
Disebuah tempat ujian yang mana adalah area aman, disana Jill dan para bawahannya sedang menguasai tempat itu, mereka membuat para partisipan yang menandatangani perjanjian dengan Rio untuk masuk kedalam kelompok mereka walaupun hanya sementara waktu. Lalu pada saat Jill sedang mengatur tempat itu “Wuussh…” bawahannya datang untuk mengantarkan rekaman tentang Rio dan para rekan-rekannya.
“Hahahah… kalian sudah datang, bagus-bagus sekarang berikan padaku” kata Jill dengan senangnya, bawahannya itu lalu memberikan sebuah kristal hitam pada Jill.
Melihat kristal hitam tersebut Jill merasa sangat senang dia lalu langsung berlari kearah tenda miliknya, dan didalam tenda tersebut dia memasangkan sebuah sihir penghalang yang menghalang suara dan pandangan mata dari luar, baik itu manusia ataupun dewa sekalipun tidak dapat melihat apa yang dilakukan Jill sekarang ini karena penghalang buatannya sangat kuat. “Trraasskk…” bahkan para Jin yang menerima permintaa dari para dewa dan raja iblis, tidak dapat menembus penghalang milik Jill dan malah mereka yang terpental jauh dari tenda milik Jill.
“Srrrrtttkkk….” Didalam tenda itu Jill melihat sebuah vidio tentang Rio yang mana sedang bertarung melawan para siluman musang tersebut, “Srraasstt… Krraasst… Crrasstt…” didalam vidio itu Rio menebas para siluman tersebut dengan santainya dan bahkan membuat gerakan indah yang membuat Jill terpukau. Melihat gerakan yang dibuat Rio menggunakan pisau dan sihir milik Jill menjadi semakin gila, dia mendekatkan wajahnya kelayar dimana ada Rio disana.
“Ahahahah… Hahhahaha…. Keren sangat keren, aku benar-benar mencintainya Haah-haah-haahh…. Aku ingin mendapatkannya tidak aku akan mendapatkan dirinya” kata Jill dengan gilanya.
Para bawahan Jill tidak tahu dan tidak bisa mendengar apa yang dilakukan Jill didalam tendanya, namun mereka tahu satu hal yang pasti “Srrraaaahhh…..” aura hitam yang keluar dari tendanya tersebut itu sangatlah mengancam dan mereka tahu tidak baik untuk bertanya apapun yang terjadi pada Jill saat dia keluar nantinya. “Srrttss…” Jill lalu keluar dari tendanya dengan gerakan kakinya yang linglung dan lemas, dia terlihat seperti seorang wanita yang habis minum-minuman keras dan sekarang ini sedang mabuk berat.
“Bagus…. Kau bekerja dengan sangat bagus, nanti setelah kita pulang nanti akan kuberitahu ayahku untuk meberikan kau hadiah yang besar” kata Jill yang puas dengan hasil kerja dari bawahannya itu.
“Terimakasih atas kebaikan anda nona, selain itu hamba juga membawa sebuah petunjuk mengenai tempat dan juga raksasa yang ada disana” kata bawahan Jill.
“Hmmm.... menarik katakan padaku apa yang kau tahu” kata Jill yang mulai penasaran.
“Pada saat saya dan kelompok saya mengikuti Rio kami menemukan sebuah gua yang mana mengandung energy sihir yang cukup kuat didalamnya” kata bawahan dari Jill.
__ADS_1
“Hahha… kalau begitu itu bagus, aku bisa bertemu dengan Rio sambil mendapatkan informasi penting, sekali tepuk dua tiga nyamuk dibunuh dengan mudahnya” kata Jill, dia lalu memerintahkan kelompok tersebut untuk segera bersiap untuk pergi dari sana kearah gua tersebut.
Sementara itu disisi lain Rio dan para rekan-rekannya sudah berada dalam gua tersebut, lalu didalam gua itu Rio merasakan hawa dingin yang mana menusuk kebelakang lehernya.
“Brrr… Hmmm… aku merasakan sebuah bahaya akan datang” kata Rio yang mana merasakan bahaya mendekati dirinya.
“Abang-abang kenapa…?? Kok kayaknya gak enak badan yah” kata Lita yang melihat wajah Rio.
“Hahahha… aku tidak apa-apa, hanya memiliki sebuah firasat buruk aja” kata Rio.
“Heeei… kalau kalian masih ngomong terus nanti kami tinggal” kata Gio yang sudah berada jauh didepan.
“Hahahaha…. seru sekali” kata Lita yang merasa senang berseluncur dengan Rio.
Lalu diujung jalan dari gua itu terdapat sebuah cahaya yang terang, melihat hal tersebut Rio lalu menambah kecepatannya “Wuussh…” lalu dia melihat sebuah ruangan yang mana sangat besar, dan bukan cuman besar saja seluruh ruangan tersebut telah ditutupi oleh lantai batu hitam yang mana sangatlah kuat. “Buurrnn…” Rio lalu menyalakan api menggunakan sihir api miliknya, dia lalu melihat sebuah obor dan menyalakannya.
“Burrnn… Burrnn… Burrnn… Burrnn… Burrnn…” ketika Rio menyalakan satu buah obor yang ada disana, obor-obor yang lainnya juga ikut menyala dan bahkan menerangi seluruh ruangan itu. Aji dan Gio yang langsung menyusul melihat hal itu dan merasa kagum, disetiap dinding dari ruangan itu tergambarkan sebuah gambar kuno yang mana menceritakan sebuah kehancuran.
Dan kehancuran tersebut disebabkan oleh sesosok raksasa yang mana dilukiskan memiliki dua wajah, satu wajah baik yang mana memberikan berkat sihir pada para orang-orang yang berlutut padanya, dan satulagi wajah tertawa jahat yang tertawa dan bersenang-senang karena para orang-orang itu saling membunuh karena telah mendapatkan kekuatan yang dia berikan. Lalu ditengah kericuhan tersebut terdapat sosok gadis yang menangis dan menggunakan belati untuk menusuk jantungnya sendiri, gadis tersebut membuat dirinya menjadi sebuah pengorbanan untuk diberikan pada para dewa dan raja iblis agar mereka bisa membunuh raksasa tersebut.
__ADS_1
Menerima persembahan itu para dewa dan raja iblis disana mulai bekerja sama satu sama lainnya, namun ada juga beberapa siluman berusia jutaan tahun yang mendukung raksasa tersebut dan juga ada beberapa raja iblis yang mendukung raksasa itu karena merasa itu menarik, lalu disan mulailah peperangan antara dewa dan raja iblis. Peperangan tersebut berlangsung cukup lama dan bahkan berlangsung beberapa tahun, peperangan itu lalu membuat hampir seluruh kehidupan didaerah tersebut mati karena tidak dapat menahan energy kuat dari para dewa dan raja iblis disana.
Sampai pada akhirnya peperangan itu berakhir dengan kekalahan sang raksasa tersebut, dan dirinya lalu disegel disebuah gunung besar yang mana kekuatannya telah ditarik darinya. Bahkan karena sebuah sihir yang unik dari para dewa dan raja iblis tersebut nama dari raksasa itu tersegel agar para manusia, siluman, dan iblis tidak dapat menyembahnya dan memohon kekuatan pada dirinya.
Pada saat melihat lukisan itu Rio melihat sebuah gambar kotak yang mana didalamnya ada sebuah tulisan sangserkerta, namun tulisan itu dirusak oleh seseorang dengan sengaja agar membuat siapapun tidak bisa menyebutkan nama dari sang raksasa tersebut.
“Taak-taak-taak…” lalu Rio langsung mendengar suara langkah kaki dari arah mereka berasal, mendengar suara langkah kaki tersebut Rio merasakan sebuah hawa yang sangat mengancam, dan benar saja dari arah suara itu Jill datang bersama dengan para bawahan setia miliknya.
“Hei… Rio apa kabar, kebetulan sekali kita bertemu disini, apa mungkin ini takdir yah” kata Jill dengan wajahnya yang tersenyum dan merona melihat Rio didepannya.
“Kau…. jangan bilang kau menyuruh seseorang untuk mengikuti kami” kata Rio yang menebak dengan sangat tepat.
“Ehhh… hahaha… kau bilang apa, mengikuti mana mungkin aku melakukan hal seperti itu” kata Jill yang sedikit panik karena tebakan Rio sangat tepat.
“Uugghkk… dari kata-katanya aku bisa menebak kalau yang aku katakan itu benar, Haaah… sekarang aku harus apa, aku sama sekali tidak tahu harus menghadapi perempuan ini bagaimana” pikir Rio yang kesulitan menghadapi tingkahlaku dari Jill.
Bersambung…….
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar cerita dinovel ini semakin bagus dan tambah menarik lagi.
__ADS_1