Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 362 Para monster pengacau bagian 3


__ADS_3

Monster alam bawah elang berkepala tiga dengan empat sayap, dia adalah sosok monster alam bawah yang mana telah mengalami evolusi secara bertahap, dan untuk mencapai evolusi tersebut dia melahap banyak monster alam bawah lainnya, akan tetapi itu semua tidak cukup untuk memuaskan nafsu miliknya, karena semakin banyak monster alam bawah yang dia makan maka semakin lapar pulu dirinya. Disisi lain saat dia dibawa keluar beberapa kali oleh para penghianat iblis solomon waktu itu, disaat itulah dirinya merasakan darah dan juga daging segar dari para penghuni alam gaib.


“Keeeek… ini dia, ini yang aku inginkan” pikir monster elang berkepala tiga dengan empat sayap tersebut.


Disaat itu dia untuk pertama kalinya dia menjadi liar dan bahkan sampai melahap sebuah alam untuk memuaskan nafsu makannya, dan saat dia memakan sebuah alam dia pada akhirnya menjadi lebih kuat lagi. disaat itulah monster alam bawah elang berkepala tiga dengan empat sayap tersebut mulai ingin mencari cara untuk keluar dari alam bawah lagi, akan tetapi disaat itu Gilang telah mengatur para monster alam bawah untuk patuh dibawah perintah dirinya dan bagi mereka yang tidak dapat dia kendalikan mencoba untuk melawan dirinya.


Namun saat itu Gilang telah menjadi lebih kuat dari mereka semua dan “Crrastt… Krrastt… Trrassk…” menggunakan serangan-serangannya Gilang menumpahkan darah dari para monster alam bawah tersebut, Gilang kemudian langsung mengubah para monster alam bawah yang menyerang dirinya menjadi kolam darah untuk dia mandi. Dengan bermandikan darah dari para monster alam bawah tersebut, Gilang kemudian memulai evolusinya, dia membuang jati dirinya sebagai manusia dan ingin berevolusi menjadi mahluk yang lebih kuat dari para dewa dan raja iblis.


Disaat itulah keempat monster alam bawah yang mana adalah yang paling kuat, ingin melepaskan diri darinya dan memburu beberapa alam untuk berevolusi menjadi lebih kuat lagi, dengan berevolusi menjadi lebih kuat lagi mereka percaya kalau mereka dapat mengalahkan Gilang. Akan tetapi disaat itu juga monster alam bawah elang berkepala tiga dengan empat sayap itu, tidak percaya kalau dirinya sedang diinjak-injak dibawah kaki dari mahluk yang dianggap sebagai makananya.


“Apa-apaan ini, kenapa aku bisa diinjak-injak oleh mahluk seperti mereka, ini tidak mungkin terjadi” pikir monster elang berkepala tiga tersebut.


“Wrrusst…” dia lalu mengembangkan sayapnya lebih lebar lagi dan “Trraskk… Trraskk…” dia membuka keempat mata disayapnya tersebut, dan disaat itulah “Trranggs…” cahaya yang mana keluar dari mata monster elang berkepala tiga itu memberikan serangan ilusi pada Garuda. Disaat itu “Burrn…” Garuda seperti melihat tubuhnya digigiti oleh mahluk-mahluk kecil yang mana terlihat seperti monster alam bawah, mereka memiliki jumlah ribuan sehingga memenuhi tubuh dari Garuda.


“Apa ini..?? mahluk apa ini” kata Garuda yang mana terkena kekuatan ilusi dari monster elang berkepala tiga tersebut.

__ADS_1


Melihat ilusi tersebut Garuda lalu melepaskan penjagaannya akan monster alam bawah elang berkepala tiga tersebut, dan “Wrusskk…” dengan cepat monster elang berkepala tiga itu langsung melemparkan Garuda dan terbang keatas angkasa, namun diatas angkas “Wrrussk…” telah menunggu Phoenix yang mana telah bersiap untuk menghadang dirinya. “Burrnn…” dengan tubuh miliknya yang mana telah terbakar oleh api miliknya, Phoenix langsung bersiap untuk menyerang monster elang bergkepala tiga tersebut.


Akan tetapi disaat itu juga monster elang berkepala tiga tersebut langsung berbalik kearah Phoenix, “Wrrussk…” dia memperlihatkan kilauan cahaya dari mata yang ada disayapnya tersebut, dan dalam sekejap mata Phoenix kemudian langsung masuk kedalam ilusi yang diciptakan oleh monster elang berkepala tiga tersebut. Didalam ilusi tersebut Phoenix sedang berlutut bersama dengan para iblis solomon yang lainnya, dan dihadapannya terdapat sang raja Solomon yang mana memimpin mereka akan tetapi didalam ilusi itu Phoenix melihat sosok raja Solomon yang mana telah berubah menjadi kerangka dan telah mati terbunuh.


“Tidak-tidak-tidak….. Ahghhkkkk…” Phoenix tiba-tiba saja berteriak karena terjebak oleh ilusi dari monster elang berkepala tiga tersebut.


Melihat kesempatan tersebut “Taassk…” monster elang berkepala tiga itu langsung menangkap dirinya menggunakan cakarnya, akan tetapi “Burrn…” api milik Phoenix sangatlah panas dan membuat cakarnya terluka, dan karena hal itulah “Fusshkk…” monster elang berkepala tiga tersebut langsung melemparkan Phoenix “Bumssh…” dan membuatnya terhempas hingga ketanah. “Trringgs…” dengan energy yang mana telah dia kumpulkan diparuhnya, monster elang berkepala tiga itu menyiapkan sebuah bola energy besar yang mana memiliki kekuatan penghancur yang sangat kuat.


“Grrr… Roaarr… Matilah…” kata monster elang berkepala tiga tersebut.


“No. 1 Azazel” Rio kemudian menggunakan artefak Lemegeton.


Lalu menggunakan artefak Lemegeton tersebut dia menggunakan kekuatan dari Azazel, dan “Trringgs…” dia menciptakan sebuah kubus transparan berukuran cukup besar didepan telapak tangannya, kemudian “Frrushkk…” dengan kekuatan kubus itu bola energy tersebut langsung terserap kedalam kubus tersebut. “Trrasshk… Trranggs…” lalu dengan cepat kubus itu langusng menghilang kedalam kehampaan, disaat itulah sekali lagi Phoenix melihat Rio seakan-akan dia melihat sosok dari Solomon dihadapan dirinya.


“Phoenix… aku bukanlah raja Solomon dan tidak akan pernah menjadi dirinya, aku harap kau dapat mengerti itu” kata Rio.

__ADS_1


“Aku mengerti tuan… maafkan aku atas kesalah pahamanku ini” kata Phoenix.


“Srringgs…” dengan hal tersebut Rio lalu langsung menarik pedang miliknya, dan disaat itu juga “Trringgs…” monster elang berkepala tiga itu mendengarkan suara tangisan dari pedang tersebut. Dan disaat yang bersamaan untuk pertama kalinya didalam hidupnya, monster elang berkepala tiga itu merasakan ketakutan disaat mendengarkan suara tangisan tersebut, suara tangisan itu bagaikan sebuah teriakan yang mana penuh akan amarah dan suara amarah tersebut mengarah pada dirinya dan mulai mengguncang jiwanya.


“Apa itu…?? Apa-apaan yang dipengang manusia itu” pikir monster elang berkepala tiga tersebut.


Akan tetapi disaat itu juga “Wrrusshk…” monster elang berkepala tiga tersebut tidak menyadari kalau Garuda telah bersiap dibelakang dirinya, dan menggunakan tombak miliknya “Srrast…” Garuda menembas dua sayap kanan dari monster elang berkepala tiga tersebut. “Fussshkk…” karena serangan tersebut monster elang berkepala tiga tersebut langsung terjatuh dan disaat itu dia jatuh tepat dihadapan Rio yang mana telah bersiap dengan pedang miliknya.


“Kalau begitu mari kita akhiri semuanya” kata Rio.


Dengan menggunakan kuda-kuda khusus yang mana dia ciptakan, Rio mengalirkan seluruh energy didalam tubuhnya pada otot paha, telapak kaki, pergelangan tangan kanannya dan juga otot punggungnya, dan saat itu juga “Busshkk…” dengan satu lompatan dari kakinya Rio langsung telah mendekati monster elang berkepala tiga tersebut dengan sangat cepat. Disaat monster elang berkepala tiga itu menghadapkan padangannya kearah Rio, dia terlambat menyadari kalau Rio telah ada didekatnya dan “Srrastt…” dengan sekali tebasan Rio menebas ketiga kepala dari monster elang berkepala tiga tersebut.


“Matilah mahluk menjijikan” kata Rio.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2