
Pagi hari tepat ditempat gudang persembunyian Rio seseorang pria yang mana merupakan pembuat konten vidio sedang memperhatikan gudang tua tersebut, dan dia lalu melihat sesosok gadis kecil dengan santainya masuk kedalam area gudang tersebut. Melihat hal itu pria itu merasa penasaran dan mengikuti masuk kedalam area gudang tersebut, dengan membawa kamera canggih dia berusaha merekam Lita yang masuk dengan santainya kedalam gudang tua itu, “Crraanggss… Krraanggss…” dan disaat dia juga ikut masuk kedalam dia dikejutkan dengan Lita yang mana tiba-tiba saja menghilang dari hadapannya.
“Di-dimana dia, aku yakin sekali tadi dia masuk kedalam sini” kata pria tersebut, tiba-tiba saja bulu kudunya berdiri tegang karena merasakan hawa dingin disekitarnya.
“Taaakk…” lalu tiba-tiba saja sebuah tangan yang mana terasa sangat kurus mulai memegang pundaknya, “Haaah…” dengan sebuah nafas bau dan juga dingin memberikan perasaan yang sangat menakutkan bagi pria tersebut. “Wuussh…” lalu pada saat dirinya membalik badannya pria tersebut sama sekali tidak melihat apapun dibelakangnya, pria itu lalu mulai panik dan berpikir ingin pergi dari area gudang itu sekarang juga ‘Trraakk…” namun disaat dia ingin berlari tiba-tiba saja kakinya ditahan oleh sebuah tangan menahan kakinya dan membuat dirinya terjatuh.
“A-ap-apa itu tadi…???” kata pria tersebut yang mana melihat kembali kakinya yang terasa seperti dipenggang sebuah tangan.
“Abang-abang gak apa-apa…??” tanya Lita yang mana secara tiba-tiba muncul didepannya.
Dan disaat pria tersebut melihat lagi kedepan dia melihat seorang gadis cantik imut biasa, namun ketika dia melihat lagi gadis itu sedang ditemani oleh dua mahluk tulang yang mana sedang memegang sabit besar yang sangat menakutkan. Ketakutan, merinding dan terkejut dengan apa yang dia lihat membuat pria tersebut langsung pingsan ditempat dia terjatuh tadi.
“Walah dia malah pingsan, ooh iya aku lupa kalian bisa dilihat oleh orang biasa kalau berada didekat sihir jebakan abang Rio” kata Lita yang mana melihat kalau pria yang ada disebelahnya sudah pingsan.
“Brrrmmm… Brrmmm….” Lalu Luna yang mana menaiki motornya datang dan melihat Lita yang mana dalam situasi yang sangat aneh.
“Adek Lita boleh nanyak gak” kata Luna yang mana melihat kalau disebelah Lita ada seorang pria sedang pingsan.
__ADS_1
“Boleh nanya apa kak…??” kata Lita dengan senyum manis diwajahnya.
“Hmm… abang ini siapa yah, kok bisa dia pingsan disini dan dia cuman pingsankan bukannya mati…??” tanya Luna yang mana ingin tahu kalau pria tersebut tidak mati.
“Ooohh…. Dia tadi ikutin Lita masuk kemari, dan penghalang sihir buatan abang Rio aktif lalu abang ini lihat hantu Pagebluk punya Lita terus siap itu pingsan dianya” kata Lita yang mana mengatakannya dengan imut.
“Hmm… Ok aku bisa sadar sekarang, kalau begitu biarkan aku bantu bawa dia keluar dari sini sekarang” kata Luna yang mana pada akhirnya sadar kalau pria tersebut cuman terkena sial karena berurusan dengan adek Lita.
Kemudian Luna dengan santainya mengangkat pria yang pingsan tersebut dengan sebelah tangannya, dia mengangkatnya seperti mengangkat seekor kucing liar dan melemparkan keluar dari area gudang milik Rio. “Pip-pip-pip…” lalu Luna mengutak-atik kamera milik pria tersebut dan meninggalkan sebuah pesan dikantungnya, lalu dengan santai Luna dan Lita lalu masuk kedalam gudang tempat persembunyian Rio kemudian pada malam itu pria tersebut tersadar dan mengetahui kalau hari sudah gelap, dia lalu melihat kalau kamera vidio yang dia punya sudah dikutak-atik dan semua datanya sudah menghilang lalu didalam kantungnya ada sebuah surat yang bertuliskan “Kalau mau mati maka jangan pernah berani kesini lagi yah” dalam surat tersebut.
Sementara itu Lita dan Luna yang mana sedang mengacak-acak gudang milik Rio dengan beberapa barang-barang milik mereka “Tok-tok-tok…” diganggu dengan sebuah ketukan dari seseorang yang berada diluat gudang tersebut, Luna lalu membuka pintu gudang itu dan ternyata yang ada diluar sana adalah Aji dan Dion datang ketempat tersebut mencari Rio bersama-sama.
“Ooohh… kalian rupanya, ayo masuk” kata Luna, dia lalu menyuruh keduanya masuk kedalam gudang tersebut.
“Aaahh… permisi maaf kalau mengganggu” kata Aji yang mana berusaha untuk bersikap sopan didalam gudang itu.
“Hmm… aku tidak perlu, aku kemari cuman ingin bertemu dengan Rio saja” kata Dion.
__ADS_1
“Ooohh… abang Rio lagi pergi, dia bilang katanya mau kearea gunung berapi” kata Lita sambil membaca pesan di smartphone miliknya.
“Hmm… untuk apa dia pergi ke gunung berapi…??” tanya Dion yang penasaran dengan tindakan dari Rio.
Disisi lain Rio yang man sedang mendaki gunung berapi tersebut sendirian sedang dihadang oleh para siluman-siluman yang mana berwajah hijau dan terlihat seperti anak kecil, “Buurrnn… Boomsshh…” dengan sihir apinya para siluman hijau tersebut dan membuat sebagian dari mereka mati terbakar. “Gaaahh… Gaaahh…” para siluman hijau tersebut lalu mulai marah dan dengan sigapnya mereka ingin menyerang Rio tetapi “Glluuppss…” dengan cepat Rio langsung menyelam kedalam bayangan dan muncul kembali dibelakang para siluman-siluman hijau tersebut, “Crraanggss… Crraanggss… Crraanggss… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” dengan crosbow miliknya Rio menembaki para siluman tersebut dan membuat mereka lumpuh untuk sementara, “Buusshh…. Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” dan dengan cepat dia menebas para siluman tersebut menggunakan pisau miliknya.
“Haaah… melawan para siluman-siluman ini tampa memanggil mahluk yang aku kontrakan sangatlah sulit, aku harap kau memberikan hadiah yang cukup besar padaku Batara Kala” kata Rio yang mana berbicara dengan Batara Kala lewat smartphone miliknya.
“Hehehehe… kau tenang saja, ini adalah hadiah yang akan sangat kau butuhkan” kata Batara Kala.
Sebelumnya Batara Kala membuat Rio untuk terbang kesebuah gunung berapi dipedalaman, dan disana terdapat penghalang yang membuat aplikasi DS Game tidak dapat berfungsi dengan benar, hal itu membuat Rio tidak bisa menggunakan pilihan pemanggilan mahluk yang dia kontrakan tetapi dia masih bisa membuka toko dan tempat penyimpanan miliknya. Namun disaat dia mecoba menggunakan sebuah alat sihir sekala besar dirinya dikecewakan karena alat tersebut langsung hancur seketika dia menggunakannya, karena penghalang sebagian alat sihir tidak bisa digunakan dan hanya alat-alat sihir tipe alat serangan yang dapat digunakan dan perkamen sihir sama sekali tidak dapat digunakan.
Disaat itu Rio mulai mendaki perlahan-lahan dan karena sayap Garuda tidak bisa digunakan Rio harus berjalan kaki untuk bisa naik keatas gunung berapi tersebut, “Trraanggss… Trraanggss… Rooaarr…” siluman hijau besar yang mana terlihat seperti raksasa dengan senjata pedang besar ditangannya muncul untuk melahap Rio, dengan mulut yang penuh air liur dari siluman raksasa hijau tersebut mengeluarkan air liur asam “Ssshh… Ssshh… Ssshh…” yang mana membuat batu-batu disekitarnya meleleh. Rio yang mana melihat hal itu langsung menyiapkan senjata miliknya dan bersiap untuk bertarung melawan siluman hijua raksasa tersebut.
“Haaah… sekarang akan aku anggap ini sebagai latihan pertarungan jarak dekat untukku” kata Rio, dia “Busshh…” dengan cepat maju untuk bertarung satu lawan satu melawan siluman hijau raksasa tersebut.
Bersambung…..
__ADS_1