
Setelah mengalahkan Roy Black yang mana telah berubah akibat tulang dari dewa iblis tersebut, Rio langsung memerintahkan para anggota serikatnya untuk membantu area tersebut, dengan kekayaannya Rio mulai membangun kota itu lagi dan dia mulai mengambil alih kota itu. Setelah pertarungan selesai para vampire pergi dengan membawa beberapa mayat siluman berusia ribuan tahun, mereka menyutujui pergi hanya dengan membawa mayat tersebut, itu karena bagi para vampire mayat dari para siluman mengandung darah berkualitas tertinggi yang mengandung energy sihir yang sangat besar.
Setelah satu minggu pembangunan kembali kota tersebut, Rio telah menjadi pahlawan dan juga penguasa kota tersebut, dia yang mana tidak mau susah memberikan pekerjaan mengurus kota terseubt kepada salah satu anggota serikat yang dia percayai. Namun saat Rio sedang membangun ulang kota tersebut, dia terlambat menyadari sebuah berita yang mana mengatakan kalau raja siluman Palasgus telah tewas dibunuh oleh Gilang dan juga Roy Black.
“Jadi dia masih hidup” kata Rio yang mana sama sekali tidak terlihat terkejut saat melihat berita itu.
“Hehehe… kau sama sekali tidak terlihat terkejut dengan berita itu, apakah kau telah menyadarinya” kata Batara Kala yang mana tiba-tiba mengajak Rio berbicara lewat telepati.
“Tidak juga, itu karena semua klonnya mengganggap dirinya asli dan bahkan yang asli juga mengganggap dirinya adalah klon, jadi akan sulit kalau tidak bisa menemukan penghubung mereka” kata Rio.
“Dengan kata lain kalau kau ingin menghabisi dirinya, maka kau harus menghabisi seluruh klonnya yang lain disaat yang bersamaan, apa aku benar” kata Batara Kala.
“Yah… kira-kira seperti itulah rencananya, tetapi itu sangat merepotkan” kata Rio.
“Ping-ping…” Rio tiba-tiba mendapatkan pesan chat dari Luna yang mana ada didalam markas utama serikat, dia mengatakan kalau ada seseorang yang ingin bertemu dengan Rio dan memintanya untuk segera kembali sekarang juga.
“Ada apa sampai dia menyuruhku terburu-buru seperti ini” kata Rio.
“Trramggs…” dengan satu jarinya dia membuka gerbang kembali kealam kekuasaannya, dan saat dia telah sampai disana Rio melihat kalau ada banyak orang-orang berpakaian seperti ksatria yang sedang berdiri tegak didekat pintu serikat milik Rio.
“Siapa kalian…??” tanya Rio.
“Tuan Rio, tuan kami telah menunggu anda didalam” kata salah satu ksatria tersebut.
Namun saat Rio akan masuk kedalam markas serikatnya dia tidak sengaja mendengarkan sebuah kata-kata kasar yang menjelekkan tentang markasnya, karena marah dan jengkel “Busshkk…” Rio dengan sangat cepat berjalan dan langsung berdiri dihadapan ksatria tersebut. Terkejut dan takut, ksatria itu langsung panik dan pura-pura berdiri dengan tegak.
“Maaf tadi, apakah bisa kau ulangi lagi perkataanmu itu” kata Rio yang mana tersenyum dihadapan ksatria tersebut.
__ADS_1
“A-A-Aku tidak mengatakan apapun” kata ksatria tersebut.
“Tuan Rio mohon dimaafkan sikap anak buahku, aku akan mendidiknya lagi” kata salah satu ksatria yang terlihat seperti komandan mereka.
Akan tetapi caranya meminta maaf sangatlah tidak sopan, komandan ksatria tersebut lebih seperti orang yang sedang mengancam dari para minta maaf, Rio yang mana melihat hal itu langsung teringat akan banyaknya orang bodoh yang berusaha mencari masalah pada dirinya.
“Haaah… jumpa orang kayak gini lagi, apa tidak bisa aku hidup tenang sedikit apa” pikir Rio.
“Taaskk…” dia memegang kepala ksatria yang mana menghina dirinya saat itu juga, “Trranggs…” dan dengan cengkraman tangannya Rio menghancurkan helm besi yang mana melindungi kepalanya lalu “Burrn…” menggunakan sihir apinya Rio membakar ksatria tersebut.
“Gaaahkk… Ahhhkk…” karena kepanasan ksatria itu menjerit kesakitan karena serangna api milik Rio.
Setelah mendengarkan jeritan kesakitan tersebut Rio lalu meninggalkan ksatria itu dan mulai berjalan masuk kedalam pintu bagunan serikatnya, “Srringgs…” namun sang komandan ksatria yang ada disana mengarahkan pedangnya pada Rio dan menghentikan pergerakan Rio.
“Kau sialan, aku tidak perduli kau ini siapa tetapi beraninya kau berbuat seperti itu pada bawahanku” kata komandan ksatria tersebut.
“Lain kalai jangan cari masalah dengan sembarangan orang” kata Rio.
Dan disaat Rio ingin menghabisi komandan ksatria tersebut, “Trranggs…” sebuah sihi cahaya pelindung muncul didepan dirinya, dan sihir itu mulai melindungi sang komandan ksatria tersebut, namun dengan tinju milik Rio “Trrassk…” dia dengan mudah menghancurkan sihir pelindung tersebut dan “Busshkk…” memukul wajah dari komandan ksatria tersebut.
“Gaaahkk…” karena dilundungi oleh sihir pelindung komandan ksatria itu selamat dari kematian, akan tetapi wajahnya hancur karena pukulan yang Rio lancarkan.
“Jadi siapa kau..???” tanya Rio pada seorang perempuan yang berdiri dibelakangnya.
“Salam tuan Rio, perkenalkan aku adalah Merlin salah satu kandidat yang untuk kursi raja solomon” kata perempuan tersebut.
Dia memiliki tubuh yang cukup tinggi untuk seorang perempuan dan juga rambut putih yang mana sangat cantik dan berkilau, lalu dengan pakaian yang serba tertutup dan juga mata yang tertutupi oleh kain penutup mata, perempuan itu mengeluarkan aura yang sangat misterius.
__ADS_1
“Hmm… jadi kau perempuan yang waktu itu” kata Rio, dia tidak terlalu memperhatikannya karena ada Gilang disana, akan tetapi Rio tetap berpura-pura dia mengenali perempuan tersebut.
“Jika anda tidak mengenaliku maka tidak masalah kok” kata Merlin.
“Hmm… ooh… ok maafkan aku” kata Rio yang merasa sedikit bersalah.
“Kalau begitu bisakah kita masuk kedalam, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan anda tuan Rio” kata Merlin.
Setelah itu mereka masuk kedalam bangunan serikat Rio, dan disaat Rio melihat kearah komandan ksatria tersebut wajahnya sudah kembali seperti sediakala karena tehnik sihir penyembuhan milik Merlin.
“Luar biasa, tampa menggerakan tangan ataupun membaca mantra dia dapat mengaptifkan tehnik penyembuhan setingkat itu dengan mudahnya” pikir Rio.
Setelah itu Rio membawa Merlin kedalam ruang tamu yang mana dia buat khusus untuk menyambut tamu penting, disana juga ada Luna yang mana menyediakan teh dan juga cemilan untuk Merlin. Ketika Rio melihat Luna dan merasakan kalau Luna bersikap aneh dihadapan Merlin, mengetahui hal itu Rio lalu memegang tangan Luna.
“Hei.. kau tidak apa-apa..??” tanya Rio lewat telepati dengan Luna.
“Tidak-tidak ada, aku hanya merasa kalau tubuhnya sangat aneh, seperti ada lebih dari satu jiwa sedang mendiami tubuh itu” kata Luna yang membalas telepati Rio.
“Hmm… jadi begitu, kalau begitu kau duduklah disampingku dulu dan kita akan tanyakan tujuannya kemari” kata Rio.
“Baik…” balas Luna, setelah itu Luna langsung duduk didekat Rio “Srrahkk…” dan dengan menggunakan belati artefak miliknya Luna bersiap untuk langsung melompat kedalam bayangan dan menyerang Merlin langsung jika terjadi sesuatu.
“Jadi bisa tolong katakan tujuanmu datang kemari..??” tanya Rio.
“Langsung saja kalau begitu, tuan Rio aku ingin anda menjadi raja dan memimpin klan kami” kata Merlin.
Bersambung….
__ADS_1