Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 170 Kastil Naga iblis bagian 2


__ADS_3

Setelah kalah dari hantu Banyu iblis yang dipanggil orang asing tersebut langsung menghilang kembali kealamnya, “Glluppss… Swwusshhkk…” lalu dengan cepat hantu Banyu langsung mendekati Rio seperti hewan peliharaan yang mana sedang menunggu pujian dari tuannya.


“Kerja yang bagus, sekarang kembalilah terlebih dahulu” kata Rio.


“Bos…. Yang tadi itu kalau tidak salah namanya Yokai bukan, yang dari Jepang itu” kata Gio.


“Yah… tidak salah lagi, mereka adalah pengguna aplikasi DS Game yang berasal dari Jepang” kata Rio.


“Hmm… tampaknya negara lain telah datang ke sini untuk mengambil kesempatan juga, dasar orang asing itu berani juga mereka masuk kemari” kata Alex yang mana melihat kepergian ke 5 orang asing tersebut.


“Oi… kau juga berasal dari luar negeri, jangan sok marah-marah kalau kau sendiri juga adalah penjajah” kata Rio yang mantap Alex dengan tatapan dingin.


“Aah… hahahaha…. aku sudah agak lama tinggal disini jadi menganggap ini adalah rumahku” kata Alex.


“Jadi bagaimana sekarang, mereka yang tadi itu kelihatannya juga mencari harta karn Bahamut disini juga, aku tidak yakin akan ada harta yang berharga akan ditinggalkan disini” kata Rio.


“Ooi… coba lihat ini aku menemukan sebuah kotak harta” kata Gio.


Alex dan Rio lalu langsung kearah Gio untuk melihat apa yang telah dia temukan, dan benar saja perkataan Gio barusan itu adalah sebuah kotak harta karun yang mana berisikan banyak koint emas dan juga alat-alat sihir, tetapi disana hanya ada alat sihir biasa dan tidak ada alat sihir tingkat tinggi ataupun artefak.


“Yah… untuk penjelajahan pertama ini termasuk sebuah keberuntungan, mari kita bagi harta jarahan yang ada” kata Alex.


Beberapa menit kemudian mereka telah membagi tiga harta yang telah mereka temukan tersebut, tetapi ke 3 vampire yang mana mengikuti mereka sama sekali belum kembali setelah mengejar ketiga orang asing yang pertama kali mereka jumpai tersebut.


“Kau bisa menghubungi mereka…??” tanya Rio pada Alex.


“Tidak aku sama sekali tidak bisa terhubung dengan pikiran mereka” kata Alex yang mencoba untuk menghubungi ke 3 vampire tersebut lewat telepati.

__ADS_1


“Hmmm… tampaknya lawan mereka adalah orang yang sangat kuat, atau mereka bertiga terkena sebuah jebakan” kata Rio.


“Ada kemungkinan seperti itu, tampaknya aku harus meminta bantuanmu lagi untuk menyelamatkan anggotaku” kata Alex yang mana berharap kalau Rio dapat membantu dirinya.


“Yah… mau bagaimana lagi, ayo cepat pimpin jalannya” kata Rio.


“Terimakasih banyak, tolong ikuti aku” kata Alex.


“Aku masih membutuhkan mereka untuk bisa melawan beberapa pengganggu yang akan datang nantinya, untuk menyelamatkan mereka memanglah sebuah keharusan demi menjaga hubungan baikku dengan raja iblis Teppes” pikir Rio yang mana memikirkan keuntungan dan kerugian yang dia dapatkan kalau dia membantu Alex.


“Rooaarr…” sementara itu para vampire yang mengejar ketiga orang asing yang pergi berpencar itu kembali menyatu disatu tempat, mereka memancing ke 3 vampire tersebut untuk menuju kesebuah tempat yang terlihat seperti desa yang telah ditinggalkan. Dan didalam desa tersebut ketiga orang asing itu telah melepaskan sesosok mahluk panggilan yang mana telah memankan banyak iblis yang mana dalah warga desa yang tertinggal, iblis tersebut terlihat seperti sesosok ulat yang mana memiliki kepala manusia dan dengan panjang lebih dari 25 meter ular tersebut mengincar para vampire itu seperti sebuah makanan.


“Trranggssk… Krraanggsstt…” para vampire tersebut berusaha untuk melawan iblis ular berkepala wanita tersebut, tetapi kuku dan sihir darah para vampire tersebut sama sekali tidak dapat menggores sisik dari iblis ular berkepala wanita tersebut.


“Kita harus apa sekarang, kalau seperti ini terus maka kita bisa kehabisan darah dan menjadi makanan dari wanita ular ini” kata salah satu dari ke 3 vampire tersebut.


“Hahahah… sekarang para vampire itu tidak akan bisa berbuat apa-apa, Nure Onna bunuh mereka sekarang” kata salah satu dari ketiga orang asing tersebut, mereka melihat pertarungan dari atas atap rumah yang agak tinggi.


“Ssshhh….” Iblis yang bernaman Nure Onna tersebut lalu membuka mulutnya dan akan melahap ketiga vampire tersebut, “Buurnn… Boommshh…” lalu secara tiba-tiba sebuah bola api yang mana berwarna ungu kehitaman muncul dan meledakan kepala dari Nure Onna.


“Kurang ajar siapa disana keluar kau” kata salah satu dari ketiga orang asing tersebut.


“Maafkan aku kalau mengganggu waktu makan peliharaan kalian, tetapi ketiga vampire itu ada dalam kelompokku jadi bisa kuminta kembali mereka bertiga” kata Rio dengan tatapan dinginnya yang mengancam.


“Dasar sombong, kau kira dapat menghadapi kami hanya dengan dirimu” kata salah satu dari ketiga orang tersebut, “Wuussh…” dia lalu melompat kearah Rio dan membuat sebuah rangkaian sihir dengan tangannya.


“Srriittt…” dia membuka penutup mulutnya “Buurrrssshh…” dan dari mulutnya muncul sebuah semburan air yang mana terkonsentrasi pada satu titik, “Srraahhkk…” air itu dapat memotong apapun dan mengarah langsung kearah Rio.

__ADS_1


“Menjijikan…” kata Rio, “Crraakk… Trranggss…” lalu secara tiba-tiba Rio menghilang dari pandangan mata mereka.


“Dimana dia, bukannya tadi dia berdiri disana” pikir orang asing yang menembakkan air tersebut.


“Maaf yah tetapi aku tidak suka bermain dengan air, jadi kenapa kita tidak main dengan api” kata Rio, “Taakks…” dia memegang leher orang asing tersebut dan “Buurrnn…” menggunakan sihir api miliknya dia membakar habis tubuhnya menjadi debu dengan seketika.


“Dasar kurang ajar, beraninya kau membunuh teman kami” kata kedua orang asing tersebut.


“Hei… aku memang bukan siapa-siapanya kalian, tetapi saranku kalian harus hati-hati pada punggung kalian yang lebar tersebut” kata Rio.


“Apa yang kau kata… Crrasstt…. UUgghhkk….” Kedua orang asing tersebut langsung ditusuk dari belakang mereka, sebuah belati merah yang mana mirib dengan darah menusuk tubuh mereka dan membuat tubuh keduanya langsung kaku.


“Hei… bukannya tadi tidak bagus memberikan saran seperti itu” kata Alex yang mana adalah orang yang menusuk kedua orang asing tersebut.


“Hmm… itu strategi yang membuat mereka agar lengah, seharusnya kau berterimakasih padaku” kata Rio yang melihat kearah Alex.


“Haaah… sudahlah kalau kau bilang begitu, kalian makan kedua orang itu dan pulihkan tubuh kalian” kata Alex.


“Shhhaaaahh….” Tetapi saat mereka kira semua telah selesia Nure Onna yang mana masih ada disana tetap hidup walaupun ketiga orang asing tersebut telah terbunuh.


“Oi-oi… apa-apaan ini, bukannya seharusnya dia kembali kealamnya setelah kematian orang yang memanggilnya” kata Rio yang mana melihat Nure Onna marah padanya.


“Sepertinya dia marah padamu” kara Alex.


“Yah… aku bisa melihat itu dengan sangat jelas, terimakasih…” kata Rio.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2