Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 222 Iblis beracun bagian 2


__ADS_3

Racun yang menyebar kedalam tubuh Angga mulai berhenti bergerak, racun itu seperti mahluk hidup yang mana berada didalam sel-sel darah Angga akan tetapi Angga menggunakan energy sihir miliknya untuk menghentikan racun tersebut, didalam sel-sel darahnya Angga membuat pergerakan racun tersebut terhenti dan bahkan hampir memusnahkan semuanya menggunakan kekuatan sihirnya. Sementara itu Silla yang mana melihat kearah Angga mengetahui kalau racunnya telah melambat dan ingin mempercepat kerja racun yang diapunya.


“Racunku telah masuk kedalam tubuhnya kemenanganku telah dipastikan, akan tetapi aku tidak bisa berlama-lama ditempat ini karena aku yakin mereka sedang berusaha untuk menahanku disini, tidak ada pilihan lain lagi aku harus menambah dosis racunku dan langsung membunuhnya” pikir Silla.


“Wuussh…” Silla lalu mengalirkan energy sihir miliknya dan memfokuskannya kearah kuku-kuku jarinya, “Srringgs…” lalu dengan kesepuluh kuku jarinya itu “Fuussh…” Silla langsung menyerang Angga dengan serangan aura beracun dari kukunya tersebut. “Buuush…” dengan cepat Angga langsung melompat kearah jalan untuk menghindari serangan Silla, “Trrasskk…” dengan serangan aura dari kuku-kukunya tersebut Silla menghancurkan bangunan tersebut dan aura racunnya membuat hampir setengah bangunan tersebut meleleh.


“Seranganya cukup kuat, dia juga tampaknya sedang terburu-buru, kalau begitu dia tahu kalau aku sedang menahan dirinya untuk mengulur waktu, ini adalah sebuah kesempatan yang bagus” kata Angga, “Krrasskk…” dia mengambil sesuatu dikantung celananya dan dengan benda itu dia memiliki sebuah rencana untuk mengalahkan Silla.


“Buussh…” dengan cepat Angga langsung bergerak kearah Silla, “Wuushh… Fuustt…” dia melapisi tubuhnya dengan armor angin dan menyerang Silla dengan kecepatan penuh, “Srraakk…” sebuah serangan dari pedang kecil milik Angga langsung menghancurkan tanah dan bangunan disekitarnya, akan tetapi Silla dengan lihainya menghindari serangan tersebut.


“Srranggs… Srranggs… Srranggs…” akan tetapi armor milik Silla tetap terkena serangan, karena angin milik Angga langsung menyebar dengan serangan pedang miliknya. Angin tesebut telah menjadi pedang Angga dan mana mengamuk untuk menyerang Silla, “Srrattss…” lalu ketika salah satu dari sayatan pedang angin milik Angga mengenai wajah Silla, “BUUUMMSSH…” secara tiba-tiba saja aura iblis milik Silla langsung memuncak dan bahkan menjadi semakin menguat.


“Sialan kau, aku akan habisi dasar manusia rendahan” kata Silla, dengan niat membunuh yang sangat kuat tersebut Silla menatap Angga dengan tatapan yang mematikan.


“Srringgs…” dengan kuku dari tangan kanannya Silla langsung menyerang dengan sebuah serangan tusukan kearah Angga, “Trranggs…” akan tetapi dengan pedang pendeknya Angga langsung menahan serangan tusukan tersebut, “Srrak…” lalu menggunakan tangan kirinya Angga membidik kepala Silla yang mana sangat dekat dengan dirinya. “Dorrss…” Silla yang merasakan adanya bahaya langsung dapat menghindari tembakan pistol Angga, “Dorrss… Dorrss… Dorrss…” Angga langsung mengambil jarak sambil menembak kearah Silla.


“Triinggs… Triinggs… Triinggs…” akan tetapi dengan tangan kanannya Silla dapat menangkis tembakan dari Angga, dan bahkan disaat Angga sedang mengisi peluru pistolnya Silla langsung maju untuk menyerang.

__ADS_1


“Kena kau” pikir Angga.


“Wouff…” secara tiba-tiba sesosok anjing hitam muncul dari bawah bayangan Silla, dan dengan taringnya anjing hitam tersebut langsung berusaha untuk mengigit Silla “Trraakkss…” akan tetapi dengan cepat Silla langsung bergerak mundur dan menghindari gigitan dari anjing hitam tersebut.


“Mahluk aplikasi DS Game kah, kau memiliki banyak trik juga rupanya” kata Silla.


“Hmm... kau dapat menghindarinya, akan tetapi apa kau bisa menghindari yang satu ini” kata Angga, “Srrahhkk…” dua anjing hitam lalu muncul dari bayangan Angga.


Melihat hal itu Silla langsung fokus pada ketiga anjing hitam tersebut, “Srraanggs…” akan tetapi secara tiba-tiba dari belakang dirinya Pastur kepala puntung langsung mengarahkan sebuah tebasan pada Silla.


“Ugghhkk… ternyata dia memilik mahluk gaib lainnya” pikir Silla yang mana terkena serangan tebasan pada punggungnya.


“Srrakk…” Angga lalu mengarahkan senjata pistol miliknya kearah Silla yang mana sedang terjatuh tersebut, “Dorsst… Dorsst… Dorsst…” dengan tiga tembakkan Angga membidik langsung kearah kepala Silla, melihat hal itu “Buusshk…” Silla langsung mengeluarkan aura racun dari tubuhnya. “Tsshhrrtt…” dan karena aura racun yang keluar dari tubuhnya itu ketiga peluru yang ditembakkan Angga langsung meleleh ketika mendekati Silla, “Wuuusshkk…” aura dari tubuh Silla langsung menyebar dengan sangat cepat.


“Pastur kepala puntung mundur dan menjauh dari dirinya” kata Angga.


“Krrr…. Wouff… Wouff… Wouff…” salah satu anjing hitam yang mana melihat bahaya tersebut langsung memberanikan diri untuk menyerang, “Buusshkk…” dan ketika dia melompat untuk mengigit Silla “Rssstthh…” tubuhnya langsung meleleh dengan sangat cepat ketika dia memasuki aura racun yang keluar dari tubuh Silla. “Taakss…” dan saat Angga dan Pastur kepala puntung telah menjauh dari dirinya Silla langsung mencoba berdiri dengan kedua tangannya, dengan matanya yang mana penuh oleh amarah Silla langsung mengalirkan sihirnya kearah kedua telapak tangannya.

__ADS_1


“Paaasskk…” dan saat dia menyatukan kedua telapak tangannya tersebut aura yang ada ditubuh Silla langsung terkumpul didalam satu tempat, “Wuushhtt…” melihat hal itu Angga langsung merasakan angin dingin yang mana menandakan kematian. “Srringgss…” dan kedua telapak tangannya tersebut Silla mengeluarkan sebilah pedang tipis dan kecil, akan tetapi pedang tersebut mengeluarkan hawa ungu kehitaman yang mana luar biasa kuatnya.


“Pedang ini adalah senjata yang tercipta dari kumpulan racun yang berada ditubuhku, kalau ada yang terkena tebasan pedang ini maka….” Kata Silla.


“Srraaskk…” ketika dia menebas tanah dibawahnya sebuah cairan hitam keunguan langsung mengalir dengan sangat tajam ketanah tersebut, cairan tersebut langsung bergerak dan menyebar bagaikan sebuah virus. Merasakan sedikit hawa dari cairan tersebut “Duk-duk-duk….” Jantung Angga langsung merasakan sakit, dan racun yang ada ditubuhnya mulai aktif kembali.


“Uuggghkkk… apa-apaan ini, kenapa rasanya sangat sakit” pikir Angga, “Trrukkss…” dia terjatuh berlutut dengan sebelah kakinya dan memegang dadanya yang merasakan sakit tersebut.


“Kau merasakan sakitnya bukan, aku tahu itu karena pedangku seperti sebuah virus yang mana menyebar dengan sangat cepat lewat udara, bahkan sebuah hirupan kecil dari udara tidak akan membuatmu sadar kalau kau telah terpengaruh oleh pedang ini” kata Silla.


“Tukk-tukk-tukk…” dia secara perlahan-lahan mendekati Angga yang mana tak beradaya tersebut, sambil memegang dadanya yang kesakitan Angga berusaha untuk berdiri dengan kedua kakinya.


“Menyerahlah dan terima kematianmu” kata Silla.


“Wouff… Wouff… Wouff…” kedua anjing hitam yang tersisa tersebut langsung berusaha untuk menyeran Silla, “Wuush…” dengan cepat kedua anjing hitam itu langsung mengarahkan taringnya kearah Silla. “Cringgs…” dan Silla langsung menancapkan pedangnya ketanah, “Trrssshhtt…” dengan sangat cepat tubuh kedua anjing hitam tersebut langsung menguap dan meleleh seperti es krim.


“Mahluk buas lebih ketahuilah tempat kalian” kata Silla.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2