendekat pada Amanda.


"Mama, sebenarnya ada hal penting yang ingin kutanyakan pada Mama."


"Hal penting? Hal penting apa Kenzo?"


"Emh ini tentang masa laluku."


"Oh, ya. Tanyakan saja, apa yang ingin kau ketahui, Kenzo?"


"Mama, saat aku baru saja lahir, dimana Papa Abimana? Apakah Papa Abimana menunggu kelahiranku? Lalu kenapa Mama langsung menitipkan ku pada Tante Calista? Dimana Papa Abimana saat itu Ma?" tanya Kenzo yang membuat Amanda salah tingkah. Beberapa orang yang ada di ruangan tersebut pun tampak menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Rayhan, inilah yang sebenarnya kutakutkan saat kalian mengambil keputusan untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Kenzo," bisik Firman di telinga Rayhan.


__ADS_2