Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 195 Perjumpaan yang ditakdirkan


__ADS_3

Selama lebih dari dua hari Lili telah tinggal didalam kota tersebut, disana dia telah membeli beberapa perlengkapan yang mana membuat dirinya dapat bertahan hidup dialam gaib tersebut, dia juga telah mengetahui sistem keuangan yang ada dialam gaib tersebut. Tetapi dia masih tidak terbiasa dengan tatapan para iblis yang mana terlihat memandang dirinya dengan tatapan yang aneh.


“Hmm… tampaknya para manusia yang datang kemari adalah mereka yang melakukan perjanjian dengan para iblis, mereka yang melakukan perjanjian dengan iblis maka tubuhnya akan diambil alih atau mereka akan dibawa kealam gaib untuk dijadikan budak” pikir Lili yang mana melihat beberapa manusia dengan rantai dileher mereka.


“Srraanggs…” mereka semua terlihat memiliki mata yang kosong tampa ada jiwa sedikitpun didalamnya, dan akhir dari para manusia itu adalah menjadi perajurit bagi mereka yang beruntung atau menjadi bahan percobaan bagi mereka yang tidak beruntung, dan bahkan ada diantara mereka akan menjadi makanan para iblis yang sangat suka dengan darah manusia.


“Untuk aku segera membeli jubah ketika sampai disini, kalau tidak maka pasti akan ada banyak iblis yang mengicar diriku” pikir Lili.


Disaat itu “Krraask…” Lili secara tidak sengaja menemukan sebuah retakan dimensi didalam sebuah gang kecil, dan disana muncul sosok manusia yang sedang dirasuki oleh iblis. Dan bukan hanya itu saja iblis itu terlihat sedang menculik beberapa orang manusia ditangan mereka, melihat hal itu Lili merasa kasihan dengan mereka tetapi dia sama sekali tidak mau membahayakan keselamatannya untuk seseorang yang dia tidak kenali.


“Heheheh… kalian tidak akan bisa melakukan apa-apa, sekarang terima nasib kalian” kata iblis tersebut.


Para orang-orang yang telah diculik tersebut adalah sesosok anak-anak yang mana masih dibawah umur 12 tahun, melihat hal itu Lili jadi semakin tidak bisa membiarkan iblis itu. “Buussh…” dengan cepat Lili lalu berlari kearah iblis tersebut “Taasskk…” dia lalu mengambil pasir ditanah, dan ketika iblis tersebut berbalik kearah belakangnya “Buusshkk…” Lili dengan cepat melemparkan pasir tepat kearah matanya.


“Gaahkk… apa-apaan ini” kata iblis tersebut, dia sama sekali tidak dapat melihat karena debu dimatanya.


“Srringgs…” Lili lalu dengan cepat mengincar urat leher iblis tersebut, “Wuussh…” lalu dengan sekuat tenaga Lili melancarkan serangan tusukan kearah iblis tersebut “Crraastt…” dengan kuatnya Lili lalu menusuk tenggorokannya, “Srrasst…” dan Lili lalu mengakhirinya dengan tebasan yang membuat kepala iblis tersebut hampir putus.


“Heii… kalian tidak apa-apa..???” tanya Lili.


Para anak-anak itu kemudian merasa sedikit ketakutan dengan Lili yang mana telah dipenuhi oleh darah dari iblis tersebut, mengetahui hal itu Lili lalu menggunakan jubah miliknya untuk menghilangkan darah tersebut “Trruuskk…” dia lalu membuang jubah miliknya. Setelah melihat wajah Lili yang mana cantik dan anggun anak-anak tersebut merasa sedikit tenang, Lili lalu tersenyum kepada mereka dan membuat mereka menjadi lebih tenang.


“Jangan khawatir, kakak akan membawa kalian kembali keorang tua kalian” kata Lili pada para anak-anak tersebut.

__ADS_1


“Hmm… apa kau yakin dengan yang kau katakan nona” kata sesosok iblis dengan wajah bagaikan kadal dan tubuh yang mana dipenuhi oleh sisik.


Lili terkejut dengan suara iblis tersebut, dia sama sekali tidak dapat menyadari hawa keberadaannya dan dari sekali pandang Lili dapat mengetahui kalau iblis tersebut jauh lebih kuat dari dirinya.


“Nah… ini baru situasi yang gawat, tampaknya aku tidak punya cara lain selain menggunakan itu” pikir Lili yang mana memegang sebuah benda didalam kantungnya.


“Hehehehe…. tidak kusangka akan seberuntung ini, aku menemukan anak-anak manusia dan juga seorang wanita muda yang bisa kujual dengan harga mahal untuk para bangsawan” kata iblis tersebut.


“Menjijikan” kata Lili, dia dengan cepat berlari kearah iblis tersebut “Traasst…” dengan sisa darah ditangannya dia melemparkan darah tersebut kearah iblis tersebut.


“Buurrnn…” tetapi tubuh iblis itu mulai memanas dan membuat tetesan darah yang mengarah kedirinya langsung menguap, “Wuusshh…” dengan tangannya iblis itu lalu langsung menyerang kearah Lili. “Swwussh…” tetapi dengan cepat Lili dapat menghindari serangan dari iblisi tersebut dengan cara menundukkan kepalanya, “Trrasskk…” dengan pisaunya Lili langsung menyerang kearah kaki dari iblis tersebut tetapi sisik dari iblis itu sangatlah kuat dan hanya mengakibatkan luka gores setelah terkena tebasan dari pisau Lili.


“Hahaha… percuma saja, aku adalah iblis dari klan salamander tebasan pisau kecil itu tidak akan bisa menembus kulit agung naga milik kami” kata iblis tersebut, dia rupanya adalah seorang iblis yang mana berasal dari klan salamander.


“Mati kau” kata iblis tersebut, “Crrast…” dia menggigit tangan Lili dengan kuatnya.


“Gaaakk…” Lili yang mana kesakitan ketika tanganny digigit oleh iblis tersebut, “Srringgs…” lalu dengan pisau miliknya “Crrasst…” Lili menusuk mata dari iblis tersebut.


“Gaaahkk… perempuan sialan” kata iblis tersebut, “Wuussh… Fuusshh…” dengan kuatnya dia melemparkan Lili.


“Buussk…” Lili lalu menghantam dinding dari bangunan yang ada disana, dan karena hal tersebut Lili menjadi hampir tidak bisa bergerak karena tulang belakangnya sedikit retak.


“Hiii… Uwaaah… ibu tolong…” Anak-anak yang melihat hal tersebut langsung menangis meminta pertolongan, tetapi disana sama sekali tidak ada yang datang untuk membantu mereka.

__ADS_1


“Hahahah… menangislah anak-anak manusia, karena ini akan menjadi terakhir kalinya kalian bisa bersuara lagi” kata iblis tersebut.


“Hahahhaha… lucu juga, kau masih bisa berkata seperti itu dengan mata itu” kata Lili yang mana memancing emosi dari iblis tersebut.


Marah dengan Lili iblis tersebut langsung berjalan kearah dirinya “Taasskk…” dia lalu memegang leher Lili dan mengangkatnya, “Crringgs…” dan dengan kuku tajam miliknya dia berencana untuk membunuh Lili.


“Aku pada awalnya ingin membiarkan kau hidup, tetapi karena kau memang sangat ingin mati maka akan kubuh kau dengan sangat cepat” kata iblis tersebut.


“Heheh… kau saja yang mati” kata Lili, “Srraastt…” dia mengeluarkan sebuah gulungan dan mengabtifkannya tepat diwajah iblis tersebut.


“Boommssh…” sebuah gulungan yang mana memiliki sihir ledakan petir didalamnya, dan dengan ledakan tersebut iblis tadi terhempas sangat jauh dan sebagian tubuhnya hancur berantakan.


“Ugghhkk… sialan aku membuka gulungan itu terlalu dekat dengan dirinya” kata Lili, kesadaran dirinya semakin pudar dan para anak-anak tersebut mengerumuni dirinya sampai pada akhirnya dia menutup matanya.


Lalu pada esok paginya.


“Ugghkk… dimana aku ini..??” kata Lili yang mana terlihat sedang terbaring ditempat tidur, dan dengan tubuh yang mana terbalut oleh perban.


“Kau sudah bangun…” kata sesosok perempuan yang mana terlihat anggun dan sangat cantik.


“Kau siapa…??” tanya Lili.


“Hmm… aku Sintia, anggap saja aku adalah orang lewat yang menemukanmu” kata perempuan tersebut yang mana memanggil dirinya sebagai Sintia.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2