Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 204 Siluman berusia 10.000 tahun bagian 2


__ADS_3

“Trranggs…” dengan tehnik pedangnya Rio berusaha untuk mengalahkan siluman berusia 10.000 tahun tersebut, “Wusskk…” tetapi dengan cepat siluman tikus tanah tersebut langsung menyelam kedalam tanah. Dia menyelam kedalam tanah seperti air dan didalam tanah yang keras tersebut siluman tikus tanah itu bergerak sangat cepat, kecepatan geraknya bahkan tidak dapat diikuti oleh indra perasa milik Rio.


“Manusia kau lihat kearah mana” kata siluman tikus tersebut.


“Buussk…” dia lalu menyerang langsung kearah belakang Rio, akan tetapi dengan cepat Rio menghalangi serangan siluman tikus itu menggunakan golok naga waktu miliknya.


“Lumayan juga, kau dapat beraksi pada seranganku” kata siluman tikus itu, “Wussk…” dia lalu kembali masuk kedalam tanah dan bergerak kesana kemari dengan sangat cepat.


“Aku tidak bisa mengikuti gerakannya, nampaknya satu-satunya jalan adalah memanggil bantuan” pikir Rio.


“Trringgs…” dia lalu memanggil Banaspati untuk datang, dengan api miliknya Banaspati lalu membuat seluruh area disekitarnya menjadi memanas dengan sangat cepat.


“Hahahha…. Kau membutuhkan bantuanku, katakan apa yang harus aku bakar kali ini” kata Banaspati.


“Banaspati panggang dia” kata Rio yang menunjukan kebawah tanah.


“Hahahha… aku mengerti sekarang, serahkan saja padaku” kata Banaspati, “Wuussh…” dia lalu ikut masuk kedalam tanah.


“Kalin pergilah karena ini akan terasa sangat panas” kata Rio yang memerintahkan Luna dan Dion untuk pergi.


Mendengarkan perkataan dari Rio mereka lalu berlari pergi untuk menghindari serangan api dari Banaspati, Dion yang mana melihat kelompok Rezza hanya dia langsung membawa mereka dengan telekinesis miliknya, “Buurrnn…” kemudian Banaspati mulai mengamuk. Tanah disekitar Rio mulai memanas seakan-akan ada sebuah gunung berapi aktif yang sedang meletus dibawah kakinya, “Ssshh…” uap panas lalu mulai keluar dari dalam tanah dan bahkan aura panas membuat Dion dan Luna yang sudah sangat jauh dapat merasakan panasnya.


“Kelihatannya kita harus pergi lebih jauh lagi, aku tidak mau terkena api dari Banaspati” kata Dion.


“Yah… tetapi Rio akan sendirian nantinya, bisa gawat kalau dia diserang dalam keadaan lemah setelah mengeluarkan Banaspati” kata Luna.


“Jangan khawatirkan itu, apa kau lupa kalau dia adalah orang yang pernah melawan dua sosok raja iblis dan bahkan mengalahkan dewa” kata Dion, dia mengatakan hal tersebut bukan untuk meyakinkan diri Luna akan tetapi karena dia memang sangat percaya dengan Rio.


“Maaf… sekarang aku sudah tidak apa-apa, ayo kita pergi sekarang” kata Luna, dia lalu membuka dimensi bayangan agar Dion dan Rezza bersama dengan kelompoknya dapat masuk kedalam bayangan.

__ADS_1


Sementara itu siluman tikus tanah berusia 10.000 tahun tersebut sedang merasakan kepansan karena api milik Banaspati, akan tetapi dia sama sekali tidak menyerah dan tetap berada didalam tanah.


“Apa-apaan ini, kenapa rasanya tanah ini semakin panas, apakah ada sebuah gunung merapi yang meletus disekitar sini, tidak-tidak mungkin dimensi ini seharusnya tidak memiliki hal seperti itu, tetapi kenapa bisa jadi sepanas ini” kata siluman tikus tanah tersebut.


“Jawabannya ada dibelakangmu” kata Banaspati yang mana secara tiba-tiba muncul dibelakang siluman tikus tanah tersebut.


Melihat Banaspati siluman tikus tanah itu langsung tahu kalau dia adalah mahluk yang membuat kontrak dengan Rio, “Crriing…” dengan cakar miliknya siluman tikus itu lalu berusaha untuk menyerang Banaspati, “Wuusskk.. Trrraskk…” akan tetapi dia sama sekali tidak dapat menyentuh tubuh Banaspati yang mana terbuat dari api.


“Tampaknya kau sama sekali tidak memiliki pengalaman bertarung melawan mahluk element” kata Banaspati yang melihat serangan siluman tikus tanah tersebut.


“Kalau aku memang tidak dapat menghadapimu, maka aku tinggal membunuh manusia yang membuat kontrak denganmu saja” kata siluman tikus tanah tersebut.


“Buusshkk…” dia dengan cepat langsung keluar dari dalam tanah dan melihat Rio telah berdiri diam tampa melakukan apapun.


“MATILAH KAU MANUSIA” teriak siluman tikus tanah tersebut.


“Gaahhkk…” dengan api kuat yang mana membakar luar dan dalam tubuh siluman tikus tersebut, Rio membuat dirinya terluka parah sehingga siluman tikus itu tidak dapat menggerakan tubuhnya.


“Kau masih tetap hidup setelah terkena serangan langsung seperti itu, memang sangat hebat seperti yang diharapkan dari siluman berusia 10.000 tahun, kau memang sangat kuat tetapi ini sudah berakhir” kata Rio.


“Wuussh…” Banaspati lalu langsung keluar dari dalam tanah, “Trrasskk…” Banaspati lalu memecah tubuhnya dan membuat pecahan tubuhnya masuk kedalam tangan kanan Rio. Dengan cakar api yang mana memiliki api yang sangat panas itu, Rio berencana mengakhiri siluman tikus tersebut dengan serangan terakhir.


“Hahah… tampaknya aku akan mati disini kah, tidak buruk juga” kata siluman tikus tersebut.


“Crrratt…” dengan membuat tangannya menjadi seperti sebuah tombak Rio menusuk dada siluman tikus tersebut, “Krrasstt…” dia lalu mengambil jantung dari siluman tikus tersebut.


“Dengan begini aku dapat meningkatkan kekuatan dari ketiga siluman singa itu” kata Rio yang mana memegang jantung dari siluman tikus tersebut.


“Sudah selesai, yah membosankan aku berharap bisa banyak bermain lagi” kata Banaspati.

__ADS_1


“Kalau kau memang masih bosan kenapa tidak kau bakar saja orang yang mengintip kita itu” kata Rio.


“Ohohoho… Boleh juga, aku pergi dulu” kata Banaspati.


“Api rubah…” tetapi saat Banaspati mulai mendekati seseorang yang mana melihat kearah Rio, dia diserangan dengan api yang mana berbentuk rubah.


Api tersebut sangat unik karena dapat melukai tubuh dari Banaspati.


“Menari sekali, tetapi tingkatan kita sudah sangat berbeda” kata Banaspati.


“Wuusshh…” dengan mulutnya dia menarik api rubah tersebut, “Glluupss…” dan kemudian dia menelan api rubah itu dengan lahapnya.


“Aku baru tahu kau bisa melakukan hal itu” kata Rio.


“Hahah… karena baru kali ini aku menggunakannya didepanmu, sekarang mari kita berikan gadis kecil ini pelajaran” kata Banaspati.


“Buusshh…” dengan tubuh apinya dia berusaha untuk menyerang perempuan yang mana sebelumny menyerang Rio, tetapi dengan pedang katana perempuan tersebut “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” dia menebas tubuh Banaspati dan bahkan membuat dirinya kembali kealamnya.


“Rio berhati-hatilah, pedang perempuan ini cukup berbahaya” kata Banaspati yang mana langsung kembali kealamnya.


“Aku tahu itu, karena itulah aku tidak mau menghadapinya secara langsung, tetapi kau cukup hebat bisa mengalahkan Banaspati” kata Rio.


“Kau… bagaimana bisa kau masih tetap hidup, aku sudah yakin kalau kutukan yang aku pasang telah membunuhmu” kata perempuan itu.


“Hmm… kalau kau mau tahu jawabannya mudah saja, aku tinggal membakar kutukan itu dengan kekuatan yang lebih kuat saja” kata Rio.


“Apa…??? Bagaiman mungkin” kata perempuan itu dengan nada terkejut.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2