
Ledakan yang sangat besar dari serangan terakhir yang diciptakan oleh Banaspati tersebut, “Crrasstt… Krrasstt…” membuat Adelia terluka parah dan setengah tubuhnya terbakar habis dan hagus menjadi debu.
“Sialan mahluk api itu, dia menyerangku dengan serangan terakhirnya, dengan kondisi tubuh seperti ini aku tidak punya cara lain selain membuat beberapa mayat yang telah aku telan” pikir Adelia.
Sementara itu Rio yang mana berada sangat dekat dengan Adelia langsung berlari kearah dirinya, “Buusshh…” dengan menggunakan cakat api ditangan kanannya Rio menciptakan sebuah ledakan yang mendorong tubuhnya untuk bergerak menjadi lebih cepat. Dan dengan kecepatan tersebut dia sudah berada dihadapan Adelia “Srringgss…” lalu menggunakan golok naga waktu miliknya dia hendak ingin menebas Adelia, tetapi dengan cepat Adelia menyerang balik Rio menggunakan salah satu kaki laba-laba raksasa miliknya “Trranggkkss…” melihat hal itu Rio langsung menggunakan golok miliknya untuk menangkis serangan Adelia, “Burrnn…” dan selagi dia menangkis serangan tersebut dia mengarahkan telapak tangan kanannya kearah Adelia dan menembakkan sebuah bola api besar tepat kearah tubuh utama Adelia.
“Sialan kau” kata Adelia, dia menyerap air hitam yang ada ditubuhnya dan mengalirkannya kearah tenggorokannya “Bussrrrrtt…” dengan sebuah bola air hitam yang dia tembakkan “Bommssh…” Adelia dapat menahan tembakan bola api dari tangan kanan Rio.
“Buummssh… Buummssh… Buummssh…” sementara itu Rio yang terkena serangan dari kaki laba-labanya terhempas cukup jauh hingga membuat beberapa luka ditubuhnya.
“Hahahha…. sekarang kau akan mati disini” kata Adelia yang mana ingin memberikan serangan penghabisan pada Rio.
“Hmm… masasih, tapi kau tahu tidak yang akan mati itu adalah kau” kata Angga yang mana secara tiba-tiba berada dibelakang Adelia.
“Wuussh….” Dengan mengumpulkan angin ditelapak tangannya Angga menciptakan sebuah pedang angin yang mana sangat tajam, “Fuussh…” dan dengan tangan kanannya Angga melemparkan pedang angin tersebut kearah Adelia.
Melihat hal itu Adelia langsung tidak memiliki pilihan yang lain lagi “Crrasstt…” dia lalu memisahkan dirinya dari tubuh monster ciptaannya itu, dengan melompat keluar dari tubuh monster itu “Srrasstt…” Adelia dapat menghindari serangan pedang angin milik Angga.
“Dapat menghindari serangan pamungkasku dengan cara seperti itu, dia ini memang memiliki banyak trik” pikir Angga.
__ADS_1
Melihat Angga yang mana terbang diatas udara membuat Adelia menjadi sedikit kesulitan, “Wuusshh…” dia lalu dengan cepat bergerak seperti ular yang melatah untuk menuju kearah bagian tubuh monster miliknya yang terpotong itu. “Buusskkk…” dan secara tiba-tiba Dion muncul dari langit dengan mengendarai Barong ( Naga ) dan menghalangi pergerakan Adelia.
“Kau tidak akan bisa lari lagi sekarang” kata Dion, “Srranggsst…” dia mengarahkan tombak emas miliknya kearah waja Adelia dan mengalirkan energy sihirnya keujung tombak tersebut.
“Wuusskk… Buusshhkk…” dengan sebuah tusukan yang sangat cepat Dion melancarkan sebuah serangan jarak jauh, tusukan miliknya yang mana mengandung kekuatan sihir tersebut menembus jarak dan mengarah langsung ke kepala Adelia. Merasakan sebuah bahaya Adelia langsung mengelak dari serangan Dion, “Traasskk…” tetapi karena kecepatan tusukan itu bahu tubuh boneka milik Adelia rusak karena tidak dapat menghindari serangan dari Dion secara sepenuhnya.
“Berikutnya aku tidak akan meleset” kata Dion.
“Dasar sialan ini” kata Adelia yang kesal dengan sikap Dion, “Triinggss…” dia kemudian menggunakan dua dari delapan tangannya untuk memanggil beberapa boneka siluman ciptaannya.
“Trraaskk… Crrassttt…” dan dari bagian tubuh monster yang dibelah oleh Angga, “Krrasstt…” bermunculan para boneka siluman yang mana telah dipanggil oleh Adelia, melihat hal itu Dion langsung berbalik kearah para siluman boneka tersebut “Trranggss… Krranggss…” dia lalu menggunakan kekuatan emas miliknya untuk menciptakan puluhan anak panah emas, “Wuushh…” dan dengan satu ayunan tangan darinya Dion langsung melemparkan puluhan anak panah emas tersebut kearah para boneka siluman tersebut. “Krrasstt… Trrasstt… Crrasstt…” para boneka siluman itu lalu hancur berkeping-keping setelah menghadapi serangan dari Dion, puluhan anak panah emas tersebut menghancurkan tubuh mereka dengan mudahnya “Buusshh…” lalu Adelia yang mana melihat adanya kesempatan langsung bergerak dengan cepat kearah Dion.
“Krrr… sialan aku gagal menghabisinya” kata Adelia yang marah karena tidak dapat membunuh Dion.
“Wuusshh….” Tetapi Adelia saat ini tidak sadar kalau sekarang dirinya sudah sangat dekat dengan seseorang yang sangat dia benci, dan orang itu sekarang sudah mengarahkan golok miliknya kearah Adelia.
“Kau lihat kemana” kata Rio yang mana tubuhnya penuh dengan luka-luka, “Swuussh...” dengan golok naga waktu miliknya Rio berusaha untuk menebas tubuh Adelia.
“Crriisstt…” tetapi karena luka yang dia miliki pergerakan dari Rio jadi agak sedikit melambat, dan melihat hal itu Adelia lalu langsung berusaha untuk mengambil jarak dari Rio dan juga menyiapkan serangan balik padanya. Tetapi saat Adelia ingin menghindari serangan golok milik Rio, “Crrasstt…” secara tiba-tiba tubuhnya menjadi kaku seperti ada sebuah tangan raksasa yang mana sedang menggenggam tubuhnya.
__ADS_1
“Hei lama kita tidak berjumpa yah, bagaimana kabarmu” kata Luna, ketika Adelia milihatnya Luna sudah memegang boneka jerami hitam ditangan kanannya dan juga sudah menusukkan salah satu paku miliknya kearah tangan kananya, dan ketika sihir Voodoo milik Luna aktif dia membuat Adelia menjadi tidak dapat bergerak.
“Srraaakkkss…” dan dengan serangan golok dari Rio dia membuat tubuh boneka Adelia terbelah menjadi dua bagian, tidak cukup dengan hal itu Rio langsung menggunakan sisa energy sihir miliknya untuk mengaptifkan mata kematiannya dan menggunakan matanya itu dia langsung menyerang jiwa Adelia.
“Trrunnggss…” dan dalam sekejap jiwa Adelia yang mana sudah sangat tercemar oleh amarah dan kebencian itu “Crranggss…” langsung ditangkap dan dikekang menggunakan sebuah rantai hitam jiwa, dengan rantai tersebut kekuatan jiwa Adelia turun drastis dan dengan cepat Rio langsung membuat jiwanya tunduk pada dirinya.
“Haaah-haaah-haaah… dengan begini aku sudah menaklukan jiwa miliknya” kata Rio yang mana sudah menguasai jiwa Adelia dengan sepenuhnya.
“Sudah selesai belum” kata Luna yang mana masih menahan sihir Voodoo miliknya.
“Yah sudah selesai, kau bisa melepaskannya sekarang” kata Rio.
“Haaaaaah… bagus kalau begitu” kata Luna, sekali dia melepaskan sihir Voodoo miliknya, boneka jerami ditangannya langsung menghilang bagaikan sebuah asap hitam meninggalkan tangan kanan Luna yang terluka karena sebuah paku menusuk masuk kedalam tangannya.
“Luna kerja yang bagus” kata Rio yang mana merasa sedikit aneh memuji Luna yang telah membantunya.
“Traktir aku makan direstoran kalau kau merasa berterimakasih padaku” kata Luna yang memberikan sebuah kode pada Rio.
Bersambung…..
__ADS_1