
“MAJUU….” Teriak Gio yang mana maju terbang kearah raksasa iblis tampa nama tersebut, dia menggunakan pedangnya untuk menebas tubuh dari raksasa tersebut “Srraanggss…” lalu saat Gio berusaha untuk menebas kakinya, pedangnya seperti menebas sebuah baja yang sangat kokoh.
Serangan tebasan pedang dari Gio sama sekali tidak memberikan bekas apapun pada tubuh raksasa iblis tampa nama tersebut, “Fuuusshh…” melihat Gio yang terbang disekitarnya raksasa iblis itu lalu meniup Gio dengan menggunakan nafasnya.
“Uwaaaah… bau sekaliiii….” Kata Gio yang mana terhempas jauh karena tiupan nafas dari raksasa tersebut.
“Hei kalau kau sudah selesai bermain dengannya bagaimana kalau kau bermain denganku sekarang” kata Jill, dia terbang menggunakan sayap iblis miliknya dan saat melihat aura raja iblis dari diri Jill.
“Roooaarr… Grraaahh…” dia langsung marah karena raksasa iblis itu seperti melihat sosok raja iblis yang pernah melawannya saat perang terdahulu, “Trraanggkk…” dengan mulutnya dia berusaha untuk menggigit Jill. Tapi Jill dengan santainya menghindari serangan gigitan dari raksasa iblis tampa nama tersebut, “Wuussh….” Jill lalu dengan cepat terbang menuju arah kiri kepala raksasa tersebut “Buusskk…” dan dengan tendangannya Jill memukul tepat diwajah raksasa iblis tersebut.
“Awww… sialan, aku seperti memukul sebuah gunung besi” kata Jill yang merasa kesakitan setelah memukul kepala raksasa iblis tampa nama tersebut.
Namun serangan dari Jill cukup berdampak pada raksasa iblis tampa nama itu “Kraakkss…” dan membuat energy sihir pelindung yang ada diseluruh tubuh raksasa iblis itu retak sedikit, melihat hal itu Jill memperkuat kedua tangannya menggunakan energy sihir hitam milik rasa iblis “Burrnn…” kedua tangannya seperti dibalut oleh aura hitam yang mencekam. “Busskk… Busskk… Busskk…” dan dengan liarnya Jill menyerang raksasa iblis tampa nama itu keseluruh tubuhnya, “Kraakkss… Krraakkss… Krraakkss…” setiap serangan dari Jill membuat banyak retakan pada energy sihir pelindung tubuh raksasa iblis tampa nama tersebut.
“GRRRR…. RAAAAHHKKK…” raksasa iblis itu lalu marah besar karena meliha Jill yang mulai menghancurkan pelindung sihir miliknya, “Bommssh…” dia lalu dengan sengaja meledakan seluruh energy pelindung sihir miliknya.
__ADS_1
Terkena ledakan energy sihir tersebut Nagini langsung terluka parah dan melepaskan lilitannya, “Trruukk… Bruukk…” Nigini lalu terjatuh ditanah karena tidak kuat menerima banyak luka dari ledakan sihir barusan. Sementara itu Jill yang berhasil menghindar lalu langsung waspada akan sekitarnya, karena ledakan energy sihir barusan debu asap mulai bermunculan dimana-mana dan menutupi pandangannya.
“Grrrr….” Secara tiba-tiba raksasa iblis tampa nama tersebut sudah ada dibelakang Jill, “Buussk…” dengan menggunakan tangan kirinya dia memukul Jill bagaikan memukul sebuah serangga, “Buussh… Boomssh…” lalu Jill yang terkena serangan telak tersebut terhempas cukup jauh dan menghancurkan menabrak dinding bebatuan disekitarnya. “Buumsh… Buumsh… Buumsh…” raksasa iblis itu lalu berjalan perlahan-lahan kearah Jill dan dengan menggunakan kaki kanannya dia berusaha untuk mengakhiri Jill dengan cara menginjak dirinya.
“Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh… Boomssh…” tiba-tiba saja puluhan bola api bermunculan dan menghantam tubuh raksasa iblis yang mana telah kehilangan pelindung energynya tersebut, berusaha untuk menahan serangan energy itu raksasa iblis tersebut lalu menggunakan kedua tangannya sebagai perisai untuk menahan serangan puluhan bola api biru tersebut. “Wuussh…” lalu secara tiba-tiba dengan sangat cepat Rio sudah berada dibahu raksasa iblis tampa nama itu, “Buussh…” dia lalu menggunakan tangan kananya untuk maju menyerang kearah kepala raksasa iblis tersebut.
“Crraassttt….” Dengan menggunakan cakaran api miliknya Rio dapat melukai mata kanan dari raksasa iblis tersebut.
“GAAAHH….” Merasa kesakitan raksasa iblis tersebut langsung menggunakan tangan kirinya untuk menangkap Rio yang sedang berada dipundaknya, “Wuussh…” dengan cepat Rio melompat kearah perut raksasa iblis tampa nama itu. “Boomssh…”dan dia menggunakan ledakan sihir api miliknya untuk bisa maju mendekati perut rakasasa iblis tersebut, “Trraakkss…” lalu dengan memfokuskan kekuatan tinju miliknya pada cakar api miliknya Rio melesatkan pukulan kearah perut raksasa iblis tersebut “Buuusskkk….” Dengan pukulannya itu dia membuat perut raksasa iblis tampa nama itu kesakitan.
“Graaahh… Kaaahhkk…” raksasa iblis tampa nama itu memuntahkan darah dari biru kehijaun dari mulutnya, serangan pukulan tangan kanan dari Rio tadi sangatlah kuat dan memancarkan energy api yang melukai organ dalam dari raksasa iblis tersebut.
“Haah-haah…. Cih dia tidak matikah, tidak kusangka setelah semua itu dia masih tidak dapat aku habisi” kata Rio yang mana merasa sedikit kelelahan setelah menggunakan sihir cakar api miliknya.
“Trraanggs… Glup-glup-glup-glup…” Rio lalu menggunakan sebuah botol obat penyembuh untuk menyembuhkan luka ditangannya, dan juga dia meminum dua botol obat lagi untuk mengendalikan stamina miliknya.
__ADS_1
“Hei… kelihatannya rencanamu berjalan mulus” kata Jill yang mana datang kedekat Rio sambil menahan luka-luka ditubuhnya.
“Tidak juga, setelah beberapa detik aku akan menyerangnya lagi, dan kau beristirahatlah lalu minum obat ini” kata Rio sambil menyerahkan sebuah botol obat pada Jill.
“Buussh…” Rio lalu langsung melesat kearah raksasa iblis tampa nama tersebut, lalu disaat yang sama raksasa iblis tampa nama yang kesakitan itu melihat Rio sedang berlari menuju kearahnya. “Trraakk.. Grraakksstt…” dia lalu memegang sebuah batu besar dengan tangan kananya dan “Wuussh…” dengna kuatnya dia melemparkan batu tersebut kearah Rio, “Trringgsstt…” lalu Rio yang mana telah mengantisipasi hal tersebut dengan cepat memanggil Orang bati untuk datang menolongnya.
“Trraanggsskk….” Batu besar yang dilemparkan oleh raksasa iblis tersebut langsung hancur karena sihir kebal dari Orang bati, “Buusshh…” Rio lalu menambah kecepatan lari miliknya. “Wuussh…” dengan cepat Rio sudah berada dihadapan raksasa iblis tersebut, melihat Rio yang mana seorang manusia biasa yang mana bisa melukainya disaat itulah untuk pertama kalinya raksasa iblis tersebut merasakan rasa takut, dia merasa takut terhadap Rio yang mana adalah mahluk yang sama sekali tidak bisa dia tebak.
“Wrruuusskk…” lalu raksasa iblis itu menggunakan tangan kanannya untuk melempar batu-batu kerikil ditanah kearah Rio, “Trranggsskk… Trranggsskk… Trranggsskk…” tetapi semua itu percuma saja, dihadapan perlindungan mantra kebal milik Orang bati. Melihat Rio yang sama sekali tidak terluka sang raksasa iblis itu langsung berdiri tegak dan lalu berbalik mencoba untuk melarikan diri dari hadapan Rio. “Strraasskk….” Tetapi ular Nagini yang mana masih ada disana langsung menggunakan tubuhnya untuk membuat kaki raksasa iblis itu tersandung “Buusskk…” dan membuat dirinya terjatuh, melihat kesempatan itu Rio lalu melompat kearah tubuh raksasa iblis yang terjatuh itu.
“Mari kita gunakan sekali lagi” kata Rio yang mana tersenyum sambil menggunakan sihir cakar api miliknya, “Buurrnn…” sihir api milik Rio sangatlah panas sampai membuat Orang bati terpaksa mundur karena tidak bisa menahan panas dari tangan kanan Rio.
“Grraaahh…” raksasa iblis itu lalu berusaha untuk berbalik agar dapat menjatuhkan Rio dari tubuhnya, “Sraaaah….” Namun dengan cepat Nagini langsung bangkit lagi dan “Crraasstt…” menggigit bahu kanan dari raksasa iblis tersebut.
“Grraaahh….” Raksasa iblis tersebut lalu berteriak kesakitan karena racun dari taring Nagini, dan karena racun tersebut Nagini tersebut sang raksasa iblis tampa nama itu langsung dibuat kaku tak bisa bergerak.
__ADS_1
“Yooo… apa kabar lalu selamat tinggal” kata Rio, matanya sudah menyala kemerahan dan kepribadian milik seperti berubah diluar naral.
Bersambung….