
Ditempat yang sangat gelap dimana merupakan dimensi pribadi dari sesosok mahluk yang mana luar biasa kuatnya, pada saat dia sedang beristirahat di singgasana miliknya dia terbangun karena datangnya sebuah cahaya hijau kehitaman yang mana merupakan sebuah jiwa, dengan tangannya dia menangkap jiwa tersebut “Crraakk…” dia lalu membacakan sebuah mantra pada jiwa tersebut kemudian menggunakan mantra tersebut jiwa itu membentuk kembali wujud manusianya yang mana merupakan Hunter yang telah dibunuh oleh Rio.
“Kau mengecewakanku Hunter, tidak kusangka kau bisa kalah oleh anak yang baru mengetahui tentang dunia gaib” kata raja iblis tersebut, dia sangatlah besar dengan tiga buah tanduk dikepalanya namun wajahnya tertutup oleh bayangan sehingga tidak dapat dilihat oleh orang luar seperti apa rupanya.
“Maafkan hamba tuanku, aku tidak mengira kalau dia memilik Garuda sebagai mahluk panggilannya, dan juga aku merasakan kalau ada sebuah kekuatan aneh yang membuat setiap seranganku tidak bisa mengenainya” kata Hunter yang mana transparan dalam bentuk jiwa miliknya.
“Hehehehe… menarik sangat menarik, seorang ahli peperangan yang mendapatkan kembali tangan dan kakinya yang mana telah diperkuat tidak dapat mengalahkan remaja bau kencur” kata raja iblis tersebut.
“Sekali lagi saya minta maaf tuanku, hamba berjanji akan menyelesaikan semua masalah ini” kata Hunter yang mana berlutut dibawah kaki raja iblis tersebut.
“Bagus kalau kau sadar akan kesalahanmu, tetapi aku sama sekali tidak menyukai yang namanya kesempatan kedua” kata raja iblis tersebut.
“Buussshh…” dengan satu ayunan tangannya raja iblis itu menghancurkan jiwa dari Hunter hingga berkeping-keping, lalu setelah itu lima orang yang mana menggunakan jubah hitam langsung datang dengan sendirinya dan berlutut didepan sang raja iblis tersebut. Mereka memancarkan energy kuat yang mana sangatlah menakutkan dan semua itu berasal dari aura pengalaman membunuh milik mereka.
“Kalian sudah datang, bagus-bagus aku ingin memberikan kalia tugas sekarang ini” kata raja iblis tersebut.
“Kami akan mematuhi perintah dari anda wahai sang raja iblis yang agung” kata kelima orang tersebut.
“Tiga dari kalian hadapi orang asing yang berusaha untuk masuk kedalam wilayahku ini, dan dua sisanya selidiki tentang orang yang mana telah membunuh Hunter, ada kemungkinan dia memilik kontrak dengan sesosok dewa yang cukup kuat jadi sebelum dia menjadi lebih kuat lagi orang itu harus segera dihabisi” kata raja iblis tersebut.
Setelah mendengar perintah dari sang raja iblis “Buusshh… Buusshh… Buusshh…” dengan cepat mereka berlima langsung pergi kedua arah untuk menjalankan misi yang telah diberikan, dua orang yang telah diperintahkan untuk mengurus Rio langsung membuka jubahnya dan memindahkan diri mereka kedunia manusia. Keduanya memiliki rambut dan rupa yang hampir sama terkecuali gender mereka yang mana berbeda, satunya laki-laki dan satunya lagi adalah perempuan.
“Killa bagaimana menurutmu tentang orang yang mengalahkan Hunter” tanya perempuan kembaran tersebut.
__ADS_1
“Menurutku itu semua biasa saja Akilla, lagi pula Hunter hanyalah objek percobaan dari raja iblis kita kalau dia kalah maka itu bukanlah hal yang mengejutkan lagi” kata Killa saudara kembar laki-laki tersebut.
Mereka berjalan ditengah orang-orang dan memancing banyak perhatian dari orang-orang karena penampilan kembar mereka, itu semua karena kekuatan iblis didalam tubuh mereka yang mana merubah penampilan keduanya menjadi lebih ideal dan lebih menarik dimata manusia biasa. Namun semua itu memilik bayaran yang pantas yaitu jutaan nyawa manusia yang mana menjadi tumbal demi menjaga rupa mereka berdua.
“Tapi kau tahu tidak tentang kekuatan yang dibilang Hunter barusan, kemungkinan ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik mengingat kita sudah lama tidak bertarung serius selama 80 tahun” kata Akilla yang mana mengungkap umur asli mereka berdua.
“Semua itu sama saja, pada akhirnya mereka yang menjadi lawan kita berdua akan mati dengan mengenaskan” kata Killa.
Keduanya telah menjadi pelayan raja iblis selama lebih dari ratusan tahun dan karena itulah mereka berdua mendapatkan umur panjang dan awet muda sebagai hadiah dari sang raja iblis tersebut, karena tergoda oleh kedua hal itu kedua kembar ini menjadi pembunuh setia dari sang raja iblis dan membunuh lebih dari jutaan orang baik itu tua atau muda akan mereka bantai semuanya atas nama sang raja iblis yang mereka layani.
Sementara itu Rio yang mana masihlah berada didalam hutan belantara, sedang mengambil seluruh alat sihir dan Gold point yang mana dimiliki oleh Hunter, dan dia sama sekali tidak tahu kalau ada dua orang pembunuh gila yang telah mengincar nyawanya.
“Haa… Haa… Hacuusshh…. Aaah… apa-apaan itu tadi, aku merasa ada yang sedang membicarakan aku, yah ini resiko jadi orang ganteng” kata Rio yang mana berbicara sendiri sembari mengambil semua harta benda milik Hunter.
“Hmmm… masalah apa yang lebih penting rupanya ??” tanya Rio.
“Pertama adalah kau lihat roh dari Hunter tadi telah diambil, ada kemungkinan kalau roh itu akan memberitahukan tuannya segalahal tentang dirimu jadi kau harus lebih berhati-hati lagi karena ada kemungkinan kalau nyawamu sekarang sedang diincar” kata Batara Kala.
“Aku tahu itu, tetapi apa yang sudah terjadi ya biarlah terjadi, lagi pula kalau mereka datang kehadapanku maka itu akan mempermudahku untuk memburu mereka semua” kata Rio dengan santainya dia menganggap enteng para pengikut raja iblis.
“Hahahha… tapi ada satu hal yang kau lupakan anak manusia dan ini adalah yang paling penting” kata Batara Kala dengan nada serius.
“Eeeehh… apa lagi ???” tanya Rio dengan wajah serius miliknya.
__ADS_1
“Apa kau lupa kalau kau sedang berada dihutan antah berantah” kata Batara Kala yang mengingatkan kalau Rio sedang berada didalam hutan yang tidak tahu hutan mana.
“Ooohh sialan aku lupa tentang satu itu, setelah kulihat-lihat lagi sinyal disini sama sekali tidak ada, tampaknya sebelum aku bertarung menghadapi para pengikut raja iblis itu aku akan mati terlebih dahulu dihutan ini” kata Rio.
Sementara itu Lita yang mana baru kembali dari les miliknya langsung pergi ketempat persembunyia Rio yang berada digudang tua dekat pesisir pantai tersebut, dia beralasan pada orang tuanya ingin pergi kerumah temannya. Dengan menggunakan hantu PageBluk untuk terbang dan pergi kegudang tersebut “Trraanggss…” dan dengan kasarnya dia membukan pintu gudang tersebut dengan kerasnya.
“Abang aku datang mau main” kata Lita dengan wajah berbinar miliknya.
Namun dia sama sekali tidak menemukan siapapun ada didalam tempat itu, dia lalu memutuskan mengambil meja dan duduk sofa lembut yang baru dibeli Rio, lalu dia mengerjakan pekerjaan rumahnya disana dengan santainya sambil menunggu Rio datang ketempat tersebut. Lalu setelah beberapa jam diapun tertidur dengan pulasnya diatas sofa itu, ‘Trraanggss…” kemudian pintu gudang itu dibuka kembali dan Luna yang mana sedang membawa beberapa barang-barang kebutuhan makanan datang kesana dan melihat Lita sedang tertidur pulas diatas sofa.
“Hmm… lebih baik aku tidak mengganggunya” pikir Luna yang mana langsung menyelimuti Lita dengan selimut.
Tiga jam kemudian Rio kembali dengan terbang bersama Garuda, dia terbang dengan wajah lusuh dan kelelahan seperti seseorang yang habis pergi jauh.
“Haaah… Hunter sialan itu, tidak kusangka dia melemparkanku ke hutan Amazon perlu satu jam terbang menggunakan bulu Garuda dan aku harus digendong selama dua jaman dipundak Garuda, punggungku sakit semua karenanya” kata Rio yang mana sedang marah-marah pada Hunter yang telah diabunuh dengan kejam.
“Hmm…. Abang udah pulang” kata Lita yang mana langsung melompat kearah Rio dengan gembiranya.
“Hahhaha… tolong jangan nempel sekarang, aku sedang nyeri otot ini” kata Rio yang mana berusaha menahan rasa sakit dipunggungnya.
“Heheheh…. Gak mau” kata Lita yang tetap menempel ditubuh Rio seperti lem.
Bersambung…..
__ADS_1