
Didalam dimensi milik Batara Surya dia sedang mempersiapkan peperangan melawan Batara Kala, disana dia bahkan telah menyewa beberapa siluman berusia ribuan tahun untuk menjadi unit tentara bayaran mereka, melihat hal itu salah satu pengikut setianya bertanya pada dirinya.
“Dewaku apakah anda tidak terlalu khawatir, kenapa kita harus menyatakan perang dengan dewa Batara Kala kalau kita bisa menyelesaikannya dengan damai” kata pengikut Batara Surya.
“Damai kau bilang, tidak ada yang seperti itu dikepala raksasa gila itu dan lagi pula dia harus membayar untuk menyerangku waktu itu” kata Batara Surya.
Mendengarkan hal itu para pengikutnya tahu kalau mereka berbicara lebih dari itu maka Batara Surya bisa murka kepada mereka, peperangan ini terjadi karena menyangkut harga diri sang dewa dan mereka hanya dapat bertarung atas nama dewa mereka dan berharap agar tidak kalah dalam peperangan yang akan terjadi.
Sementara itu Rio yang mana berusaha menghubungi Batara Kala tiba-tiba saja dipindahkan secara paksa oleh Batara Kala kedalam dimensi miliknya, disana Rio sedang duduk santai dengan hidangan yang nikmat dihadapannya.
“Jadi ada apa kau membawaku kemari…??” tanya Rio yang mana menikmati apa yang disuguhkan kepada dirinya.
“Aku hanya ingin bertanya bagaimana dengan para anggotamu, apa mereka akan ikut berperang diatas benderaku…??” tanya Batara Kala.
“Yah… sudah ada puluhan yang ikut, namun ada juga yang tidak bisa ikut karena takut atau masih cidera” kata Rio.
“Jadi begitu, yah tidak malasah bagiku karena harga pengguna aplikasi dihitung oleh mahluk yang membuat kontrak pada dirinya, dan pada kasus serikatmu ada beberapa pengguna aplikasi yang dapat disetarakan dengan sebuah pasukan kecil” kata Batara Kala.
“Kau mengundangku kemari bukan hanya membahas ini saja bukan, melihat dari sikapmu kau pasti memikirkan sesuatu” kata Rio yang mana menebak isi pikiran Batara Kala.
“Gahahahah… ini yang aku suka darimu, kau pintar dan dapat mengetahui isi pikiranku, memang benar sekali aku memiliki sebuah rencana dan rencana ini akan membutuhkan bantuanmu untuk pelaksanaannya” kata Batara Kala.
“Rencana apa itu…??” tanya Rio.
“Aku ingin kau ******\, Bagaimana cukup menarik bukan” kata Batara Kala.
“Yah… kau gila kalau menurut pendapatku, tetapi apa hal itu diperbolehkan…??” tanya Rio.
“Itu tidak dilarang karena belum pernah ada yang melakukannya, tetapi kau tenang saja mereka tidak akan dapat mengubah peraturan ditengah-tengah peperangan yang akan terjadi” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, kita akan coba caramu” kata Rio.
“Gahahah… bagus kalau begitu, kau sekarang ini siapkan saja mereka yang sudah siap untuk mati” kata Batara Kala.
Selama satu bulan berlalu Rio mulai melatih langsung para anggotanya yang mana ingin ikut kemedan perang tersebut, dengan menggunakan mahluk panggilan mereka para anggota serikat Rio mulai menyerang Rio sendirian secara bersama-sam, tetapi menggunakan kekuatan sihir dan tehnik pedang miliknya yang unik Rio dapat mengalahkan puluhan orang tersebut bersama dengan para mahluk panggilan mereka.
“Bagus kekuatan kalian sudah meningkat cukup pesat, aku sedikit serius melawan kalian tadi jadi itu bisa dibilang peningkatan yang cukup baik” kata Rio yang mana terpaksa untuk menggunakan sihir racun untuk melumpuhkan para anggota yang menyerang dirinya.
“Kalau kau sudah selesai dengan mereka sekarang kenap kau tidak bermain sebentar denganku” kata Angga yang mana baru kembali, dia pergi berlatih setelah gagal dalam misi membunuh pembuat monster chimera dan saat dia kembali dia langsung ingin mengetes kekuatannya di medan perang.
“Baik kalau kau maunya seperti itu, mari akan kutemani kau menari sekarang” kata Rio.
“Trringgs…” Angga langsung dengan cepat memanggil Pastur kepala puntung untuk maju bersama dengan dirinya, “Grrrr… Wooff… Wooff…” sementara itu Pastur kepala puntung langsung memanggil 5 anjing hitam untuk mengunci gerakan Rio.
“Langsung menggunakan jumlah untuk melawanku, kau semakin kejam juga” kata Rio, “Trrinnggss…” dia memanggil Orang Bati datang untuk bertarung bersama dengan dirinya.
“Maju…” kata Angga, dengan sekali perintah dari Angga ke 5 anjing hitam tersebut langsung berpencar keberbagai arah untuk mengambil posisi, “Buussh….” Salah satu dari mereka lalu menyerang Rio saat anjing hitam tersebut berada dibelakang Rio.
“Mati satu sisa 6 lagi” kata Rio yang mana melihat kearah Angga.
“Kau memang lebih kuat dari sebelumnya tetapi, jangan kira hanya kau saja yang bertambah kuat” kata Angga.
“Wooff… Wooff… Wooff…” dengan sinyal dari gerakan tangannya ke 4 anjing hitam tersebut langsung menyerang secara bersamaan keberbagai arah, “Trraakkss… Buusskk…” tetapi Orang Bati dengan cepat langsung menolak mereka semu dengan pelindung miliknya, “Wuuussh…” namun saat itu juga Pastur kepala puntung langsung melemparkan parang miliknya kearah kepala Rio dan disaat itu juga Orang Bati terjebak pada saat jeda pelindung miliknya.
“Jadi itu yang kau incar, tetapi kau terlalu naif” kata Rio yang mana langsung menghindari lemparan parang tersebut.
“Taaak….” Tetapi secara tiba-tiba Angga langsung berdiri dibelakang Rio dan menangkap parang yang dilemparkan oleh Pastur kepala puntung, “Swuussh…” lalu saat itu juga Angga langsung menyerang titik buta Rio yang mana tidak terlindung.
“Kau terlalu meremehkanku” kata Rio, “Buurrnn….” Menggunakan sihir api miliknya Rio memunculkan sihir cakar api miliknya.
__ADS_1
“Kiik… Kiiikk…” karena kepanasan Orang Bati langsung memarahi Rio.
“Hahaha… maaf kau bisa kembali sekarang” kata Rio, “Sshh…” Orang Bati lalu langsung kembali kealamnya.
“Uugghkkk… energy sihir yang sangat besar itu, aku bahkan dapat merasakan hawa panasnya dari sini” pikir Angga.
“Ada apa..?? jangan bilang kalau cuman itu saja kekuatanmu” kata Rio yang memancing emosi Angga.
“Hahaha…. Jangan sombong, lihatlah hasil latihanku” kata Angga, dia lalu memunculkan lingkaran sihir dikedua tangannya.
“Taaak… Taakk…” lalu Angga dan Pastur kepala puntung langsung menyentuh tanah dengan kedua tangannya, dan dari tangan mereka energy sihir yang luar biasa besarnya dialirkan. Dan dari bawah kaki Rio “Crraaaakk…” sebuah kepala anjing hitam raksasa lalu muncul, “Srringg…” dan dengan gigit tajamnya kepala anjing hitam raksasa itu berusaha untuk melahap Rio.
“Sekarang kena kau…” kata Angga.
“Jadi begitu, Angga menggunakan karakteristik hantu Pastur kepala puntung yang mana dapat mengubah bayangannya menjadi anjing hitam dan dia menggunakan sebuah sihir untuk mengubah bentuk anjing hitam itu menjadi sebesar ini, kalau sampai tergigit maka tubuhku pasti akan berlubang, tetapi masih teralalu naif” pikir Rio, “Buurrn…” dia menambahkan energy sihir miliknya ketangan kananya dan “Buusskk…. Booommssh…” meninju kearah bawah tepat kearah kepala anjing hitam raksasa tersebut.
Dengan kekuatan api yang meledak-ledak tersebut Rio menghancurkan anjing hitam raksasa itu dengan sekali pukulan, dan karena telah mencapai batasnya hantu Pastur kepala puntung terpaksa kembali kealamnya.
“Uughhkk… sialan padahal tinggal sedikit lagi” kata Angga.
“Kau cukup bagus, hanya saja lawanmu adalah aku jadi sadarilah kenyataan ok” kata Rio.
“Apa kau bilang, kalau begit sekali lagi, mari kita tanding ulang sekali lagi” kata Angga yang kesal setelah mendengarkan kata-kata Rio tersebut.
“Malas aku capek, kita lanjutkan latihannya besok semuanya” kata Rio yang mana langsung pergi dari ruang latihan tersebut.
“Kaaaah… orang itu membuat aku kesal sekali…” kata Angga yang mana marah dengan tingkah laku Rio.
“Hahah… dia cukup hebat juga dapat meningkat sebanyak itu, tampaknya pionku satu ini akan menjadi lebih berguna lagi” pikir Rio yang mana menahan luka gigitan dikaki kirinya, kaki kirinya terkena gigitan kepala anjing hitam raksasa sebelum dia berhasil menghancurkannya dan jika Angga tetap melanjutkan bertarung dengannya maka Rio tidak akan diuntungkan karena luka dikakinya.
__ADS_1
Bersambung….