Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 86 Rencana untuk menyerang


__ADS_3

Disuatu tempat yang mana terlihat seperti sebuah café telah duduk dengan santainya dua orang yang memiliki kontrak dengan dewa, keduanya memiliki dendam dimasalalu dan keduanya juga ingin membunuh satu sama lainnya.


“Hmm… aku merasa ada yang aneh dengan kedua orang itu” kata pelayan café disitu, pelayan café itu merasa ragu-ragu untuk melayani Rio dan Angga.


Aura permusuhan mereka berdua keluar dengan sendirinya dan bahkan membuat orang biasa dapat merasakan aura permusuhan mereka, walaupun diluar mereka terlihat seperti kedua teman yang sedang minum bersama tetapi didalam mereka berdua sudah bersiap untuk saling bunuh satu sama lain.


“Jadi ada apa kau memintaku untuk datang kesini, aku punya peliharaan yang harus aku urus” kata Rio dengan nada dingin.


“Hahahha…. kata-katamu sangat kasar untuk seseorang yang melakukan penipuan” kata Angga.


“Penipuan apa yang aku lakukan, kau sendiri yang salah sangka waktu itu, kau tidak bisa menyalahkan orang lain atas kebodohanmu” kata Rio, dengan senyumannya dia terlihat seperti sedang merendahkan Angga.


“Sialan aku sama sekali tidak bisa melawan apapun yang dia ucapkan” pikir Angga.


“Jadi kau masih ada disekitar sini, apa kau yakin tidak mau pindah saja mengingat Dion juga membuat markas ditempat ini” kata Rio.


“Ooooh… laki-laki dengan Naga besuki itu, sebenarnya aku tidak mau membuat masalah dengannya, tetapi kontrak yang aku buat dengan Rudra membuatku harus membunuh beberapa mahluk dengan jiwa yang gelap” kata Angga.


“Yang kau maksud dengan jiwa gelap apa itu maksudnya orang jahat..??” tanya Rio.


“Yah bisa dibilang seperti itu, bisa dibilang mereka adalah orang yang benar-benar gelap auranya dan juga adalah orang yang tercemar jiwanya oleh kejahatan” kata Angga, dia mengatakan semua rekan-rekan yang dibunuh oleh Dion adalah orang yang pantas dibunuh.


“Hmm… aku mengerti jadi itu seperti suatu keharusan bukan, yah… tampaknya aku juga tidak bisa menilai sebagai orang luar” kata Rio.


“Sekarang mari kita bicara sedikit serius” kata Angga, “Trraak…” dia mengeluarkan sebuah kota hitam yang mana sebesar telapak tangan “Trriinggss… Ting-tingsssk… Tritititinggss…” sebuah suara lalu muncul dari dalam kotan hitam tersebut dan menyebarkan energy sihir yang mana membuat orang-orang disekitar mereka sedikit kebingungan.


“Hmm… menarik itu seperti sebuah alat untuk mencegah orang mendengar pembicaraan kami” pikir Rio yang mana melihat energy sihir mulai menyebar keseluruh ruangan.


“Kau tahu kalau 10 dari 15 markas serikat pencari kebenaran telah dihancurkan, dan tampaknya itu adalah perbuatan dari manajemen DS Game” kata Angga.

__ADS_1


“Jadi tampaknya mereka benar-benar memberikan kompesasi yang sangat setimpal” kata Rio yang mana mulai merasakan kalau mahluk yang ada dibalik manajemen DS Game sangatlah kuat.


“Aku hanya bilang itu saja, kalau begitu sampai jumpa nanti” kata Angga, dia lalu pergi dari café tersebut meninggalkan Rio.


Rio lalu memikirkan tentang apa yang akan dia lakukan pada serikat pencari kebenaran tersebut, mengingat dia dan mereka sudah pernah saling menyerang dahulu membuat Rio berpikir kalau dirinya harus menuntaskan masalahnya dengan serikat pencari kebenaran itu, tetapi untuk sekarang ini dia tidak bisa berbuat apa-apa mengingat betapa besarnya serikat yang akan dia hadapi dan lalu disaat Rio akan pergi dari café tersebut.


“Permisi tuan ini bonnya” kata salah satu pelayan café tersebut.


“AAPAAAA….” Kata Rio yang mana terkejut melihat harga dan banyaknya makanan yang telah dipesan Angga.


“Hmm… apa tuan baik-baik saja” kata pelayan itu.


“A… aku tidak apa-apa, aku ingin membayar online bisa lihat barcodenya” kata Rio.


“Trringgss…” setelah selesai membayar Rio langsung pergi dari café tersebut dengan perasaan gusar, dan dibon yang dia pengang telah tertulis 2 juta rupiah untuk puluhan makanan yang dipesan oleh Angga.


“Dasar sialan itu, dia mempermainkanku lagi” pikir Rio dengan perasaan marah.


“Hei abang udah pulang” kata Lita yang langsung melompat kearah Rio dengan cepatnya.


“Buusskk…” dengan kekuatan milik Rio dia berpikir bisa menghadapi hantaman tubuh Lita, tetapi “Ugggkkk…” serangan hantaman tubuh Lita lebih kuat dari yang dia duga dan membuat dirinya kesakitan.


“Uggkk… Lita kau apa semakin kuatyah” kata Rio yang mana merasakan rasa sakit diperutnya.


“Hehehe… aku dapat pil dengan rasa manis dari raja iblis, katanya aku sudah jadi anak yang baik, lalu setelah aku makan pil itu Lita jadi semakin cepat sama kuat” kata Lita, saat Rio mulai merasakan energy sihir yang ada didalam tubuh Lita dia dapat merasakan suatu energy yang mana melindungi kulitnya seperti penghalang berbentuk baju.


“Sialan aku bersusah payah untuk mendapatkan satu skill dari Batara Kala, tetapi anak ini mendapatkan kekuatan hanya karena berbuat baik, murah hati sekali raja iblis itu lebih baik dari Batara Kala” pikir Rio.


“Oii… aku bisa mendengar apa yang kau pikirkan, dan lagi kenapa kau harus cemburu dengan anak itu, pil yang dia dapatkan hanyalah pil untuk membuka kekuatan tersembunyi didalam dirinya” kata Batara Kala yang berbicara langsung kepikiran Rio.

__ADS_1


“Jadi begitu yah, anak ini juga menyimpan sesuatu didalam dirinya” pikir Rio yang merasa tidak enak karena dirinya menggunakan rekan-rekannya sebagai alata untuk balas dendam.


“Abang-abang…. Gak apa-apa” kata Lita yang mana melihat kalau Rio melamun sedari tadi.


“Oooh… aku tidak apa-apa hanya punya sedikit masalah kecil” kata Rio.


“OOOOOOH… sekarang mana makanannya, Sila, Lila, dan Lala sudah kelaparan tuh” kata Lita yang menamai ketiga anak siluman singa tersebut.


“Uwaaah… kau serius mau menamakan mereka seperti itu…??” tanya Rio dengan wajah segan.


“Eeeh… memangnya kenapa, abang gak suka sama nama yang Lita pilih” kata Lita dengan mata yang berbinar.


“Gak bukannya gak suka tapi…. Ok lah kalau begitu, lagipula yang paling sering ngurus mereka itu kamu kok bukan aku” kata Rio yang menyerah dengan keimutan Lita.


Setelah itu Rio mulai memotong-motong kecil-kecil daging sapi yang dia beli “Trranggs…” lalu dia mulai mengkukus daging tersebut, tidak lama kemudian daging tersebut sudah menjadi lembek dan siap untuk disajikan “Trraakk… Trraakk… Trraakk…” Rio lalu menaruh tiga piring daging cincang kukus itu dilantai. “Rraawrr… Rraawrr… Rraawrr… nyaamssn…” ketiganya lalu menyentap daging yang Rio sajikan dengan lahapnya, “Trraanggss… Trraakks…” lalu secara tiba-tiba Luna masuk kedalam gudang tersebut dengan membawa beberapa barang-barang.


“Sini biar aku bantu” kata Rio yang membawa beberapa barang tersebut “Trrak…” dan meletakkannya diatas meja.


“Fiiuuhh… tadi itu lumayan berat juga” kata Luna.


“Kau belanja sebanyak ini untuk apa…???” tanya Rio.


“Heheheh… sebenarnya aku habis pergi mengintai, dan belanjaan ini hanyalah kamuflase yang aku gunakan” kata Luna.


“Kau mengintai apa…??” tanya Rio.


“Heheheh… salah satu markas utama milik serikat pencari kebenaran, tempat itu ada dikota sebelah dan lagi tempat itu ada banyak alat sihir yang diteliti, bayangkan jika kita menyerang mereka menurutmu seberapa banyak kerugian mereka” kata Luna dengan senyuman licik diwajahnya.


“Menarik kalau begitu mari kita mulai rencana serangan untuk menghancurkan serikat pencari kebenaran itu” kata Rio.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2