
“Buusskk…. Boomsshh…” pertarungan yang mana seharusnya menegangkan dan seru telah berubah, para penonton pertarungan yang ada disana tidak bisa memalingkan mata mereka, karena yang mereka saksikan saat ini bukanlah sebuah pertarungan tetapi sebuah penindasan sepihak.
“Gaaahkk…” teriak iblis dari ras setan merah tersebut.
“Wuusskk… Wuusskk… Wuusskk…” Garuda yang terbang diatas langit menyerang dirinya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan bahkan membuat iblis itu hampir tidak bisa menyerang dirinya. Melihat kalau dia tidak dapat menyerang Garuda “Buussh…” dengan cepat iblis tersebut mengganti targetnya dan berusaha untuk menyerang Rio, tetapi “Buussskk…” dengan cepat Garuda datang dari langit dan membuat iblis itu jatuh bertekuk lutut dihadapan Rio.
“Mahluk lemah, kau cukup berani mengincar nyawa tuanku” kata Garuda, “Trrasskk…” dia lalu mengangkat iblis tersebut menggunakan kedua tangannya “Wuusshh…” dan dengan kuat dia melemparkannya “Buumsshh…” iblis itu terlempar sampai menghantam pinggiran arena duel tersebut.
“Sialan aku tidak menyangka ini, mahluk bersayap apa itu kenapa sangat kuat…??” pikir iblis tersebut.
Para iblis kelas bawah tidak terlalu mengenal mahluk-mahluk mistik seperti Garuda, dan hanya beberapa iblis kelas atas yang bisa pergi keberbagai alam dan juga raja iblislah yang dapat mengenal Garuda dan para mahluk mistik yang lainnya.
“Iblis bodoh kau sudah membuat kesalahan yang sangat besar karena menjadikan tuanku sebagai musuhmu” kata Garuda, “Wuussh… Srringgsk… Srringgsk… Srringgsk…” bulu-bulu emas milik Garuda mulai mengeras dan memanjang.
“Fuusssh…” dan dengan satu kepakan sayapnya Garuda meluncurkan beberapa bulu emas miliknya yang memiliki ketajaman seperti sebuah pedang, dengan niat membunuh yang kuat iblis itu tidak dapat bergerak dan hanya bisa menunggu ajalnya jika dia terkena serangan dari Garuda.
“Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” lalu secara tiba-tiba sesosok iblis tua dari ras setan merah masuk kedalam arena tersebut, dengan armor ditubuhnya dia menahan setiap serangan dari bulu-bulu emas milik Garuda.
“Hohohoh…. Mohon maafkan aku jika mengganggu pertarungan kalian, tetapi menurutku tidak perlu sampai sejauh itu, untuk ingin membunuh tuan muda kami bukankah itu terlalu berlebihan” kata iblis tua tersebut, dia terlihat sangat menakutkan dengan armor merah berbentuk tulang dan dengan kulit merah serta janggutnya yang panjang iblis tua itu memberikan sebuah aura yang mengancam kearah Rio dan Garuda.
Kata-katanya itu membuat beberapa tamu yang ada disana mulai memandang rendah ras setan merah, terutama Incubus yang mana adalah tuan rumah dari acara tersebut wajahnya yang sedari tadi tersenyum langsung gusar melihat apa yang terjadi. Melihat hal itu Rio merasa kalau dirinya diancam oleh aura kuat dari iblis tua tersebut, Garuda yang mana marah dengan perlakuan iblis tua tersebut bersiap untuk maju dan ingin membunuh kedua iblis dari ras setan merah itu, “Taaakkss…” tetapi Rio menahan Garuda dan mendekati ras iblis setan merah itu “Srringgss…” dengan membawa golok naga waktu miliknya.
__ADS_1
“Hei iblis tua, apa kau tahu kalau didunia manusia ada yang bilang kalau kita harus menundukkan kepala kita jika ingin meminta maaf” kata Rio yang berjalan secara perlahan-lahan untuk mendekati iblis tersebut.
“Menyuruhku menundukkan kepalaku, anak manusia aku juga pernah mendengar kalau didunia manusia ada yang bilang kalau kau harus hormat pada yang tua” kata iblis tua tersebut yang memandang rendah Rio.
Mendengarkan kata-kata dari iblis tua tersebut Rio merasa “Crraanggss…” Rio lalu menancapkan golok naga waktu miliknya ketanah, “Buurrsshh…” lalu dia menggunakan aura naga dari golok miliknya dan aura tersebut langsung membuat iblis tua itu tidak dapat bergerak.
“Ugggkkk… apa-apaan ini, aura penindasan yang sangat luar biasa apa ini” pikir iblis tua tersebut, dia berusaha untuk tidak menunduk setelah ditarik jatuh oleh aura naga yang keluar dari golok naga waktu.
“Kau tuli yah, saat aku bilang menunduk yah kau harus menunduk” kata Rio, “Srrasstt…” dengan goloknya yang tajam itu dia menebas lutut dari iblis tua tersebut.
“Gaaahkkk….” Iblis tua itu menjerit kesakitan karena saraf kakinya terputus dengan satu kali tebasan, “Trraasskk…” dan karena tebasan itu iblis tua itu langsung berlutut dihadapan Rio.
“Nah begitu baru bagus, ini baru cara yang tepat kalau kau ingin meminta maaf” kata Rio, matanya yang mana menggunakan mata kematian memancarkan energy hitam kematian yang luar biasa.
“Heheheh… luar biasa sikapnya itu benar-benar sangat tak terduga, pantas saja putriku bisa jatuh hati pada dirinya” pikir Incubus yang melihat hal itu.
“Haaah… jadi kalau kau sudah mengerti cepat pergi dari hadapanku, aku sudah malas menindas kalian lagi” kata Rio, “Srraanggss…” dia lalu menyimpan golok miliknya lagi dan langsung berbalik dari kedua iblis tersebut.
“Pak tua… apa kau tidak apa-apa..??” tanya tuan muda iblis dari ras setan merah tersebut.
“Gghhkk… aku tidak apa-apa, sekarang kita harus cepat pergi dari sini tuan muda” kata iblis tua tersebut, dia langsung dibawa pergi oleh tuan muda dari ras setan merah tersebut dan mereka berdua langsung dengan cepat pergi keluar dari kastil Incubus.
__ADS_1
“Hmm… awasi mereka dan jika berani berbuat macam-macam maka habisi semuanya” kata Incubus yang berbicara pada sesosok mahluk yang ada didalam bayangannya.
“Siap tuanku” kata sosok mahluk yang ada didalam bayangan raja iblis Incubus, “Wuusshk…” dengan cepat mahluk tersebut bergerak didalam bayangan dan langsung bergerak mengikuti kedua iblis dari ras setan merah itu.
“Sekarang mari kita jumpai dia” kata Incubus, “Taasskk…” dengan satu jentikan jari miliknya “Wruusskk… Wruusskk… Wruusskk…” kain-kain merah darah langsung berhamburan dan menutupi jalan Rio.
“Wrruussskk….” Lalu ketika kain-kain merah itu menghilang Rio sudah berada ditempat yang berbeda, dan disana raja iblis Incubus sudah menunggu dirinya sambil duduk santai dikursi miliknya.
“Dimana ini…???” tanya Rio yang mana melihat Incubus ada ditempat itu.
“Hmm… ini hanyalah sebuah ruangan khusus didalam kastilku, tempat ini membuatku bisa berbicara santai dengan dirimu hanya kita berdua saja tentunya” kata Incubus yang mana melihat kearah Garuda.
“Kembalilah Garuda” kata Rio, dia lalu mengembalikan Garuda kembali kealamnya.
“Sekarang mari kita berbicara serius, katakan padaku Rio apa yang kau inginkan sebagai hadiah dari memenangkan pertarungan barusan…??” tanya raja iblis Incubus yang mana melihat kearah Rio.
“Apa kau akan mengabulkan segala permintaanku…??” tanya Rio.
“Tentu saja apapun, selagi aku bisa melakukannya maka akan kulakukan” kata Incubus.
“Hmm…. Kalau kau mengatakan hal seperti itu, maka aku tidak akan sungkan saat ini juga” kata Rio yang mana telah memikirkan apa yang dia inginkan dari Incubus.
__ADS_1
Bersambung….