Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 181 Mulainya perang antar dewa


__ADS_3

Didalam sebuah dimensi yang dipenuhi oleh hutan belantara, disana telah menunggu diatas udara 3 dari para iblis solomon disana mereka sedang menyiapkan arena yang akan mereka gunakan untuk perang antara kedua dewa tersebut. Ditempat tersebut para siluman yang ada langsung ditangkap dan dipindahkan ketempat yang lainnya, semua itu untuk menyiapkan tanah peperangan bagi kedua kubuh tersebut.


“Krraanggss… Trraanggs…” retakan dimensi lalu muncul dan kedua kubuh pasukan mulai muncul, disana mereka terlihat telah bersiap dengan para pasukan mereka.


Batara Kala yang mana menggunakan para pasukan prajurit wayang besi dengan jiwa manusia didalamnya dan beberapa orang pengguna aplikasi dari serikat Rio, sementara itu Batara Surya yang mana menggunakan para ksatria yang mana adalah para pengikut setia miliknya, “Wuussk…” dia juga menggunakan para bidadara yang mana terbang dengan armor miliknya.


“Hahahah… tampaknya Surya memiliki bantuan khusus disana” kata Batara Kala, dia melihat beberapa siluman berusia ribuan tahun yang mana telah berada di kubuh Batara Surya.


“Siluman berusia ribuan tahun, kalau cuman sepuluh bukan masalah untukku, tetapi itu lebih dari 20 jumlahnya, akan sedikit merepotkan berurusan dengan semuanya” kata Rio yang mana melihat para siluman berusia ribuan tahun tersebut.


“Gahahahah…. Kau memang gila, aku tidak pernah melihat manusia sombong dan segila kau didunia ini” kata Batara Kala.


Sementara itu para anggota serikat yang lainnya terkejut melihat Rio berani berbicara tidak sopan dengan Batara Kala, karena selama ini mereka hanya pernah melihat para dewa yang sombong dan akan membunuh mereka yang tidak sopan pada dirinya. Rio yang memiliki sikap tidak perduli tidak akan menunjukkan sifat baiknya pada dewa ataupun raja iblis, karena bagi dirinya kalau dia menundukkan kepalanya maka itu sama saja dengan mati.


“Sebaiknya kau berpikir kalau para prajurit wayang milikmu ini benar-benar berguna, karena jika tidak maka mereka hanya akan menjadi beban” kata Rio.


“Gahahah… kau tenang saja, mereka itu abadi dan lagi mereka tidak mengenal rasa takut sedikitpun” kata Batara Kala.


“Hmm… begitu rupanya, kalau begitu aku punya strategi untuk arena seperti ini” kata Rio.


Sementara itu dipasukan sisi Batara Surya mereka mulai membahas strategi untuk menyerang pasukan Batara Kala, mereka berkumpul disana para jendral yang setia pada Batara Surya dan juga perwakilan dari para siluman berusia ribuan tahun tersebut.


“Menurutku kita pancing mereka dan bakar hutannya saat mereka masuk kedalam” kata jendral pasukan ksatria manusia kubu Batara Surya.


“Apa…?? Membakar hutan, kau kira kami ini apa, kami ini para siluman yang mana terbiasa tinggal didalam hutan, bagi kami para siluman hutan adalah rumah kami dan asal mula keberadaan kami” kata perwakilan para siluman berusia ribuan tahun tersebut.

__ADS_1


“Mau bagaimana lagi, kita tidak tahu bagaiman kekuatan dari musuh, jadi satu-satunya pilihan hanyalah untuk membakar hutan dan mengurangi jumlah musuh didalam hutan” kata jendral pasukan ksatria manusia.


“Aku tidak setuju, bahkan kalaupun aku setuju para siluman lainnya tidak akan mau membakar hutan, mereka lebih memilih mati dari pada membakar tempat asal kami” kata perwakilan para siluman itu.


“Sudah hentikan itu, kalian berdua lupa kalau sedang berada dihadapan dewa” kata jendral ksatria bidadara.


“Maaf dewa matahari yang agung” kata jendral manusia dan perwakilan para siluman tersebut.


“Hmm… menurut rencananya membakar hutan memang adalah ide yang bagus, tetapi itu akan berguna jika musuh kita adalah manusia, dan sekarang ini musuh kita yang paling dominan adalah para prajurit wayang besi milik Kala, kau tidak akan bisa mengalahkannya hanya dengan panas api biasa” kata Batara Surya.


“Hamba mengerti dewa, maafkan atas kekeliruan saya” kata jendral manusia tersebut.


“Itu tidak apa-apa, yang terpenting sekarang ini adalah kalian harus berhati-hati dengan rencana tadi, karena aku yakin mereka juga akan memikirkan hal yang sama” kata Batara Surya


“Dewa kalau mereka berencana untuk membakar hutan biarkan hamba memimpin pasukan ksatria bidadari dan bidadara untuk menghabisi mereka” kata jendral bidadara tersebut.


“Hamba mengerti” kata ketiga perwakilan pasukan tersebut.


“Kalau kalia sudah selesai maka mari kita mulai perangnya” kata Naberius yang mana menjadi penyelenggara perang kali ini.


“Heheheh… aku benar-benar sudah tidak sabar untuk melihat manusia itu bertindak lagi” kata Andras yang mana ikut bersama dengan Naberius.


“Andras jangan melakukan hal-hal yang aneh, kau ingat berapa banyak masalah yang kau buat, jangan tambah pekerjaan kami” kata Zeppar yang mengawasi Andras.


“Hahaha… kau tenang saja, aku kemari hanya untuk menonton dan tentu saja membantu Naberius” kata Andras.

__ADS_1


“Kalau kalian memang ingin bertengkar maka pergi sana, kalian mengganggu saja” kata Naberius.


“Jangan marah seperti itu, aku akan memberikanmu salah satu kaloksiku nanti, sekarang kenapa kita tidak mulai menyegel kedua dewa itu” kata Andras.


“Srraanggs… Crraanggs…” rantai hitam pekat yang mana tercipta dari kekuatan iblis murni mulai keluar dan mengikat kedua dewa tersebut, dengan kekuatan rantai itu kedua dewa itu dipaksa untuk tidak dapat bergerak dari tempat mereka. Melihat hal itu Batara Surya merasa tidak nyaman karena dia sama sekali tidak dapat menggunakan kekuatannya, sementara itu Batara Kala hanya terlihat sedang tersenyum dengan santainya begitu dirinya diikat, dia terlihat memiliki sebuah rencana rahasia dibalik senyuman miliknya.


“Hmmm… hei kalian lihat tidak itu, apa menurutmu senyuman Batara Kala itu tidak teralalu aneh” kata Andras yang melihat kearah Batara Kala.


“Entahlah aku tidak terlalu perduli, apapun yang dia lakukan dia tidak akan bisa melepaskan dirinya dari ikatan rantai kita itu karena dia telah menyutujuinya dan jika dia melanggar janjinya maka kedewaannya akan rusak” kata Naberius.


“Tapi apa kau lupa, dia adalah Batara Kala bahkan kalau dia dewa sekalipun dia sudah cukup membuat masalah sampai hampir dibunuh oleh ayahnya sendiri” kata Andras.


“Sudah hentikan omong kosongmu itu, lebih baik kita lihat saja peperangan yang ada” kata Zeppar.


Dibawah medan perang tersebut pasukan dari serikat Rio tiba-tiba memakai sebuah tudung berwarna hitam yang mana menyembunyikan diri mereka, “Buussh…” dengan cepat bersama dengan para prajurit wayang para anggota serikat milik Rio langsung melesat kearah hutan tersebut.


“Dewa mereka memasuki hutan terlebih dahulu dengan cepat” kata jendral pasukan bidadaran dan bidadari.


“Cih… kalian semua cepat kejar mereka, ada kemungkinan mereka ingin memasang beberapa jebakan didalam hutan itu, pastikan mereka semua mati terbunuh dengan cepat” kata Batara Surya yang memerintahkan pasukan miliknya.


“Siap dewa” kata jendral dari ketiga kubuh pasukan miliknya tersebut.


Sementara itu Batara Kala yang melihat hal itu hanya tersenyum dengan liciknya.


“Gahaha… mereka terpancing, tampaknya rencana Rio berhasil dan sekarang mari kita mulai keputusasaannya” pikir Batara Kala.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2