
Setelah melihat kehadarian dari Gilang tersebut Lili langsung memiliki firasat buruk, dan benar saja disaat Rio akan menghabisi raja ibli Beelzebub “Trraskk…” Gilang menghalangi, dan disaat Lili akan membidik dirinya dengan senjata sniper miliknya “Srraahkk…” bayangannya telah bergerak dan membuat sebuah jalan masuk kedunia bayangan. Melihat hal itu Lili langsung tahu kalau Rio ingin kalau seluruh anggota untuk mundur dari tempat itu, karena hal itu Lili tidak jadi menembak Gilang dan memutuskan untuk mundur bersama dengan yang lainnya.
Sementara itu Gilang yang mana melihat raja iblis Beelzebub yang telah terluka parah tersebut melihat dirinya dengan tatapan hina, melihat tatapan dari Gilang “Krrr….” Beelzebub tidak bisa melakukan apapun selain merasa kesal, itu semua karena dirinya sekarang ini tidak dapat bergerak dan bahkan dia tidak dapat melakukan apapun.
“Kau adalah bawahan dari Satans bukan, apa Satans yang menyuruhmu untuk menolongku” kata Beelzebub.
“Oooh… tidak bukan seperti itu, tuanku mengirimku kemari untuk menjalankan sebuah misi, dan kebetulan saja aku melihat hal ini dan memutuskan untuk menolong” kata Gilang.
“Jadi begitu, kalau begitu apa Satans berencana untuk membuat aliansi denganku, karena jika memang begitu maka aku akan menerima tawarannya” kata Beelzebub.
“Kau tampaknya salah sangka, misi yang diberikan padaku adalah untuk mengambil wilayah dari raja iblis Beelzebub serta mengambil seluruh artefak yang dia punya” kata Gilang.
“Apaaa… jangan main-main kau manusia” kata Beelzebub, dia berusaha untuk berdiri dan menyerang Gilang.
“Srrastt…” namun dengan pedang besar dipunggung Gilang dia dengan mudahnya memenggal kepala Beelzebub, lalu kepala Beelzebub yang terjatuh tersebut langsung dia ambil beserta juga dengan tubuhnya.
“Sekarang bersiap untuk membuka portalnya, kita akan panggil para pasukan untuk menjajah tempat ini” kata Gilang.
“*&%#^%%@^$^%$” Baphemot langsung menggunakan sebuah mantra besar untuk membuat gerbang, “Trranggs…” lalu sebuah portal yang memiliki lambang wajah iblis dengan 7 tanduk yang menghiasi kepala seperti sebuah mahkota.
“Krranggs… Trrukkss… Trrukkss… Trrukkss…” ribuan iblis dengan zirah merah darah kemudian muncul, mereka semuanya memegang senjata sihir dan karena Beelzebub telah mati Satans memiliki hak untuk menjajah dimensi Beelzebub. Dan dengan pasukannya Satans menyerang kota-kota yang menjadi kekuasaan Beelzebub, dengan Gilang yang memimpin pasukannya Satans mulai memperluas wilayah dimensi miliknya.
“Gahahahah…. Bakar, bunuh, hancurkan, semua yang menghalangi jalan kalian, persembahkan darah dan jiwa mereka untukku” kata Satans yang mana sedang menikmati kehancuran wilayah Beelzebub.
__ADS_1
“Rajaku aku kembali” kata Gilang yang mana kembali ke kastil raja iblis Satans.
“Kau sudah kembali Gilang, jadi bagaimana dengan hal yang aku minta..??” tanya Satans.
“Pohon iblis telah kami amankan, beserta 5 artefak yang mana menjadi kekuatan utama raja iblis Beelzebub juga telah diamankan” kata Gilang.
“Bagus-bagus… tidak kusangka membiarkan keponakanmu itu hidup akan sangat mengutungkan” kata Satans.
“Rajaku aku juga membawa sebuah oleh-oleh untukmu” kata Gilang, “Triinggs…” dari penyimpanan DS Game miliknya dia mengeluarkan kepala dari Beelzebub dan mempersembahkan kepala itu kepada raja iblis Satans.
“Heheheh.. bagus aku bisa memajangnya sebagai salah satu koleksiku” kata Satans yang mana sangat menyukai pemberian dari Gilang.
Disis lain disaat para iblis dan juga pengikut raja iblis Satan mulai bersenang-senang dengan peperangan mereka, Rio beserta teman-temannya menerima kekalahan pahit karena gangguan dari Gilang. Rio yang mana saat itu telah hampir mengalahkan Beelzebub, akan tetapi karena serangan Gilang yang menyerangnya secara tiba-tiba Rio menjadi kehilangan kesempatan untuk membunuh Beelzebub dengan tangannya sendiri.
“Tidak ada gangguan yang menyerangku” kata Rio.
“Apaa…!! Apa maksudmu dengan gangguan itu” kata Angga yang terlihat marah pada Rio.
“Krraaskk…” dia lalu memegang kerah baju Rio dan menatapnya dengan mata yang penuh amarah, akan tetapi Rio yang mana sangat tidak ingin dinganggu mengeluarkan hawa ingin membunuh yang sangat kuat, dan ketika Angga menatap matanya yang dingin tersebut tubuhnya langsung membeku karena tubuhnya merasakan ketakutan yang luar biasa dari tubuhnya.
“Uugghkk… apa yang terjadi… tubuhku mengigil sampai tidak bisa bergerak” pikir Angga yang merasakan hawa membunuh Rio.
“Aku sedang tidak ingin berbicara sekarang, lebih baik kau lepaskan tanganmu” kata Rio.
__ADS_1
Dengan mata yang sedikit takut Angga langsung melepaskan tangannya, setelah tangannya dilepaskan Rio langsung pergi masuk kedalam markas dan dia langsung masuk kedalam ruangannya, didalam ruangan itu Rio langsung terbaring ditempat tidurnya. Merasakan kelelahan yang luar biasa karena pertarungan melawan raja iblis, dengan sendirinya Rio menutup matanya dan tertidur.
Sementara itu Luna yang mana melihat Rio masuk kedalam kamarnya dengan wajah yang menakutkan, langsung membiarkan dirinya dia bahkan tidak mencoba untuk berbicara pada Rio.
“Kau tidak masuk kedalam…??” tanya Dion.
“Tidak… aku sangat mengenal pandangan mata seperti itu, karena itulah aku tahu kalau dia membutuhkan waktu untuk sendiri, lebih baik kita bantu yang lainnya untuk merawat luka mereka” kata Luna.
“Baiklah akan kusuruh para anggota yang lainnya untuk mengambil obat-obatan” kata Dion yang mana pergi kearah ruangan perawatan.
“Rio aku tahu apa yang kau rasakan sekarang ini, karena itu adalah mata yang sama denganku, mata yang penuh amarah dan juga dendam, akan tetapi jangan terlalu jauh tenggelam kedalam dendamu karena kau bisa kehilangan dirimu sama sepertiku” pikir Luna.
Sementara itu Rio yang mana sedang tertidur didalam kamarnya sedang memimpikan beberapa kejadian-kejadian dimasa lalu, dia memimpikan disaat-saat dirinya masih kecil dan bersama dengan kedua orang tuanya. Disaat itu mereka bahagia berempat bersama dengan ayah, ibu dan juga adiknya, disana didalam rumahnya yang besar mereka sangat sering bermain-main ditaman belakang rumahnya.
Disaat itu dia sering bermain dengan adiknya yang mana masih berumur tiga tahun, dia dan juga ayahnya sering bermain bola kaki disana, ditemani oleh ibunya yang mana sering membawa makanan yang enak untuk mereka makan ditaman tersebut. Dan disana juga dia memimpikan saat-saat Gilang datang dan membawa hadiah untuknya, pada saat itu Gilang menjadi seorang paman yang sangat baik dan sering membawakan mainan dan juga buku cerita untuk Rio dan adiknya.
Namun dimimpi itu disaat mereka bersama-sama “Trranggskk…” semuanya tiba-tiba saja menjadi gelap, dan disana Rio yang mana masih kecil berusaha untuk mencari keluarganya ditengah kegelapan tersebut. “Taakks…” lalu saat sebuah cahaya muncul dia melihat punggung pamannya, Rio lalu langsung berlari kearah cahaya itu dan berusaha untuk menjumpai pamannya akan tetapi dia tiba-tiba berhanti berjalan, karena disana dia melihat mayat dari ayah, ibu dan juga adiknya yang mana telah bersimbah darah.
Rio lalu langsung menangis ditempat itu dan juga berusaha untuk bertanya pada pamanya apa yang telah terjadi, “Taassk…” lalu tiba-tiba Gilang langsung memegang pundak kedua tangan Rio. Dengan wajah yang hitam tak terlihat oleh pandangan mata Rio, Gilang langsung mendekatkan kepalanya kearah telinga Rio.
“Aku yang telah membunuh mereka semua, dan sebentar lagi adalah giliranmu, keponakan kesayanganku” kata Gilang dengan wajah gilanya yang sangat menakutkan.
Bersambung…..
__ADS_1