Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 101 Peninggalan Perang dewa dan iblis


__ADS_3

Setelah berhasil merombak serikat pencari kebenaran Rio dan rekan-rekannya diberikan hadiah gedung, dan bukanhanya itu saja didalam gedung tersebut terdapat banyak alat-alat sihir dan juga ramuan-ramuan yang meningkatkan kekuatan secara permanet. Rio dan rekan-rekannya lalu menerima hadiah tersebut dengan senang hati, mereka kemudian melakukan pelatihan tertutup selama 3 bulan lebih dan pada saat memasuki bulang ke 4 Lita diundang masuk keujian dari DS Game.


Melihat hal itu Rio menyuruh Lita untuk mengundang dirinya ikut masuk kedalam ujiannya.


“Ok… kita sama-sama selesaikan semuanya” kata Lita dengan cerianya, energy sihir didalam tubuhnya sudah sangalah melimpah dengan tubuh yang kecil namun kekuatan fisiknya lebih kuat dari pria dewasa.


“Kalau aku kurasa aku tidak akan ikut kali ini, tetapi kalau kalian butuh bantuan segera hubungi aku” kata Luna, aura miliknya semakin kental dan tajam dia bagaikan sebuah pisau yang akan membunuh siapapun yang menatap matanya.


“Ketua bagaimana kalau aku ikut juga, aku ingin mencoba hasil latihanku” kata Aji, dia sudah meningkat dari waktu kewaktu, dengan sihir otot yang dia punya dia dapat melampauai kekuatan fisiknya dan mendapatkan kekuatan fisik dari raksasa.


“Ok kalau begitu, Luna aku titipkan markas baru kita padamu” kata Rio.


“Trringgsss…” Lita lalu langsung dipindahkan dan kemudian “Ping-ping…” sebuah notifikasi masuk dari aplikasi DS Game, “Temanmu Lita mengundangmu untuk bergabung kedalam ujian kali ini, klik ya jika ingin bergabung dan tidak jika tidak ingin berbagung” tulis notifikasi tersebut.


“Klik-klik….” Rio dan Aji lalu menekan tombol iya dan langsung dipindahkan ketempat Lita berada, lalu ketika cahaya sudah sudah menghilang dari hadapan mereka Rio dan Aji melihat sebuah pemandangan yang sangat aneh.


“Ketua itu raksasa bukan” kata Aji.


“Yah kau benar, itu adalah raksasa” kata Rio, dia melihat sesosok mahluk yang setinggi gunung dengan empat tanduk dikepalanya dan terlihat sedang tertidur dengan lelap.


“BOOOO….” Lita lalu dengan sengajanya mengejutkan kedua pria dewasa yang ada didepannya itu.


“Uwwaaahh….” Dengan spontan karena terkejut Aji langsung melompat dan memeluk Rio dengan erat, Rio yang dipeluk tersebut langsung merasa jijik dan “Srrraassh…” melepaskan pelukan Aji dengan cara menyelam kedalam bayangan.


“Woi udah dewasa malu tahu sama anak-anak” kata Rio yang menegur Aji.


“Hahahah…. Maaf ketua aku masih suka kaget kalau dikejutin seperti itu” kata Aji.

__ADS_1


“Kau ini sudah melihat orang mati, sudah melihat hantu bahkan pernah berhubungan dengan dewa, tapi dikejutin gitu aja masih terkejut ada yang salah kelihatanya dengan kepalamu itu” kata Rio.


“Ping-ping…” notifikasi dari DS Game kemudian muncul, dan pada saat itu beberapa orang yang ikut masuk kedalam ujian kali ini diberikan satu buah misi yang cukup sulit, “Misi penting berimakan sang raksasa, para partisipan ujian kali ini akan diberikan tugas untuk mencari sebuah bola kristal sebesar segenggam tangan dan bola kristal tersebut nantinya akan dipersembahkan pada sang raksasa, bagi siapa yang mendapatkan 10 bola kristal dapat dinyatakan lolos pada ujian kali ini namun bagi yang tidak dapat mengumpulkan 10 bola kristal dalam waktu satu minggu maka akan diberikan penalti” tulis notifikasi tersebut.


“Tampaknya kali ini kita tidak harus bertarung” kata Aji.


“Tidak kau salah, aku berani jamin bola kristal yang pasti dibatasi dan disembunyikan ditempat yang sangat sulit dijangkau” kata Rio.


“Ooooohh… jadi maksudnya apa..??” kata Lita yang mana sama sekali tidak mengerti.


“Hahahha…. maksudnya adek Lita akan ada beberapa orang jahat yang mengincar bola kristal milik kita, dan orang-orang itu mungkin akan menjadi lawan kita” kata Rio.


“Ooooh… aku mengerti sekarang” kata Lita dengan wajah yang imut.


Melihat keimutan Lita tangan Rio secara tidak sadar mengelus kepala Lita, “Srrakkss… Srrakkss…” namun secara tiba-tiba ada sebuah suara dari asal hutan tersebut, mendengar hal itu Aji langsung mengeluarkan alat sihir miliknya yang mana berupa sebuah sarung tangan besi berwarna biru dengan energy sihir element api dan bumi didalamnya.


“Tunggu-tunggu sebentar, tahan dulu aku bukanlah musuh kalian” teriak seseorang yang mana langsung keluar dari semak belukar tersebut.


Dia terlihat seperti pria kantoran yang mana memakai kacamata dan berpakaian culun, melihat pria itu Rio langsung menggunakan mata kematian miliknya dan langsung merasakan hawa hitam kematian yang cukup pekat pada pria itu.


“Kau siapa kenapa kau berani-beraninya mengintip kami” kata Aji yang mana mengancam pria tersebut menggunakan tinju miliknya.


“Tenang dulu namaku Gio aku pegawai kantoran biasa, tapi tiba-tiba saja aku dipindahkan ketempat ini, aku panik lalu melihat kalian disini kemudian sembunyi untuk sementara melihat situasi” kata pria culun tersebut.


“Menarik dia berusaha untuk menipu kami rupanya, dari perawakan tubuhnya dia adalah orang yang cukup terlatih terutama kacamatanya itu bukanlah kaca mata minus, dan lagi aku dapat merasakan adanya alat sihir tersembunyi didalam pakaiannya itu” pikir Rio yang memeriksa Gio.


“Ping…” pesan chat dari Lita lalu masuk kedalam smartphone Aji dan Rio “Abang-abang orang ini mencurigakan, tatapannya kayak orang jahat, harukah Lita bunuh aja” tulis chat dari Lita.

__ADS_1


“Anak ini liar sekali, aku bisa membayangkan bagiaman ibunya mengajarinya” pikir Rio.


“Ping…” Rio lalu membalas chat dari Lita, “*Jangan dulu kita lihat rencana apa yang akan dia lakukan, aku ingin melihat seperti apa caranya untuk menipu*kita, jadi untuk sekarang berpura-pura saja untuk percaya kata-katanya” tulis chat dari Rio.


“Ping-ping…” Lita dan Aji lalu membalas chat dari Rio, “Ok bos kau tenang saja aku pandai berakting” tulis chat dari Aji “Ok bang aku bisa kok diam aja dan gak ngomong biar gak ketahuan” tulis chat dari Lita.


“Tampaknya Lita tahu dengan apa yang dia perbuat, tetapi untuk Aji aku khawatir dengan tulisnya tadi kalau dia pandai berakting” pikir Rio.


“Kau ini ternyata, benar-benar sangat kasihan” kata Aji yang mana menunjukkan eskpresi seperti benar-benar mengasihani Gio.


“Gila benaran bisa akting tuh anak” pikir Rio yang terkejut dengan akting Aji.


“Aaah… benarkah terimakasih banyak, tapi bisa kalian ceritakan sebenarnya apa yang terjadi” kata Gio, dia percaya kalau kelompok Rio masuk kedalam jebakannya.


“Hahaha… kau tenang saja aku akan menjelaskan semua yang aku tahu” kata Aji, beberapa menit kemudian Aji mengatakan semua yang dia ketahui tentang DS Game dan beberapa fraksi lalu masalah ujian, sementara itu Gio berpura-pura mendengarkan seperti orang bodoh.


“Anak ini mau berapa lama dia berbicara, cepatlah selesai agar aku bisa bunuh kalian semua” pikir Gio.


“Hmm…. Kelihatannya dia mulai kesal, aku dapat merasakan hawa membunuh dari tubuhnya keluar” pikir Rio yang dapat merasakan rasa haus darah dari Gio.


“Karena itulah kau harus ikut dibelakang kami, dan tenang saja aku akan melindungimu dari segala bahaya yang ada” kata Aji dengan wajah yang sangat meyakinkan.


“Benarkah kalau kau bilang begitu, aku tidak bisa apa-apa selain berterimakasih” kata Gio sambil mengeluarkan air mata palsu.


“Tidak perlu menangis kawan kau akan aman selama aku ada” kata Aji.


“Melihat keduanya saling akting seperti ini aku serasa melihat sinetron lama” pikir Rio yang melihat keduanya saling menipu satu sama lainnya.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2