
Banaspati salah satu dari jutaan monster alam bawah yang mana memiliki kemampuan untuk berpikir, dia adalah monster alam bawah juga namun karena kekuatan membelah dirinya dia dapat dikenali dialam gaib dan menjadi mahluk yang dapat membuat kontrak dengan para pengguna aplikasi DS Game. Semua itu demi saat ini, saat-saat dimana Banaspati dapat mengamuk sesuka hatinya menggunakan tubuh penuh miliknya.
“Gaahahah.... ada apa manusia, bukankah kau sudah menyerap kekuatan dari jenisku, sebaiknya kau berusaha lebih baik lagi kalau tidak aku akan langsung bosan” kata Banaspati.
“Dasar mahluk sombong” kata Gilang, “Trringgs...” dari mulutnya darahnya keluar dan ketika satu tetes darah tersebut terjatuh ketanah “Srrahhkk...” secara tiba-tiba es yang ada dialama itu mulai bergerak dengan sendirinya.
Es tersebut langsung berubah menjadi sebuah pedang yang mana menyerang langsung kearah Banaspati, melihat hal tersebut Banaspati hanya tertawa kecil “Wrrusskk....” dia menggunakan tubuh api miliknya dan membagi dirinya menjadi puluhan bola api besar dan “Fusshkk...” bergerak cepat menuju kearah Gilang. “Bomshk... Bomshk... Bomshk... Bomshk...” puluhan bola api tersebut kemudian langsung meledak disekitar Gilang, akan tetapi disaat itu juga “Wrussk...” salah satu bola api tersebut langsung mengarah kearah Rio.
“Apa yang dilakukan sigila ini” kata Rio.
Dengan cepat Rio langsung melindungi Lita dari bola api tersebut “Bomsshkk...” dan saat bola api tersebut meledak didekat Rio, dia meraskan kalau mendengar sebuah suara, dan benar saja Banaspati menyerang Gilang yang mana ada dibelakang dirinya.
“Jadi begitu rupanya, yang aku lawan sedari tadi hanyalah pecahan jantungmu” kata Rio.
“Hehehe... mengejutkan sekali bukan, aku tidak menyangka kau akan kesulitan untuk menghadapi salah satu belahan diriku” kata Gilang yang mana tangan kirinya terbakar oleh api Banaspati.
“Fusshkk....” dengan satu tiupan kecil dari mulutnya, Gilang langsung memadamkan api tersebut seperti memadamkan sebuah api lilin kecil didepannya, melihat hal itu Banaspati langsung merasa tertantang dengan Gilang “Wrusssk...” dia kemudian memadatkan tubuh api miliknya dan “Frrssukk...” berubah menjadi sesosok manusia api yang mana berukuran 170 cm dengan api ungu kehitaman disekitar yang menyelimuti tubuhnya.
“Hmm... sudah cukup lama aku tidak melakukan trik ini, sekarang mari kita bertarung lagi” kata Banaspati.
“Majulah jin api kecil” kata Gilang.
__ADS_1
“Bushk...” dengan satu hentakan kakinya Banaspati langsung melesat dengan sangat cepat kearah Gilang, dan disaat itu juga “Srraskk... Sriinggsst...” Gilangsung langsung mengubah tangan kirinya menjadi sebuah pedang dan disaat itu juga dia “Fusshhkk...” langsung mengarahkan serangan sayatan pedang tersebut kearah Banaspati, akan tetapi disaat itu juga menggunakan kaki kirinya “Bushk...” Banaspati langusng menghilang dari hadapan Gilang.
“Dibelakangmu bodoh” kata Banaspati.
Menggunakan tinju api miliknya dia langsung menyerang kearah Gilang, namun disaat yang bersamaan Gilang berputar dan menyerang menggunakan pedang yang mana adalah tangan kanannya tersebut, “Tranggs...” serangana mereka kemudian beradu satu sama lainnya, dan disaat itu juga tubuh Banaspati langsung seperti menghilang untuk sementara karena serangan pedang tersebut.
“Grrr... pedangnya sangatlah kuat, bahkan kekuatan pedangnya hampir memutuskan koneksiku dengan Lemegeton” pikir Banaspati.
Disaat itu karena melihat Banaspati yang mana sedang kesulitan, “Burrn...” Rio kemudian mengeluarkan sebuah bola api dan menambahkan kekuatan dari Amon kedalam bola api tersebut, “Frusskk...” bola api itu kemudian Rio lemparkan tepat kearah belakang Gilang dan disaat itu juga “Srraaaskk...” dia lengan baru muncul dipunggung Gilang dan menebas bola api tersebut. Dengan satu lengan baru yang mana muncul dipunggungnya tersebut, “Srrahhkk...” Gilang kemudian langsung menyerang Rio menggunakan lenganya tersebut, lengannya langsung memanjang kearah Rio.
“Azazel kendali dimensi” Rio lalu menggunakan kekuatan milik Azazel “Tranggs...” untuk mengunci tangan Gilang, dan disaat yang bersamaan juga “Trringgs...” Rio memanggil Andras untuk datang ketempatnya untuk membantu dirinya.
Saat itu Andras mengalirkan kekuatan sihirnya kedalam palu tersebut, kemudian dengan kuatnya “Busskk...” Andras langsung menghantamkan serangan palu itu kearah Gilang. “Fusshhk....” serangan dari Andras sangatlah kuat dan bahkan “Krrakk...” membuat beberapa tulang didalam tubuh Gilang langsung retak karena kekuatannya, namun disaat itu juga “Trrassk...” alat sihir palu itu juga langsung hancur karena tidak dapat menahan kekuatan besar milik Andras.
“Heheheh... maaf kawan telah mengambil mangsamu” kata Andras yang mana melihat Banaspati.
“Tidak masalah, aku tidak keberatan berbagi sedikit” kata Banaspati.
“Srrahh...” dia mengubah api tangan kanannya dan membentukan menjadi sebuah tombak api, “Fusshkk...” dia kuat Banaspati kemudian melemparkan tombak api tersebut kearah Gilang, namun disaat itu juga “Bushhkk...” Gilang dengan cepat langsung menghilang dari depat mata Andras dan juga “Bomsshk...” Gilang telam muncul dibelakang mereka berdua dan bersiap menyerang menggunakan kedua tangannya tersebut.
“Sekarang giliranku untuk menyerang” kata Gilang.
__ADS_1
“Fussrrhh...” dengan cepat Gilang menyerang menggunakan kedua tangannya tersebut, disaat itu juga “Bushkk...” Andras langsung bergerak mundur untuk menghindari serangan dari Gilang, dan disaat yang bersamaan Banaspati tidak memperdulikan serangan dari Gilang tetap maju sambil menyiapkan serangan menggunakan tangan kanannya. “Burrn...” Banaspati telah memusatkan seluruh kekuatannya pada tangan kanannya tersebut, dan disaat itu juga Banaspati tidak menghiraukan serangan dari Gilang dan tetap maju “Srraahkk...” dan pada saat serangan tebasan tangan Gilang telah berhasil mengenai tubuh dari Banaspati “Taaskk...” Banaspati juga telah berhasil menyentuh Gilang menggunakan tangan kanannya.
“Trringgs...” api ditangan kanan Banaspati kemudian langsung memanas dan disaat itu juga, “Bomsshkk...” Banaspati meledakkan dirinya bersama dengan Gilang.
“Heheh... Jin itu sangat gila, tetapi manusia itu juga lebih gila lagi” kata Andras, dia terlihat sedang memegang dadanya yang mana tergores oleh serangan dari pedang milik Gilang.
“Srrahkk...” serangan pedang Gilang sangatlah aneh karena setiap tebasan akan menarik banyak energy sihir yang ada pada lawannya, dia seperti sebuah lubang hisap yang akan melahap seluruh lawan yang dia hadapi.
“Masih sanggup...??” kata Rio yang mana berada disebelah Andras.
“Hahah.... raja tolong jangan remehkan aku, walaupun seperti ini aku masih bisa menghadapi dirinya selama setahun lebih” kata Andras.
“Srringgs...” Andras kemudian mengeluarkan sepasan tombak emas yang mana adalah alat sihir, dia kemudian mengalirkan energy sihirnya kearah kedua tombak tersebut, “Srraahhkkk...” kedua tombak tersebut kemudian mangeluarkan aura iblis yang sangat berbahaya, dan disaat itu juga “Fusshhk....” Gilang yang mana terlempar karena ledakan dari serangan Banaspati tersebut terlihat sedang memulihkan dirinya. “Srraakk... Krrasskk.. Crrask...” tubuhnya terlihat seperti gumpalan daging yang mana sedang berusaha untuk menyatukan diri, dan disaat yang bersamaan kekuatan dari tubuh Gilang mulai terlihat, energy sihir sedikit demi sedikit mulai keluar dari tubuhnya dan memperkuat otot tulang dan juga kulitnya.
“Hahahha... tadi itu lumayan juga, namun sangat disayangkan sepertinya sudah waktunya aku pergi” kata Gilang.
“Trranggs...” disaat itu sebuah tangan raksasa kemudian keluar dari retakan dimensi dan “Taasskk...” menangkap tubuh Gilang, disaat itu juga Rio dan seluruh mahluk yang ada didalam dimensi es tersebut langsung merasakan aura yang sangat berbahaya dari tangan raksasa tersebut.
“Apa itu, auranya sama seperi para monster alam bawah, hanya saja aku dapat merasakan aura iblis dan dewa pada tangan monster itu” pikir Rio, disaat itu dirinya tidak bisa bergerak karena waspada akan tangan raksasa tersebut sehingga dia hanya bisa diam melihat Gilang pergi dibawa oleh tangan raksasa tersebut.
Bersambung.....
__ADS_1