Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 266 Masa lalu Luna bagian 2


__ADS_3

Selama beberapa hari itu Viktor tinggal dengan tenang dirumah Luna, dia membersihkan dan juga memasak makanan untuk Luna, akan tetapi Luna yang mana melihat Viktor masih terluka tidak mau dia banyak bergerak dan tidak mau membuatnya kerepotan. Namun walaupun sudah mengatakan hal seperti itu Viktor tetap saja membersihkan dan juga memasak semua makanan yang ada didalam rumah Luna, disaat itu Luna merasa agak heran dengan Viktor yang mana sudah terluka parah namun dapat bergerak bebas dalam beberapa hari saja.


Bukan cuman itu saja beberapa malam Viktor akan menyelinap keluar dan pergi entah kemana, Luna yang melihat hal itu agak penasaran dengan kemana Vikotr pergi saat malam itu, namun karena Luna ingin menjaga prifasi Viktor dia tidak pernah bertanya pada dirinya dan membiarkan hal itu.


“Aku pergi dulu yah…” kata Luna yang mana saat itu mau berangkat kesekolah.


“Ok hati-hati dijalan” balas Viktor.


Keduanya sangat dekat saat ini dan bahkan kedekatan mereka sudah melebihi seorang sahabat, namun Viktor yang mana saat itu berada dirumah Luna sendirian menyembunyikan hal yang besar dari Luna, dan hal itulah yang mana akan membuat Luna menyesali segala yang akan terjadi. Ditengah perjalanan Luna pergi kesekolahnya dia melihat ada banyak orang berkumpul disuatu tempat, bahkan disana juga ada para polisi yang mana sedang menyelidiki sesuatu yang terjadi ditempat itu.


“Ada apa…??” tanya Luna pada salah satu orang yang ada disana.


“Oohh… ini mereka katanya menemukan mayat laki-laki yang dimutilasi ditempat itu, katanya itu adalah mayat dari preman yang menghilang semalam” kata warga yang melihat hal itu.


Saat itu Luna tidak terpikirkan apapun dia merasa kalau ada yang menjanggal pikirannya, merasa tidak peduli Luna lalu melanjutkan pergi kesekolahnya, setelah sampai dikelasnya dia mendengarkan kalau banyak teman sekelasnya membahas kalau ada terjadi pembantaian disekitar kota mereka.


“Nampaknya ada banyak rumor tentang kematian dari preman itu” pikir Luna.


“Heeii… Lunaa apakabar” kata salah satu teman Luna.


“Baik kalau kau sendiri bagaimana, masih jadi tukang gosip..??” tanya Luna.


“Heheheh… aku bukan jadi tukang gosip tetap menyampaikan infomasi pada seleruh orang-orang” kata teman Luna tersebut.


“Jadi ada apa ini, kenapa satu kelas kelihatan ketakutan dan membicarakan sesuatu tentang pembunuhan atau apalah itu” kata Luna.


“Oooh… kau belum tahu yah, ini adalah berita baru yang mana melegenda dan menakuti banyak orang” kata teman Luna tersebut.

__ADS_1


“Sudahlah jangan lebay, katakan saja padaku memangnya beritanya itu tentang apa…??” kata Luna.


“Heheh… jangan takut saat kau mendengarkannya yah, ini adalah berita tentang pembunuhan berantai yang terjadi akhir-akhir ini, dan katanya sudah ada lebih dari 10 yang telah menjadi korbannya” kata teman Luna.


“Benaran… kau jangan bercanda, soalnya kalau udah lebih dari sepuluh pasti bakalan heboh” kata Luna.


“Emang kaunyah yang gak tahu, beberapa hari ini kau aneh terus dan tidak mendengarkan saat orang berbicara” kata teman Luna.


“Oohhh… benarkah aku merasa biasa-biasa saja kok beberapa hari yang lalu” kata Luna.


“Cih.. kalau kau tidak mau cerita tidak apa-apa, akan aku cari tahu sendiri nanti” kata teman Luna tersebut.


“Oooh… coba lihat itu, kelasnya hampir dimulai” kata Luna yang mencoba mengalihkan perhatian dari temannya itu.


“Hmm… benar aku juga haru kembali kebangku ku, Ooh… iya aku lupa bilang satu hal kalau pembunuh itu katanya selalu memutilasi korbannya, jadi dikabarkan dia menggunakan senjata tajam untuk membunuh korbannya, jadi berhati-hatilah kalau kau melihat orang membawa parang atau semacamnya Ok” kata teman Luna tersebut.


“Mbak… ini dompetnya jatuh” kata pria tersebut.


“Eh… Eeh… ooh.. makasih ya bang, aku gak sadar kalau jatuh” kata Luna.


“Sama-sama mbak, hati-hati dijalan yah” kata pria tersebut.


“Haaah… apa yang aku pikirkan, ini kan masih sore hari tidak mungkin akan ada pembunuh yang berjalan keluar disore hari yang ramai ini” pikir Luna.


“Kau tidak apa-apa” kata Viktor.


Dia secara tiba-tiba muncul dibelakang Luna tampa dia sadari, mendengarkan Viktor berbicara pada dirinya secara tiba-tiba membuat Luna langsung kaget.

__ADS_1


“Hahahha…. maafkan aku, apa kau kaget” kata Viktor.


“Haaah… sedang apa kau disini, bukannya kau bilang kalau kau sedang bersembunyi” kata Luna.


“Yaah… aku bosan didalam rumah terus, lalu aku ingin mencoba melihat sekeliling area kota ini” kata Viktor.


“Ooh… kalau begitu ayo pergi sama-sama, sekalian aku juga akan menunjukkan sekeliling tempat ini” kata Luna.


“Ok….” kata Viktor.


Luna lalu langsung berjalan didepannya dia sama sekali tidak melihat kalau Viktor sedag membawa sebuah tas yang mana berisikan pisau dengan penuh darah, akan tetapi tas itu langsung menghilang masuk kedalam sebuah kristal hitam yang mana adalah perangkat aplikasi DS Game pertama.


“Oooh… iya kau tadi bawa apa…??” tanya Luna yang mana melihat kearah tangan Viktor.


Namun dikedua tangan Viktor sudah tidak ada apa-apa, seakan-akan Luna melihat sebuah ilusi Viktor terlihat seperti orang yang bingung dengan perkataan dari Luna.


“Hmm… tadi kau bilang apa..??” tanya Viktor.


“Tidak-tidak ada, mungkin hanya perasaanku saja” kata Luna.


Mereka bersama-sama mengelilingi kota tersebut, dan juga membeli makanan dijalan pulang mereka, hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Luna karena dirinya bisa jalan bersama dengan Viktor, akan tetapi esok paginya Luna mendengarkan sebuah kabar yang mana sangat membuat dirinya terkejut, dan itu adalah tentang kematian temannya yang mana berbicara pada dirinya hari itu. Dia bersama dengan 10 siswi lainnya diserang oleh orang tak dikenal, dan mayat mereka ditemukan berantakan akibat potongan dari senjata tajam, dan karena hal itu polisi menanyai seluruh siswa dan guru yang mengenal korban untuk mendapatkan sebuah petunjuk tentang pelaku pembunuhan berantai tersebut.


Merasa terkejut dengan hal itu Luna lalu langsung pingsan disana, dia lalu dibawa para orang-orang yang ada disana keruang perawatan, dan saat dirinya telah sadar Luna merasakan rasa sakit dikepalanya. Disaat dia melihat kearah sekelilingnya dia sama sekali tidak melihat perawat ataupun guru ada disana, setelah tahu kalau hari telah menjelang sore Luna langsung pergi pulang tampa bilang pada siapapun, akan tetapi dia sama sekali tidak menyadari kalau ada bau darah yang menyengat keluar dari sekolahnya itu.


Bersambung…….


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, agar penulis selalu semangat dan updatenya jadi semakin sering lagi, Ok....

__ADS_1


__ADS_2