Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 349 Pewarisan Lemegeton bagian 6


__ADS_3

Rio yang mana telah mengurung Gilang kedalam es yang mana tercipta dari tubuh Nymph terlihat akan menyegel dirinya, dia tidak bisa membunuh Gilang saat itu juga dan karena itulah dia memutuskan untuk menyegelnya dan membuatnya menderita seumur hidupnya. Akan tetapi disaat itu juga “Srraahkk…” secara tiba-tiba Gilang muncul kembali dari belakang Rio dan juga Azazel, dengan pedang hitam yang mana terbuat dari aura iblis miliknya Gilang menyerang “Fusshkk…” tepat kearah Rio dan Azazel.


“Trranggs…” menggunakan sayapnya Azazel lalu langsung menahan serangan dari padang Gilang tersebut, disaat yang bersamaan pula Rio langsung lepas konsentrasinya pada setiap gulungan penyegel tersebut, “Busshkk…” dengan cepat mereka langsung menjauh dari gulungan tersebut “Bomsshkk….” Gulungan sihir itu kemudian langsung meledak karena kesalahan fungsi.


“Apa yang terjadi, apa aku tertipu oleh klon miliknya” pikir Rio.


“Hahahha… kau terlihat seperti orang bodoh sekarang keponakanku” kata Gilang.


“Srranggs…” dia menembas petimati es yang mana mengurung dirinya yang lain, setelah itu mereka berdua menjadi satu kembali dan “Burrshk…” kekuatan sihir mereka menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


“Jadi begitu, nampaknya Gilang telah mendapatkan kekuatan untuk membelah diri” kata Azazel.


“Kekuatan untuk membelah diri, jadi begitu dia hampir sama dengan Roy Black” kata Rio.


“Benar sekali mereka berdua itu asli, dan saat keduanya terbelah keduanya memiliki pikiran dan juga jiwa masing-masing, jadi jika kita ingin mengalahkannya maka membunuh seluruh belahan dirinya adalah satu-satunya jalan” kata Azazel.


“Itu tidak akan mudah karena kita tidak tahu berapa banyak dia telah membelah dirinya, akan tetapi kita bisa kalahkan dulu yang satu ini” kata Rio.


“Wusshk…” dengan cepat Rio kemudian langsung bergerak, “Burnn…” dia menggunakan sihir api putih miliknya untuk menyerang Gilang, disaat yang bersamaan “Wrrusshk…” sayap hitam milik Gilang keluar dan memadamkan api putih milik Rio tersebut. Dan saat itu juga Rio langsung mengarahkan serangan tinjunya pada Gilang namun “Taask…” Gilang dapat dengan mudah menangkapnya.


“Jangan kita kau bisa memukul wajahku lagi” kata Gilang.


Lalu Rio kemudian mengumpulkan energy sihir disekitar tenggorokannya dan “Frusshkk...” dia menyemburkan api putih dari mulutnya, dan serangan api putih itu langsung mengenai wajah dari Gilang.

__ADS_1


“Gaaahkk… dasar sialan” karena kesakitan oleh serangan dari api putih tersebut Gilang kemudian tampa sengaja meleparkan genggaman tangannya.


Disaat itulah Rio langsung bertindak “Dussk…” dengan tendangan kuat kearah pangkal kaki Gilang dia membuat Gilang berlutut dihadapannya, dan “Srringgs…” menggunakan sebuah alat sihir pisau yang mana telah dibalut oleh api putih miliknya, Rio bersiap untuk menusuk kepala Gilang menggunakan pisau tersebut. “Taasskk…” namun Gilang dengan cepat langsung pulih dan bahkan dapat menangkap pisau yang diarahkan Rio pada dirinya, menggunakan tangan kanannya Gilang menangkap pisau tersebut lalu disaat yang bersamaan “Busshkk…” Gilang langsung meninju perut Rio menggunakan tangan kirinya.


“Itu balasan dariku” kata Gilang.


Disaat Rio yang mana terpukul itu terhempas kebelakang “Busshkk…” Rio langsung melompat dan memutar tubuhnya dan “Dusshk…” menggunakan kaki kanannya dia menendang wajah dari Gilang, “Fushkk…” Gilang lalu juga ikut terhempas karena serangan dari Rio tersebut, marah dan kesal karena serangan dari Rio “Srrangg…” Gilang langsung menciptakan puluhan senjata hitam dengan aura iblis miliknya.


“Akan aku habisi kau” kata Gilang.


“Hehehe… apa kau tidak melupakan seseorang” kata Rio.


“Trranggs…” Azazel yang mana sedari tadi tidak bergerak menggunakan kekuatan khusus miliknya untuk mengendalikan ruang disekitarnya, dia lalu memadatkan sebuah bola kekuatna ruang kecil yang mana mengandung seluruh kekuatan sihir miliknya. Dan saat itu juga Gilang langsung mengarahkan setiap senjata hitam miliknya itu kearah Azazel, akan tetapi “Tring… Tring… Tring…” setiap senjata hitam miliknya itu langsung hancur terkena peluru ari milik Nymph yang mana telah di perkuat dengan kekuatan sihir milik Rio.


“Bussshhkk….” Serangna bom ruang tersebut seperti sebuah lubang hitam kecil, yang mana memilik kemampuan untuk menyedot semuanya kedalam satu titik kecil, dan saat itu juga Azazal telah dengan cepat melemparkanya kearah Gilang. Disatu titik tersebut Gilang lalu merasakan kalau seluruh ruang disekitar dirinya mulai bengkok, disaat itu juga dirinya merasakan kalah seluruh tulang, organ dan bahkan darahnya hancur seketika ketika dia merasakan kekuatan bola raung tersebut.


“Busshk… Bumsshk…” Bola ruang itu kemudian menghisap Gilang masuk kedalamnya dan “Bomshkk…” mengubah gilang menjadi sebuah kelereng hitam yang mana terbuat dari darah dan juga tubuhnya.


“Sekarang dia telah tewas” kata Azazel, dia terlihat sangat kelelahan dan juga hampir tidak dapat menggerakan tubuhnya.


“Heeii… kalian sedang main apaan itu” kata Gilang yang mana secara tiba-tiba muncul dibelakang Azazel.


“Kau… berapa banyak belahan dirimu yang sebenarnya, kenapa aku tidak bisa merasakan auramu” kata Azazel.

__ADS_1


“Crrastt…” Gilang lalu menusuk jantung Azazel menggunakan tangan kanannya, dia mengubah tangan kanannya menjadi seperti pisau yang sangat tajam, dan dengan pisau itu dia menusuk menembus jantung dari Azazel. “Wusshkk…” Rio kemudian langsung bertindak dengan sangat cepat, dia langsung memerintahkan Nymph untuk melemparkan dirinya kearah Gilang, dan dengan menggunakan kakinya “Dusshkk…” Rio mendaratka serangannya kearah Gilang.


“Krrassk…” Rio dapat mendengarkan suara tulang yang patah dari leher Gilang, akan tetapi saat itu juga dia melihat wajah Gilang yang mana hanya tersenyum melihat Rio yang mana berusaha untuk menyerang dirinya.


“Hehehe…. Sakit tahu” kata Gilang.


“Taask…” dia lalu menangkap kaki Rio menggunakan tangan kanannya dan “Bussmmhkk…” Gilang langsung membanting tubuh Rio dengan kuatnya, “Fusshkk…” dia lalu mengangkat tubuh Rio kembali keatas udara untuk dia banting kembali, namun “Crrast… Crrast… Crrast…” Nymph bertindak dengan sangat cepat dan menusuk tubuh Gilang menggunakan air miliknya. Melihat kesempatan yang mana diciptakan oleh Nymph tersebut, “Burrnn…” Rio langsung membakar tangan kanan Gilang sampai menjadi abu dengan api putih miliknya, “Wruushkk…” tangan kanan Gilang lalu langsung putus karena serangan api putih milik Rio.


“Wusshkk…” tidak hanya itu saja, setelah Rio lepas dari tangan kanan Gilang dia langsung bergerak dengan sangat cepat kearah Gilang dan kemudian “Busshkk…” dengan tapak tangannya dia membuat Gilang mundur beberapa langkah dari dirinya. “Tassk…” dan dengan cepat Rio langsung menyelamatkan Azazel yang mana jantungnya terluka tersebut, “Wusshkk…” Rio kemudian langsung berlari menjauhi Gilang yang mana saat itu berbeda dari yang dia temui saat tadi.


“Hehehehe… jangan kabur kau, Lemegeton itu adalah milikku” kata Gilang, “Taassk…” Nymph yang mana masih ada disana berusaha untuk menahan Gilang dan mengurung dirinya didalam sebuah gelembung air raksasa.


Namun “Srrahhk….” Aura iblis milik Gilang sangat kuat dan juga besar, dan dalam waktu beberapa detik seluruh tubuh air milik Nymph telah dicemari oleh aura hitam milik Gilang dan membuat dirinya kalah ditempat itu, “Trrranggs…” Nymph kemudian dipaksa kembali kealamnya. Merasakan kalau Nymph telah kalah, Rio langsung tahu kalau Gilang sedang akan mengejar dirinya.


“Apa-apaan tadi itu, dia berbeda dengan Gilang yang selama ini aku lawan tadi, apakah yang pertama aku jumpai ditempat ini adalah belahan dirinya, sementara dia adalah yang asli” pikir Rio.


“Rio lepaskan aku” kata Azazel.


“Diamlah… kalau kau tidak mau mati maka kau harus diam, kita akan pergi dari dimensi ini dan membawa kau ketempat yang aman” kata Rio.


“Tidak perlu… yang perlu kau amankan saat ini adalah artefak ini, bawa pergi dan kuasailah, terima kekuatan dari sang raja dan kalahkan monster itu” kata Azazel yang mana menyerahkan Lemegeton kepada Rio.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2