
"Sharen?" ucap Vansh saat melihat nama Sharen di layar ponselnya. Dia kemudian mengangkat panggilan telepon itu.
[Halo, ada apa Sharen?] ucap Vansh saat mengangkat panggilan telepon itu.
[Halo Kak, kau dimana?]
[Aku sedang ada di rumah mantan istriku, ada apa Sharen?]
[Kak Vansh, saat ini aku dan kedua orang tuaku sedang ada di rumah Tante Calista, aku juga sudah membawa barang-barangmu.]
[Membawa barang-barangku? Lalu bagaimana dengan keluarga dari Tante Inara? Apa mereka tidak curiga?] tanya Vansh sambil mengerutkan keningnya.
[Tidak Kak, setengah jam yang lalu mereka baru saja pulang dari rumah kami. Lalu kami memutuskan untuk pergi ke rumah Tante Calista, aku ingin berpamitan dengan kalian semua.]
[Berpamitan? Memangnya kau mau kemana Sharen?]
[Kak Vansh, mungkin aku butuh suasana baru untuk menata hatiku dan melupakan semua kejadian yang telah terjadi di dalam hidupku. Aku ingin memulai sebuah kehidupan baru, tanpa mengingat masa laluku. Masa lalu yang seharusnya sudah kupendam dalam-dalam.]
[Jadi maksudmu, kau mau pergi?]
__ADS_1
[Ya, aku akan pergi untuk sementara waktu untuk menata hatiku dan melupakan masa laluku.]
[Oh, apa kau yakin?]
[Iya Kak.]
[Baik jika itu sudah jadi keputusanmu. Aku akan pulang secepatnya.]
[Iya Kak, aku tunggu di rumah.]
Vansh kemudian mengendarai mobilnya keluar dari rumah Queen. Sedangkan Reni yang menatap kepergian mobil Vansh kini tampak begitu cemas saat sedang menelepon seseorang karena panggilan itu tak kunjung diangkat olehnya.
[Halo Maya]
[Halo Tante Reni, ada apa? Maaf baru menjawab panggilan Tante. Emh, saya baru saja selesai membuat kue.] jawab Maya dengan sedikit malu-malu sambil menatap kue cokelat yang baru saja selesai dia ambil dari dalam oven.
[Maya, aku baru saja bertemu dengan Vansh.]
[Oh, iya ada apa Tante?]
__ADS_1
[Jadi kau sudah mengenal Vansh kan? Maya tolong jangan buang waktumu, sebaiknya sekarang kau temui Vansh secepatnya lagi. Kau harus bisa mengembalikan ingatan Vansh secepatnya, May.]
[Apa maksud Tante?]
[Maya, inilah saat terbaik untuk mendekati Vansh kembali. Dia sudah tahu tentang masa lalu kalian, ambil kesempatan ini untuk masuk ke dalam kehidupan Vansh. Dulu dia tidak bisa melupakan Queen karena mengira Queen adalah wanita yang sangat sempurna di matanya. Dan untuk saat ini, keyakinan itu mulai goyah. Inilah kesempatan yang sangat tepat bagimu, Maya. Jangan membuang waktu sebelum ada wanita lain masuk ke dalam kehidupan Vansh. Apalagi Tante sempat mendengar Vansh sudah sering dijodohkan oleh kedua orang tuanya, kau harus secepatnya merebut hati Vansh, Maya.]
[Tapi apakah aku pantas baginya, Tante? Aku bukan berasal dari keluarga berada seperti kalian.]
[Tolong jangan berkata seperti itu, Maya. Yang membedakan manusia itu tingkat keimanannya, bukan dari kekayaannya. Apa kau mengerti?]
[Iya Tante.]
[Sekarang pergilah ke rumah Vansh, dan bicaralah dari hati ke hati dengannya.]
[Iya Tante, terima kasih banyak.] jawab Maya kemudian menutup panggilan telepon itu. Dia kemudian menatap kue cokelat yang ada di depannya.
'Haruskah aku pergi ke rumah Tuan Dingin itu?' gumam Maya. Dia kemudian menutup matanya lalu menghembuskan nafas panjangnya.
"Baik, aku akan pergi ke rumah Tuan Dingin itu sekarang juga," ucap Maya.
__ADS_1