Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 169 Kastil Naga iblis


__ADS_3

Ditempat itu adalah sebuah tempat yang disana tidak ada apa-apa selain tanah mati, kota-kota yang juga ada disana sepi tampa terlihat kehidupan sedikitpun, melihat hal itu para penjelajah yang ada disana langsung mengambil kesempatan untuk menjarah masuk kedalam kota-kota sebelum mereka masuk kedalam kastil milik Bahamut. Tim Rio yang mana dipimpin oleh Alex sedang memeriksa sebuah tempat yang ada didekat kastil Bahamut, disana terlihat seperti sebuah barak dimana tempat para prajurit Bahamut berlatih.


“Ooh… coba lihat itu, walaupun ini adalah sebuah alat sihir tingkat bawah tetapi jumlahnya cukup banyak juga” kata Gio yang mana melihat sebuah kotak kayu yang dipenuhi dengan pedang sihir.


“Jangan sentuh sembarangan, kalau ada jebakan disana kau mungkin bisa mati ditempat” kata Rio.


“Aaaah… ok maafkan aku” kata Gio yang mengingat kembali kalau tempat mereka berada adalah wilayah kekuasaan sang naga iblis yang terkenal atas kekejamannya.


“Jadi kenapa pula kita kemari…??” tanya Rio pada Alex yang memimpin jalan.


“Hmm… kita mencari harta karun, itu seharusnya tersembunyi didekat sini” kata Alex.


“Memangnya orang macam apa yang meninggalkan harta karunnya ditempat seperti ini” kata Rio.


“Hahhahaha… memang benar sih kalau orang normal mungkin tidak akan melakukanya, tetapi yang kita bahas ini adalah Bahamut dia itu adalah naga, dan ciri khas dari naga adalah menyimpan harta karunnya ditempat yang sulit terjangkau dan dapat dia awasi” kata Alex.


“Aku mengerti sekarang, kalau kau pikir lagi ini adalah tempat terman karena ada banyak prajurit yang setia disekitar sini” kata Rio.


Dan pada saat mereka sedang berbicara “Srringgs…” sebuah anak panah ditembakkan langsung kearah Rio, tetapi dengan cepat “Trrasskk…” Rio menangkisnya menggunakan tangan kanan miliknya. Setelah berhasil menangkis anak panah tersebut Rio langsung menggunakan sihir api milik “Buurrnn… Wuussh…” dengan sebuah api kecil dia melemparkannya langsung kearah anak panah tersebut berasal, dan dengan sihir api miliknya Rio dapat melihat ada tiga orang yang menggunakan kain penutup muka yang sedang bersiap untuk bertarung dengan mereka.


“Cih…. kita ketahuan cepat berpencar” kata salah satu orang yang menggunakan kain tersebut.


“Wuussh…” mereka dengan cepat langsung bergerak secara terpisah dan melihat hal tersebut ketiga vampir bawahan Alex langsung bergerak mengejar mereka, Rio sendiri yang mana melihat hal tersebut merasa aneh karena dia dapat tahu kalau masih ada hawa keberadaan lain disekitar mereka.

__ADS_1


“Gio diatas…” kata Rio.


“Siapa….” Dengan cepat “Srranggss…” Gio mengeluarkan pedang miliknya “Buussh…” dan langsung melompat keatas untuk menyerang dengan pedang miliknya.


“Trrassskk…” dengan satu tebasan Gio langsung menghancurkan atap tempat mereka dari barak prajurit tersebut, “Buumssh…” dan dari atap tersebut telah tersembunyi lima orang yang mana memakai pakaian yang sama dengan ke 3 orang yang menyerang Rio barusan.


“Sialan kenapa dia bisa tahu, semuanya bersiap untuk bertarung” kata salah satu dari ke 5 orang tersebut.


“Srranggss… Srranggss… Srranggss…” mereka lalu mengeluarkan pedang mereka yang mana terlihat seperti sebuah katana, “Trranggss..” Gio yang mana melihat hal tersebut langsung mengeluarkan prisai miliknya dan bersiap untuk bertarung. Sementara itu Alex dan Rio hanya diam saja dan melihat Gio bertarung melawan mereka berlima, “Buussh…” dengan cepat ke 5 orang tersebut langsung menyerang dari depan kearah Gio.


“Trranggss…” Dua diantara mereka langsung menyerang dari depan, tetapi serangan keduanya dapat ditahan menggunakan prisai milik Gio  “Wuussh…” dengan cepat 2 orang lainya bergerak kesisi kiri dan kanan Gio, “Swuuushh….” Mereka menyerang dari kedua arah dengan menggunakan pedang katana milik mereka. “Trrasshh…. Gllupss… Gllupss…” namun Rio yang melihat hal tersebut langsung ikut campur, dia menggunakan hantu Banyu untuk menahan serangan pedang kedua orang tersebut.


“Maaf tapi menurutku lima lawan satu itu sangat tidak adil” kata Rio.


“Buurrnn…” disaat dia akan menyerang Rio pedang katana miliknya langsung mengeluarkan api yang sangat panas, melihat hal tersebut Rio hanya tersenyum karena ada seseorang yang mana menggunakan api untuk melawan dirinya.


“Mati kau orang bodoh” kata orang tersebut.


“TRRANGGSS…” dan disaat pedang miliknya mencapai Rio, dengan mudahnya Rio menahan tebasan pedang miliknya menggunakan tangan kananya semata, “Buurrnn…” lalu saat orang tersebut terkejut dengan apa yang terjadi tiba-tiba saja api dipedangnya menjadi semakin besar, “BUURRNNN….” Saking besarnya bahkan sampai memabakar dirinya sendiri.


“GAAHHKKK….” Orang itu lalu menjerit kesakitan karena seluruh tubuhnya terbakar oleh api tersebut.


“Ketua…” kata keempat orang yang lainnya.

__ADS_1


Melihat mereka berempat sedang lengah Gio langsung mengambil inisiatif “Buuskk…” dia membalikan serangan kedua orang yang ada didepannya dengan perisai miliknya, “Wuussh… Buusskk… Buusskk…” lalu dengan sebuah lompatan Gio langsung dengan cepat memberikan tendangan ke sisi kiri dan kanannya, tendangannya tersebut membuat kedua orang yang menyerang tersebut langsung pingsan ditempat.


Melihat kedua temannya sedang pingsan kedua penyerang yang di dorong oleh Gio dengan perisainya itu langsung menyerang kembali, tetapi dengan perintah dari Rio “Wuussh… Buussh… Buussh…” hantu Banyu langsung melemparkan kedua orang yang pingsan tersebut kearah temannya yang berusaha menyerang tersebut. “Buusskk…” terkena lemparan tubuh kawannya sendiri salah satu dari mereka langsung pingsan ditempat, lalu melihat kalau dirinya tinggal sendirian “Trrakk…” orang yang tersisa itu mengambil smartphone miliknya dan memanggil mahluk panggilannya.


“Trringggss….” Dan dari gerbang pemanggilan tersebut keluarlah sesosok iblis dengan satu tanduk kecil di dahinya, iblis itu berbadan besar dengan ketinggian mencapai 3 meter dengan membawa gada besi yang mana sangat berat.


“Bunuh mereka Aka Oni” kata orang tersebut.


Mendengarkan perintah dari tuanya mahluk iblis tersebut langsung bergerak kearah Gio, “Wuussh….” Dan langsung menyerang menggunakan gada besi miliknya “Buusshh….” Tetapi karena serangannya lambat Gio dapat dengan mudah menghindari serangannya.


“Gila itu tadi hampir saja, sekali terkena serangan itu maka aku akan jadi perkedel” kata Gio yang mana melihat kekuatan penghancur dari Aka Oni.


“Jangan terkecoh, lihat baik-baik kedepanmu” kata Rio yang menunjuk kearah belakang Aka Oni.


“Eeeeh… tunggu, Apa !!!” kata Gio yang mana melihat orang tersebut berusaha kabur dengan membawa teman-temannya.


“Bummssh….” Dengan tehnik  sihir aneh mereka menghilang bersama dengan kabut asap yang tebal, setelah kabut asap tersebut menghilang ke 5 orang tersebut langsung pergi meninggalkan Aka Oni bersama dengan kelompok Rio. “Rooaarr…” Aka Oni yang masih mengemban perintah dari tuanya langsung menyerang Gio tampa ragu-ragu, “Wuussh…” tetapi Gio dengan cepat langsung bergerak kebelakang Rio untuk mencari perlindungan.


“Kenapa pula kau ada dibelakangku” kata Rio yang kesal dengan tingkah laku dari Gio.


“Jangan pikirkan itu sekarang, lihat itu diakan menyerang lagi” kata Gio yang menunjukkan kearah Aka Oni, ketika dia melihat Gio dan Rio “Wuussh…” Aka Oni langsung bersiap untuk menyerang menggunakan gada besi miliknya.


“Bunuh hantu banyu” kata Rio, “Sruusshkk… Glluppss… Glluppss…” dengan cepat hantu Banyu langsung bergerak kearah kepala Aka Oni dan mengurung kepalanya sehingga dia kehabisan nafas didalam tubuh hantu Banyu.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2