Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 59 Perangkap mematikan kembar iblis bagian 2


__ADS_3

Setelah Lita menjelaskan tentang hubungannya dengan Rio, ibunya lalu menurunkan senapannya dari kepala Rio dan mulai pergi kembali kemobilnya, dia lalu menyuruh Rio untuk ikut kemobilnya.


“Sekarang bicara, kau tidak memiliki niat macam-macam dengan anakku bukan” kata ibu dari Lita, matanya mengeluarkan hawa membunuh yang kuat dan membuat Rio sedikit ketakutan.


Rio merasa seperti seekor tikus yang mana sedang diincar oleh kucing besar dengan niat membunuh yang keluar dari segela arah.


“Hari ini aku rasa akan mati jika menjawab dengan asal-asalan” pikir Rio yang mana melihat kalau ibu dari Lita seperti ingin membunuhnya.


“Ibu jangan kayak gitu, abang Rio baik orangnya kok dia juga sering nyelamatin Lita” kata Lita dengan wajah cemberutnya yang imut.


“Hmm… baiklah kalau begitu, kalau memang seperti yang dibilang anakku maka akan kulepaskan kau untuk sementara” kata ibu dari Lita.


“Hmmm… jadi kalau perlu bantua maka aku punya sebuah gudang tua yang sudah diperbaiki, kalian berdua bisa berlindung disana dan Lita juga tahu tempatnya” kata Rio yang mana mencoba untuk bersikap baik.


“Tidak perlu, aku akan bawa anakku ketempat persembunyiaku dan menyembunyikan diri kami sampai ritual pengorbanan darah ini selesai” kata ibu dari Lita tersebut.


“Ok-ok aku juga tidak masalah dengan itu, semoga kalian selamat sampai tujuan” kata Rio yang mana melihat ibu dari Lita langsung menyalakan mobilnya.


“Abang hati-hati juga yah, dan tolong urus semua masalah ini” kata Lita yang tahu kalau Rio akan mengurus orang yang membuat sihir pengorbanan besar tersebut.

__ADS_1


“Brrmmm…. Mmmnngggss….” Dengan cepat mobil yang membawa Lita dan ibunya tersebut pergi dengan cepat, melihat hal itu Rio lalu “Wuussh…” langsung terbang ketengah kota untuk menemukan inti dari sihir yang mengepung seluruh kota tersebut. “Pip-pip…” Rio lalu mengirim pesan chat pada Luna dan Aji karena dia tahu kalau mereka berdua adalah orang yang ada dalam bahaya kalau dibiarkan sendirian, Aji yang baru mengetahui tentang DS Game dan Luna yang mana sedang terluka menjadi sangat sasaran empuk bagi para mahluk-mahluk gaib yang berkeliaran didalam kota tersebut.


“Buusshh…” dengan cepat Rio terbang langsung menuju arah Luna yang mana sudah dia ketahui tempatnya, sementara itu Luna yang mana sedang terluka akibat ujian sebelumnya sedang menghadapi beberapa siluman-siluman yang telah memasuki tubuh hewan-hewa disekitarnya, mereka menggila karena efek kepungan sihir yang mengurung mereka dan karena itu mereka menyerang siapa saja yang mereka temukan. “Srraassstt… Crrasstt…” dengan pisau miliknya dia membunuh para siluman-siluman tersebut dengan mudahnya, bahkan dirinya bergerak dengan lincahnya “Brruukks… Crrasstt…” menghadapi para siluman-siluman tersebut.


“Mereka mulai mengepungku, aku harus pergi ketempat yang tidak terbuka” Luna lalu berlari dengan cepat menuju arah gang-gang sempit, dan disana “Trriinnggss…” memanggil Kuntil Anak untuk membantu dirinya.


“Kiikikikik… butuh bantuan neng” kata Kuntil Anak yang melihat Luna sedang kesulitan.


“Bunuh mereka semua dan bantai mereka tampa sisa” kata Luna, setelah diperintahkan oleh Luna “Crrasst… Krraasstt…” Kuntil Anak dengan liarnya menyerang kearah para siluman-siluman tersebut.


“Kikikikikk…. Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” dengan menyerap kekuatan kehidupan dari banyak siluman itu Kuntil Anak lalu mengeluarkan beberapa anak-anak setan dari perutnya, dengan cepat para anak-anak setan tersebut langsung menyebar keluar untuk membantu Luna menghabisi para siluman-siluman yang berada didekatnya.


“Dengan begini aku yakin bisa pergi selamat dari sini” kata Luna yang mana melihat kearah jalan keluar.


“Aaaah… sialan” Luna lalu menggunakan cincin alat sihir pemberian dewa miliknya dan lalu mengarahkannya kearah siluman serigala berkepala dua tersebut.


“Srrraaannnggss… Crrasst…” dan cahaya yang keluar dari cincin itu lalu langsung memotong serigala siluman berkepala dua tersebut menjadi dua bagian, “Brrukkss…” tetapi Luna yang mana mengeluarkan kekuatan kuat tersebut langsung melemas karena kelelahan, cincin itu menyerap lebih dari setengah kekuatan yang dimilik oleh Luna dan membuatnya hampir tidak bisa bergerak.


“Rooaarr… Rooaarr… Rooaarr…” Luna yang mana hampir tidak bisa bergerak itu lalu dikejutkan karena kemunculan dari 5 siluman serigala berkepala dua tersebut, “Crrasst…” dengan mulut yang dipenuhi oleh darah para siluman serigala berkepala dua itu mulai mengincar Luna sebagai mangsa mereka. Melihat hal itu Luna lalu berusaha untuk berdiri tegak dan mengangkat pisau miliknya, dia tidak ingin menyerah dan mati tampa bertarung karena dia percaya kalau dirinya akan selamat selama dia tetap bertarung.

__ADS_1


“Brruusshh…” dan ketika para serigala tersebut akan menyerang kearah Luna, “Krriieekkk…” dengan cepat Garuda menghajar para siluman serigala itu, “Brruukk… Drrasskk… Crrasst…” tiga dari lima siluman serigala itu mati dengan mudahnya menggunakan kekuatan pukulan dan cakaran milik Garuda. Melihat kalau rekan-rekan mereka mati dengan mudah dua sisa siluman serigala berkepala dua itu lalu mulai mewaspadai Garuda, namun mereka sama sekali tidak sadar kalau sudah ada seseorang yang mengincar mereka tepat dibelakang mereka, “Crrrraasstt…” dengan satu serangan dari tebasan pisau miliknya Rio membunuh kedua serigala itu dengan mudahnya.


“Hei… kau tidak apa-apa…??” tanya Rio yang mana melihat keadaan Luna.


“Hahahha… kau terlambat, kalau kau datang lebih cepat lagi maka aku tidak akan sekarat seperti ini” kata Luna, dia bersyukur karena Rio telah menyelamatkan dirinya dan muncul dihadapannya.


“Oooohh… kalau begitu maaf, kau tahukan lalu lintas jaman sekarang ini benar-benar sangat padat dan macat” kata Rio, dia padahal terbang menggunakan sihir sayap Garuda.


Mendengar hal itu Luna hanya memberikan tatapan dingin pada Rio yang mana alasannya sangatlah tidak wajar, “Kkrrraaakk…” lalu disaat mereka sedang berbicara siluman-siluman berbentuk burung gagak raksasa mulai muncul dan mengepung Rio dan Luna. Mereka melihat kedua manusia yang ada didepan mereka seperti sebuah santapan yang luar biasa nikmatnya, kekuatan sihir dari Luna dan Rio meluap keluar dan membuat para siluman mengincar mereka.


“Tampaknya kita tidak bisa bercanda lebih lama lagi” kata Rio, dia langsung mengeluarkan Crosbow miliknya dan juga beberapa pil obat langsung dia berikan pada Luna.


“Aku berhutang padamu” kata Luna yang memakan langsung pil obat milik Rio dengan cepat.


Sementara itu digedung yang sangat tinggi dua sosok manusia yang mana mengeluarkan aura iblis sedang melihat penderitaan orang-orang dikota tersebut dengan senyuman yang lebar, mereka berdua menyerap darah dari orang-orang yang mati dan menambahkan kekuatan mereka.


“Hahahahahha…. Sudah cukup lama aku tidak merasa sepenuh ini” kata Akilla.


“Jangan lengah, ingatlah kalau buruan kita masih hidup” kata Killa.

__ADS_1


“Hmm… memangnya kenapa, sebentar lagi toh dia akan mati, terlebih lagi kalau dia tidak mati palingan dia akan kemari untuk mengantarkan nyawanya pada kita” kata Akilla.


Bersambung…..


__ADS_2