Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 91 Pernyataan perang


__ADS_3

Dengan zirah besi yang terbuat dari berbagai pedang yang keluar dari seluruh bagian tubuhnya Bromo mulai mengincar Rio yang mana berada didepannya, “Trranggss…” dengan tubuhnya yang sudah dibalut oleh pedang “Buusskk…” Bromo maju dengan garangnya kearah Rio. Disaat yang bersamaan pula Rio mulai menggabungkan kedua sihir miliknya dan membentuk sebuah api berwarna hitam keunguan, “Boomsh… Boomsh… Boomsh… Boomsh…” Rio lalu menembakkan beberapa bola api hitam keunguan tersebut kearah Bromo.


“Grrraaa…” Bromo yang terkena panas dari api itu mulai merasa kesakitan, dan bukan hanya itu saja pandangannya sedikit demi sedikit mulai kabur.


“Dengan api beracun yang sebanyak ini dia masih tetap bisa berlari secapat itu” pikir Rio yang mana melihat Bromo masih tetap berlari kearahnya.


“Trraakkss…” dan lalu dengan tubuhnya Bromo berusaha menyerang Rio tetapi ditahan menggunakan ilmu kebal milik Orang Bati, “Kiiikkk…” Orang Bati kemudia menggunakan energy yang dia punya untuk menolak Bromo “Buummssh…” tetapi karena energy Orang Bati tidaklah cukup dia tidak bisa membuat Bromo jatuh. Melihat serangannya gagal Bromo kemudian kembali bersiap untuk menyerang sekali lagi.


“Tampaknya aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus mengeluarkan segalanya” kata Rio, “Srriissttiik…” dia lalu membentuk sebuah bola hitam sekecil kelereng ditangan kirinya.


“Hei sudah kukatakan padamu untuk jangan terlalu banyak menggunakan kekuatanku, jika tidak tubuhmu tidak akan bisa menahannya” kata Batara Kala yang memberikan peringatan pada Rio.


“Aku mengerti yang kau katakan, tetapi kalau aku tidak mengeluarkan semuanya maka kau juga akan mati” kata Rio, dan disaat dia sadar Bromo sudah ada didepan matanya “Kiiiikk…” Orang Bati lalu mengeluarkan energy terakhir miliknya untuk dapat menangkis serangan dari Bromo.


Dan disaat itu juga Rio melemparkan bola hitam tersebut tepat didepan wajah Bromo, melihat bola hitam itu insting dari Cindaku milik Bromo langsung bereaksi, dan instingnya menyuruhnya untuk segera berlari mundur. “Trraakkss…” tetapi disaat Bromo ingin berlari kebelakang tubuhnya tiba-tiba melemas dan jadi kaku, itu semua adalah efek dari serangan api beracun milik Rio yang melemaskan otot-otot dari Bromo, melihat hal itu Rio langsung menyelam kembali kedalam bayangan miliknya dan langsung pergi dari tempat itu.


“Boommnggsshhh…..” lalu saat bola kecil hitam itu meledak dan dengan sisa kekuatan milik Bromo “Buussk…” dia berusaha untuk melompat menghindari serangan bola hitam dari Rio. “Crrraasstt…” tetapi kaki kanan dan tangan kanannya sudah hancur tertelan bola hitam tersebut, melihat hal itu Rio langsung diam karena usaha terakhirnya telah gagal dan lalu efek balik dari terlalu banyak menggunakan kekuatan Batara Kala mulai muncul dan membuat tubuh Rio langsung melemah.


“Uggkk… sialan aku tidak bisa bergerak lagi, tampaknya kekuatanku sudah habis” pikir Rio yang mana merasakan kekuatannya sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


“Grrr…” lalu Bromo menggunakan satu kakinya berusaha untuk berdiri dan “Buush… Buush…” dan berusaha berlari menggunak satu kaki miliknya, “Rooaarr…” dengan ganasnya Bromo berjalan melompat kearah Rio. “Crraasstt…. Crraasstt…. Crraasstt….” Tetapi secara tiba-tiba sebuah serangan langsung menancap kebelakang tubuh Bromo, dan serangan itu berasal dari Garuda yang melemparkan bulu-bulu miliknya untuk menghabisi Bromo.


“Kiieeekkk….” Garuda lalu langsung terbang dengan sisa-sisa kekuatan yang diapunya, dan dengan cepat dia mencekik jatuh Bromo, “Buuskk… Buuskk… Buuskk…” dengan pukulannya Garuda berusaha untuk menghabisi Bromo yang jatuh tersebut. “Crraanggs…” dan menggunakan cakaran miliknya “Crraasstt…” Garuda menusuk tubuh Bromo dan menyincang tubuhnya menjadi potongan-potongan kecil.


“Hahahhaa…. Kerja bagus, sekarang dia pasti sudah mati” kata Rio yang melihat bayangan kematian dari tubuh Bromo, disaat yang bersamaan pula “Srrraakktt…” tubuh Bromo kembali seperti semula lagi dan menjadi manusia lagi.


Disisi lain Lita yang sedang mengurus tiga Begu ganjang menyerang dengan lincah mengguanakan para hantu Pagebluk, “Rraaahh….” Para hantu Pagebluk yang menang jumlah itu menyerang dari berbagai sisi dan “Srrasst… Crrasst…” menyerang tubuh dari ketiga Begu ganjang tersebut. Sementara itu ketiga Begu ganjang itu mulai marah karena kesakitan dengan setiap serangan dari hantu Page bluk.


“ROOAARR… ROOAARR… ROOAARR…” ketiganya menggunakan teriakan mereka untuk menyingkirkan para hantu Pagebluk yang ada disekitar mereka, sementara itu Lita yang mendengar suara itu merasa marah dan mulai memerintahkan para hantu Pagebluk.


“Semuanya kita kalahkan mereka bertiga dengan tehnik penyatuan, ayo-ayoo” kata Lita yang menyuruh para hantu Pagebluk tersebut.


“Hmmm… lolos satu, yah bukan masalah sekarang habisi dia raja hantu Pagebluk” kata Lita, dibalik asap putih tersebut sosok tengkorak dengan jubah abu-abu yang memiliki tinggi lebih dari 15 meter menatap Begu ganjang dengan matanya yang bercahaya.


Begu ganjang melihat tatapan tersebut tidak bisa berbuat apa-apa selain diam ketakutan karena melihat sesosok raja hantu dihadapannya, “Kraahahahaha...” hantu Pagebluk lalu tertawa sambil mengangkat sabit miliknya dan dengan sabit besar miliknya “Srrranggss…” dia membelah Begu ganjang itu menjadi dua bagian.


“Yaaay…. Menang” kata Lita yang memasang pose kemenangan miliknya.


Hantu Pagebluk yang meilihat hal itu langsung mengulurkan tangannya untuk membuat Lita naik ketangannya dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


“Ok… sekarang ayo kita bantu abang Rio” kata Lita yang dibawa diatas tangan raja hantu Pagebluk.


Lalu disaat yang bersamaan Aji dan Luna sudah mengurus semua penjaga yang ada disana, dengan tinjunya Aji dapat mengalah setiap penjaga tempat yang ada disana sementara itu Luna dengan Kuntil anak miliknya menghisap habis energy kehidupan yang mereka punya, dan membuat seluruh penjaga tersebut mati kering.


“Kita tampaknya sudah selesai disini, sekarang ayo kita kembali” kata Luna.


“Ok ayo kita temui bos sekarang juga” kata Aji yang memamerkan otot-otot ditangannya.


“Oi… itu sihir pembesar otot yang kau pakai memangnya punya efek seperti ituyah, perasaan sifatmu jadi berubah banyak” kata Luna yang melihat kalau sifar dari Aji berbubah 180 derajat.


“Heheheheh…. Semua ini berkat latihanku dan membuatku menjadi jauh lebih percaya diri dan jauh lebih kuat, baik itu fisik dan mental” kata Aji.


“Aku rasa mentalmu tidak baik malah sebaliknya itu agak sedikit bermasalah” kata Luna yang berterus terang jijik melihat sikapnya, “Shhhh….” Lalu secara tiba-tiba efek sihir pembesar otot milik Aji habis dan otot-ototnya mengecil kembali seperti balon yang kempes.


“Hahahha…. maaf soal tadi, aku agak berlebihan kalau sudah menyangkut sihir baruku, sekali lagi aku minta maaf lagi” kata Aji yang kepribadian miliknya kembali seperti yang dulu orang yang pemalu dan culun.


“Terserah kau saja sekarang kita pergi saja temui Rio” kata Luna yang sakit kepala melihat perubahan dari Aji.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2