
Gilang pada saat itu sedang memegang kepala dari raja iblis Satans, dan disaat Gilang mengalirkan energy sihir kearah kepala raja iblis Satans tersebut, “Nunggstt…” sebuah gelombang energy muncul dari kepalanya dan karena gelombang energy tersebut, “Krraskk….” Sebuah retakan dimensi mulai muncul disana. Dan dibalik retakan dimensi tersebut “Kiieekkk…” sesosok monster alam bawah yang mana menanggapi panggilan dari Satans mulai muncul, mahluk alam bawah itu memilik bentuk seperti manusia, akan tetapi dia memiliki cakar dan kaki yang sangat kuat untuk melompat, dan beberapa tentakel yang mana tumbuh disekitar tubuhnya.
“Kiieekk….” Monster alam bawah tersebut mengikuti perintah dari Gilang, “Bushk…” dan dengan cepat dia menyerang Incubus yang mana sedang berubah menjadi raksasa tersebut, “Bussk… Dusshk…” dengan pukulan cepat dan juga tendangannnya monster alam bawah tersebut mulai menyerang Incubus. Serangan monster alam bawah itu sangatlah liar, terutama ketika tentakel miliknya menyentuh tubuh dari Incubus makan dengan cepat “Srraahkk…” monster alam bawah itu langsung akan menghisap energy milik Incubus.
“Grrr…. Aku hanya punya waktu beberapa menit untuk menggunakan tubuhku ini, tetapi karena monster ini aku tidak bisa melanjutkan seranganku pada manusia itu” pikir Incubus, tehnik perubahan tersebut adalah tehnik rahasia yang dia pelajari selama ratusan tahun.
Incubus yang mana dinobatkan sebagai salah satu dari 7 raja iblis terkuat memiliki mengetahui kalau dirinya masihlah lemah, lalu dia secara diam-diam pergi kedimensi alam bawah tempat dimana mimpi buruk dan juga keanehan terlahir disana, dan menggunakan energy yang ada disana Incubus berhasil menciptkan sebuah tehnik yang mengubah dirinya menjadi sesosok raksasa. Dia menyebutnya sebagai raksasa mimpi buruk, dan siapapun yang ketakutan dalam menghadapi wujud raksasa tersebut maka dia akan memperkuat tubuh Incubus dan menjadikan dirinya menjadi lebih kuat lagi.
Namun saat ini Incubus tidak dapat memperkuat dirinya, itu karena Gilang adalah sesosok manusia yang mana memiliki mental baja, dan lagi dia sekarang dapat mengendalikan para mahluk alam bawah yang mana adalah kelemahan alami dari wujud raksasa mimpi buruk milik Incubus. Setiap kali Incubus menyerang monster alam bawah tersebut “Crrast… Krrastt…” disaat itu jugalah monster alam bawah itu mengambil energy miliknya, dan dengan energy itu dia menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya, dan bahkan monster alam bawah tersebut memulihkan luka-luka dirinya dengan sangat cepat.
“Hmm… ini bagus, walaupun tubuhku sudah hampir tidak bisa bertahan lagi, akan tetapi karena dapat mengendalikan mahluk ini mana aku bisa mengalahkan raja iblis Incubus dan juga mengalahkan Teppes lalu mengambil darahnya untuk memperkuat tubuhku” pikir Gilang.
Akan tetapi disaat itu juga Rio yang mana sudah cukup melihat pertarungan mereka, langsung muncul dihadapan Gilang, akan tetapi disaat itu juga Rio sudah membulatkan tekat miliknya dan saat ini dia berbeda dari yang tadi. “Srringgsst…” dengan sebuah alat sihir yang mana diberikan oleh Teppes pada dirinya, Rio telah bersiap untuk menyerang Gilang lagi, mengetahui tentang hal itu “Trringg…” Gilang menggunakan telunjuk miliknya untuk mengumpulukan kekuatan sihir iblis dijantungnya lalu “Frrusshkk…” sebuah tornado hitam langsung muncul dari telunjuknya dan terlihat jelas kalau tornado tersebut mengarah kearah Rio.
__ADS_1
Sementara itu Rio yang mana ada disana telah bersiap dengan energy sihir ditelapak tangannya tersebut, dia juga mempersiapkan sihir api di kedua kakinya, “Bumshk…” dan dengan satu hentakan Rio langsung bisa menghindari serangan tornado hitam tersebut, dan menggunakan tinjunya Rio langsung menyerang kearah Gilang. Namun saat ini kekuatan tubuh Gilang sudah menjadi lebih kuat dari Rio, “Trrangg..” menggunakan energy iblis miliknya Gilang menangkis setiap serangan dari tinju milik Rio.
“Trranggs… Trranggs… Trranggs…” bukan hanya serangan tinju akan tetapi setiap pukulan dan juga tendangan dapat dilihat oleh Gilang dengan mudahnya, dia yang mana saat itu telah kehinlangan lengan kirinya dapat menangkis setiap serangan milik Rio dengna mudahnnya. Akan tetapi disaa itu Rio hanya tersenyum, dan melihat senyuman tersebut Gilang langsung menyadari kalau Rio memiliki sebuah rencana tersembunyi, dan benar saja “Trranggs…” dibawah kaki Gilang terdapat Banaspati yang mana telah membuat lingkaran sihir cukup besar dibawahnya.
“Burrnn…” dengan api yang cukup besar, Banaspati mulai membakar Gilang yang mana berdiri disana, dengan api tersebut Gilang sama sekali tidak terluka itu karena energy iblis miliknya membalut tubuhnya dan berusaha untuk melindungi dirinya.
“Heheh… nampaknya apinya masih belum terlalu besar” kata Banaspati.
“Hahahhaha… kau serius manusia, Hahhaha… kalau memang begitu maka akan aku gunakan seluruh kekuatanku untuk membangunkan tubuhmu” kata Banaspati.
“Burrn… Frusshkk…” Banaspati lalu mulai merasuki tubuh dari Rio, disaat yang bersamaan kekuatan dari darah naga dan juga kekuatan dewa matahari mulai bereaksi, kedua kekuatan itu mulai bereaksi dengan tanda tato milik Banaspati yang mana menjadi semakin besar ketika dia merasuki tubuh Rio. Dan kali itu untuk pertama kalinya “Srrahhkk…” Rio menumbuhkan sisik-sisik naga diseluruh tubuhnya, dan bahkan sisik tersebut terlihat hampir menyerupai armor yang mana memiliki warna merah matahari, “Burrnn…” lalu setelah sisi naga tersebut muncul tato ditangan kanan Rio mulai menjalan dan menyelimuti tubuhnya.
“Uggghhkk…. ROAARR…” dan karena perubahan tersebut insting liar ditubuh Rio mulai terbangkitkan dan dia sekarang ini terlihat seperti sesosok manusia yang mana mmiliki sayap, tanduk, sisik dari seekor naga. Dan disaat yang bersamaan kekuatan dari api iblis milik Banaspati dan juga api dewa matahari mulai saling melengkapi dan menyatu dalam kesatuan bersama dengan darah naga yang mengalir ditubuh Rio.
__ADS_1
“Hmm… apa itu…??” kata Gilang yang mana merasakan sesuatu yang berbahaya.
“Burrntt…” menggunakan energy iblis miliknya Gilang menciptakan sebuah api iblis hitam, “Frrusst…” dan dengan satu lemparan dia mulai membakar api yang ada dibawahnya, api iblis hitam tersebut mulai menyerap kekuatan api yang diciptakan oleh Banaspati tersebut. Lalu saat api disekelilingnya telah menghilang, Gilang dibuat sedikit terkejut melihat sosok Rio yang mana menjadi lebih mirib pada seekor naga, dan bukan hanya itu saja dia juga dapat merasakan sebuah kekuatan aneh yang ada dialam tubuh Rio yang tidak dapat dia jelaskan.
“Ternyata kau juga bisa berubah, apa itu artinya kau telah membuat kemanusianmu juga” kata Gilang.
“Kau terlalu banyak bicara” kata Rio, “Burrn…” sebuah api putih kemudian menyala ditangan kanan Rio, “Frrusshk… Srringgs…” api putih tersebut kemudian membentuk sebuah tombak yang mana sangat tajam dan juga mengeluarkan energy sihir yang luar biasa kuatnya.
Merasakan hal tersebut Gilang lalu langsung bersiap, “Srrahkk…” dia mengubah sejumlah besar energy sihir yang ada dijantungnya menjadi sebuah armor hitam yang mana dia gunakan untuk melindungi dirinya.
“Majulah keponakanku, biarkan pamanmu ini mempertemukan kau pada keluargamu” kata Gilang.
Bersambung…..
__ADS_1