Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 360 Para monster pengacau


__ADS_3

Disaat itu sebuah dimensi yang mana dihuni oleh para iblis-iblis yang mana tidak melayani siapapun, “Bumshk…” terdengar sebuah suara retakan diatas kepala mereka, dan disana “Busshskk…” munculah salah satu monster alam bawah yang kabur bersama rekan-rekannya.


“Hmm… Kieeeekk…. Hahahah… nampaknya aku datang dimensi yang dipenuhi dengan kehidupan, Hehehe… ini pasti akan sangat menyenangkan” kata monster elang berkepala tiga dan memiliki empat sayap tersebut.


Melihat sesosok mahluk gaib yang mana tidak pernah mereka lihat, salah satu iblis yang mana adalah petarung terkuat disana langsung mendatangi monster elang tersebut, dan saat itu juga salah satu dari ketiga kepala monster elang tersebut langsung melihat sosok iblis tersebut.


“Siapa kau… dan mau apa kau diwilayahku” kata iblis itu.


“Heheheh… energy sihir yang cukup besar, kau cukup pantas untuk menjadi cemilanku sebelum aku melahap seluruh alam ini” kata monster elang tersebut.


“Grrassk… Krrastk… Trrassk…” tubuhnya lalu langsung mulai membesar dan iblis itu kemudian mulai memperkuat tubuhnya, sekarang ini iblis itu telah memiliki tubuh yang sama besarnya dengan monster elang tersebut.


“Gehehehe… bagus-bagus… sekarang aku bisa makan lebih banyak lagi” kata monster elang tersebut, dari ketiga kepalanya air liur mulai menetes dengan derasnya.


“Roaaar….” Iblis tersebut yang mana mulai merasa terhina langsung menyerang monster elang tersebut, dengan kedua tangannya “Tassk…” iblis itu langsung memegang kedua sayap dari monster elang berkepala tiga tersebut, dengan gengamannya yang kuat itu “Crrastt…” iblis tersebut dengan mudahnya memutuskan kedua sayap dari monster elang tersebut.

__ADS_1


“Hahhaha… sekarang siapa yang akan makan siapa” kata iblis tersebut.


Namun monster elang tersebut terlihat sama sekali tidak perduli dan bahkan “Srrasskk…” kedua sayap miliknya tumbul sekali lagi, dan disaat itulah “Trrastt…” monster elang itu menggunakan ketiga paruhnya untuk menyerang iblis tersebut. “Crraust… Gluups…” dan dengan cepat monster elang itu melahap daging yang mana diambil tersebut, mengetahui rasa daging dari iblis tersebut mata dari monster elang tersebut semakin membesar.


“Heheheh… Roaaarr… rasanya nimat sekali, sudah lama aku tidak merasakan rasa dari sosok mahluk yang hidup” kata monster elang tersebut.


Lalu dari keempat sayapnya “Srrakk… Srrakk… Srrakk…” sebuah bola mata yang besar kemudian langsung terlihat, melihat keempat bola mata di keempat sayap monster elang tersebut, iblis itu langsung terdiam dia bisa melihat kematian dirinya yang mana sedang menghadapi monster elang tersebut. Karena terror yang menakutkan tersebut iblis itu kemudian membalikkan badannya dan, “Wusshkk…” dia berusaha untuk melarikan diri dari monster elang tersebut.


Melihat mangsanya yang melarikan diri karena ketakutan pada dirinya, membuat monster elang tersebut semakin berselera, dia meneteskan air liur dari paruhnya dan “Wrussk…” dia langsung terbang dengan cepat, kemudian menggunakan kedua cakar elang miliknya “Crrastt…” monster elang tersebut langsung membunuh iblis tersebut.


“Gahahha… aku akan menikmati makananku sekarang” kata monster elang tersebut.


Dengan buasnya monster alam bawah itu kemudian melahap seluruh iblis yang ada disana, dan disaat yang bersamaan juga beberapa monster alam bawah yang mana ikut pergi juga terlihat telah berada ditempat yang lainnya juga, monster alam bawah katak raksasa yang mana memiliki tubuh wanita cantik diatas kepalanya, dia sedang mengeluarkan racun dari seluruh tubuhnya dan melahap para mahluk gaib yang ada dialam kecil tersebut. Disisi lain juga monster alam bawah banteng berbadan manusia yang mana memiliki tiga mata dan juga delapan tanduk, dia terlihat “Crrast…” sedang melahap mahluk gaib raksasa yang mana telah dia lawan, para mahluk gaib raksasa itu seluruhnya telah terbunuh dan tubuh mereka terdapat bekas gigitan diseluruh tubuhnya.


Sementara itu monster bemata satu yang mana dapat mengubah tangan kanannya menjadi sebuah pedang, dan saat itu juga “Srraatss… Srraatss… Srraatss…” dia membantai para mahluk yang ada didalam dimensi tersebut, dengan pedangnya dia mewarnai seluruh tempat itu dengan darah dan juga mayat.

__ADS_1


“Nampaknya tidak ada lagi yang dapat melawanku, Hmm… kalau begitu mari kita selesaikan” kata monster alam bawah bermata satu tersebut.


“Srraassk…” dengan menusukkan pedang miliknya dibawah kakinya, “Srringgs…” pedang yang mana adalah tangan kanannya langsung memanjang kedalam inti dimensi tersebut, dan saat pedangnya telah menusuk inti dimensi tersebut “Srraanggs…” dengan menggunakan tangannya itu, “Gllupps… Gllupps… Gllupps…” monster alam bawah bermata satu itu kemudian langsung menyerap inti dimensi tersebut dengan pedang miliknya. Dan saat daya kekuatan dari dimensi tersebut telah menghilang, “Srraahkk…” tanaman-tanaman yang ada disana langsung mati dan juga “Krrass… Trassk…” retakan-retakan mulai bermunculan diberbagai tempat.


“Srringgs…” dengan pedang ditangan kanannya tersebut “Srranggs…” monster alam bawah bermata satu tersebut langsung membuka jalan kedimensi baru, “Taak… Taak… Taak…” dengan santainya dia berjalan kearah jalan dimensi tersebut dan dengan cepat dirinya telah meninggalkan dimensi tersebut. Disaat monster alam bawah bermata satu tersebut telah meninggalkan dimensi tersebut, “Bomshk… Trrassk… Bomsshk…” dimensi itu langsung hancur dan meledak dengan kuatnya.


Sementara itu didalam dimensi pencari kebenaran, para peneliti yang ada disana telah disibukkan dengan apa yang terjadi, beberapa dimensi kecil mulai menghilang disaat yang hampir bersamaan, akan tetapi disaat itu juga sesosok monster alam bawah yang mana adalah elang berkepala tiga tersebut telah sampai disana. Disana monster elang tersebut dapat merasakan energy dari para manusia yang mana adalah para peneliti dari serikat pencari kebenaran, melihat energy yang mana sangat murni dari tubuh manusia monster elang tersebut tidak bisa berhenti mengeluarkan air liur dari ketiga paruhnya.


“Kieeek…. Kekekeke… ini adalah apa yang aku cari, dimensi dimana sesosok manusia berada” kata monster alam bawah elang berkepala tiga tersebut.


Akan tetapi disana secara kebetulan Rio sedang berkunjung untuk membeli beberapa ramuan pemulihan dan juga gulungan sihir, akan tetapi disaat itu Rio dapat merasakan hawa dari monster alam bawah tersebut. “Srringgs…” dan saat dia mengeluarkan pedangnya, para peneliti yang ada disana langsung menghindari Rio “Tuk… Tuk… Tuk…” dan saat itu juga Rio langsung berjalan keluar dengan santainya.


“Kekekeke… manusia lezat, tidak kusangka akan menemukan ras kalian disini” kata monster alam bawah tersebut.


Rio dengan sengaja menutupi aura dari energy sihir miliknya, kemudian “Trruks…” dengan memasang ancang-ancang “Busshkk…” Rio lalu langsung melesat kearah monster alam bawah tersebut.

__ADS_1


“Kekekeke… datanglah hidangan lezatku” kata monster alam bawah elang berkepala tiga tersebut.


Bersambung….


__ADS_2