Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 208 Kekacauan didalam markas


__ADS_3

Setelah selesai dalam misi mereka Rio, Luna dan juga Dion langsung mengarah langsung kedalam dimensi mereka, dan setelah mereka sampai disana mereka melihat banyak kerusakan yang terjadi dimana-mana. Rio yang mana ada disana juga mencium samar-samar bau racun di udara, mengetahui hal tersebut Rio langsung berlari kearah markas serikatnya.


“Wuussh….” Lalu saat mereka sampai didepan gedung markas serikat mereka, Rio melihat pemandangan yang tidak biasa.


“Taaassk… Taasssk…” Lili yang mana saat itu memegang cambuk sedang menyiksa para iblis yang mana tangan dan kakinya sedang terikat, melihat hal itu Rio merasa sia-sia sudah khawatir dengan apa yang terjadi.


“Sebenarnya apa yang terjadi disini” kata Rio.


“Oooh… kalian sudah kembali rupanya, bagaiman pertarungannya apa menyenangkan…??” tanya Angga yang mana terlihat sangat puas.


“Bisa jelaskan apa-apaan itu...??” kata Rio yang menunjuk kearah Lili yang sedang menyiksa para iblis tersebut.


“Ohhh… itu mereka para penyusup” kata Angga.


“Hmm… penyusup..??” kata Rio.


“Iya kelihatannya mereka adalah anak buah dari raja iblis Beelzebub, dan karena mereka datang secara tiba-tiba yah aku serang saja mereka” kata Angga.


“Aku mengerti sekarang, jadi pertarungan dengan mereka yang membuat hutan itu kacau seperti itu” kata Rio.


“Tidak juga, ada orang lain yang mana datang akan tetapi dia sangat kuat sehingga aku harus serius untuk melawannya” kata Angga.


“Lalu apa yang terjadi…?? Apa kau membunuhnya” kata Rio.


“Tidak dia kabur, dia menggunakan asap beracun untuk menutupi keberadaannya dan lalu pergi kabur” kata Angga.


“Kalau begitu bagaimana dengan tubuhmu, kau tidak sekarat karena keracunan bukan” kata Rio.

__ADS_1


“Tenang saja aku baik-baik saja, racun yang dia lemparkan adalah racun pelumpuh yang mana melumpuhkan otot-ototku, saat itu dia sudah aku buat terluka dan Lita datang membawa banyak hantu Pagebluk dibelakangnya sehingga dia tidak punya pilihan lain selain melarikan diri” kata Angga.


“Bagus kalau begitu, akan kuperbaiki hutannya setelah selesai mengurus sesuatu” kata Rio.


Sebagai pemilik dari dimensi tersebut Rio dapat menggunakan aplikasi DS Game untuk mengatur dimensi tersebut, baik itu membuat sebuah hutan ataupun menambahkan beberapa siluman untuk dia dan anggotanya buru. Akan tetapi untuk melakukan hal tersebut Rio membutuhkan sejumlah besar gold point, dan untuk memperluas dimensinya dia membutuhkan beberapa pecahan dimensi.


“Bagaimana dengan misinya, apa kau mendapatkan benda yang kau incar…??” tanya Angga.


“Tentu saja, tetapi aku juga mendapatkan masalah disana” kata Rio.


Dia lalu masuk kedalam markas serikatnya dan disana dia meninggalkan Angga sendirian, Angga ingin tahu apa yang dimaksud Rio dengan masalah tersebut.


“Hei… kalian tahu apa yang terjadi, katanya kalian dapat masalah…??” kata Angga yang bertanya pada Luna dan Dion.


“Oooh… itu memang benar, kalau tidak salah kami mendapatkan masalah dari seorang perempuan yang mana adalah pengguna aplikasi dari jepang” kata Dion.


“Dasar maniak…” kata Luna yang mana mengikuti Rio masuk kedalam markas serikat.


Didalam serikat tersebut Rio melihat para siluman singa yang mana sedang tertidur didekat Lita, dan ketika Rio masuk kedalam ruangan tersebut mereka langsung bangun dan menghampiri Rio.


“Krrrrr….” Seperti kucing yang mana sedang meminta makanan ke tiga siluman singa tersebut dapat mencium bau jantung siluman berusia 10.000 tahun tersebut, dan bau itu membuat mereka langsung memohon-mohon pada Rio untuk memberikan para mereka jantung tersebut.


“Kalian memang memiliki penciuman yang hebat” kata Rio.


“Ping-ping…” dia lalu mengeluarkan jantung siluman berusia 10.000 tahun itu dari penyimpanan DS Game miliknya, dan lalu melihat jantung tersebut ke 3 siluman singa itu langsung melompat dan berusaha untuk merebutnya dari Rio. Akan tetapi dengan cepat Rio berhasil menghindari lompatan para siluman singa itu.


“Abang udah cepat kasih aja, kasihan mereka jangan dibuat main-main” kata Lita.

__ADS_1


“Hahahah… ok-ok, tunggu sebentar yah” kata Rio, “Srringgss…” dia mengeluarkan pisau “Ssraasstt…” dengan sekali tebasan Rio memotong jantung tersebut menjadi tiga bagian.


“Trraakkss…” dan pada saat tiga jantung potong jantung tersebut terjatuh, “Crrastt... Krrastt… Crraaurrsst…” ketiga siluman singa tersebut dengan lahap memakan jantung tersebut dan setelah memakannya Rio dapat merasakan energy sihir dari ketiga siluman singa itu menjadi semakin kuat dan juga liar. “Grooaar… Hooaam…” ketiga siluman singa itu lalu langsung mengantuk dan kemudian mereka kembali ketempat tidur mereka, “Trrukk…” ketiga lalu langsung tidur dengan energy sihir yang mana sangat liar didalam tubuh mereka.


“Hmmm…. Nampaknya proses evolusinya berjalan dengan lancar, kita lihat kekuatan apa yang akan mereka bertiga bangkitkan nantinya” pikir Rio yang mana melihat kearah ketiga siluman singa yang tertidur tersebut.


“Abang-abang… mereka bertiga gak apa-apa kan, kok kayaknya lagi kesakitan gitu” kata Lita.


“Jangan khawatir tentang itu, mereka akan menjadi semakin kuat ketika mereka bangun nantinya, yang harus kita lakukan adalah menunggu dan membiarkan mereka bertiga tetap tertidur pulas” kata Rio.


“Oooh… ok Lita akan menjaga mereka dengan sepunuh hati” kata Lita.


“Hahahha…. Aku mengandalkanmu” kata Rio yang mengusap kepala Lita dengan lembut.


Beberapa hari kemudian didalam markas serikat Rio, terjadi sebuah keributan dan asal dari keributan tersebut adalah ketiga siluman singa yang mana telah berevolusi tersebut, “Rrooarr…” mendengarkan suara mahluk buas tersebut Rio dapat mengetahui kalau ketiganya telah berhasil menjadi mahluk yang lebih tinggi. Lalu ketika Rio masuk kedalam ruangan mereka, dia melihat ketiga dengan tatapan puas.


“Tampaknya aku mendapatkan hadiah besar kali ini” kata Rio.


“Roaarr…” ketiga siluman singa tersebut telah sukses berevolusi dan bulu mereka menjadi lebih lebat dan kuat, bahkan tubuh mereka sekarang ini dapat disamakan dengan seekor beruang dewasa. Ketiga siluman singa itu sekarang memiliki element yang berbeda-beda yang mana terlihat dari kristal dikening mereka, salah satunya memiliki kristal merah yang menandakan kalau dia adalah siluman singa api, satunya lagi memiliki kristal biru keunguan yang mana menandakan kalau dia adalah siluman singa es, dan terakhir memiliki kristal hitam gelap dikeningnya yang menandakan kalau dia adalah siluman singa kegelapan.


“Bagus kalian telah menjadi lebih kuat, mulai sekarang aku berharap banyak pada kalian” kata Rio.


“Grroaar… Rooaarr….” Para siluman singa itu lalu mengaung seakan-akan mengerti dengan ucapan dari Rio, mereka telah bersiap untuk maju kemedan perang dan juga telah siap untuk membunuh siapapun yang akan menjadi musuh dari tuan mereka.


Penjelasan : Siluman adalah mahluk mati yang mana dirasuki oleh roh gentanyangan, dan siluman itu akan menjadi liar dan memburu para manusia untuk menambah kekuatan mereka, akan tetapi ada juga siluman yang mana terlahir dari siluman lainnya dan biasanya mereka akan menjadi lebih kuat dari kedua orang tua mereka dan menjadi ancaman bagi umat manusia. Namun beberapa iblis dan manusia yang menyadari potensi dari anak siluman tersebut mulai memburu mereka, mereka menyadari kalau para anak siluman dapat diajari dan dijinakan untuk menjadi peliharaan mereka.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2