
Dipagi hari itu gudang tempat Rio berada sangatlah berisik dan terlihat kalau ada banyak “Krraanggss… Crraasskk…” barang-barang berjatahan karena tiga anak siluman singa sedang berlarian ditempat itu, melihat hal itu Rio hanya bisa diam karena sudah lelah untuk menegur mereka.
“Hei… anak kucing kecil tunggu” kata Lita yang mengejar ketiga anak siluman singa tersebut.
“Jangan sampai kau terjatuh” kata Rio, dia melihat keempat pembawa masalah itu dengan wajah malas karena sudah tidak bisa dibilangin lagi.
Sebelumnya sehari yang lalu Rio telah berhasil menyelesaikan ujian kali ini dan menjadi partisipan dengan peringkat teratas karena menyelesaikan misi seorang diri, tetapi karena adanya sebuah kesalahan dari pihak manajemen DS Game, membuat semua partisipan ujian kali ini mendapatkan kompesasi bagi mereka yang masilah bertahan hidup. “Zrriinggss…” lalu disaat itu Rio dipindahkan kesebuah tempat yang terlihat seperti kantor kerja dimana berterbangan disana banyak Jin, para Jin tersebut melakuka pekerjaan mirib manusia kantoran biasa.
“Dimana ini, ini berbeda dari dua ujian sebelumnya” pikir Rio yang melihat kantor tersebut.
“Halo permisi, apa kau tuan Rio” kata salah seorang Jin yang terbang kearahnya.
“Iya benar apa kau adalah penanggung jawab dari ujian kali ini…??” tanya Rio dengan tatapan yang mengancam.
“Hihihih… jangan marah, aku bukanlah Jin yang memiliki tugas seperti itu, yang lebih penting lagi bosku ingin berbicara dengan anda” kata Jin tersebut.
Mendengar perkataannya Rio langsung mengikuti Jin kecil yang terbang tersebut, lalu tidak lama berjalan Rio sampai disebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan kantoran biasa, namun yang membedakannya adalah aura hitam yang sangat tidak enak dibalik pintu ruangan tersebut.
“Sekarang masuklah kedalam ruangan itu, bosku ada disana” kata Jin tersebut.
“Haaah… baiklah” kata Rio, dengan berhati-hati Rio lalu membuka pintu dari ruangan tersebut, “Crraakk… Kiiieettt…” lalu didalam sana terlihatlah sesosok pria mudah yang mana sedang duduk dibangku dan melakukan pekerjaan kantoran.
__ADS_1
“Aaaahh… kau sudah datangyah, silahkan duduk sebentar” kata pria tersebut dia memiliki rambut hitam pekat dengan iris mata merah darah yang sangat mencolok.
Melihat tidak ada aura yang berbahaya Rio lalu duduk di sebuah sofa yang kelihatan sangat nyaman, dan pada saat dia duduk disofa tersebut dia merasakan sebagian besar energy sihirnya mengalir dengan santainya didalam tubuhnya dan bahkan Rio merasa lebih sehat dibandingkan sebelumnya. “Crraanggkk…” pria itu lalu memenggang dua buah cangkir putih dengan sebuah teko putih yang mengeluarkan aroma herbal, dan ketika Rio menghirup aroma herbal tersebut dia merasa hatinya menjadi lebih tenang dan lebih damai.
“Hahaha… aku harap kau suka pada teh yang aku sedu” kata pria tersebut.
“Aaah… tidak apa-apa, kau tidak perlu repot-repot” kata Rio.
“Oohh… iya sebelumnya aku lupa memperkenalkan diriku\, perkenalkan aku salah satu dari pencipta DS Game M****” kata pria tersebut\, disaat dia memperkenalkan dirinya suara dengungan terdengar dikepala Rio seakan-akan menutupi nama orang pria itu.
“Kkaaagghh… apa-apaan itu tadi” kata Rio yang mana merasakan sakit ditelinganya.
“Ooohh… maafkan aku tampaknya kau belum mencapai keadaan untuk bisa mendengar namaku, jadi panggil saja aku ketua M” kata pria tersebut.
“Jangan terlalu serius seperti itu, sebenarnya tujuanku memanggilmu kemari adalah untuk meminta maaf sekaligus memberikan beberapa kompesasi khusu untukmu” kata Ketua M.
“Itu artinya memang ada yang salah didalam ujian kali ini bukan” kata Rio.
“Iyah benar sekali” kata ketua M.
“Dan kesalahan itu bertujuan untuk menghabisiku” kata Rio.
__ADS_1
“Hahahah… bisa dibilang seperti itu” kata ketua M, “Srruuppss…” dia dengan tenangnya meminum teh panas yang dia seduh tersebut.
Melihat hal itu Rio mulai sedikit kesal karena setiap pertanyaannya dijawab dengan wajah datar seakan-akan dia tidak memperdulikan nyawa Rio sama sekali, karena kesal Rio lalu memegang cangkir putih yang ada didepannya “Srruuppss…” dan meminumnya. Mata Rio lalu terbuka dengan lebarnya karena kenikmatan yang dia rasakan dari teh tersebut, melihat hal itu ketua M hanya tersenyum sedikit melihat reaksi dari Rio.
“Aku senang kalau kau suka pada tehnya, aku juga bisa memberikan beberapa kantung teh untukmu nanti” kata ketua M.
“Benarkah kalau begitu bagus” kata Rio, dia secara tidak sadar tidak ragu-ragu menolak tawaran ketua M dan melupakan apa yang telah terjadi.
“Mari kembali kemasalah awal, kompesasi yang aku tawarkan akan kuberikan sekarang” kata ketua M, dia lalu menunjuk kearah smartphone milik Rio yang ada dikantungnya.
“Ping-ping….” Lalu notifikasi dari DS Game muncul dan ketika Rio membukan pesan notifikasi tersebut dia dikejutkan dengan jumlah dari Gold Point yang dia dapatkan, dan bukan hanya itu saja Rio juga mendapatkan beberapa senjata-senjata sihir yang sangat langkah bahkan salah satunya adalah prajurit wayang yang lebih baik dari punya kakek Joko.
“Kau benar-benar orang yang sangat licik yah, tapi asal tahu saja memberikan ini semua hanyalah akan membuat dewaku tenang saja dan tidak mahluk atas lainnya” kata Rio.
“Hahahahah… seperti yang diharapkan dari manusia yang disukai oleh Batara Kala, kau mengetahui maksudku dengan sangat baik, memang benar sebelumnya aku sama sekali tidak perduli dengan masalah sabotase ini karena bukan pertama kalinya ini terjadi, tetapi Batara Kala memberikaku sebuah ancaman dan itu sama sekali tidak bagus untuk bisnis yang kami jalani” kata ketua M.
“Jadi karena itulah kau memutuskan untuk meminta maaf dengan cara seperti ini, aku kira tadi kau ini adalah manusia tetapi siapa sangka kau adalah iblis dan dari caramu memanggil Batara Kala seperti itu tampaknya kau termasuk iblis yang kuat” kata Rio, dia berusaha untuk menebak-nebak identitas dari ketua M.
“Kalau untuk itu kau bisa cari tahu saja sendiri, yang terpenting sekarang aku telah menyelesaikan masalah satu dewa dan sekarang aku permisi ingin pergi terlebih dahulu, ada banyak mahluk kuat yang harus aku ajak bicara dulu sebentar” kata ketua M yang mana meninggalkan Rio sendirian diruangan tersebut.
“Ping-ping… Ping-ping…” lalu sebuah pesan masuk dari aplikasi DS Game, dan didalam pesan tersebut tertulis “Kepada tuan Rio aku telah memasukkan beberapa bubuk teh tadi kedalam penyimpanan DS Game milikmu, dan juga jika kau ingin pergi silahkan keluar langsung lewat pintu tempat aku keluar tadi, setelah kau keluar dari pintu itu kau akan langsung dikembalikan ketempat asalmu, pertanda ketua M” lalu Rio mengecek penyimpanan DS Game miliknya dan benar saja ada lima buah kantung silver yang berisikan bubuk teh yang dia minum tadi.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu mari sekarang kita kembali pulang lalu tidur semala beberapa hari” kata Rio yang mana langsung membuka pintu itu dan kembail kedunia manusia.
Bersambung…..