
Perang berlanjut seperti sebelumnya dan dengan strategi yang hampir sama, dan pada saat para pasukan iblis milik Bahamut muncul disaat itulah para vampire keluar dari bayangan Rio. Mereka berterbangan diudara menunggu darah disemprotkan keluar, sekali lagi Teppes melakukan tindakan yang sama dan pada saat dia menggunakan kekuatan miliknya dia merasa sedikit aneh.
“Hmm… apa aku sudah pernah melakukan ini sebelumnya..??” pikir Teppes yang merasa sedikit bingung.
Disaat darah para pemuja iblis tersebut terbang keatas disaat itulah para vampire memulai serangannya, mereka yang telah bertambah lebih kuat maju kedepan untuk membantai para pasukan milik Mormo dan Bahamut. Sementara itu sesosok manusia keluar dari bayangan milik Rio, dan itu adalah Lita yang mana sedari tadi menunggu bersama dengan para vampire didalam bayangan milik Rio.
“Kau tidak apa-apa..?? mereka tidak berbuat macam-macam bukan” tanya Rio yang mana melihat kearah Lita.
“Hmm… gak apa-apa kok, malahan abang-abang vampire itu baik semua, mereka bahkan mau bermain denganku didalam bayangan tadi” kata Lita dengan wajah gembira.
“Hahahah… bagus kalau begitu, sekarang adek Lita keluarkan para hantu Pagebluk dan bantu para vampire yang ada” kata Rio yang mana memerintahkan Lita.
“Ok bang…” kata Lita, “Pip-pip-pip….” Lita lalu mengutak-atik smartphone miliknya dan kemudian “Trriinggss… Trriinggss… Trriinggss…” puluhan hantu Pagebluk lalu muncul dan mulai menyerang pasukan iblis milik Bahamut, bahkan beberapa monster chira dan juga pasukan mayat milik Mormo ketakutan dengan aura yang dikeluarkan oleh para hantu Pagebluk.
“Bagus dengan begini perang akan cepat selesai, dan aku yakin mereka berdua akan menggerakan mahluk itu lagi” pikir Rio yang mana melihat kearah chimera naga mayat tersebut, dia memakai tudung hitam yang mana menutupi seluruh aura kematian yang dia miliki.
“Grrrr…. Mereka membalikan keadaan dengan sangat cepat, dan lagi jumlah mereka sekarang hampir menyamai jumlah pasukan kita” kata raja iblis Bahamut.
“Tenang saja, kita masih memiliki kartu kita itu dan aku rasa ini adalah saat yang tepat untuk memakainya” kata raja iblis Mormo.
“Lalu apa yang kau tunggu, cepat gerakan dia sebelum Teppes itu semakin sombong” kata raja iblis Bahamut yang mana termakan oleh emosi miliknya.
“Hmm… tunggu sebentar, apa kau tidak merasakan ada yang aneh…??” kata raja iblis Mormo yang mana menyadari kalau ada sesuatu yang mengganjal didalam pikirannya.
“Hmm… setelah kau katakan itu aku juga merasakan ada yang aneh, tetapi apa itu aku sama sekali tidak bisa tahu…??” kata raja iblis Bahamut.
__ADS_1
Rio lalu melihat kedua raja iblis tersebut dan melihat dari raut wajah mereka kalau keduanya sedang berbicara akan sesuatu, tetapi karena jarak yang sangat jauh Rio tidak dapat mendengarkan perkataan dari keduanya.
“Rio ini gawat, kedua raja iblis itu hampir menyadari adanya kekacauan dalam hukum waktu” kata Batara Kala yang berbicara lewat kepala Rio.
“Hmmm… jadi begitu, tapi apa yang harus kulakukan sekarang, Hmm…. Itu bisa aku gunakan” kata Rio, “Trringgss…” dia lalu memanggil Garuda datang ketempatnya.
“Anda memanggilku tuanku” kata Garuda yang menghadap kearah Rio.
“Garuda bawa aku ketengah para musuh, dan juga pastikan kalau mereka berdua dapat melihatku” kata Rio.
“Baik hamba mengerti” kata Garuda, “Taasskk…” Rio lalu naik kepundak Garuda dan “Wuussh…” dengan sangat cepat terbang keangkasa.
Disaat Rio sedang terbang bersama dengan Garuda “Trringgsshh…” Bahamut yang mana sedang berbicara dengan Mormo mulai merasakan adanya energy sihir yang dia kenali, dan saat dia melihat kearah atas dia dikejutkan dengan Rio yang mana memegang senjata artefak miliknya.
“I-itu kan, kenapa bisa kau memiliki artefak milikku” kata Bahamut yang mana marah melihat Rio menggunakan artefak miliknya.
“Grrrrrr…..” Bahamut yang dapat mendengarkan Rio menjadi semakin marah, “Burrnn….” Energy sihir miliknya langsung meluap-luap keluar dari tubuhnya.
“Hahah… maafkan aku, aku salah mengatakannya tadi, harusnya aku tidak bilang ini adalah senjatamu tetapi mantan senjata milikmu, karena Batara Kala telah merubahnya dan menyerahkannya padaku” kata Rio, dia berusaha untuk memancing amarah dari Bahamut agar pikiran miliknya tertuju pada dirnya dan tidak memikirkan adanya perubahan pada hukum waktu.
“Grrr…. Kemabalikan itu, manusi itu milikku” kata Bahamut yang mana sudah akan meledak dan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat kearah Rio.
“Haaaah…?? Kenapa aku harus mengembalikannya, kau kalah dari Batara Kala dan kehilangan artefak milikmu sebagai gantinya, kau seharusnya bersyukur masih bisa hidup sampai saat ini” kata Rio.
“GAAAAHHH….. aku sudah tidak tahan lagi, Mormo cepat habisi anak itu sekarang juga, gunakan senjata rahasia kita sekarang juga” kata Bahamut yang mana sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi.
__ADS_1
“Haaah…. Baiklah kalau begitu, tetapi kau harus belajar mengendalikan emosimu itu Bahamut” kata raja iblis Mormo, “Craassk… Trrasskk… Krraskk…” dia lalu menggerakan jari jemarinya seperti menggerakan sebuah boneka.
“Trrasskk… Krrassk…” chimera naga mayat tersebut langsung bergerak sesuai dengna gerakan tangan dari Mormo, melihat hal itu Rio langsung mundur kebelakang untuk memancingnya “Buussh…” dengan cepat chimera naga maya yang mana masih memakai jubah melompat dan mengejar Rio yang terbang dibahu Garuda. Melihat kalau chimera naga mayat sedang mengejarnya Rio hanya tersenyum, itu semua karena dia telah merencanakan semua ini dan akan membuat semuanya berjalan sesuai dengan yang dia rencanakan.
“Pip-pip-pip-pip….” Rio lalu mengetik sesuatu di smartphone miliknya, dan itu adalah pesan untuk Lita.
“Ping-ping…” Lita lalu menerima pesa chat dari Rio lewat smartphone miliknya.
“Lita bersiaplah kita akan lakukan sesuai yang direncanakan, pastikan para hantu Pagebluk sudah siap untuk melakukan serangan” tulis Rio yang mana memberikan pesan chat pada Lita.
“Ok bang…” balas Lita lewat pesan chat miliknya.
“Ping-ping…” Rio lalu mendapatkan notifikasi dari pesannya dan membaca balasan Lita, setelah dia membacanya Rio langsung turun kebawah bersama dengan Garuda “Buusskk….” Disaat yang hampir bersamaan chimera naga mayat itu juga sudah mendarat didekat Rio dan dirinya melihat kearah sekitarnya, Rio tahu kalau chimera naga mayat tersebut membutuhkan beberapa tubuh dari mahluk lainnya untuk bisa melepaskan wujud aslinya dan karena itulah Rio membawa dia ketempat yang mana sudah penuh dengan mayat yang mana sudah ditambahkan sesuatu didalamnya.
“Disini akan menjadi kuburanmu, aku akan buat kau mati sama seperti mereka” kata Rio yang mana mencoba untuk menipu Mormo.
“Hahahha… dasar bodoh, tampaknya dia tidak tahu kalau dia telah membawa bonekaku ketempat yang paling menguntungkan, kita lihat apa kau bisa bicara besar lagi setelah melihat ini” kata raja iblis Mormo.
“Trassk… Krraasstt…” dia menggerkan chimera naga mayat dan dengan kehendak raja iblis Mormo “Srrasstt….” Chimera naga mayat itu mengeluarkan beberapa tentakel dibalik jubahnya itu, melihat hal itu Rio hanya tersenyum karena rencananya kali ini bejalan dengan sangat sukses. “Wrrusskk… Wrrusskk… Wrrusskk…” chimera naga mayat itu lalu menarik semua mayat itu masuk kedalam jubahnya “Krrastt… Crrauustt…” dan mulai memakan seluruh mayat tersebut, “Buusshhtt…” tubuhnya lalu membesar dan menunjukkan sesosok naga mayat yang mana sudah digabungkan dengan hewan-hewan lainnya.
“Hahahahah… sekarang kau akan mati, menderitalah karena sudah berani melawanku” kata raja iblis Mormo.
Tetapi Rio yang melihat chimera naga mayat itu hanya tersenyum kecil karena dia sudah pernah melihatnya, dan “Taassk…” dengan satu jentikan jarinya “Srrsttkk…” tubuh dari chimera naga mayat langsung mengeluarkan garis-garis ungu yang mana memenuhi seluruh tubuhnya.
“Hmm… apa-apaan ini, kenapa bisa… kenapa aku tidak bisa mengendalikannya…??” kata raja iblis Mormo yang terkejut karena dirinya sudah tidak dapat mengendalikan chimera naga mayat lagi.
__ADS_1
Bersambung….