Bed Friend

Bed Friend
Belahan Hati


__ADS_3

"Abimana?" tanya Amanda.


"Apa yang ingin kau ketahui lagi tentang Abimana Nak? Bukankah kau sudah tahu kebenaran tentang Abimana?"


"Kebenaran apa Ma? Aku bahkan tidak pernah tahu tentang kebenaran masa laluku? Kenapa Ma? Kenapa Mama menutupi kebenaran masa laluku? Abimana sudah begitu kejam pada kita semua, kenapa Mama masih mau memaafkannya bahkan menutupi kejahatan yang dia lakukan padaku? Apa Mama ingin Abimana terlihat baik di depanku?" sahut Kenzo dengan nada bicara yang mulai meninggi. Amanda lalu mengelus lengan Kenzo sambil menatapnya dengan tatapan yang begitu lembut. Tatapan penuh kasih dari seorang ibu yang begitu menyayangi putranya, kini Kenzo pun terlihat salah tingkah karena mendapat tatapan sendu dari Amanda.


"Kenzo, lebih baik kita masuk dulu, kita bicarakan di dalam," jawab Amanda sambil tersenyum. Kenzo pun menganggukkan kepalanya. Amanda lalu masuk ke dalam rumahnya diikuti Kenzo di belakangnya. Amanda kemudian menatap Kenzo, raut wajah kekecewaan tergambar begitu jelas menghiasi wajahnya.


"Kenzo, tahukah kau kalau Mama sangatlah menyayangimu? Kau putra pertamaku, dan bukan hal yang mudah saat Mama dulu mengandungmu, bisa disebut antara hidup dan mati saat Mama mengandungmu karena saat itu Mama masih menderita penyakit jantung. Kau belahan hati Mama, kau tahu saat kau bersedih, Mama jauh lebih merasakan sakit dibandingkan dengan yang kau rasakan. Saat kau menangis, perasaan Mama juga begitu hancur, karena kau sangatlah berharga dalam hidup Mama, Kenzo. Mama menyembunyikan semua kebenaran tentang masa lalumu dan Abimana bukan untuk menutupi kejahatan Abimana, Mama hanya tidak ingin melukai perasaanmu, Mama tahu kau pasti merasa sangat sakit saat tahu ayah kandungmu pernah membuangmu dulu kan?"

__ADS_1


Amanda kemudian menghapus air matanya yang kini mulai mengalir membasahi wajahnya. "Maafkan Mama Kenzo, Mama hanya tidak ingin kau kembali terluka saat mengetahui semua ini. Kau baru saja mengalami kejadian yang tidak mudah dalam hidupmu, perpisahan yang kau alami dengan Cleo telah membuatmu begitu terpuruk. Mama hanya tidak ingin kau kembali merasakan hal yang sama, mama hanya tidak ingin kau kembali terluka jika mengetahui keberadaan yang sesungguhnya," ucap Amanda dengan begitu terisak.


Melihat Amanda yang menangis, rasa bersalah kini menyelimuti hati Kenzo. Dia kemudian mendekat pada Amanda lalu memeluknya.


"Maafkan Kenzo, Ma. Maaf Kenzo sudah berfikiran buruk pada Mama, tidak sepantasnya Kenzo berprasangka buruk pada Mama. Seharusnya Kenzo menyadari jika semua yang Mama lakukan pasti untuk kebaikan Kenzo," sahut Kenzo sambil memeluk dan menghapus air mata Amanda.


"Mama yang seharusnya minta maaf karena sudah menyembunyikan semua ini darimu, Mama sudah sangat egois, Kenzo."


Amanda lalu menatap Kenzo. "Kenzo, sejak kecil Mama sudah dirawat oleh orang tua Abimana, Papa Raka dan Mama Vera sudah bersikap sangat baik pada Mama, kau tahu kan sanak saudara kita tidak ada yang tinggal di sini? Mereka begitu menyayangi Mama, bahkan Papa Raka juga tetep berusaha melindungi Mama meskipun saat itu kondisi kesehatannya sedang memburuk."

__ADS_1


Amanda kemudian membelai rambut Kenzo.


"Dengarkan cerita Mama, Kenzo. Papa Raka, kakekmu, dia mengangkat Firman agar memiliki kuasa di perusahaan agar Abimana tidak bertindak sewenang-wenang, selain itu dia juga memerintahkan Papa Rayhan untuk menjaga Mama, itu dia lakukan saat Mama sedang koma, dia melakukan itu untuk melindungi Mama. Orang tua Abimana sangat menyayangi Mama dan bagaimanapun juga Abimana adalah cinta pertama bagi Mama, kami tumbuh bersama selama bertahun-tahun dan sudah dijodohkan. Mungkin sama rasanya seperti yang kau rasakan pada Cleo. Cleo cinta pertamamu kan? Meskipun dulu Mama sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Abimana tapi Mama tidak akan pernah tega membiarkan dirinya mendapatkan vonis hukuman mati, apalagi Abimana sudah bertaubat. Dia layak diberi kesempatan untuk hidup, dia layak diberi kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan di masa lalunya. Tuhan saja Maha Pengampun, kita tidak pantas bersikap seperti manusia yang tidak memiliki keyakinan pada Tuhan. Jangan karena emosi, hati nurani kita tertutup untuk berbuat baik pada sesama. Apa kau mengerti, Kenzo?"


Kenzo lalu menganggukkan kepalanya. "Iya Ma, tapi tolong Mama jangan memintaku untuk memaafkan Abimana, aku belum bisa melakukan semua itu."


"Tidak Kenzo, kau berhak marah padanya, menerima kenyataan pahit itu memang tidak mudah, yang kau butuhkan hanyalah waktu untuk bersikap lapang dan menerima semua dengan ikhlas. Mama tidak akan memaksamu, tapi bagaimanapun juga dia adalah ayah kandungmu, meskipun kau membencinya tapi dia berhak hadir dalam pesta pernikahanmu satu minggu lagi. Kau mau kan menerima kedatangannya saat pesta pernikahanmu?" tanya Amanda. Namun Kenzo hanya terdiam, tidak ada satu patah katapun keluar dari mulutnya yang membuat keheningan tercipta diantara dirinya dan Amanda. Hingga tiba-tiba ponselnya pun berbunyi. Kenzo lalu melihat ke layar ponselnya dan melihat nama Clarissa di ponselnya. 'Clarissa?' gumam Kenzo sambil melirik Amanda.


"Siapa Kenzo?"

__ADS_1


"Oh.. E.. Ini..."


'Jangan-jangan sesuatu terjadi pada Clarissa,' gumam Kenzo.


__ADS_2