
Viktor adalah seorang peneliti yang mana meneliti tentang chimera dan para mahluk gaib, dimasa kecilnya dia telah ditinggalkan oleh keluarganya karena kematian yang mendadak dan karena melihat hal itu Viktor terobsesi dengan sebuah tubuh sempurna yang mana telah mendapatkan keabadian dan dapat melawan kematian tersebut. Akan tetapi untuk menjalankan penelitiannya Viktor melakukan tindakan kejam dengan membunuh orang-orang tak bersalah, dia juga menangkap dan memutilasi para korbannya dengan kejam.
Karena hal itu Viktor mulai menjadi ketagihan, dia sangat suka dengan bau darah segar dipisaunya dan juga suara jeritan dari para korbannya, dan yang paling dia sukai adalah saat korbannya telah menyatu dengan bagian tubuh mahluk lainnya, karena bagi dirinya itu adalah sebuah seni yang indah. Karena kekejamannya beberapa orang pengguna aplikasi pada saat itu mencoba untuk memburu dirinya, mereka juga memasang harga kepala buronan pada Viktor yang membuat dia diburu selama puluhan tahun.
Disaat dia hampir terkepung dia menggunakan sebuah chimera kecil dikantungnya, dan dengan chimera kecil itu dia membuat ledakan asap darah, lalu dengan cepat dia kabur dari para pengguna aplikasi yang mengincar dirinya. Saat sedang terluka parah Viktor mencoba untuk menyembuhkan lukanya, namun karena lukanya terlalu dalam dia harus memulihkan diri selama beberapa hari.
“Cih… orang-orang sok suci itu, berani sekali mereka menghancurkan laboraturiumku, berikutnya pasti aku akan membalas kalian, akan tetapi aku butuh tempat untuk tinggal demi menyembuhkan lukaku” pikir Viktor.
Dan saat itulah Luna tampa sengaja lewat karena mendengarkan suara rintihan kesakitan dari Viktor yang sedang terluka parah, melihat sesosok gadis naif tersebut Viktor lalu menggunakan rupanya yang mana sangat menarik bagi para gadis untuk memikat hati Luna, dan benar saja hanya dengan beberapa kata Luna langsung tertipu oleh akting milik Viktor.
“Hmm… gadis yang sangat polos, dia akan cocok menjadi bahan percobaanku yang berikutnya” pikir Viktor.
Lalu selama didalam rumah Luna “Srraastt… Srraastt…” Viktor mulai mengumpulkan materila untuk membuat chimera miliknya, dan saat itulah dia merasa agak penasaran dengan kehidupan pribadi milik Luna, dan saat Luna pergi berangkat kesekolah dia menemukan kalau Luna memiliki teman-teman yang mana adalah material berharga untuk chimera miliknya. “Trrasstt… Crrastt…” dia mulai mengubah seluruh teman sekelas Luna menjadi chimera dan bersiap untuk membuat Luna jatuh kadalam keputusasaan, karena hanya dengan cara itu dia baru bisa mendapatkan bahan berkualitas tinggi untuk chimera buatannya, akan tetapi semua itu pupus saat dia tahu Luna terpilih sebagai pengguna aplikasi DS Game.
“Cih… semuanya gagal-gagal-gagal, kalau begitu caranya maka aku tidak punya cara lain” kata Viktor.
“Trringgs…” dia memanggil sesosok mahluk yang mana terlihat seperti gobli dengan tubuh besar dan memiliki tinggi 5 meter, mahluk itu memegang kapak ditangan kanannya dan juga menggunakan topi merah dikepalanya.
“RedCap keluarkan kabut milikmu dan hapuskan semua jejakku” kata Viktor.
__ADS_1
“Grraaahkk…” dengan bantuan mahluk gaib bernama RedCap, kabut putih kemerahan langsung keluar dari seluruh tubuhnya, dan dengan kabut tersebut para chimera gagal yang mana tersebar dikota tersebut langsung menghilang dengan cepat “Crrast… Krrastt… Gllupps…” mereka menjadi makanan bagi sang RedCap dan dengan memakan para chimera tersebut kekuatan sihir mili ReCap menjadi bertambah besar. “Trrssshhkk…” dengan kabut miliknya dia menghapuskan ingatan semua orang yang ada didalam kota tersebut, semuanya yang berhubungan dengan Viktor telah dihapuskan dan tidak ada lagi yang mana dapat mengingat akan dirinya, terkecuali Luna yang mana telah terhempas kedimensi lain untuk menjalankan ujiannya saat itu.
Lalu saat ini dimana Viktor mengira akan mendapatka keinginannya dengan melayani salah satu dewa, harapannya pupus saat dia melawan Rio dan para anggota serikatnya, api ungu kehitaman mulai membakar para chimera buatanya bersama dengan masa depan yang dia bayangkan.
“Ke-kenapa bisa jadi seperti ini, seharusnya tidak ada api yang dapat membakar chimera milikku, dengan beerkah dewa matahari seharusnya tidak akan ada yang dapat membakar tubuh mereka” pikir Viktor.
“Hmmm… jadi begitu rupanya, api naga kegelapan” kata Batara Surya.
“Api naga kegelapan..?? apa itu..??” tanya Viktor.
“Anggap saja itu adalah api dengan unsur energy negatif yang mana berasal dari darah naga, para naga dulunya menggunakan darah mereka untuk membuat kutukan kehancuran, lalu dengan menggabungkan darah dan nafas api miliknya mereka dapat menghancurkan apapun yang ada dihadapan mereka” kata Batara Surya.
“Jadi begitu, pantas saja para chimera itu terbakar walaupun sudah memiliki perlindungan dewa matahari, ternyata dia telah menyelidiki kelemahan chimera buatanku” kata Viktor.
“Grrrr… nampaknya tidak ada cara lain lagi, aku harus mengaptifkan telur-telur chimera itu” kata Viktor.
“Taassk…” dengan satu jentikan jarinya “Srrakks…” Viktor membuat para mayat-mayat prajurit manusia yang telah terbunuh itu mulai bangkit kembali, mereka saat ini sedang dikendalikan oleh chimera yang mana sangat kecil didalam perut mereka, dan dengan menyerap energy sihir dan darah yang ada disekelilingnya telur chimera itu mulai membesar. “Srrahhkk… Trriisshht…” lalu para chimera itu mulai menggunakan tubuh-tubuh dari para manusia dan juga chimera lainnya yang mana telah terbunuh untuk membuat tubuh baru mereka, dan dalam hitungan detik api milik Banaspati langsung padam begitu saja “Srrrhhttt…” mereka menyemburkan asap darah yang mana digabungkan dengan energy sihir dan membuat api tersebut padam.
“Aku pergi dulu Rio, nampaknya waktu sudah habis” kata Banaspati yang mana kembali kealamnya.
__ADS_1
“Trik yang lumayan unik, kau bisa mengalahkan mahluk-mahluk itu Angga” kata Rio.
“Haaah… jangan bercanda mereka itu hanya sekumpulan daging, aku bisa dengan mudah mengalahkan mereka semua, tentu saja dengan bantuan dari pasukan yang lainnya” kata Angga.
“Baiklah kalau begitu, karena giliranku belum muncul maka aku percayakan ini padamu” kata Rio.
“Trringgs…” Rio mengeluarkan sesuatu dari penyimpanan DS Game miliknya, “Srringgs…” dan itu adalah golok naga waktu yang mana memiliki aura naga yang kuat, melihat hal itu Angga langsung tersenyum dan tidak sabar ingin menggunakannya.
“Hei-hei… kau serius kalau aku boleh menggunakan ini…??” tanya Angga.
“Haaah… jangan membuatku mengulangi perkataanku, pastikan saja kau mengembalikannya saat sudah menggunakannya nanti” kata Rio.
Mendengarkan kata-kata Rio “Taassk…” dengan kedua tangannya Angga berusaha untuk menggangkat golok tersebut, akan tetapi “Rooaarrr…” aura naga yang ada didalam golok itu menolak untuk digunakan oleh Angga, melihat Angga yang mana sedikit kesusahan “Rooaar…” Rio menggunakan aura naga miliknya untuk menekan aura dari golok naga waktu.
“Bersabarlah… hanya sebentar saja pinjamkan kekuatanmu padanya” kata Rio yang mana menggunakan telepati untuk berbicara pada golok naga waktu.
“Hahahahah… akhirnya aku bisa mengangkatnya, dengan ini aku merasa tak terkalahkan” kata Angga.
“Fuushh….” Angin mulai membalut kedua kakinya “Wuuhhs…” lalu dengan kecepatan penuh Angga langsung terbang kearah para chimera tersebut, melihat hal itu “Kriireekkk…” para chimera tersebut langsung mengeluarkan suara aneh untuk mengintimidasi Angga.
__ADS_1
“Mulut kalian itu bau, jadi ada baiknya kalau kalian itu tutup mulut kalian” kata Angga, “Bummshhkk…” dengan satu tebasan Angga menghancurkan lebih dari puluhan chimera yang baru membentuk tubuhnya itu.
Bersambung….