
Setelah bertemu dengan kelompok Jill dan para bawahannya dengan penuh waspada Rio memerhatikan setiap gerak-gerik dari Jill, karena dia tahu tidak ada yang bagus dari berhubungan dengan wanita seperti Jill tersebut. Sementara itu Jill disetiap kesempatan berusaha agar bisa dekat dengan Rio, melihat hal itu Lita yang mana merasa Jill menjengkelkan mulai mengambek dengan pipinya yang membesar seperti sebuah balon merah kecil.
“Hmmm…. Minggir-minggir, jangan dekat-dekat sama abang Rioku” kata Lita yang melihat Jill dengan tatapan marah dan wajah ngambeknya yang imut.
“Heheheh…. Kenapa gak boleh, kan kakak cuman mau bermain sama abang Riomu sebentar” kata Jill sambil mencubut pipi Lita yang tembeng dan imut tersebut.
“Hmmm…. Gak pokoknya gak boleh, tante gak boleh deket-deket sama abang Rio” kata Lita.
“Eeeh…. Tante, hahaha… hahaha… adek kecil kamu kok jahat, jangan bilang tante dong, panggil kakak Jill gitu” kata Jill yang merasa sedikit emosi mendengar Lita memanggilnya dengan sebutan tante.
“Hmm… kalok udah tante yah tetap tante, jangan sok muda gitu” kata Lita, kata-katanya sangat pedas dan membuat Jill langsung sakit hati.
“Wow… aku tidak tahu Lita bisa jadi sekasar ini dengan seseorang” pikir Rio yang melihat Lita marah-marah dengan Jill.
“Rio ini adekmu yah, kok dia bisa gak suka sama aku sih” kata Jill yang masih berusaha dekat-dekat dengan Rio, dan pada saat Jill akan memeluk Rio dengan gaya yang elegan Rio menghindari pelukan tersebut.
“Jangan sok akrab denganku, kau masih orang yang cukup mencurigakan dimataku” kata Rio yang memandang Jill dengan tatapan yang dingin.
“Hahhaha… aku suka tatapan matamu yang dingin dan indah itu, mata itu seperti menganggap kalau semua orang tidak lebih sebagai alat untuk kau pakai, mata indah yang menyeramkan” kata Jill yang memandang tatapan mata Rio dengan sangat dalam.
“Haaah… mereka ini apa tidak bisa serius sedikit apa” pikir Gio yang mana sedang memeriksa ruangan tersebut dengan seksama, lalu saat itu juga Gio menemukan sesuatu yang sedikit berbeda dari ruangan tersebut.
__ADS_1
“Hmmm… kau lihat apa, kok kayak serius banget” kata Aji yang melihat Gio seperti menemukan sesuatu.
“Ooooh… ini aku sepertinya melihat sebuah tombol, tetapi sudah menghilang” kata Gio.
Penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Gio tadi dengan sigap Aji lalu juga berusaha untuk melihat ditempat Gio melihat tombol tadi, tetapi setelah beberapa lama mereka berdua sama sekali tidak menemukan tombol yang disebutkan oleh Gio tadi.
“Tidak ada sama sekali, apa mungkin kau berhalusinasi tadi” kata Aji.
Mendengar apa yang dibicarakan Aji dan Gio membuat Rio semakin penasaran dengan ruangan besar yang dia masuki itu, “Ssrraah…” Rio lalu menggunakan mata kematian yang dia punya untuk mencari sisa-sisa roh untuk dia tanyakan, namun “Trraasskk…” mata kematian milik Rio hancur begitu saja saat dia mengaptifkannya. Seakan-aka ada sebuah penghalang yang memaksa Rio untuk mematikan mata kematia yang dia miliki, melihat Rio sedang kesulitan Jill lalu mendekatinya.
“Kenapa dengan matamu, sakityah Hehehe…” kata Jill yang kelihatan tahu apa yang dialami oleh Rio.
“Kalau kau kemari untuk mengejekku lebih baik pergi saja sana” kata Rio yang bersikap dingin dengan Jill.
“Kau kelihatannya tahu cukup banyak tentang tempat ini, lalu apa maksudmu dengan raksasa iblis tampa nama itu..??” kata Rio.
“Seperti yang aku katakan tadi, iblis itu sama sekali tidak memiliki nama atau lebih tepatnya namanya sudah diambil dari dirinya” kata Jill.
“Haaah…???” kata Rio yang sama sekali tidak mengerti dengan kata-kata Jill.
“Raja iblis dan Dewa mendapatkan kekuatan mereka dari sejarah yang mereka tanamkan pada umat manusia, dan untuk membuat sejarah itu mereka harus melakukan hal-hal yang besar agar nama mereka dapat diingat oleh sejarah umat manusia” kata Jill.
__ADS_1
“Aku sedikit mengerti dengan ucapanmu itu, yang kau maksudkan adalah mereka tidak bisa bertahan hidup tampa dikenal oleh manusia bukan dan raksasa iblis ini kehilangan namanya karena perang yang ada digambar, karena itu dia jadi kelihatan melemah karena tidak ada satu manusiapun yang dapat mengingat namanya” kata Rio.
“Hehehe… kau pintar juga, aku jadi semakin suka denganmu” kata Jill yang mencari kesempatan untuk dekat dengan Rio.
“Haaah… jadi didalam sini memiliki suatu mekanisme untuk menahan sihir mataku yah, ini akan merepotkan” kata Rio.
“Tidak juga kau bisa menggunakan item sihir disini kok, contohnya ite sihir seperti ini” kata Jill, dia mengeluarkan sebuah bola mata kristal yang berukuran segenggam tangannya.
“Alat sihir itu aku rasa pernah melihatnya didalam toko DS Game, tetapi itu adalah alat sihir yang cukup mahal dan bahkan sudah tidak lagi dijual karena kehabisan stok” pikir Rio ketika melihat alat sihir milik Jill.
Alat sihir tipe pembantu kristal mata iblis adalah sebuah alat sihir yang diciptakan dari mata seekor iblis bermata satu yang sangat buas, alat sihir ini diciptakan cukup lama dan untuk mengistralkannya dibutuhkan waktu 100 tahun lalu pemasangan lingkaran sihir yang rumit dibutuhkan waktu selema 50 tahun, karena itulah alat sihir ini dijual mahal dan sangat langkah bahkan didalam toko DS Game. Alat sihir ini memiliki fungsi untuk melihat kebenaran dari suatu objek ataupun mahluk hidup, dan jika dipakai sebagai perlengkapan maka alat sihir ini dapat meningkatkan indra pemiliknya sebesar 20% dari aslinya.
“Kau cukup kaya jugayah bisa memiliki benda itu” kata Rio yang memasang tatapan curiga pada Jill.
“Ooh… maksudmu ini yah ayahku yang memberikanya padaku, dia bilang kalau aku akan memerlukannya saat ujian yang akan datang, tetapi siapa sangka kalau aku menemukan tempat sakral macam ini” kata Jill dengan senyumnya yang manis.
“Gadis ini memiliki latar belakang yang cukup besar, dia bilang kalau itu adalah pemberian ayahnya, itu artinya kelurganya memiliki hubungan dengan alam gaib” pikir Rio.
“Trraasskk…” lalu saat Jill mengaptifkan alat sihir miliknya, cahaya biru keputihan mulai muncul dari kristal mata iblis tersebut, cahaya-cahaya biru keputihan itu lalu mengelilingi seluruh ruangan tersebut lalu mulai berkumpul disuatu titik yang mana langsung berubah menjadi sebuah jalan bagi mereka. Melihat hal itu Jill langsung jalan terlebih dahulu, Rio juga tidak diam saja dia mengikuti Jill sambil berhati-hati terhadap para bawahannya.
“Akhirnya aku menemukannya” kata Jill yang melihat sebuah gumpalan darah yang melayang diudara.
__ADS_1
“Apa itu…?? Darah tetapi kenapa darah itu terasa sangat menakutkan” kata Rio yang merasakan intimidasi dan ancaman dari darah yang melayang diudara tersebut.
Bersambung….