Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 348 Pewarisan Lemegeton bagian 5


__ADS_3

Lemegeton adalah artefak milik raja agung Solomon yang dikatakan membuat dirinya menjadi penguasa yang dapat mengendalikan 72 iblis yang berbeda, ke 72 iblis yang dia kendalikan memiliki karakteristik yang unik dan mereka semua memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Dan salah satu kekuatan dari Lemegeton adalah untuk dapat mengendalikan kekuatan dari para iblis yang mana telah meletakkan pecahan jiwa mereka kedalam Lemegeton, dan dengan menggunakan pecahan jiwa tersebut Solomon dapat menggunakan kekuatan ke 72 iblis yang berbeda-beda dengan mudahnya.


Lalu saat ini juga Azazel yang mana telah mendapatkan ijin dari raja terdahulu Solomon, sekarang ini menggunakan kekuatan dari Leviatan dan juga Amon yang mana saat itu membuat Naberius dan juga Baal terluka sangat parah, melihat kekuatan yang sangat besar itu membuat Gilang merasa ingin mendapatkannya. “Busshkk…” dengan kekuatan fisiknya Gilang kemudian lalu langsung menggunakan tangannya untuk menyerang Azazel dan juga Rio yang terbang diatasnya, “Burrnn…” saat itu juga Rio kemudian menggunakan api putih miliknya “Frusshkk…” kemudian Rio langsung membakar tubuh dari Gilang menggunakan api milik Rio.


“Cih…. api ini lagi” kata Gilang, dia menahan serangan api Rio menggunakan sayap hitam yang mana terbentuk dari kekuatan iblis dari jantungnya.


“Api itu adalah api yang mana membakar semua yang tidak murni, baik itu manusia, iblis ataupun dewa apapun yang dianggap pengguna api tersebut sebagai mahluk kotor akan habis terbakar oleh api putih miliknya tersebut” pikir Azazel yang kagum melihat kekuatan api putih milik Rio.


“Wusshkk…” dengan cepat Gilang lalu menghilang dari hadapan Rio dan Azazel, dia lalu langsung bergerak kebelakang Rio dan Azazel, “Srringgs… Srringgs…” menggunakan kekuatan iblisnya Gilang menciptakan cakar hitam raksasa untuk menyerang Rio dan juga Azazel.  Melihat hal itu Azazel kemudian menggunakan kekuatan dari Lemegaton lagi, “Trrangsst…” dan dari matanya keluar cahaya merah kehitaman, dan ketika melihat cahaya dari mata Azazel tiba-tiba saja tubuh dari Gilang terasa seperti ditusuk-tusuk oleh puluhan senjata yang mana datang entah dari mana.


“Gaaahkk… ilusi” kata Gilang.


“Kekuatan dari Asmodeus adalah obsesinya yang sangat luar biasa, dan dengan obsesi tersebut dia menciptkan mata sihir yang luar biasa kuatnya, dengan mata sihir itu bahkan dewa raja sekalipun tidak akan bisa menangkis serangan ilusi miliknya” kata Azazel.


“Srranggs…” Azazel kemudian menggunakan kekuatan milik Zeppar, dia memanggil lima pedang yang mana saat itu digunakan oleh Zeppar untuk melawan Rio.


“Ooh… itu kekuatan milik Zeppar” pikir Rio yang sedikit penasaran dengan kekuatan tiga pedang yang mana belum Zeppar gunakan.


“Pedang terakhir, pedang cahaya darah” kata Azazel, dia menggunakan sebuah pedang yang mana memiliki dua mata tajam.


“Srraaahkk…” lalu dengan pedang tersebut aura merah langsung keluar dan memadatkan dirinya kearah permata hitam yang ada ditengah-tengah pedang tersebut, “Srrahhkk…” setelah aura merah tersebut telah terkumpul permata hitam itu kemudian langsung berubah menjadi sebuah permata merah darah. Dan dengan seluruh energy yang mana telah dikumpulkan didalam permata tersebut, “Bumsshkk…” Azazel kemudian menembakkan sebuah meriam cahaya merah kearah Gilang.

__ADS_1


“Haaah-Haaah… dengan begini dia pasti telah tewas” kata Azazel yang mana merasa sangat terbebani menggunakan artefak Lemegeton.


Dengan serangan cahaya merah tersebut, seluruh area yang dia tembakkan langsung hangus menjadi abu, disaat itu juga Rio mengetahui kalau aura dari Gilang masih ada disekitar dirinya.


“Pertahankan penjagaanmu, dia masih hidup” kata Rio.


“Trranggs…” dengan cepat Rio langsung memanggil Nymph untuk datang, “Srrahhkk…” Nymph kemudian langsung menyebarkan tubuhnya dibawah kaki Rio untuk melacak keberadaan dari Gilang. Disaat itu Rio yang mana telah melihat melalui cermin-cermin es milik Nymph melihat hal yang aneh, dia melihat “Crrsutt… Krrastt…” sebuah gumpalan daging yang mana memancarkan aura milik Gilang didalamnya.


“Apa itu…??” kata Rio yang mana terlihat cukup terkejut dengan apa yang dia lihat.


“Nampaknya kau sudah menemukan tubuh aslinya” kata Azazel yang mana melihat juga dari cermin milik Nymph.


“Maksudmu itu adalah Gilang” kata Rio.


“Srranggs…” dia lalu menggunakan kekuatan ruang miliknya untuk menyimpan artefak Lemegeton, dan kemudian “Wruussk…” mereka berdua bersama-sama melihat kearah gumpalan daging tersebut, “Wusshk…” saat mereka telah sampai disana mereka melihat “Srraskk… Crrassk… Krrastt…” kalau gumpalan daging tersebut sedang berubah bentuk menjadi mirib Gilang.


“Yooo… kelihatannya kalian sudah datang, bagus kalau begitu aku ingin bertanya bagaimana pendapat kalian tentang tubuh abadi milikku ini” kata Gilang.


“Jangna gila manusia, aku sama sekali tidak tertarik dengan monster sepertimu” kata Azazel.


“Trruukk…” disaat itu Rio langsung turun dengan cepat dan “Wusshkk…” dia lalu langsung menyerang kearah Gilang menggunakan pukulannya, disaat itu Gilang langsung ingin bergerak untuk menghindari pukulan itu namun “Srraskk…” kakinya telah ditahan oleh tubuh air milik Nymph. “Busshkk…” dan menggunankan tangan kanannya Rio langsung memukul keras wajah dari Gilang tersebut, setelah dia memukulnya Rio langsung memberikan serangna susunan dengan cara “Dusshkk…” membuat Gilang tertunduk dengan menendang lutunya.

__ADS_1


Lalu saat itu juga “Bussk… Bussk… Bussk…” Rio memberikan pukulan susulan bertubi-tubi kewajah Gilang, sebagai penghabisan “Taask…” Rio memegang wajah gilang lalu “Bumshh…” menghantamkan wajahnya ketanah sekuat tenaganya.


“Heheheh… apa cuman itu saja” kata Gilang yang mana masih bisa berbicara.


Karena kesal dan juga marah “Dumsshk…” Rio menginjakkan kakinya kekepala Gilang, dan bukan hanya satu kali “Dumskk… Dumskk… Dumskk…” dia berkali-kali melakukan hal tersebut dan membuat kepala Gilang langsung tenggelam kedalam tanah. Namun disaat itu juga “Srrhkk…” asap energy hitam langsung keluar dari tubuh Gilang dan “Srringgs…” asap hitam itu berubah menjadi puluhan benda tajam yang mana menyerang kearah Rio.


“Srraahk…” saat terkena seranga dari senjata yang mana terbuat dari energy gelap tersebut, sisik naga milik Rio terasa seperti terbakar walaupun hanya sedikit menyentuhnya, disaat itu juga “Trrukk…” Gilang langsung bangkit kembali, “Krraaak... Trraak…” dengan beberapa tulannya yang mana dibuat oleh Rio patah, dia mulai mengembalikan struktur tulang dan juga organ-organ yang terluka didalam tubuhnya tersebut.


“Hmmm… tadi itu lumayan juga, kau tahu kau bisa menjadi tukang pijet yang handal” kata Gilang.


“Cih…” Rio yang kesal lalu menggunakan jati telunjuknya, “Burrn…” dia lalu menciptkan bola api putih ditangannya.


Dan saat Gilang fokus pada bola api tersebut “Srrast…” Nymph langsung menuruti perintah Rio dan menyerang Gilang dari belakanya, “Tik-tik-tik…” dia menusuk jantung milik Gilang dengan air yang mana telah dia pertajam.


“Gaahkk… oi-oi… itu sakit sialan” kata Gilang yang mana masih tetap hidup.


“Nymphk kelilingin tubuhnya, dan bekukan dia, akan aku segel dia dengan mantra penyegel” kata Rio.


“Dimengerti…” kata Nymph.


“Srrahhkk… Krrasshtt… Crrraahhkk…” dengna cepat Nymph kemudian menggunakna tubuhnya untuk mengurung Gilang kedalam sebuah peti mati es, dan didalam peti mati es tersebut Gilang tidak dapat menggerakkan tubuhnya walaupun hanya sedikit. Disaat itulah “Trrangs…” Rio menggunakan puluhan gulungan sihir penyegel untuk menyegel Gilang didalam peti mati es tersebut.

__ADS_1


“Tertidurlah untuk selamanya” kata Rio.


Bersambung…..


__ADS_2