
"Apa maksudmu, Leo?"
"Kita harus mengikuti permainannya, Calista. Aku ingin tahu apa saja yang dia inginkan dari kita berdua, lebih baik kita temui dia sekarang."
"Baik, ayo kita ke kamarnya," ujar Calista. Leo pun menganggukan kepalanya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Leo menuju ke kamar Sharen.
TOK TOK TOK
"Sharen, ini aku dan Om Leo!" panggil Calista.
Sharen yang sedang memainkan ponselnya di atas ranjangnya lalu membuka pintu kamar itu setelah sebelumnya meneteskan cairan tetes mata di matanya, hingga saat dia membuka pintu kamar itu wajahnya tampak basah dan terlihat berantakan.
CEKLEK
"Oh Om Leo, Tante Calista," sapa Sharen saat membuka pintu kamar itu.
"Apa kami mengganggumu?" tanya Leo.
"Tidak, Om. Kalian sama sekali tidak mengganguku."
"Baik Sharen, bisakah kami berbicara denganmu."'
"Tentu saja, Om. Silahkan masuk."
Mereka kemudian masuk ke dalam kamar milik Nathan tersebut yang saat ini ditempati oleh Sharen.
"Sharen, istriku sudah menceritakan tentang semua yang kau ceritakan padanya tadi pagi."
__ADS_1
Mendengar perkataan Leo, Sharen pun meneteskan air matanya lagi. "Maaf Om, tolong maafkan aku jika kehadiranku menganggu kehidupan kalian, tapi itulah kenyataannya yang sebenarnya. Maaf jika kebenaran yang kuceritakan menyakiti perasaan kalian berdua."
"Lalu apa yang sebenarnya kau inginkan? Bukankah tadi kau berkata pada istriku untuk meminta keadilan? Keadilan apa yang kau inginkan dari kami, Sharen?"
"Nathan telah menodaiku, aku hanya ingin dia bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan padaku dan tidak menceraikan aku begitu saja. Saat ini hidupku sudah hancur karena Nathan, lalu dengan mudahnya dia pergi meninggalkan aku begitu saja tanpa ada tanggung jawab moralnya padaku? Ini benar-benar tidak adil, Om. Aku sadar, kalian dan Nathan sangat menyayangi Clarissa, aku juga tidak ingin menggeser posisi Clarissa sebagai istri sah Nathan karena memang dia lebih berhak dariku, tapi aku hanya ingin sebuah keadilan, maaf jika perkataanku membuat kalian merasa tidak nyaman, terus terang saja aku tidak mau diceraikan oleh Nathan karena dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan padaku," ucap Sharen panjang lebar sesekali diselingi dengan isak tangis yang begitu menyayat hati.
"Baiklah aku akan menuruti permintaanmu, nanti aku akan berbicara dengan Nathan, bahkan jika perlu, aku akan menikahkan kalian berdua secara sah dimata negara."
"Benarkah? Benarkah yang Om Leo katakan?" sahut Sharen dengan sedikit berteriak.
"Ya, tentu saja. Aku akan menikahkan kalian secara sah jika kau bisa membuktikan malam itu Nathan telah menodaimu, setidaknya ada seorang saksi dan bukti yang bisa menunjukkan kebenaran kata-katamu itu."
"Pasti Om, aku akan menunjukkan bukti pada kalian jika malam itu Nathan telah menodaiku, aku akan membuktikan jika aku tidak berbohong pada kalian."
"Baik, aku akan menunggu pembuktianmu itu Sharen. Lebih baik sekarang kau beristirahat saja, nanti aku akan berbicara dengan Nathan."
"Terimakasih banyak, Om Leo, Tante Calista. Kalian sangatlah baik."
"Apa maksudmu, Leo? Kenapa kau menjanjikan hal seperti itu pada Sharen? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Nathan dan Clarissa?" bisik Calista saat keluar dari kamar tersebut.
"Calista kenapa sekarang kau bodoh sekali, pernikahan sah itu tidak akan pernah terjadi karena aku hanya memancingnya agar dia bisa menunjukkan bukti ataupun saksi pada kita untuk menunjukkan kebenaran tentang perkataannya malam itu. Lebih baik kau awasi saja dia sekarang, aku yakin sebentar lagi dia pasti akan pergi dari rumah ini untuk mencari bukti ataupun menemui saksi yang melihat kejadian malam itu."
"Baik Leo, tapi haruskah aku mengikutinya saat dia keluar rumah?"
"Tidak usah, nanti biar anak buahku saja yang akan mengikutinya. Saat dia pergi kau urusi saja Vansh di rumah ini, aku ingin dia juga sembuh dari traumanya."
"Baik Leo."
__ADS_1
"Aku kembali ke kantor dulu, aku ingin membicarakan hal ini dengan Nathan."
"Iya Leo, hati-hati."
Leo lalu menganggukan kepalanya kemudian mencium kening Calista dan pergi dari rumah mereka untuk kembali ke kantor.
Sementara Sharen di dalam kamar tampak sibuk mengutak-atik ponselnya lalu menempelkan ponsel itu di telinganya.
[Halo bagaimana? Apa kau sudah berhasil menemukan ja*ang itu?]
[Iya bos, kami sudah menyekapnya.]
[Baik nanti sore aku akan pergi menemuinya jika situasi di rumah ini sudah memungkinkan.]
[Baik Bos.] jawab suara di ujung telepon. Sharen lalu menutup teleponnya. Namun saat dia baru saja meletakkan ponsel itu di atas nakas, sebuah panggilan kembali terdengar.
Sharen lalu mengambil ponselnya dan melihat nama Cleo tertera di layar ponsel itu. "Cleo?" ujar Sharen.
NOTE:
Mampir juga ke sini ya bestie, karya Kak Bhebz judulnya Ex Mafia Hot Daddy dijamin ceritanya keren banget loh
Blurb:
Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.
__ADS_1
Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.
Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???