
Nathan dan Clarissa lalu mengikuti langkah Leo masuk ke dalam rumah. Di dalam ruang tamu, tampak seorang penghulu dan kedua orang tua mereka sudah menunggu, begitu pula Kenzo dan Cleo yang melihat ke arah mereka sambil tersenyum. Di samping Cleo dan Kenzo, tampak Vallen dan Firman pun sudah ada di dalam rumah itu.
"Kak Nathan, aku malu," ujar Clarissa sambil memegang lengan Nathan.
"Kenapa harus malu? Kau benar-benar aneh," gerutu Nathan.
Amanda kemudian mendekat ke arah Clarissa. "Ganti dulu bajumu dan rapikan penampilanmu," ucap Amanda sambil menarik tangan Clarissa menuju ke kamarnya. Beberapa saat kemudian, Clarissa pun keluar dengan penampilan yang lebih rapi dengan sedikit make up tipis yang menghiasi wajahnya. Amanda kemudian menuntunnya untuk duduk di dekat Nathan.
Ijab qabul pun berlangsung. Nathan mengucapkan ijab qabul dengan sekali tarikan nafas, lalu memandang Clarissa sambil tersenyum setelah menyelesaikan kalimatnya. Teriakan "SAH" pun kini terdengar dari beberapa orang yang ada di sekeliling mereka.
Calista lalu memandang Leo. "Apa kau masih marah padaku?" bisik Calista.
"Tentu tidak, tapi setelah kita pulang jangan lupa layani aku, aku sangat merindukanmu," jawab Leo yang membuat Calista tersenyum.
Tak lama setelah acara selesai, orang-orang yang menghadiri ijab qabul tersebut lalu pulang ke rumah masing-masing, menyisakan Leo dan Calista yang kini juga sedang berpamitan dengan Amanda dan Rayhan.
"Kami pulang dulu, terimaksih banyak mau menerima putra kami menjadi menantu kalian," pamit Leo.
"Memang sudah seharusnya Nathan menjadi menantu kami, kami bahkan akan sangat keberatan jika Clarissa membawa laki-laki lain selain Nathan," jawab Rayhan.
"Terimakasih banyak, Rayhan, Amanda."
"Sama-sama, Kak Leo, Kak Calista."
Tiba-tiba Clarissa pun ikut membuka suaranya. "Papa, Mama, bolehkah malam ini kami menginap di apartemen milik Papa?" tanya Clarissa pada Rayhan.
"Tentu saja, tinggallah di sana kapanpun kalian mau."
"Terimakasih banyak, Pa."
__ADS_1
Mendengar perkataan Clarissa, Leo lalu menatap Clarissa sambil tersenyum. "Clarissa, jadi saat itu kau yang berpura-pura menjadi Sharen di apartemen itu saat Nathan kuusir dari rumah?"
Clarissa dan Nathan pun kini terlihat salah tingkah. "Papa, tidak usah banyak bertanya. Lebih baik Papa pulang saja sekarang, bukankah Papa baru saja pulang dari Jepang? Biasanya Papa sangat merindukan Mama kan setelah bepergian keluar negeri? Jadi lebih baik Papa pulang sekarang,"
"Dasar anak nakal," gerutu Leo.
"Permisi Rayhan, Amanda, kami pulang dulu."
"Iya Kak."
Leo lalu mendekat ke arah Nathan. "Anak nakal, besok kutunggu kau di kantor. Bukankah aku sudah menikahkanmu? Sekarang kau harus memenuhi janjimu untuk mengelola perusahaan dengan baik jika aku sudah menikahkanmu."
"Iya Pa," jawab Nathan sambil menggerutu.
"Kami juga pamit ke apartemen sekarang, Papa, Ma," pamit Nathan pada Rayhan dan Amanda.
"Iya, hati-hati di jalan."
"Sharen, kenapa kau belum tidur? Ini sudah malam, Nak."
"Aku tidak bisa tidur Tante"
"Apa ada sesuatu yang menggangu pikiranmu? Apa kau mendapatkan tekanan lagi dari kerabatmu?"
"Oh tidak Tante, mungkin aku hanya kesepian."
"Maafkan kami, Sharen. Kami ada urusan yang sangat penting jadi kami meninggalkanmu begitu saja."
"Tidak apa-apa, Tante. Emh Tante, besok pagi, bolehkah aku ke rumah temanku?"
__ADS_1
"Tentu saja, Sharen. Nanti biar sopir pribadiku yang mengantarkanmu."
"Terimakasih Tante."
"Sama-sama, sebaiknya kau tidur sekarang. Ini sudah larut malam."
"Iya Tante," jawab Sharen kemudian meninggalkan Calista dan Leo lalu berjalan ke kamar Nathan.
'Aku sangat kesepian, lebih baik besok aku menemui Clarissa saja. Clarissa sangat periang, pasti suasana hatiku akan menjadi lebih baik jika aku bersama dengannya. Lagipula saat ini Clarissa sedang tinggal di apartemen milik Papa Rayhan seperti yang dia katakan beberapa saat yang lalu ketika dia memintaku untuk berpura-pura ada di apartemen itu. Besok pagi aku akan menemuinya, ya besok pagi aku akan menemui Clarissa di apartemen, tapi sebaiknya kuhubungi dia terlebih dulu agar dia tidak pergi kemana-mana saat aku datang ke apartemen itu,' gumam Sharen saat menuju ke kamar Nathan.
🍒🍒🍒
Nathan keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, dia lalu berjalan ke arah ponsel Clarissa yang ada di atas ranjang saat mendengar suara ponsel itu yang berbunyi. Nathan kemudian mengambil ponsel itu lalu melihat nama Sharen di atas layar.
'Sharen?' gumam Nathan.
"Kenapa kau memegang ponselku, Kak? Apa ada yang menghubungiku?" tanya Clarissa saat keluar dari kamar mandi. Mendengar suara Clarissa, Nathan pun bergegas mematikan panggilan dari Sharen di ponsel Clarissa.
"Tidak Clarissa, tidak ada yang menghubungimu. Aku hanya memindahkan ponselmu ke atas nakas saja," jawab Nathan kemudian menaruh ponsel itu di atas nakas lalu mendekat ke arah Clarissa yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Nathan kemudian memeluk tubuh Clarissa sambil menciumi tengkuknya.
"Pelangiku," bisik Nathan di telinga Clarissa.
Sementara Sharen yang kini duduk di atas ranjang pun melihat ponselnya sambil mengerutkan keningnya. "Kenapa Clarissa menolak panggilan dariku?" gerutu Sharen.
"Ah, mungkin dia sudah tidur. Sebaiknya besok aku langsung pergi ke apartemen itu saja, dia kan sangat malas, liburannya pasti hanya diisi untuk membaca komik Doraemon," ujar Sharen kemudian merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.
NOTE:
Wajib bangettt mampir ke karya bestie aku ya Kak Rini Sya dijamin ceritanya keren dan seru abis
__ADS_1