Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 130 Tangan kanan iblis Mormo bagian 2


__ADS_3

“Boomsh…” ledakan dari sihir api milik Rio membuat Zoa terhempas dan bahkan mendapatkan beberapa luka bakar yang cukup serius, melihat lukanya yang mana terbakar dengan cukup serius dia lalu melihat kearah Rio. Dan dia dikejutkan karena melihat Rio sama sekali tidak terluka sedikitpun.


“Tidak mungkin, bahkan kalau kau memiliki daya tahan api yang cukup tinggi, terkena ledakan sihir sebesa itu dan juga dari jarak dekat seharusnya pasti akan menimbulkan luka ditubuhnya” pikir Zoa.


“Krrrr… krrrr…” namun secara tiba-tiba dari dalam jubah Rio sesuatu yang bergerak lalu dengan cepat keluar dan langsung mengelantungkan diri pada Rio, itu adalah Orang Bati yang mana telah dipanggil Rio untuk melindungi dirinya.


“Mahluk itu apa jangan-jangan itu yang melindunginya, tetapi kapan dia memanggilnya, tunggu apa jangan-jangan waktu itu” pikir Zoa, dia mengingat kembali pada saat Rio pertama kali menembakkan ketiga bola api kearah dirinya, dia seakan-akan melihat sebuah cahaya dan dia yakin sekarang cahaya itu berasa dari pemanggilan yang dia lakukan.


“Hmm… kenapa apa kau kegerahan” kata Rio yang bertanya pada Orang Bati.


“Krrr… Krrr… Krrr…” Orang Bati tersebut lalu menjawab dengan suara yang membingungkan.


“Hahahha… maafkan aku tetapi terimakasih karena kau sudah menolongku, sekarang ayo kita kalahkan mahluk aneh didepan kita ini” kata Rio yang mana melihat kearah Zoa.


“Dasar manusia rendahan, berani juga kau bilang aku seorang iblis Ghoul tingkat tinggi sebagai mahluk rendahan, akan kubunuh kau sekarang juga” kata Zoa, dia lalu mengalirkan energy sihir miliknya keseluruh serat-serat ototnya, “Crraakkss… Crraakkss… Crraakkss…” dan dengan sekejab mata tubuh Zoa membesar.


“Buushh…” lalu dengan cepat Zoa langsung bergerak dan langsung berpindah kearah belakan Rio, dengan kecepatan yang tidak normal tersebut Rio sama sekali tidak dapat bereaksi “Wuussh…” lalu dengan tinjunya Zoa berusaha untuk menyerang kearah Rio “Trranggkk…” namun serangan dari tinju Zoa dapat ditahan oleh mantra kebal milik Orang Bati. “Fuusshh…” bahkan Orang Batio membalas serangan Zoa dan membuat dirinya mundur beberapa langkah, melihat hal itu Rio langsung berbalik dan “Crraanggkk…” dia menembakkan lima anak panah dari crosbow miliknya “Trranggs... Trranggs... Trranggs...” namun sisik-sisik ditubuh Zoa dapat menangkis tembakan anak panah dari Rio.


“Kalau itu tidak bisa bagaimana dengan yang ini” kata Rio, “Buurrn…” dengan sihir api miliknya Rio lalu melemparkan sebuah bola api besar yang telah dia padatkan, “BOOMMHSS…” melihat sihir api itu Zoa langsung mundur sejauh mungkin dan dapat menghindari ledakan besar dari sihir api milik Rio.


“Itu tadi hampir saja, tampaknya dia telah mengetahui kelemahanku” pikir Zoa yang melihat luka bakar ditubuhnya, luka tersebut sangat lama disembuhkan oleh tubuhnya karena energy panas dari sihir api milik Rio masih terisisa ditubuhnya.


Lalu saat dia melihat kearah Rio lagi, dengan sekejap mata Rio sudah menghilang dari pandangannya “Wuussh….” Dan secara tiba-tiba Rio muncul dibelakangnya dengan menggunakan pisau alat sihir yang mana telah dilapisi oleh sihir api, “Buurrnn…” Rio dengan ganasnya langsung menyerang kearah leher Zoa. “Swwusshh….” Lalu Zoa yang mana merasakan bahaya langsung segera menghindari serangan dari Rio, tetapi walaupun sudah menghindari serangan dari Rio “Srrasstt…” sebuah luka gores yang cukup dalam dapat ditinggalkan oleh Rio disekitar leher Zoa.

__ADS_1


“Hohoh… tampaknya tebakanku benar, api adalah kelemahanmu bukan” kata Rio yang melihat luka dileher Zoa yang hampir tidak beregenerasi lagi.


“Memangnya kenapa kalau kau mengetahui kelemahanku, bukan berarti kau bisa mengalahkanku” kata Zoa, dia lalu mengalirkan energy sihir miliknya kearah otaknya.


“Trroonnggss…” lalu kepalanya bergerak-gerak seperti akan berubah bentuk dan kemudian, “Buummsshh…” energy sihir diseluruh tubuhnya lalu meningkat dengan drastis dan tubuhnya sedikit demi sedikit berubah menjadi bentuk yang berbeda. “Grrrr….” Setelah energy yang besar tersebut menghilang Rio dikejutkan dengan bentuk Zoa yang baru, sebuah sosok naga yang mana terlihat seperti sudah mati dengan mayat-mayat banyak orang dilehernya menggeliat meminta pertolongan.


“Hahahah…. Kau pasti bercanda denganku, aku bisa melihat bayangan kematian yang luar biasa besarnya dari tubuhnya” kata Rio yang mana menggunakan mata kematian miliknya, dia dapat melihat banyak nyawa yang telah terbunuh oleh wujud Zoa yang baru.


“Hahahah… kau kelihatannya sedang berada dalam situasi yang cukup sulit” kata Batara Kala yang mana menghubungi Rio secara tiba-tiba.


“Sudah lama kau tidak berbicara padaku, apa bisa kau bantu aku sekarang ini” kata Rio yang berusaha untuk meminta bantuan pada Batara Kala.


“Hmm… mahluk itu kelihatannya sudah melepaskan limiternya” kata Batara Kala.


“Grroaarrr….” Zoa yang sudah marah melihat Rio langsung menyerang dirinya menggunakan cakarnya yang terhubung dengan sayapnya, “Crrassngg… Crrassngg… Crrassngg…” namun dengaa cepat Rio dapat menghindari serangan dari Zoa. Melihat setiap serangannya dapat dihindari Zoa menjadi semakin murka “Krraakss…” dan membuka mulutnya lebar-lebar dan, “Trraanggsskk…” menggunakan mulut dan tarinya untuk menyerang Rio “Srranggsskk…” namun dengan kekuatan ilmu kebal milik Orang Bati serangan dari Zoa sama sekali tidak dapat menyentuh tubuh Rio.


“Kiikk… kiiik…” Orang Bati tersebut lalu mengeluarkan energy sihir pada perisai ilmu kebal miliknya dan memberikan serangan balik kearah Zoa, “Crraasskk…” serangan energy tersebut langsung membuat luka dimulut Zoa, namun dengan energy yang sebesar itu membuat Orang Bati sedikit kelelahan dan hanya bisa menangkis serangan dari Zoa sebanyak beberapa kali lagi.


“Hei… Batara Kala bisakah kau menjawab pertanyaanku tadi” kata Rio yang berbicara pada Batara Kala.


“Oooh… maaf aku tadi sedang menyiapkan sesuatu, sampai dimana tadi ooh iya limiter atau bisa kau bilang pembatas, itu adalah sebuah kekuatan untuk membatasi dirimu sendiri dan membuat energy sihir milikmu menjadi lemah” kata Batara Kala.


“Haaaaah…!! kenapa dia memiliki sihir seperti itu didalam tubuhnya…??” kata Rio.

__ADS_1


“Seharusnya kau sudah tahu, itu semua karena dimensi yang mereka incar akan rusak jika dia menggunakan seluruh kekuatannya dan manajemen DS Game tidak akan membiarkan hal itu” kata Batara Kala.


“Aku mengerti kalau begitu, tetapi kenapa manajemen DS Game belum bertindak, apa mungkin dia belum memngeluarkan seluruh kekuatannya” kata Rio.


“Benar sekali, sekarang ini dia hanya menggunakan 50% dari kekuatan asli yang diapunya, kalau dia menggunakan seluruh kekuatannya maka kau pasti akan mati dalam satu kali serangan” kata Batara Kala.


“Hahaha… dasar monster” kata Rio yang sedikit terkejut mendengar penjelasan dari Batara Kala.


“Tentu saja dia adalah monster, apa kau lupa kalau dia adalah tangan kanan dari raja iblis, jangan pernah meremehkan raja iblis yang dapat setara dengan para dewa” kata Batara Kala.


“Kalau kau hanya mau mengajariku sebaiknya kau simpan itu dan segera bantu aku, aku tidak yakin kekuatan bola hitam dapat menangkap dirinya” kata Rio, “Buuusshh…” dengan sangat cepat Zoa langsung menerjang kearah Rio.


“Crraassnggs… Crraassnggs… Crraassnggs…” dengan cakar miliknya yang mengandung asam yang kuat Zoa menyerang Rio dengan buasnya, tetapi dengan cepat Rio mundur kebelakang dengan cara berselancar didalam bayangan, “Buurrnn… Wuussh…” Rio yang merasa terdesak langsung melemparkan sebuah bola api kearah Zoa. “Buusshh…” dengan cepat Zoa langsung melompat keatas langit dan dari atas langit “Wuusssh…” Zoa langsung turun untuk langsung menerjang kearah Rio.


“Trrraanggss….” Tetapi sebuah golok hitam pekat dengan aura haus darah yang kuat muncul dan langsung menikam tubuh Zoa, “GROOAARR….” Kesakitan karena golok yang menancap ditubuhnya itu Zoa menjerit dengan sangat kerasnya.


“Apa itu…??” kata Rio yang penasaran dari mana datangnya golok tersebut.


“Kalau kau memintanya secara baik-baik mungkin aku akan memberikan sesuatu yang lebih bagus lagi, tetapi untuk sekarang kurasa senjata itu cukup untuk dirimu” kata Batara Kala.


Golok itu mengeluarkan aura hitam pekat yang sangat kuat dan mulai menyerap energy sihir milik Zoa, golok hitam pekat yang mana terpahat lambang mulut naga tersebut seperti sebuah mahluk hidup yang buas dan sedang memangsa tubuh Zoa.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2