Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 21 Rencana dari Batara Kala


__ADS_3

Rio yang mana mengikuti konstruksi dari Batara Kala langsung mendapatkan barang-barang yang dia pesan dari laptap tersebut, “Ping-ping… ping-ping…” smartphone milik Rio lalu mendapatkan notifikasi yang mana menunjukka kalau kedua barang yang dia beli sudah dapat dia gunakan. Barang-barang tersebut dapat digunakan oleh Rio dengan cara menekan tombo diinventori aplikasi DS game miliknya, setelah membeli kedua barang tersebut dia melihat dalam aplikasi DS game miliknya terdapat sisa uang 78.000 gold point, melihat kalau point yang dia miliki masilah sangat banyak Rio lalu kembali melihat laptop itu lagi dan mencari-cari barang apa lagi yang mana dia mau beli.


“Klik-klik…” Rio lalu menekan beberapa tombol dari toko dalam laptop tersebut dan tampaknya dia membeli beberapa barang yang dia rasa menarik.


“Kahahahaha…. Menarik sekali, aku tidak menyangka kalau kau akan membeli benda-benda itu” kata Batara Kala, dia tertawa dengan keras setelah melihat hal menari yang dibeli oleh Rio.


“Baiklah aku sudah selesai membeli semua yang aku mau, tetapi sekarang bagaimana aku keluar dari sini” kata Rio yang mana penasaran bagaimana caranya untuk keluar dari tempat itu.


“Hmmm…. Kau mau keluar yah, coba kau lihat dibelakangmu” kata Batara Kala.


Setelah itu Rio melihat lagi dibelakangnya dia dikejutkan dengan sebuah pintu dengan tanda “Exit” diatasnya.


“Yaampun kenapa aku sama sekali tidak sadar” pikir Rio yang merasa malu dengan Batara Kala.


“Kau haru periksa matamu setelah kembali kedunia manusia kawan” kata Batara Kala yang mana langsung menghilang dari tempat itu.


Rio lalu berjalan mendekati pintu tersebut dan “Craak… Krraakk…” disaat dia membukanya sebuah cahaya terang mulai muncul dan cahaya itu membuat Rio pusing, dan beberapa detik kemudian setelah Rio tersadar dia melihat kalau dirinya sudah berada didalam kontrakan miliknya dan waktu kepergian didalam sana menunjukkan kalau dia hanya berada dialam lain selama 2 jam.


“Sialan padahal aku yakin itu lebih dari satu hari, aku harus membiasakan ini jika tidak bisa gawat nantinya kalau para tetangga menganggap aku aneh” kata Rio yang mana sedang pusing memikirkan tentang perbedaan waktu dialam sana.


“Ping-ping… Ping-ping… Ping-ping…” disaat Rio sedang berusaha untuk istirahat tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah pesan dari smartphone miliknya, dan pesan tersebut tidak lain dan tidak bukan dari dua orang yang menjadi timnya dialam bayangan tersebut.


“Aaah ini dari Lita dan Luna, tampaknya mereka sudah kembali dengan selamat juga” kata Rio yang mana meliht pesan-pesan dari kedua rekannya tersebut.

__ADS_1


“Halo bang, abang masih hidupkan kalau masih hidup balas pesan Lita dong” tulis Lita dalam pesannya, namun pesan tersebut diakhiri dengan icon bergambarkan gadis carton yang memegang pisau berdarah.


“Gilak ini bocah, masih kecil udah seram aja tingkah lakunya” kata Rio yang mana melihat pesan dari Lita.


“Yoo… Rio bagaimana apa kau masih selamat, kalau kau punya hadiah menarik bagikan padaku sedikit” kata Luna.


“Dasar gadis mata duitan…” kata Rio.


“Tik-tik… Tik-tik… Tik-tik… Tik-tik… Tik-tik…” Rio lalu mengetik balasan pesan chat dari mereka berdua, setelah membalas kedua pesannya Rio langsung tertidur dan mematikan smartphone miliknya.


Didalam smartphone miliknya terlihat kalau dia membalas dengan kata-kata yang ada didalam hatinya, tentang perasaannya pada mereka berdua.


“Aku masih hidup adik kecilku yang manis, kurang-kurangi sikap sadisnya biarkau makin imut” balas Rio pada pesan Lita.


“Hahahha… hahaha… abang ini lucu banget deh, Lita sedari awal sudah imut jadi tidak perlu lagi jadi lebih imut” kata Lita yang mana melihat smartphonenya didalam kamarnya, dia mengatakan hal itu dengan aura pembunuh yang keluar dari dirinya.


“Heeeeh… menarik juga, sudah lama tidak ada pria yang cukup berani bicara sembarangan padaku” kata Luna, dia sedang berada didalam sebuah bengkel dengan memegang kunci ingris besar.


Tampa Rio sadari dia telah membuat dua orang wanita marah padanya dan kemungkinan hal itu adalah hal yang akan dia sesali dimasa mendatang, karena kedua perempuan itu adalah mahluk sadis dan kejam mas depan yang dipenuhi oleh darah dan siksaan kali ini sedang menunggu Rio. Selagi dia tertidur dia tidak tahu kalau sesama mantan grup yang terhubung oleh DS Game dapat melacak keberadaan masing-masing jika orang tersebut belum keluar dari dalam grupnya, dan dengan cepat kedua gadis tersebut menemukan keberadaan tempat tinggal Rio.


Sesaat Rio terlelap dalam tidurnya kedua gadis itu mulai merencanakan sesuatu, dan pada esok paginya Rio yang mana telah kelelahan masi terlelap dalam tidurnya dia memutuskan untuk tidak bekerja karena kelelahan lalu tiba-tiba “Tok-tok-tok… Tok-tok-tok… Tok-tok-tok…” suara ketukan pintu muncul didepan kontrakan milik Rio. Merasa terganggu dengan kutukan pintu tersebut Rio lalu bangun dari tidurnya dan melihat siapa orang yang mengganggu tidurnya, “Crraakk… Krraak…” dan pada saat Rio membuka pintu kontrakannya.


“Halo bang lama gak ketemu, walaupun cuman kemarin kita baru jumpa” kata Lita yang mana sudah memegang smartphone miliknya untuk memanggil hantu pagebluk.

__ADS_1


“Hmmm…. Dari wajahmu kau baru bangunyah, itu tidak baikloh tidur lama-lama udara pagi itu bagus untuk tubuhmu” kata Luna, dia mengarahkan alat sihir pisaunya kearah perut Rio.


Melihat kedua gadis-gadis ini ada didepan tempat tinggalnya membuat Rio langsung mengeluarkan kringat dingin, dia ketakutan tentang apa yang akan dilakukan oleh mereka berdua padanya.


“Ibu, ayah, adik, kurasa aku tidak akan bisa membalaskan dendam kalian, karena mungkin saja aku akan malah akan menyusul kalian kesurga sekarang ini” kata Rio yang mana telah pasrah akan nasibnya.


“Haaah… mari kita hentikan bercandaan kita dek Lita, lihat abang Rio sudah ketakutan setengah mati itu” kata Luna yang mana langsung menyimpan kembali alat sihir miliknya.


“Hehehehe… ok jangan kayak gitu mukanya bang, Lita cuman bercanda kok” kata Lita dengan senyuman imut diwajahnya.


“Hahahha… hahaha… tapi menurutku kalian tadi benar-benar serius akan membunuhku tadi” kata Rio.


“Hmmm… mungkin iya mungkin juga tidak” kata Luna.


“Baiklah kalian bisa tunggu sebentar diluar, aku mau mandi setelah itu kita bicara sebentar diluar jangan disini karena tempat ini tidak terlalu aman” kata Rio, dia lalu langsung masuk kedalam kontrakan miliknya dan kemudian langsung mandi dengan cepat setelah itu berpakaian dengan cepat juga, dia tidak mau membuat kedua gadis itu menunggu karena dia tahu betapa berbahayanya mereka berdua itu.


“Kalau kau sudah selesai ayo kita cepat pergi ketempat lain” kata Luna yang melihat Rio sudah berpakaian dengan rapi.


Mereka lalu berjalan keluar meninggalkan kontrakan milik Rio, mereka bertiga lalu masuk kedalam sebuah restoran makanan cepat saji yang mana kelihatan sepi dan hampir tidak ada pengunjung ditempat itu. Setelah memesan makanan dan minuman mereka lalu duduk dipojokan restoran cepat saji tersebut.


“Jadi selain ingin mengancam nyawaku ada apa kalian mau menemuiku” tanya Rio yang penasaran, karena dia yakin kalau mereka pasti memiliki hal yang penting untuk dibicarakan.


“Kau tahu aku sebenarnya penasaran kau yang sama sekali baru menggunakan aplikasi DS Game bisa sehebat itu, dan lagi skill aneh milikmu yang sangat kuat itu benar-benar membuatku penasaran sampai akhirnya disaat aku menerima hadiah penyelesaian ujianku aku akhrinya mengerti semuanya, kau adalah seseorang yang memiliki kontrak dengan dewa atau raja iblis bukan Rio” kata Luna yang mana melihat Rio dengan wajah serius.

__ADS_1


Bersambung……


__ADS_2