Bed Friend

Bed Friend
Bumerang


__ADS_3

Nathan yang keluar dari ruangan Leo tampak begitu marah, beberapa barang di kantor yang menghalangi langkahnya dia tendang ataupun banting begitu saja. Clarissa yang melihat kemarahan Nathan hanya bisa menggigit bibirnya disertai perasaan yang begitu tak menentu.


'Astaga ternyata dia menyeramkan sekali saat marah seperti ini,' gumam Clarissa.


Kemarahan yang memenuhi isi hatinya membuat Nathan mengendarai mobilnya dengan begitu kencang, beberapa kali umpatan pun keluar dari mulutnya disertai teriakkan sepanjang perjalanan.


"BREN*SEK! BAJ*NGAN! BERANI-BERANINYA SHAREN MEMPERMAINKANKU DENGAN PERMAINAN YANG BEGITU JAHAT SEPERTI INI!"


"SIALLL! S**T!!"


"Clarissa, hampir saja aku kehilangan dirimu dan ternyata itu hanyalah sebuah permainan? Sharen benar-benar keterlaluan!" bentak Nathan berulangkali.


"Kak Nathan, tolong hentikan mobilnya!" ucap Clarissa.


"Apa maksudmu, Clarissa?"


"Aku ingin bicara denganmu sebentar, tolong hentikan mobilnya, Kak! Jika kau mencintaiku, tolong hentikan mobilnya!"


Melihat Clarissa yang menatapnya dengan tatapan mengiba, Nathan pun meminggirkan mobilnya lalu menghentikan mobil itu.


"Ada apa Clarissa?" tanya Nathan dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Kak Nathan aku tau kau marah, aku tahu kau sangat kesal karena perbuatan Kak Sharen, dan aku juga tahu jika semua yang dilakukan oleh Kak Sharen itu memang sudah sangat keterlaluan, tapi aku minta satu darimu, tolong kendalikan emosimu, tenangkan hatimu dan gunakan akal sehatmu. Bagaimanapun juga Kak Sharen adalah kakakku, semua yang dia lakukan itu untuk memperjuangkan cintanya, namun caranya salah, dan dia tidak bisa memahami tentang semua itu, cintanya terlalu buta padamu, Kak."


"Tapi dia sudah merugikan kita semua, Clarissa. Dia tidak menggunakan akal sehatnya dan dia melakukan semua itu hanya untuk kepentingannya sendiri tanpa memikirkan orang lain!"


"Itulah yang kusebut dengan cinta buta, Kak. Dia tidak menyadari jika cinta tidak hanya sekedar memiliki sebuah raga, tapi juga hati. Dan, apa yang dia dapat setelah menjadi istrimu, dia tidak memiliki raga dan juga hatimu, iya kan? Kak Sharen adalah orang yang keras kepala, jika kau menghadapi dia dengan emosi yang begitu menggebu-gebu, kau tidak akan mendapatkan apapun kecuali bantahan dan dia bisa saja membalikkan keadaan dengan mudah karena bagaimanapun juga kau tidak pernah memberikan kewajibanmu padanya, meskipun dia menjadi istrimu dengan berbagai tipu daya tapi dia tetap istrimu dan kau tidak pernah memberikan hak sebagai istri padanya, ingat itu bisa menjadi bumerang bagimu, Kak."


"Jadi aku harus bicara baik-baik dengannya? Oh tidak, itu tidak mungkin Clarissa, aku bahkan sudah sangat ingin memarahinya dan juga menamparnya berkali-kali!"


"Kak Nathan, Kak Nathan kendalikan dirimu! Aku tidak memintamu untuk bersikap baik pada Kak Sharen, aku hanya memintamu untuk mengendalikan sedikit emosimu, karena itu hanya akan menjadi bumerang bagimu, tetaplah tenang dan jangan bertindak berlebihan karena dia bisa saja memutarbalikkan fakta!"


Nathan lalu mengatur nafasnya sambil mengehembuskan nafas panjangnya. "Baik, baik, aku sudah menurunkan emosi di dalam hatiku, aku akan bersikap lebih tenang meskipun aku sangat marah padanya."


"Baik Clarissa, baik. Aku akan menuruti kata-katamu," ucap Nathan sambil mengehembuskan nafas panjangnya kembali.


"Baik, jika kau sudah tenang kita lanjutkan perjalanan ini sekarang, nanti akan kuceritakan apa saja sandiwara yang harus kau lakukan, aku juga akan menghubungi yang lain agar mereka datang saat kita sudah selesai bersandiwara di depan Kak Sharen. Kita harus menyelesaikan masalah ini malam ini juga agar tidak semakin berlarut-larut."


"Baik, akan melakukan semua kata-katamu, tapi bisakah kau membuatku merasa jauh lebih tenang kembali?"


"Ya, apa yang harus kulakukan untukmu?"


"Ini," jawab Nathan sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Clarissa lalu mencium bibirnya.

__ADS_1


"Kak Nathan!" teriak Clarissa yang hanya dibalas tawa oleh Nathan.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan tersebut. Beberapa menit kemudian, mereka pun sudah sampai di rumah Leo. Nathan lalu menggandeng tangan Clarissa masuk ke dalam rumah setelah pintu rumah itu dibuka oleh seorang pembantu rumah tangga mereka.


"Bi, tolong panggilkan Sharen! Tapi tolong jangan katakan padanya jika aku datang bersama Clarissa."


"Iya Tuan, saya panggilkan Nona Sharen," jawab pembantu itu lalu berjalan ke kamar Nathan tempat Sharen berada saat ini.


Sementara Sharen yang sedang mondar-mandir di dalam kamar pun terkejut saat mendengar suara ketukan pintu.


"Non Sharen! Ada Tuan Nathan ingin bertemu dengan anda," ucap pembantu itu di balik pintu.


'Nathan? Nathan ingin menemuiku?' gumam Sharen sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Iya Bi, tolong bilang pada Nathan untuk menungguku sebentar!" jawab Sharen. Dia kemudian bergegas ke depan cermin lalu merapikan penampilannya.


"Ini sudah cukup," ujar Sharen, dia kemudian keluar dari kamar Nathan lalu turun ke arah ruang tengah mendekat pada Nathan yang kini terlihat sedang duduk sendirian.


"Selamat malam, Nathan!"


"Selamat malam, Sharen. Malam ini kau terlihat cantik sekali,"' jawab Nathan yang membuat Sharen tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2