Bed Friend

Bed Friend
Tertabrak Mobil


__ADS_3

Kenzo dan Cleo memasuki sebuah cafe setengah jam sebelum waktu yang dijanjikan oleh Cleo pada Nathan. Mereka lalu duduk di dalam cafe di bagian pinggir agar memudahkan mereka memantau yang datang ke cafe tersebut.


"Kenzo, sebenarnya apa rencanamu?"


"Sebentar lagi kau juga tahu, Cleo," jawab Kenzo sambil meringis.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita muda berusia kira-kira sembilan belas tahun masuk ke dalam cafe tersebut. Kenzo lalu melambaikan tangannya pada wanita muda tersebut. Dia kemudian tersenyum ke arah Kenzo lalu mendekat padanya dan Cleo.


"Haloooooo!" teriak wanita muda itu.


"Apa kabar Kak Cleo sayang, kau cantik sekali," ujar wanita tersebut sambil duduk di samping Cleo lalu memeluknya dengan begitu manja.


"Clarissa!" teriak Cleo lalu balas memeluk Clarissa.


"Kupikir kau kuliah di Bandung."


"Aku sedang libur Kak Cleo, apa kau lupa kemarin Mama menjemputku? Kalian terlalu sibuk menghabiskan waktu bersama sampai kalian melupakanku," gerutu Clarissa sambil terkekeh.


Kenzo dan Cleo lalu tersenyum. "Maaf sayang, kemarin kami mempersiapkan perlengkapan pernikahan kami berdua sampai melupakanmu yang sudah pulang ke rumah."


"Tidak apa-apa, yang terpenting bagiku adalah akhirnya kalian menikah dan aku akan membantu kalian mengusir para benalu yang menggangu hubungan kalian," ucap Clarissa sambil terkekeh.


"Terimakasih Clarissa sayang."


"Kak Cleo bagiku kisah cinta kalian benar-benar membuatku ikut merasa hampir gila, kalian dijodohkan tapi kisah cinta kalian begitu rumit. Dulu kakakku sangat cuek padamu, padahal aku tahu saat kalian masih bersekolah Kak Kenzo selalu mengamatimu dari jendela kamarnya lalu tersenyum melihat tingkah manjamu, tapi saat ada di depanmu, dia begitu jual mahal padamu, itulah kakakku, Kak Cleo. Lalu dia merasakan akibatnya sendiri saat benar-benar kehilangan dirimu, dia benar-benar seperti orang gila, Kak. Bahkan dia pernah tidak keluar dari kamar sampai satu minggu hanya untuk...."


Mendengar cerita Clarissa, Cleo lalu menatap Kenzo sambil tersenyum kecut yang membuat Kenzo menjadi salah tingkah.


"Clarissa, lebih baik kau diam saja! Cukup sudah jangan bicara lagi!"


"Memangnya kenapa? Bukankah kenyataannya seperti itu, Kak? Tidak ada yang perlu ditutupi lagi karena kalian sudah menikah? Ya, meskipun baru pernikahan siri," ucap Clarissa sambil terkekeh.


"Clarissa, diam! Kau cerewet sekali."

__ADS_1


"Tidak apa-apa Clarissa, lanjutan saja!" ujar Cleo sambil meringis.


"Oh tentu saja Kak, tapi meskipun kisah cinta kalian begitu rumit tapi aku yakin kau yang akan menjadi kakak iparku, hanya kau yang berhak dan pantas menjadi kakak iparku, bukan wanita ja*ang itu!"


"Hahahaha, sudah jangan membahas wanita itu lagi, nanti bisa-bisa kakakmu merindukannya. Hahahaha."


"Cleo, jangan meledekku!"


"Untungnya kalian bisa bersatu kembali, feelingku memang selalu benar."


"Tentu saja Clarissa, kami harus bersama lagi, apa kau mau kakakmu gila? Hahahaha."


"Hahahaha."


Melihat Cleo dan Clarissa yang tertawa dan terus menerus meledeknya, Kenzo pun merasa kesal. "Lebih baik kalian berhenti tertawa karena waktu kita tidak banyak, Cleo apa itu mobil milik Nathan? Mobil itu sama seperti yang kau ceritakan?" tanya Kenzo saat melihat sebuah mobil B*W warna biru.


"Ya, itu mobil Nathan."


"Clarissa cepat!"


"Kenzo, apa sebenarnya rencanamu?"


"Kau lihat saja."


"Kenapa harus Clarissa?"


"Karena hanya dia satu-satunya orang yang bisa kupercaya. Nathan sudah mengenal Kak Sharen, jika aku membayar seseorang, itu lebih berbahaya karena jika Nathan curiga, rahasia kita semua bisa terbongkar jika kita sedang mengerjainya. Dan, Nathan pasti akan balas dendam pada kita."


"Kau benar, Kenzo. Sebenarnya apa rencanamu?"


"Lihat saja."


Kenzo dan Cleo lalu memandang ke arah Clarissa yang sedang berjalan di parkiran cafe tersebut, dia terlihat dengan sengaja mendekat ke arah mobil Nathan yang sedang memasuki cafe sambil mengamati parkiran untuk memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku parkirkan mobilku di sebelah sana saja," ujar Nathan saat melihat sebuah slot parkir yang kosong. Dia kemudian mengendarai mobilnya menuju ke tempat tersebut namun karena terlalu fokus pada slot parkir tersebut, di tidak memperhatikan sekelilingnya hingga tiba-tiba secara tidak sengaja, Nathan menyerempet seorang wanita yang sedang berjalan keluar dari cafe.


"AWWWWWW!" teriak wanita tersebut.


Nathan yang terkejut karena tiba-tiba dia menyerempet tubuh seorang wanita lalu menghentikan laju mobilnya, dia lalu keluar dari mobil tersebut kemudian mendekat ke arah Clarissa yang berpura-pura kesakitan sambil memegang tangan dan kakinya.


"Awwwwww!" teriak Clarissa lagi yang membuat Nathan semakin panik apalagi setelah melihat memar di tangan dan kaki Clarissa.


"Sakit sekali, hu hu hu!" isak Clarissa sambil meneteskan air mata palsunya.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja karena terlalu fokus ke depan sampai tak melihatmu yang sudah ada di samping mobilku," ucap Nathan dengan begitu panik.


"Sakitttt sekaliiiii, hu hu hu!" isak Clarissa lagi, sementara di dalam hatinya, Clarissa terkekeh melihat Nathan yang panik melihat memar yang dia buat dengan menggunakan eye shadow warna mate agat terlihat natural di bagian tangan dan kakinya.


"Kau tenang saja, aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang, ayo berdiri. Aku akan membantumu berjalan," ucap Nathan sambil membantu Clarissa berdiri, tapi Clarissa menjatuhkan tubuhnya kembali.


"Aku tidak bisa berdiri, rasanya sakit sekali!" isak Clarissa. Nathan kemudian menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia kemudian mengusap wajahnya dengan kasar lalu menghembuskan nafasnya.


"Aku akan menggendongmu ke mobilku, apa kau tidak keberatan?"


Clarissa kemudian menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Nathan lalu mulai menggendong tubuh Clarissa masuk ke dalam mobilnya. 'Yes, berhasil,' gumam Clarissa saat melihat Nathan mulai duduk di samping lalu mengendarai mobil tersebut keluar dari cafe itu.


'Selamat bersenang-senang dua kakakku tersayang, biar aku yang mengurus pecundang ini, kalian bisa dengan tenang mengurus pernikahan kalian berdua,' gumam Clarissa dalam hati sambil berpura-pura terus kesakitan di dalam mobil Nathan. Sementara Kenzo dan Cleo yang melihat Nathan meninggalkan cafe tersebut dengan Clarissa kini tertawa terbahak-bahak.


"Kenzo, mereka mau kemana?"


"Rumah sakit."


"Rumah sakit? Bagaimana kalau di rumah sakit tersebut Clarissa ketahuan telah berbohong pada Nathan?"


"Kau tenang saja karena Clarissa akan membawa Nathan ke Rumah Sakit milik Pamanmu, Paman David, tempat mamamu bekerja, meskipun saat ini Paman David sedang bertugas di Australia tapi dia sudah menyuruh anak buahnya untuk mengurus Clarissa yang berpura-pura mengalami kecelakaan," ucap Kenzo sambil meringis.


"Astaga, kau ternyata nakal sekali, kau ternyata juga sudah berkonspirasi dengan pamanku," ucap Cleo sambil terkekeh.

__ADS_1


"Biarkan saja, biarkan Nathan sibuk mengurus Clarissa yang cerewet dan bawel itu, pasti dia akan sangat kepayahan menghadapi Clarissa, kita bisa tenang mengurus pernikahan kita dan bebas dari gangguan Nathan."


"Aku jadi penasaran apa saja yang akan dilakukan Clarissa?"


__ADS_2