Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 165 Masuk kedalam jebakan bagian 2


__ADS_3

Serangan pedang dari Rio sangatlah cepat dan tepat tetapi saat Rio melihat kearah para iblis ras salamander tersebut, “Crrasst… Crrasst…” para iblis tersebut sama sekali belum mati dan hanya terkena luka kecil dari serangan artefak milik  Rio.


“Sisik mereka keras sekali” pikir Rio, tangannya sedikit gemetaran setelah berusaha untuk menebas tubuh dari para iblis salamader tersebut.


“Gaahkk… sialan kau manusia, apa kau pikir bisa mengalahkan kami dengan satu gerakan” kata pimpinan dari iblis salamander tersebut.


“Hmm… sisik kalian memang sangat keras, aku akan pastikan membawa mayat kalian nanti untuk bisa dijadikan armor yang bagus” kata Rio.


“Grrr… kau memang manusia yang cukup sombong” kata pimpinan dari iblis salamander tersebut, “Krross… Crrasstt….” Tiba-tiba saja dari mulutnya dia mengeluarkan sebuah cairan hijau kehitaman.


“Wuussh… Wuussh…” melihat hal itu Rio langsung mundur karena tahu kalau cairan tersebut berbahaya, dan benar saja “Shhh….” Tanah beton yang mana terkena cairan tersebut langsung melepuh dan meleleh, asam dari caira yang dikeluarkan oleh salamander tersebut sangatlah kuat sehingga dapat melelehkan baja sekalipun. Melihat Rio yang mana sedang fokus pada ketuanya salah satu dari iblis salamander yang memisahkan diri tadi langsung berusaha untuk menyerang Rio dari belakang, “Buussh…” tetapi saat dia akan menyerang Rio “Crrasstt…” dari belakang bayangannya Luna menusuk lehernya.


“Cih… kurang dalam” kata Luna yang mana masih melihat kalau iblis salamander tersebut tetap hidup setelah terkena serangannya.


“Buussk…” menggunakan tendangannya Rio menghempaskan iblis salamander tersebut dari Luna, “Buurrnn…” lalu dia memakai sihir api miliknya “Wuussh… Boomssh…” dan membakar iblis salamander tersebut.


“Beraninya kau menyerang keluargaku” kata pimpinan salamander tersebut.


Dia dengan buasnya melompat untuk menyerang kearah Rio, “Trranggss…” namun dengan mudahnya Rio menangkis serangan dari ketua kelompok salamander tersebut, Rio menahan tangan iblis salamander yang bersisik tersebut dengan mudahnya.


“Grrr… kalian bantu aku juga” kata ketua kelompok salamander tersebut.


Mendengarkan perintah ketua mereka para iblis salamander tersebut langsung bergerak kearah dua arah, mereka ingin menyerang Rio dari arah kiri dan kanan sehingga dirinya tidak dapat menghadang serangan mereka. “Wuussh… Wuussh…” lalu ketika para salamander tersebut mendekati Rio puluhan pisau lempar langsung menyerang mereka dari dalam bayangan Rio, “Trranggss… Trranggss…” pisau lempar tersebut tidak dapat melukai para salamander tetapi gerakan mereka terhenti karena pisau lempar tersebut.


“Cih… apa yang kalian takutkan dari pisau kecil” kata ketua kelompok salamander tersebut.


“Buusskk…” melihat sebuah kesempatan Rio dengan cepat menendang ketua salamander tersebut, ketika ketua kelompok salamader tersebut terhempas jauh “Srrahh…” Rio langusng mengeluarkan dua buah bola hitam dan melemparkannya kearah kanan dan kirinya. “Buurrsshh…” kedua bola hitam tersebut langsung membesar dan menelan kedelapan salamander tersebut hidup-hidup, “Trrasskk…” dan saat bola-bala hitam itu menghilang ke 8 langsung menghilang dan hanya menyisakan sebagian kecil tubuh mereka.

__ADS_1


“Grr… dasar sialan, beraninya kau melakukan hal itu pada bawahanku” kata ketua dari iblis salamander tersebut.


“Uwaaah…. Dia tidak tahu kalau dia sudah kalah bukan” kata Luna yang keluar dari bayangan milik Rio.


“Grrrr… Rooaaarr…” ketua salamander tersebut langsung menggerang kearah Rio dan maju untuk melawannya, tetapi Rio hanya diam ditempat tersebut dan “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dengan tiga tebasan dari golok naga waktu miliknya Rio mengalahkan ketua salamander tersebut dengan mudahnya.


“Percuma saja, kau sudah kalah semenjak pertama kali artefak ini menyentuh darahmu” kata Rio.


Golok naga waktu adalah alat sihir yang mana telah mencapai tingkatan artefak dan menjadi senjata pribadi dari raja iblis Bahamut, setelah diambil paksa oleh Batara Kala dan mengubahnya sekarang Golok tersebut jatuh ketangan Rio manusia yang membuat kontrak dengan dewa waktu Batara Kala. Golok tersebut memiliki kekuatan untuk beradaptasi dengan setiap lawanya, karena setelah percobaan yang dilakukan oleh Batara Kala dia berhasil membuat artefak golok tersebut menjadi sebuah mahluk hidup, setiap kali golok tersebut meminum darah dari musuhnya maka dia akan semakin kuat setiap waktunya.


“Sekarang ini artefak milikku sudah menjadi lebih kuat dengan darah iblis salamander milikmu, jadi percuma saja kau melawan lebih baik kau diam dan matilah dengan tenang” kata Rio yang mana mendekati ketua dari kelompok salamander tersebut “Srarsstt…” dengan sekali tebasan dia memenggal kepalanya dengan mudah.


“Hmm…. Hei tampaknya mereka akan kabur” kata Luna yang melihat dua dari iblis salamander tersebut sedang berusaha untuk melarikan diri.


“Biarkan saja, tampaknya mereka juga tidak bisa hidup lama” kata Rio.


“Kaahhkkss…” kemudian Rio dan Luna mendengarkan suara dari salah satu salamander yang kabur tersebut, dia ditangkap oleh Jill dan menggunakan aura iblis miliknya salamander tersebut jatut pingsan kedalam alam mimpi.


“Hmm… sedang apa kau disini” kata Luna yang melihat Jill berada didepannya.


“Oohh… aku cuman jalan-jalan saja dan kebetulan melihat kalian” kata Jill.


“Kalau begitu kau bisa pergi sekarang, kami mau lanjutkan jalan-jalan kami sekarang ini” kata Luna.


“Eeeeh… begituyah, tapi karena kita bertemu seperti ini kenapa gak sama aja” kata Jill, dia berusaha untuk mengganggu acara mereka berdua dengan bergabung kedalamnya.


“Gak usah karena aku yakin putri dari raja iblis sepertimu masih banyak urusan, kenapa kau tidak kembali saja dulu kealam iblis sekarang” kata Luna.

__ADS_1


“Kebetulan ayahku memberikan aku liburan, jadi aku bebas pergi kemana saja hari ini termasuk ikut dengan kalian berdua” kata Jill.


“Ugggkk… kalau dibiarkan terus mereka berdua akan bertarung sungguhan, lebih baik aku ambil jalan aman saja” pikir Rio.


Dia lalu melihat iblis salamander yang pingsan tersebut dan mengikatnya menggunakan alat sihir, setelah itu dia mengangkat salamander tersebut menggunakan sebelah tangannya.


“Hmm…. Hei Jill, yang satu lagi dimana apa kau melihatnya…??” tanya Rio.


“Eeeh… aku cuman lihat satu saat kalian keluar tadi, mungkin dia langsung kabur” kata Jill.


“Rio itu mau kau apakan, kenapa gak langsung bunuh aja” kata Luna.


“Tidak mungkin saja jika aku membawanya, aku bisa mendapatkan beberapa infromasi penting” kata Rio.


“Sebaiknya hentikan saja itu, karena percuma” kata Jill.


“Hmm… kenapa…??” tanya Rio.


“Iblis salamander adalah iblis paling setia dan terkenal lebih memilih mati dari pada menghianati tuannya, dan yang lebih penting lagi kau tidak memerlukan infomasi lagi tentang Bahamut” kata Jill.


“Memangnya kenapa dengan Bahamut, dia sudah jatuh dari kursinya sebagai raja iblis, jadi aku pikir ini kesempatan untuk mengalahkannya” kata Rio.


“Kau sudah  terlambat, seseorang sudah membunuhnya dan dia adalah salah satu dari bawahan raja iblis” kata Jill.


Mendengarkan hal itu Rio terkejut dan kaget karena Bahamut yang mana adalah raja naga sebelum menjadi raja iblis dapat dikalahkan oleh bawahan raja iblis, Rio merasa penasaran dengan identitas dari orang yang mengalahkan Bahamut tersebut.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2