Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 108 Cakar Iblis api


__ADS_3

“Namaku adalah Aditya aku adalah seorang pegawai kantoran biasa ditempat kerja yang super biasa, pada saat itu aku sedang pulang dari kantorku sehabis lembur dan pada saat aku sedang menunggu bus untuk pulang disebelahku duduk seorang gadis cantik yang berpakaian serba putih, melihat gadis itu aku sudah punya perasaan tidak enak lalu untuk memberanikan diri aku menyalakan smarphoneku dan memainkan sebuah game” cerita seseorang partisipan yang saat ini sedang melaksanakan ujian yang sama dengan Rio.


“Srrrssskkk…” suara smartphone yang mana tiba-tiba rusak.


“Aku pada awalnya merasa aneh karena smartphoneku itu masi baru tetapi kenapa bisa rusak begini, namun disaat layarnya kembali normal perempuan yang duduk disebelahku sudah menghilang dan didalam smarphone milik terinstal sebuah aplikasi yang bernamakan DS Game, itu adalah aplikasi yang cukup aneh karena ketika pertama kali aku membukannya ada semacam kontrak tertulis didalamnya, aku menyutujuinya saja karena mengira itu hanya permainan biasa tetapi siapa sangka aku bisa terlempar sampai ditempat itu dan sekarang ini ada sosok raksasa hijau dengan tumbuhan disekitar tubuhnya sedang mengarah kearahku” kata partisipan tersebut, dia terkejut dan tidak bisa berbuat apa-apa karena ketakutannya.


Namun saat itu dengan cepat “Boomsh… Boomsh…” dua buah bola api dilemparkan kearah raksasa itu dan membuatnya kesakitan “Grrooaarr…” karena kesakitan dia langsung menghentikan serangannya, dengan cepat Rio lansung melewati Aditya sambil memegang sebuah crosbow ditangannya “Crrrakk… Trraassk… Trraassk… Trraassk…” dengan satu tembakkan crosbow tersebut menembakkan tiga buah anak panah yang mana langsung mengenai tubuh dari raksasa tersebut, tetapi karena tubuhnya terlalu keras serangan dari anak panah itu mejadi tidak terlalu berdampak.


“Sekarang giliranku” kata Aji, “Srrraasskk…” tubuhnya langsung membesar dengan sihir otot miliknya dan menggunakan tinjunya dia menyerang kaki dari raksasa hijau itu, “Buussk… Buussk… Buussk…” sebuah tiga susunan serangan tinju yang sangat cepat dilancarkan oleh Aji “Trraakkss…” yang mana membuat sebuah retakan di tulang raksasa hijau itu.


“Rooaarr…” karena marah raksasa hijau itu langsung berusaha untuk menyerang Aji yang ada didekatnya “Buusskk…”, “Wuussh… Brruukkss…” namun Aji dengan cepat menghindari serangan raksasa itu dan berguling untuk menjauhi raksasa itu.


“Srrraaahh…” namun raksasa hijau yang mana pandanganya sedang teralihkan oleh Aji tidak menyadari ada sesosok hantu dengan sabit yang tajam dibelakangnya, dan disaat raksasa hijau itu merasakan nafas hantu Pagebluk “Srrrasstthh…” disaat itu juga hantu Pagebluk langsung menebas mata dari raksasa hijau tersebut.


“Hebat sekali, mereka dapat membuat raksasa itu terluka parah” kata Aditya.


“Abang ngapain disini, dari pada duduk disini mending lari aja tuh sama yang lainnya” kata Lita yang mana tiba-tiba sudah ada disamping Aditya.


“Oooh… ok-ok terimakasih banyak adik kecil” kata Aditya yang mana langsung berdiri dan mulai berlari dari tempat itu.

__ADS_1


Setelah Aditya meninggalkan tempat itu Rio dan rekan-rekannya pada akhirnya dapat bertarung tampa harus khawatir melukai para partisipan yang lainnya, “Srrranggss…” Gio yang telah mempersipkan pedangnya langsung memasang kuda-kuda miliknya. Raksasa hijau itu kemudian merasakan aura yang mengancam dari arah Gio “Krrraaskk…” dia lalu mencabut sebuah pohon didekatnya lalu “Wuussh…” melemparkannya kearah Gio, melihat hal itu dengan cepat Gio langsung berusaha untuk menghindari lemparan pohon tersebut “Buussh…” sambil berlari dengan cepat Gio mengarahkan pedangnya kearah raksasa itu.


“Matikau raksasa bodoh” kata Gio, “Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dengan satu gerakan Gio dapat mendaratkan tiga buah tebasan ditubuh raksasa itu.


“Rooaarr…” marah karena terus diserang raksasa itu mengeluarkan energy sihir yang luar biasa besarnya dan “Crrraasst… Trrraasskkk…” pohon-pohon lalu tumbuh disekitarnya, pohon-pohon itu membuat sebuah perlindungan menggunakan akar mereka dan dari akar tersebut aura hijau keputihan membalut raksasa hijau itu, “Sssshhh….” Dan luka-luka ditubuh raksasa itu langsung sembuh secara perlahan-lahan.


“Woi apa-apaan itu, tidak adil kalau kau bisa menyembuhkan diri sendiri” kata Gio.


Melihat hal itu Rio lalu mengumpulkan energy sihir miliknya dan membentuk sebuah bola hitam kecil, “Wuussh…” dia lalu melemparkan bola hitam itu kearah raksasa hijau tersebut “Trraasskk…” tetapi dengan cepat pohon-pohon itu bergerak sendiri dan menggunakan akarnya menangkap bola hitam tersebut.


“Lumayan juga, tetapi itu belum cukup” kata Rio, dia lalu mengaptifkan bola hitam tersebut “Buusshhkk…” dan bola hitam tersebut meledak dan membesar lalu semakin besar sehingga membuat raksas itu panik dan berlari keluar dari dalam akar pohon tersebut.


“Rooarr…” raksasa tersebut langsung keluar dan berhasil mengihindari tangkapan dari bola hitam tersebut, “Srrraasshh…” bola hitam itu langsung lenyap dan menelan setengah dari pepohonan yang menangkapnya barusan.


“Abang ini kayaknya agak sulit, raksasa itu tajam sama kayak kucing” kata Lita.


“Aku tahu tampaknya kita harus mengalahkannya dengan satu serangan yang mematikan” kata Rio.


“Kalok gitu haru kupanggil Nagini…??” tanya Lita.

__ADS_1


“Jangan dulu, kalau kau memanggilnya dengan tubuhnya yang besar bisa-bisa partisipan yang lain dapat terluka, mereka telah menandangani perjanjian denganku jadi sebisa mungkin aku mau ada beberapa yang selamat” kata Rio.


“Hmmm… ok kalau begitu” kata Lita yang mana ngambek karena tidak bisa memanggil Nagini.


“Hahaha… dia kelihatannya marah padaku, tapi sekarang kita harus bagaimana, apa aku haru memanggil Garuda atau aku harus menggunakan itu sekarang” pikir Rio.


Lalu sebelum Rio selesai berpikir raksasa hijau itu langsung berlari kearah Rio “Buussh…” dengan sebatang pohon besar ditangannya, raksasa itu ingin menghancurkan tubuh Rio menggunakan batang pohon tersebut, “Boomsh… Boomsh… Boomsh…” Rio lalu menembakkan tiga bola api kearah raksasa itu namun raksasa itu tidak perduli sama sekali dan tetap berlari kearah Rio dan Lita, “Srrraakksstt...” dengan menggendong Lita kedalam bayangan “Buusskk…” Rio berhasil menghindari serangan pukulan kayu besar tersebut.


“Hampir aja kita jadi gepeng bang, Hahahah…” kata Lita yang tertawa dengan imutnya, Lita lalu mengarahkan gelang miliknya kearah raksasa hijau itu dan “BOOMSSHH…” dia menembakkan salah satu dari lima cahaya sihir digelangnya.


Dengan serangan itu raksasa hijau itu lalu terluka parah dan kehilangan tangan kanannya karena berusaha menahan serangan dari Lita, melihat kesempata itu Aji dan Gio langsung berlari kearah raksasa hijau tersebut dan ingin melancarkan serangan penghabisan sebelum raksasa itu memulihkan dirinya lagi.


Raksasa hijau tersebut merasakan adanya bahaya yang mengarah pada dirinya “Trrrasskk…” dia lalu memasukkan tangan kirinya kedalam tanah, “Krrrraasstthh….” Dan menarik sebuah akar pohon keluar dari sana. Dengan mengalirkan energy sihir miliknya raksasa hijau itu berusaha untuk mengendalikan pohon tersebut dan mengubah bentuknya, akar pohon itu lalu berubah bentuk menjadi sebuah palu yang mana diujung terdapat batu besar sebagai kepalanya.


Dengan palu itu raksasa hijau itu menghantam tanah dibawahnya “Buummsshh….” Dan lalu sebuah getaran dihasilkannya, getaran itu membuat Aji dan Gio menjadi tidak bisa bergerak. Dan dengan cepat raksasa itu langsung mengarah ke arah Aji “Buusshh….” Dan dengan palu tersebut raksasa hijau itu mencoba menyerang kearah Aji, karena getaran tadi Aji jadi tidak bisa bergerak dan memutuskan menggunakan tangannya untuk bertahan dari serangan palu raksasa tersebut.


Melihat rekannya akan diserang dengan cepat Rio mengaptifkan sihir api dan racun miliknya lalu menembakkannya kearah raksasa tersebut, mengetahui adanya serangan berbahaya raksasa itu langsung berbalik kearah Rio dan “Wuussshhkkk….” Menghancurkan serangan sihir milik Rio lewat palunya. “Buusshh…” dia juga langsung melompat dan berusaha menyerang Rio lewat udara.


“Sialan aku tidak bisa bergerak dan Lita juga ada disampingku, sekarang tidak ada cara lain lagi” pikir Rio, dia lalu mengaptifkan tato miliknya “Buurrnn…” dan lalu tato tersebut mulai mengeluarkan api yang sangat besar, api itu lalu dengan cepat memadat dan mengelilingi tangan Rio membentuk sebuah cakar api biru.

__ADS_1


“Buummsshh….” Lalu saat raksasa hijau itu mendarat dan melancarkan serangan pukulan dari palunya dia dikejutkan karena serangannya berhasil ditahan oleh Rio hanya menggunakan sebelah tangannya.


Bersambung……


__ADS_2