Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 161 Bunuh pembuat monster chimera


__ADS_3

Moto Sak Tampah yang ada diudara lalu melihat kelompok Angga dan yang lainnya sedang terkepung oleh musuh-musuh, “Srraashh…” dengan sebuah asap hitam yang mana keluar dari tubuhnya Moto Sak Tampah lalu menghentikan pergerakan para musuhnya. Angga yang melihat hal itu langsung tersenyum dia lalu memerintahkan Pastur kepala puntung untuk kembali kealamnya, “Crranggss…” lalu Pastur kepala puntung menancapkan pedang miliknya dan pergi kembali kealamnya.


“Bagus sekarang mari kita mulai serangan balasannya” kata Angga, “Crranggss…” dia menarik pedang Pastur kepala puntung dan mulai maju untuk menyerang.


Melihat apa yang dilakukan oleh Angga yang lainnya juga ikut bersama dirinya untuk menyerang para musuh yang mengepung mereka, dan ketika mereka melihat musuhnya ternyata mereka semua adalah monster chimera yang mana dibuat dari menggunakan para hewan yang ada dihutan tersebut. Angga yang melihat hal itu langsung bersemangat “Wuussh…” dia kemudian membalut pedang ditangannya dengan kekuatan angin milliknya, “Swwuussh….” Dan dengan sekali tebasan sebuah pedang “Crraasst… Crraasst… Crraasst…” Angga menghabisi lebih dari sepuluh monster chimera tersebut menggunakan kekuatan tebasan angin miliknya.


“Hahahah…. Rasakan itu, kalian para mahluk aneh rasakanlah kekuatanku” kata Angga yang mana telah bersemangat untuk bertarung.


“Dasar laki-laki gila” kata Luna, “Trringgss…” dia memanggil hantu Kuntil anak untuk datang membantunya.


“Kikikiki… butuh bantuan nona Luna” kata hantu Kuntil anak.


“Serap semua kekuatan dari para monster chimera itu, dan jangan sisakan satupun yang hidup” kata Luna.


“Kikiki… itu gampang… Kikikiki…” kata hantu Kuntil anak, dia lalu bergerak maju dengan sangat cepat, sambil melayang diudara hantu Kuntil anak lalu mulai menyerap energy kehidupan dari para monster chimera yang mana tidak bisa bergerak itu.

__ADS_1


“Semuanya ayo kita juga maju, jangan ketinggalan dengan mereka” kata Dion yang mana memerintahkan para bawahan yang lainnya.


“Woooohhkk…” mereka lalu langsung bersemangat, dengan senjata tombak emas pemberian Dion dan juga sihir yang mereka punya “Boomssh…” para monster chimera tersebut mulai kalah satu demi satu.


Disisi lain disebuah rumah pondok yang ada didalam hutan tersebut, seorang docter yang mana sedang melakukan penelitian disana mulai merasakan keberadaan Luna dan rekan-rekannya. Mengetahui hal tersebut dia lalu berjalan kesebuah meja yang besar, “Wuusshkk…” dan ketika kain dimeja itu dibuka sebuah mahluk yang mana terlihat seperti manusia yang telah dibagungkan dengan berbagai macam hewan kemudian terlihat.


“Kekekek….. kebetulan sekali, kalian akan menjadi bahan yang sangat cocok untuk penelitianku selanjutnya” kata pembuat monster chimera tersebut, “Crrakk… Trrasshh…” dia menaruh sebuah kristal dikepala monster chimera yang ada dimeja tersebut “Crrrasstt…” dan menyuntikkan energy sihir yang pada kejantungnya.


“Duk-duk… Duk-duk… Duk-duk…” lalu mahluk yang mana terlihat mati tersebut mulai mendetakkan jantungnya, “Krrasshh…” mahluk itu lalu mulai berdiri dan ketika dia berdiri terlihatlah tubuhnya yang tingginya mencapai 3 meter. Dengan tubuh belakang seekor kuda dan tubuh atasnya adalah manusia, monster chimera tersebut mengeluarkan aura yang sangat besar dan juga energy sihir yang mana sangat gelap.


“Grrasskk… Crrakksstt…” Moto Sak Tampah yang mana melihat dari atas dapat dengan jelas melihat energy sihir yang sangat besar, “Trrsstt…” dan seketika Moto Sak Tampah langsung dengan cepat membagikan pandangan miliknya dengan Angga.


“Ada apa Angga, apa kau sudah menemukan keberadaan dari pencipta monster chimera” kata Luna, dia sedang ditemani oleh lima anak setan yang sedang memakan bagian-bagian tubuh dari monster chimera yang telah mereka kalahkan.


“Yah kira-kira seperti itu, aku berbagi penglihatan dengan mahluk panggilanku dari atas dan menemukan energy mana yang sangat besar diarah sana” kata Angga yang menunjukkan arahnya.

__ADS_1


“Hmm… jadi begitu, nampaknya kita bisa menyelesaikan misi ini dengan mudah” kata Luna yang mana sudah tidak sabar ingin membunuh pencipta chimera tersebut.


“ROOAARR….” Lalu sebuah suara yang mana sangat besar dan juga mengerikan terdengar dari arah yang mereka tuju, dan mendengarkan hal itu semua yang ada disana langsung maju kearah tempat itu. Disana mereka melihat sesosok monster chimera yang mana terlihat seperti setengah manusia setengah kambing gunung, dengan tangan kirinya yang terlihat seperti dibuat dari tentakel gurita dan tangan kanannya yang memiliki sisik-sisik keras kadal.


“Hmm… kelihatannya itu akan sedikit seru untuk dilawan” kata Angga, dia lalu memerintahkan Moto Sak Tampah “Srraahhsk…” dan dengan cepat asap hitam yang mana dikeluarkan oleh Moto Sak Tampah langsung mengitari tubuh dari monster chimera tersebut.


Melihat kalau pergerakan monster chimera itu sudah dikunci Angga langsung mulai bergerak “Crrastt…” dia meneteskan darahnya ketebadan pedang Pastur kepal puntung, “Crrranggss…” dan menusukkannya kedalam tanah “Wuuf… Wuuf… Wuuf…” lalu lima anjing hitam yang besar lalu muncul dari dalam pedang tersebut. Mengikuti perintah dari Angga kelima anjing hitam tersebut lalu mulai menyerang kearah monster chimera tersebut, tidak tinggal dia Dion yang mana sudah menciptkan sebuah crosbow emas langsung membidik dan menembakkan beberapa panah emas kearah monster chimera tersebut.


“Grrr… Roaoarrr…” monster chimera itu lalu melepaskan kekangan dari Moto Sak Tampah dengan kekuatan fisik yang dia miliki, “Srraasstt…. Srraasstt….” Dengan menggunakan tangan kirinya monster chimera tersebut berhasil menangkap kelima anjing hitam yang dikeluarkan oleh Angga, “Trraanggs…” dan menggunakan tangan kananya dia menepis setiap anak panah emas yang ditembakkan oleh Dion.


“Oi-oi-oi… itu sebuah kekuatan yang cukup gila” kata Angga yang mana merasakan efek balik pemanggilan Moto Sak Tampah, mata miliknya menjadi iritasi dan sedikit sakit jika menggunakan kekuatan Moto Sak Tampah terlalu banyak.


”Grrr…” monster chimera yang mana sedang marah tersebu “Crrasstt… Trrasst…” mencengkram kelima anjing hitam milik Angga dengan mudahnya dan membuat tubuh mereka hancur berantakan, “Wuusshh…” monster chimera itu lalu melemparkan kelima mayat anjing-anjing hitam tersebut “Crranggss… Trranggss…” mengunakan kekuatannya Dion langsung menciptakan penghalang emas disekitar mereka, “Trrassttkkk…” dengan kekuatan lemparan yang kuat seperti itu mayat-mayat dari kelima anjing hitam tersebut hancur ketika menghantam penghalang milik Dion.


“Semuanya bersiaplah, kita akan bertarung mati-matian disini sekarang juga” kata Luna, “Srraahh…” hantu Kuntil anak langsung muncul dibelakang dirinya dan memanggil puluhan anak setan untuk membantunya.

__ADS_1


“Grrrr…. Roooaaarr…” monter chimera itu langsung menerjang kearah mereka dengan liarnya, melihat hal itu Angga langsung menggunakan armor yang mana terbuat dari angin untuk menahan serangannya. “Trrinngss… Trrinngss… Trrinngss…” lalu para anggota yang lainnya juga memanggil mahluk panggilan mereka dan bersiap untuk bertarung, “Trranggskk…” dan ketika mahluk itu memukul penghalang yang di buat Dion dengan tangan kananya “Trrasskk….” Dia dapat menghancurkannya dengan sekali pukulan dan monster chimera tersebut langsung mengincar Angga yang mana menyerangnya duluan.


Bersambung…..


__ADS_2