
“ROOAARR….” Dari kedua siku miliknya muncul sebuah pedang yang mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, dan bahkan dari pandangannya terpancar aura haus darah yang luar biasa kuatnya, melihat hal tersebut “Wuusshh… Buusskk…” dengan cepat Garuda langsung turun dari langit dan memasang penjagaannya disekitara Rio dan Lita.
“Grrrr….” Lalu Bromo bersiap dengan ancang-ancang lari peluru miliknya dia sedang mengumpulkan energy sihirnya dipusarnya dan “Brruusskk… Brruusskk… Brruusskk…” dengan energy sihir dipusarnya dia mengalirkan energy tersebut ke kedua otot kakinya dan membuatnya membesar.
“Buusskkk…” dengan cepat dia sudah ada didepan Garuda dengan “Trraakkss…” dan langsung memeluk Garuda dengan kedua tangannya, “Buusskk…” Bromo lalu langsung pergi dengan membawa Garuda dipelukaannya. “Buusskk…” dia lalu melompat sangat tinggi kemudian melemparkan Garudan kereruntuhan bangunan tersebut, Garuda yang mana tidak bisa melawan karena kekautan otot milik Bromo dua kali lebih kuat dari dirinya sehingga pada akhirnya “Buusshh…” Garuda terhempas sampai menghantam sisa-sisa dari reruntuhan bangunan tersebut.
“Cepat sekali, ini tidak bisa dibiarkan” kata Rio, dia lalu menggunakan kemampuan untuk menghentikan waktunya dan langsung berlari kearah Bromo, dan saat dirinya sudah sangat dekat dengan Bromo dia mengeluarkan pisau miliknya dan ingin meyerang leher dari Bromo.
Tetapi pada saat Rio menghentikan kemampuannya “Srraahh…” Bromo mampun menghindari serangan dari Rio “Wrruuggkk…” dan langsung berbalik untuk melancarkan serangan balasan kearah Rio, “Crraak…. Trranggs…” lalu Rio menghentikan watu lagi dan “Buurrnn…” menyiapkan tiga bola api didepan Bromo sementara dirinya sudah mundur beberapa langkah dari tempat itu.
“Boomshh… Boomshh… Boomshh…” Bromo yang terkena serangan telak dari bola api milik Rio merasakan keanehan, karena seharusnya Rio yang berada dibelakangnya dan seharusnya pukulannya telak mengenai tubuh dari Rio.
“Grrrrr….” Tetapi karena akal sehatnya hampir termakan oleh alat terkutuk miliknya Bromo menjadi tidak bisa berpikir dengan jernih lagi, “Wuushh…” melihat kesempatan itu beberapa hantu Pagebluk langsung datang untuk menyerang Bromo. “Srrraaanggss…” namun serangan sabit mereka dapat dihindari dengan mudah oleh Bromo, “Gaaaahh…” tiga Begu ganjang yang mana melihat tuannya diserang menjadi marah dan mengincar Lita.
“Rraaah…. Grraahh…” para hantu Pagebluk yang melihat hal itu langsung beramai-ramai menyerang kearah ketiga Begu ganjang tersebut, mereka meninggalkan Bromo sendirian bersama dengan Rio.
“Buummssh…” menggunakan telapak tangan mereka yang besar para Begu ganjang itu menyerang para hantu Pagebluk tersebut, “Srraastt… Srraastt… Srraastt…” hantu Pagebluk yang mana berjumlah puluhan itu juga membalas serangan menggunakan sabit milik mereka. Sementara itu Rio terus menerus “Craaakk… Trrangss…” menggunakan kekuatan menghentikan waktu miliknya untuk menghindari setiap serangan dari Bromo “Wuussh… Srrraasshh…” dan juga memberikan beberap serangan balasan padanya “Boomssh…” serangan api sangatlah ampuh pada Bromo yang sudah berubah menjadi Cindaku dan menjadi tidak tahan terhadap api.
__ADS_1
“Sialan kenapa ini… kepalaku rasanya sakit sekali” pikir Rio yang mana pandangan miliknya sudah mulai kacau.
“Rio jangan terlalu banyak memakai kekuatan penghenti waktu milikku, kau sudah tidak bisa menahan efek balik dari hukum waktu yang ada, jika seperti ini terus tubuhmu akan berubah kaku dan kau akan dibunuh langsung oleh Cindaku palsu itu” kata Batara Kala yang berbicara langsung kedalam pikiran Rio.
“Tampaknya aku tidak punya cara lainkah” kata Rio, dia menyelam langsung kedalam bayangan dan menjaga jarak dari Bromo, “Zrriinggss…” Rio lalu memanggil Orang bati untuk datang melindungi dirinya.
“Crrraanggss…” dengan cepat dari jarak yang cukup jauh Rio menembakkan tiga buah anak panah kearah Bromo, “Rooaarr…” tetapi hanya menggunakan auman miliknya “Trraaskk… Trraaskk…” ketiga anak panah tersebut hancur begitu saja. “Buusskk…” lalu dengan cepat Bromo mengambil langkah besar untuk bisa mendekati Rio, “Taakkss…” tetapi kakinya tiba-tiba ditahan oleh Garuda yang berusaha keluar dari rerentuhan bangunan tersebut.
“Pengganggu…” kata Bromo, “Buuskk… Buuskk… Buuskk…” dia menggunakan kaki kanannya untuk menendang Garuda, Rio yang melihat kesempatan itu langsung menyuruh Orang Bati untuk menggunakan mantra miliknya.
“Buussskk…” lalu dengan cepat Rio berlari kearah Bromo dan menggunakan mantra ilmu kebal yang ada ditubuhnya Rio menabrak Bromo dengan kuatnya “Buumsshh…” Bromo lalu terpental dengan kuatnya dan bahkan terhempas jauh. Rio lalu menarik keluar Garuda dari dalam reruntuhan tersebut, setelah Garuda keluar dia memendam amarah pada Bromo karena sudah berani menginjakinjak kepalanya.
“Burrnn… Bommsh… Bommsh… Bommsh…” tetapi tiga buah bola api terbang kearahnya dan membuat ledakan yang cukup besar, “Grrrr…” Bromo lalu kesakitan karena panas dari bola-bola api tersebut. Dan disaat Bromo membuka matanya Rio sudah berada didekatnya dan menggunakan tinjunya “Buusskk…” dia meninju wajah Bromo dan membuatnya mundur beberapa langkah.
“Sialan keras sekali wajahmu itu” kata Rio yang kesakitan setelah memuluk wajah Bromo.
“Rooaarr…” marah dengan pukulan itu Bromo mengarahkan pedangnya kearah Rio, “Trraanggs…” tetapi dengan adanya Orang Bati bersama Rio serangan pedang Bromo tidak berdampak sama sekali pada Rio, “Zrroonggs…” karena adanya mantra kebal yang menjadi perisai kasat mata melindungi untuk tubuh Rio. Lalu menggunakan pisau ditangan kanannya Rio mengincar tangan kanan Bromo “Crraasstt…” dan memotong tangannya tersebut.
__ADS_1
Tetapi tubuh Bromo yang sudah menyatu dengan alat terkutuk miliknya mulai mengeluarkan bersipedang panjang untuk menggantikan tangan kanannya yang terpotong tersebut, “Srranggs… Sriinggs…” sebuah pedang besar yang mana menyatu dengan tangan kanan Bromo membuat dirinya semakin mengerikan. Bahkan aura milik Bromo juga mulai berubah dan tidak lagi sama dengan manusia biasa.
“Hahahaha… dasar monster” kata Rio, melihat Rio yang ada didekatnya Bromo lalu mengeluarkan hawa ingin membunuhnya, sementara itu Orang Bati yang dapat merasakan tuannya berada dalam bahanya langsung menambah kekuatan perisai miliknya.
“Buusskk…” dengan cepat Bromo mengarahkan pedang besar yang menempel ditangan kanannya “Trraanggss…” dan memberikan tebasan berat pada Rio, “Buummsshh…” karena kekuatan dari ilmu kebal Orang Bati membuat Bromo mundur beberapa langkah, tetapi karena serangan Bromo yang sangat kuat itu membuat Orang Bati langsung kelelahan.
“Ada apa, apa kau sudah kelelahan” tanya Rio pada Orang Bati yang bertengger dilehernya.
“Kiik… kiiik…” kata Orang Bati yang berusaha menjawab pertanyaan Rio.
“Berapa banyak serangan yang bisa kau tangkis lagi” tanya Rio.
“Kiikk… Kiiik…” jawab Orang Bati.
“Begitukah jadi dua kali lagi yah, kalau begitu aku harus menyelesaikannya dengan cepat” kata Rio, dia lalu mempersiapkan sihir racun miliknya ditangan kirinya dan sihir apinya ditangan kanannya.
“ROOAARR…” sementara itu Bromo “Srranggss… Srriinggss…” yang mana terlihat sudah kehilangan akalnya “Srraanggs…” mulai mengeluarkan berbagai macam pedang disekitar tubuhnya dan membuat sebuah armor yang mana terbuat dari ujung-ujung pedang yang tajam.
__ADS_1
“Heheheh… menarik juga, majulah wahai mahluk bodoh yang telah kehilangan akal” kata Rio.
Bersambung….