
Mahluk itu terlihat seperti sesosok serigala yang mana memiliki tubuh yang lebih besar dari seekor gajah, dengan lima pasang sayap kelelawar, enam cakar, dan kepala kelelawar yang mana memiliki mata merah yang sangat mengerikan. Teppes yang telah berubah menjadi mahluk mengerikan tersebut lalu mulai menyerang Satans, “Busskk…” dengan satu tandukan dari kepalanya Satans terlempat sangat jauh, “Bummshk… Bummhsk…” dan saat Satans terlempar disana “Busshkk…” Teppes lalu langsung melompat untuk memberikan serangan kearah Satans.
“Taaskk…” akan tetapi sesosok monster alam bawah muncul dari belakang Teppes, monster itu menggunakan tentakel-tentakel miliknya “Tassk… Tassk…” untuk mengunci gerakan dari Teppes, “Grroaar… Roaarr…” marah dan kesal Teppes lalu mencoba untuk melawan balik. “Crrast… Krrasstt…” menggunakan cakaran dan juga gigitannya Teppes berhasil melempaskan diri dari tentakel monster alam bawah tersebut, namun “Wusshkk…” Satans mengambil kesempatan itu dan mengarahkan serangan kapak miliknya kearah Teppes.
“Srranggs…” akan tetapi tubuh Teppes yang saat ini telah berubah tidak dapat dilukai dengan artefak milik Satans saat itu juga, Teppes yang melihat kearah Satans lalu “Crranng…” menggunakan gigitannya untuk menyerang Satans. Akan tetapi Satans berhasil menahan serangan gigitan dari Teppes menggunakan kapak miliknya, namun “Kringgs…” gigitan Teppes yang kuat membuat sebuah retakan pada artefak milik Satans.
“Sial nampaknya taringnya lebih kuat dari artefak milikku” pikir Satans.
“Dusshkk…” Satans lalu menggunakan tendangannya untuk menendang Teppes, kemudian Teppes terlempar keatas udara karena serangan dari Satans, disaat itulah monster alam bawah mulai kembali bergerak, “Crraakk…” dari tubuhnya yang bulat seperti bola tersebut dia menciptakan sebuah mulut besar untuk melahap Teppes. Melihat hal itu Satans kemudian menggunakan kendali miliknya untuk menghentikan pergerakan dari monster alam bawah tersebut, “Kieekk…” monster alam bawah itu lalu mencoba untuk melawan kendali dari Satans.
“Grrr…” melihat kesempatan, “Busshkk…” Teppes lalu menendang udara disekitarnya dan langsung dengan cepat mendarat diata tubuh monster alam bawah tersebut. “Crrast… Crrast… Crrast… Craausst…” dan menggunakan serangan bertubi-tubi dari cakaran dan gigitannya Teppes membunuh monster alam bawah tersebut dengan mudahnya.
“Tadi itu hampir saja, bisa gawat kalau aku kehilangan darah miliknya, kalau seperti ini terus nampaknya aku memerlukan bantua” kata Satans.
“Triinggs… dia memegang sebuah kristal merah dicelah-celah tangannya, dan kristal merah itu mengerluarkan cahaya hidup dan mati seperti sebuah alat sihir khusus.
Sementara itu Luna yang mana sedang menghadapi Roy Black, “Busskk…” sedang berada diatas angin karena dengna kecepatannya dia dapat menghindari setiap serangan yang di arahkan Roy Black pada dirinya.
“Jangan menghindari terus kau wanita sialan” kata Roy Black yang mana saat itu telah kehilangan dua belahan dirinya.
__ADS_1
“Hahahah… memangnya kenapa kalau aku menghindari terus, kalau kau punya kemampuan maka serang aku” kata Luna yang mana berusaha untuk memancing Roy Black.
“Grrr…” marah besar karena terus dihina oleh Luna, “Trrasskk…” ketiga Roy Black tersebut kemudian langsung mengeluarkan energy hitam besar ditelapak tangannya, dan “Busshtt… Busshtt…” mereka menembakkan energy hitam tersebut kearah Luna yang menaiki Kuda Sembrani. “Wusshk… Fusshkk…” dengan mudahnya Kuda Sembrani langsung menghindari setiap serangan yang dilemparkan oleh ketiga Roy Black tersebut, “Crrast.. Crrast.. Crrast..” sementara itu para iblis kecil yang berterbangan tersebut langsung menggigiti tubuh dari ketiga Roy Black tersebut.
“Kiiik-kiiik-kiiik…” mereka mulai menyerap energy dari ketiga Roy Black tersebut dengan cara menggigit tubuh mereka, dan karena jumlah mereka sangat banyak “Busshkk… Crrast…” ketiga Roy Black tersebut kesulitan untuk menyerang iblis-iblis kecil tersebut.
“Mahluk-mahluk kecil ini sangat mengganggu, nampaknya kita tidak punya pilihan lain lagi” kata salah satu dari tiga Roy Black tersebut.
“Hmm… kelihatanya mereka sedang merencanakan sesuatu..??” pikir Luna yang melihat ketiga Roy Black tersebut sedang berada diposisi yang aneh.
Kedua Roy Black tersebut terlihat sedang mengangkat satu Roy Black yang mana sedang terlihat duduk bersila, kemudian “Fusshkk…” kedua Roy Black tersebut langsung melemparkan Roy Black yang duduk bersila tersebut keatas mereka. Melihat hal tersebut Luna langsung tahu kalau ketiga Roy Black itu sedang merencanakan sesuatu, dia dengan cepat langsung memasukan kembali artefak pisau miliknya dan berusaha untuk mengeluarkan sebuah senjata yang lainnya dalam penyimpanan aplikasi DS Game miliknya.
“Wusshkk…” melihat Luna yang mana telah mendarat ditanah kedua Roy Black yang lainnya langsung dengan cepat berusaha untuk menyerang Luna, mereka “Srrings…” menciptkan sebuah pedang energy hitam menggunakan sihir mereka. Dan disaat itulah Luna dengan cepat mengeluarkan senjata yang dia bawa, dan kedua Roy Black tersebut terkejut karena melihat senjata yang dikeluar oleh Luna.
Sebelumnya didalam ruangan pelatihan serikat kesatria bayangan, Luna yang mana sedang berlatih disana dihampiri oleh Lili yang mana merupakan ibu dari Lita, disana Lili melihat kalau Luna sedang melatih tehnik bertarung jarak dekat miliknya.
“Kau sedang apa...??” tanya Lili.
“Hmm… aku hanya sedang menyempurnakan tehnikku saja” kata Luna.
__ADS_1
“Kalau kau terus berlatih seperti itu maka kau akan mendapatkan hal yang sia-sia” kata Lili.
“Apa maksudmu dengan hal itu” kata Luna.
“Kau tahu yang aku maksud bukan, tubuh wanita itu secara normalnya memalah lebih lemah dari para pria, akan tetapi itu semua bisa diselesaikan dengan tehnik dan juga senjata yang tepat” kata Lili.
“Jadi yang kau maksud adalah aku kekuarangan sebuah senjata yang tepat dalam latihanku ini” kata Luna.
“Benar sekali, karena itulah akan aku ajarkan padamu bagaimana cara menari dengan senjata itu” kata Lili.
Dan sekarang ini Luna telah berhasil mengasah kemampuannya dan mengeluarkan sebuah senjata Desert Eagle yang mana telah diukir dengan lingkaran sihir didalamnya, melihat hal tersebut kedua Roy Black tersebut merasa lucu dan meremehkan Luna. Akan tetapi “Dorst… Dorst…” dengan dua kali tembakkan Luna dengan tepat menembak di tumit kaki kedua Roy Black tersebut, “Brruskk…” keduanya lalu langsung terjatuh ketanah.
“Wanita sialan apa yang kau…??” kata salah satu dari kedua Roy Black tersebut, dia tidak melanjutkan perkataannya karena Luna telah ada didepannya dan telah mengarahkan selongsong Desert Eagle miliknya kearah kepala Roy Black tersebut.
“Dorsst…” dengan satu tembakkan salah satu dari dua Roy Black yang menyerang Luna tersebut “Crrast…” mati dengan kepala yang pecah karena tembakkan dari Desert Eagle tersebut.
“Satu mati, tinggal dua lagi” kata Luna.
Bersambung….
__ADS_1