
"Kenzo!" panggil sebuah suara yang membuyarkan lamunan Kenzo saat sedang menatap rumah milik Vallen dan Firman. Kenzo lalu membalikkan tubuhnya.
"Ini sudah siang, Kenzo. Bukankah hari ini kau ada meeting dengan klien penting, Papa dan Om Firman sedang ada urusan bisnis keluar kota selama satu minggu, mau tidak mau kau yang harus menemui mereka karena hari ini Mama juga harus menemani Clarissa pergi ke Bandung."
"Iya ma, sebentar lagi aku bersiap-siap," jawab Kenzo sambil tersenyum. Amanda kemudian memegang bahu Kenzo. "Sudah dua tahun ini setiap hari kau selalu melihat pintu rumahnya, apa kau tidak lelah Kenzo?"
"Aku tidak akan pernah lelah menunggu Cleo kembali ma, karena aku akan menunggunya seumur hidupku."
"Tapi bagaimana kalau Cleo sudah melupakanmu dan hidup bersama laki-laki lain?"
"Maka aku akan hidup dengan kenanganku bersamanya, setidaknya aku pernah bernaung begitu lama di dalam hatinya dan menjadi cinta pertamanya. Itu sudah cukup untukku, ma."
"Kenzo, apa kau sangat mencintainya? Sedalam itukah rasa cintamu padanya, hingga kau bisa mengatakan hidup dengan kenangannya itu sudah cukup bagi hidupmu?" tanya Amanda dengan tatapan sendu, namun hanya dibalas senyuman oleh Kenzo.
"Kenzo masuk ke dalam dulu ma," jawab Kenzo sambil meninggalkan Amanda yang kini tampak meneteskan butiran bening dari matanya.
'Tuhan, bolehkah aku menjadi manusia serakah untuk hari ini saja? Tuhan aku mohon pertemukan lagi Kenzo dengan Cleo, aku hanya ingin melihat anakku hidup bahagia karena aku hanyalah seorang wanita rapuh yang tidak pernah sanggup melihat hidup putraku hancur," ucap Amanda sambil menghapus air matanya.
'Maaf ma aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, karena kau pasti sudah tahu jawabannya.' gumam Kenzo, dia kemudian mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
'Cleo, aku yakin suatu saat kau pasti kembali dan aku sudah siap dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi karena semua ini terjadi akibat kesalahanku, seandainya sejak dulu aku membuang rasa gengsiku dan tidak pernah berhubungan baik dengan Aleta, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Ini salahku Cleo, ini salahku karena telah membuat wanita lain masuk ke dalam kehidupan kita, tapi perlu kau tahu hanya kau yang ada di dalam hatiku, aku sangat mencintaimu Cleo, Cleo Agatha,' gumam Kenzo sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.
🍒🍒🍒
'CLEO!!! AKU MENCINTAIMU, AKU SANGAT MENCINTAIMU CLEO! TOLONG JANGAN PERNAH TINGGALKAN AKU!'
"KENZOOOOO!!!" teriak Cleo saat tiba-tiba bangun dari tidurnya.
"Astaga, kenapa aku harus memimpikannya lagi? Kenapa aku mendengar Kenzo sedang memanggil namaku?" gerutu Cleo sambil mengusap wajahnya, dia lalu menghapus keringat yang keluar dari tubuhnya sambil mengatur nafasnya yang kini terasa begitu tersengal-sengal. Cleo lalu berjalan ke arah Shane yang terlelap di atas box bayinya, dia lalu tersenyum sambil mengusap wajah polosnya yang kini sedang terlelap.
"Kau sangat mirip dengan papamu," ucap Cleo sambil tersenyum lalu mengusap wajahnya kembali.
"Astaga, kenapa aku harus memikirkan Kenzo lagi? Bukankah kemarin malam aku baru saja menerima lamaran Nathan? Aku tidak boleh seperti ini terus menerus, aku tidak boleh mengecewakan Nathan karena dia sudah begitu baik padaku."
Tiba-tiba ponsel Cleo pun berbunyi, dia kemudian mengambil ponsel itu di atas nakas. "Nathan," ucap Cleo.
[Halo Nathan.]
[Halo Cleo maaf aku harus mengganggu tidur malammu, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu.]
__ADS_1
[Untuk?]
[Maaf aku tidak bisa menemanimu pulang ke Indonesia besok pagi, baru saja Papa meneleponku dan aku harus menemuinya di Singapore, maaf ini sangat penting karena ada hubungannya dengan bisnis Papa karena kondisi kesehatan Papa juga sedang menurun jadi dia memintaku untuk menggantikannya menemui beberapa orang klien. Kau tidak apa-apa kan pulang sendirian?]
[Oh tidak apa-apa, Nathan. Kau tenang saja.]
[Setelah urusan bisnis ini selesai aku akan menemuimu secepatnya.]
[Iya, kau selesaikan saja urusan bisnismu.]
[Terimakasih Cleo sayang, aku mencintaimu.]
[Ya.] jawab Cleo kemudian menutup teleponnya.
🍒🍒🍒
Kenzo keluar dari ruang rapat lalu bergegas masuk ke ruangannya. Saat melihat Kenzo yang sedang berjalan, beberapa orang karyawan pun tampak berbisik-bisik.
"Percuma saja memiliki wajah yang tampan tapi tidak pernah tersenyum sama sekali, sudah hampir dua tahun dia ada di kantor ini tapi aku tidak pernah melihatnya tersenyum," gerutu salah seorang karyawan.
"Apa kau tidak tahu dia seperti itu karena patah hati."
"Ya, dia patah hati karena ditinggal kekasihnya yang merupakan anak dari Pak Firman."
"Astaga, kasihan sekali. Apakah anak dari Pak Firman itu pergi bersama dengan laki-laki lain?"
"Tidak, tapi itu semua terjadi karena ulah Aleta, mantan asisten pribadi Nyonya Amanda. Kalian tahu kan Aleta?"
Beberapa orang karyawan ada yang menganggukkan kepalanya tapi ada juga yang menggelengkan kepalanya.
"Apa putri dari Pak Firman sangat cantik?"
"Aku dengar seperti itu, dia sangat cantik."
"Jadi kesempatanku untuk merebut hati Pak Kenzo sudah tertutup?" gerutu salah seorang karyawan yang kemudian ditertawakan oleh rekan-rekannya.
Sedangkan Kenzo yang kini sudah ada di ruangannya tampak sedang memeriksa berkas hasil meeting dengan kliennya, dia kemudian menghentikan pekerjaannya saat mendengar ponselnya yang berbunyi.
"Tante Vallen," ucap Kenzo kemudian mengangkat panggilan telepon itu.
__ADS_1
[Halo Kenzo.]
[Ya Tante Vallen ada apa?]
[Bolehkah aku meminta bantuan padamu?]
[Oh ya tentu saja, ada apa Tante?]
[Bisakah kau menjemput Cleo di bandara?]
[A... Apa yang Tante katakan? Cleo?] ucap Kenzo sambil menyunggingkan senyumnya, hatinya pun kini terasa begitu bahagia mendengar sebuah nama yang begitu dia rindukan.
[Ya hari ini Cleo pulang, Kenzo.]
[Cleo pulang?]
[Ya, bisakah kau menjemputnya setelah jam makan siang, sebenarnya dia meminta tante merahasiakan kepulangannya padamu tapi tante pikir kalian harus bertemu secepatnya, kau tolong temui dia dan jelaskan kesalahpahaman yang terjadi.]
[Iya Tante, aku akan menjelaskan semuanya pada Cleo.]
[Ya, katakan saja aku tidak bisa menjemputnya karena harus mengoperasi pasien mendadak.]
[Iya Tante, terimakasih banyak.]
[Ya, semoga berhasil Kenzo, Tante ingin kalian hidup bahagia.]
[Ya.] jawab Kenzo lalu menutup panggilan telepon itu.
"CLEO!" teriak Kenzo lalu bergegas keluar dari ruangannya sambil tersenyum.
"Hai lihat Pak Kenzo tersenyum," bisik beberapa orang karyawan yang melihat Cleo berjalan keluar dari ruangannya.
"Pak Kenzo sudah bisa tersenyum?"
NOTE:
Baca juga karya bestie aku ya, karya Kak Arandiah judulnya Jerat Dendam Sang Mafia, dijamin ceritanya seru abis, nyesel deh kalo ga mampir 😘😍🥰
__ADS_1